Lubang Inilah Bikin ISIS Kuat dan Tangguh, Waspadai Ancaman Lubang ISIS

Sumber gambar : israeldefense.co.il, Getty Image dan israeldefense

Jelas banyak perbedaan antara Tunnel Boring Machine (MBT) dengan Tunnel Excavators alat atau mesin pengebor tanah atau pembuat terowongan. Beberapa perbedaan paling mendasar adalah tentang kegunaan, kapasitas, kekuatan, berat, dimensi dan harga antara ke duanya sangatlah jauh berbeda sehingga membandingkan antara ke dua alat pengebor tanah atau pembuat terowongan itu seperti membandingkan David vs Golliath atau bagaikan membandingkan langit dan bumi.

Lalu mengapa keduanya dibandingkan dalam tulisan ini tak lain untuk melihat kemampuan minimal Tunnel Excavator (selanjutnya disingkat TE) yang dimiliki ISIS dalam membantu dan menyiapkan route bagi pejuang-pejuangnya dalam konflik di Irak dan Suriah.

Sebuah media Iran alalam melaporkan pada edisi 29/4/2017 bahwa pasukan keamanan Irak menemukan sebuah alat pengebor dan pembuat terowongan milik ISIS di sekitar Mosul. Sebagaimana terlihat dalam gambar di atas sepintas alat pengebor itu mirip dengan excavator yang dipasangi benda pengebor dan sisitim pembuangan material sisa pengeborannya mirip cara kerja MBT raksasa seperti pada pembuat terowongan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Salah satu faktor sukses ISIS dalam konflik Suriah dan Irak adalah penggunaan terowongan secara massif dengan bentuk-bentuk terowongan unik, panjang dan disiapkan dengan cepat sekali. Oleh karena itu timbul pertanyaan bagaimana ISIS bisa dan mampu membuat terowongan dengan cara cepat di banyak lokasi kekuasaan mereka. Inikah salah satu kunci sukses pertahanan ISIS, mari kita simak.

Teknik pembuatan terowongan untuk perang telah ada sejak dahulu kala. Tak perlu kita melihat mundur ke jaman baheula atau pada masa perang Vietnam, lihat saja apda pejuang Palestina di tepi barat telah biasa membuat aneka terowongan dan menggunakan terowongan untuk berbagai keperluan ke Mesir dan kota terdekat Raffah.

Pasukan al-Qaeda mampu bertahan dari gempuran AS sebab menggunakan terowongan panjang di celah-celah bukit dan lembah berbatu untuk menyerang dan bertahan di sebuah tempat paling membuat musuh al-Qaeda gentar pada saat itu hingga kini.

Sesungguhnya penemuan alat pembuat terowongan ISIS telah diketahui jauh-jauh hari pada 13 Nopember 2016 juga di Mosul. Saat itu, pasukan Irak menemukan sebuah alat pengebor dekat sebuah gundukan tanah di desa Keramlis, 29 Km sebelah utara Mosul. Benda ditemukan itu jauh lebih sederhana daripada ditemukan 29/42017 juga di Mosul dimana salah satu perbedaan utama terletak pada mesin penggeraknya lebih kuat dan kokoh, menggunakan excavator yang dimodifikasi menjadi MBT.

Meski tidak secanggih terowongan mewah buatan MBT kakap seperti Bertha, faktanya terowongan ISIS telah memberi kontribusi besar dan nyata tentang kehebatan ISIS dalam menyerang, menyusup, bertahan maupun pengadaan logistik. Mungkin itu juga sebabnya sejumlah serangan udara –termasuk– menggunakan bom pemecah bungker tidak banyak memberi dampak positif  melumpuhkan ISIS apalagi menemukan pentolan alias dedengkotnya yang disinyalir melakukan pergerakan-pergerakan rahasia dari satu desa ke desa lain melalui aneka terowongan.

Mirror.co.uk salah satu portäl berita Inggris mengakui hal ini. Pada edisi 29 Mai 2016 lalu melaporkan pasukan Irak menemukan sebuah terowongan terpanjang ISIS di luar Falujjah. Terowongan ini digunakan untuk menyerang dan melarikan diri guna mengurangi risiko. Terowongan itu dibangun di bawah rumah-rumah dan jalan-jalan utama untuk melindungi kepentingan ISIS, sebut sumber tersebut. Salah satu terowongan dibuat di bawah reruntuhan masjid Nabi Yunus menyimpan artefak kuno di dalam terowongan ISIS.

Menurut The Sun ISIS menggunakan mesin TE dengan gaya (style) Mad Max untuk membuat terowongan panjang guna melindungi pergerakan dan persembunyian pemimpin ISIS Al-Baghdadi. Di akui oleh sumber itu terowongan adalah salah satu kekuatan ISIS selama ini.

Lebih spesifik lagi,washingtonpost edisi 14 April 2017 lalu menulis tentang peran terowongan begitu strategis bagi ISIS sehingga membuat ISIS sangat sulit dikalahkan, tulis sumber tersebut.

Penggunaan terowongan sebagai salah satu faktor kekuatan sesungguhnya bukan saja milik ISIS. Faksi lain dalam perang Suriah, misalnya pemberontak dalam payung pasukan pembebasan Suriah (FSA), Pasukan Suriah (SAA) dan pasukan Demokratik Suriah Kurdi (SDF dan YPG) juga menggunakan terowongan untuk menjalankan strategi tempur mereka. Cuma saja penggunaan terowongan secara massif lebih intensif dilaksanakan oleh ISIS.

Ukuran dan bentuk terowongan ISIS beraneka panjang dan luasnya sehingga berbeda juga kegunaannya. Dari sisi kegunaan beberapa diantara terowongan ada yang dijadikan  gudang mini logistik senjata, tempat tinggal dan tempat perlindungan anggota ISIS.

Dari sisi ukuran ada terowongan bisa dilalui sepeda motor bahkan ada yang dilengkapi pendingin udara bisa dijadikan tempat pertemuan petinggi ISIS. Sebuah terowongan sepanjang 4 mil ditemukan di Falujjah Juni 2016. Terowongan ini adalah yang paling panjang hingga saat menghubungkan desa-desa dengan kota Falujah. Dari sini ISIS melakukan serangan terorganisir lalu kembali menghilang dengan cepat melalui terowongan itu ke berbagai penjur.

BI.co.id  melaporkan terowongan dibangun dengan cara hukuman kepada penduduk setempat yang kedapatan merokok. Hukuman itu adalah wajib menggali terowongan sepanjang 10 meter untuk setiap orang kedapatan merokok seperti yang ditemukan di desa Bazwaia dekat Mosul.

Sebuah terowongan terbesar baru saja ditemukan pada 1 April 2017 di desa AlbuSayf  juga dekat Mosul. Terowongan sebagai kem itu dijadikan tempat latihan anggota ISIS di bawah. Menurut kolonel Abdul Ameer, camp bawah tanah itu dapat dijadikan tempat latihan 150 anggota baru ISIS. Sumber : newsmax.com.

Sejumlah terowongan disebut di atas pada umumnya ditemukan di dalam wilayah Irak terutama sekali Mosul tempat ISIS pertama sekali menancapkan kukunya di salah satu kota besar Suriah pada 10 Juni 2014 lalu. Mosul jatuh ke tnagan ISIS setelah perang simultan 6 hari (4-10 Juni) dan selanjutnya melaksanakan ofensif berbahaya bagi masa depan Irak sebelum akhirna dipukul Mundur kembali ke Mosul sejak awal 22016. Kota Mosul sendiri kini telah mampu dibebaskan kembali meski 1/4 bagian kota itu masih dikuasai ISIS.

Bagaimana dengan terowongan ISIS di Suriah? Jika melihat cengkeraman ISIS di Mosul demikian hebat dengan terowongan-terowongan strategis menjuntai di lorong-lorong bawah tanah menghubungkan kota ke desa-desa tak tertutup kemungkinan hal itu bisa terjadi di kota-kota lain di Suriah. Sebut saja Deir Ezzor misalnya kota besar terluar dan terjauh dari kekuasaan SAA yang telah dikuasai  ISIS hampir 5 tahun lalu terbukti sangat kuat tangguh dan terkesan misterius. ISIS bisa hilang dan muncul setiap saat tak terduga.

Hal sama juga bisa terjadi di ibukota ISIS di kota Raqqa. Jika Mosul sebagai kota satelit ISIS saja bisa dijadikan kota dengan banyak terowongan  konon lagi Raqqa ibu kota defakto ke khalifahan ISIS. Mungkin itu sebabnya serangan udara AS menjadi kurang efektif mengingat kedalaman terowongan bisa mencapai  6 meter di bawah tanah. Selain itu beberapa terowongan juga disemen tebal.

Satu hal yang mungkin terlupakan dalam serangan udara, adalah ISIS tidak berada di terowongan dalam kota ketika serangan udara atau artileri menghujam kota-kota kekuasaan ISIS. Mereka berada di luar terowongan di  pinggir kota dan memantau dengan seksama aksi pengeboman itu dan dengan kamera mendokumentasikan video itu untuk propaganda tertentu di masa akan datang atau disegerakan menurut kepentingan.i.

Mengingat pasukan AS-SDF Kurdi Demokrat sedang berupaya mengepung kota Raqqa tak tertutup kemungkinan penggunaan mesin pembuat terowongan itu kian marak di sekujur “tubuh”  di bawah kota Raqqa. Terowongan itu bisa dijadikan tempat untuk bertahan, memonitor, meeting, menimbun makanan dan logistik perang, pelatihan, meeting hingga tempat tidur petinggi ISIS.

Bisa jadi terowongan itu dijadikan “tempat menonton” aksi serangan udara AS, Rusia, Suriah, SDF dan musuh lain terhadap mereka sambil melihat kondisi tepat untuk menyerah dan “menyerah”  misalnya menjadi penduduk biasa kembali setelah keluar dari terowongan lalu susun kekuatan kembali jika kondisi telah memungkinkan.

Gambar : Berbagai sumber Google

Bagaimana dengan Indonesia, khususnya Jakarta?

Di Jakarta memang banyak terowongan, ada terowongan Casablanka, terewongan dibawah jembatan layang hingga terowongan megaproyek MRT, jelas hal itu TIDAK ada kaitannya dengan terewongan ISIS. Namun gerakan gerakan rahasia, gerakan bawah tanah (sembunyi-sembunyi) yang sering disebut-sebut dahulu sebagai “Clandestine” kini benar-benar berwujud gerakan bawah tanah dalam pengertian sesungguhnya seperti penggunaan lorong-lorong bawah tanah. Meski belum ditemukan adanya terowongan ISIS di jakarta sebaiknya segera diantisipasi tentu dengan cara-cara profesional.

ISIS, terewongan dan gerakan sesungguhnya memang masih nun jauh di sana. Kekuatan riel ISIS tidak sama dengan sejumlah temuan ISIS pernah terjadi selama ini di tanah air. Oleh karena itu tak salah mengantisipasi  sejak dari awal dari hal-hal kecil sebelum ribut-ribut mengatasi hal besar lalu muncullah sejumlah “the rising star” dadakan dibalik aksi penumpasan itu.

Maka dari itu waspadalah tapi jangan samaratakan semua terowongan…

Salam AGI

 

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s