Belajar Gigih dan Tangguh dari Pemberontak FSA

Gambar: syrianfreepress.wordpress.com

Pada tulisan sebelumnya kita telah melihat tentang Kesetiaan dan Kehormatan dari tentara Suriah (SAA), kini kita lihat dari sisi lain, melihat ketangguhan sejumlah grup pemberontak Suriah dalam payung Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army atau disingkat FSA) terutama sekali ketangguhan pemberontak di pinggiran Kota Damaskus tepatnya antara kawasan Eastern Ghouta dan kota Al-Qabun. Inilah yang jadi sorotan tulisan ini guna mengambil pelajaran seperti apa tangguhnya kubu pemberontak dalam payung FSA Al-Qabun/Jobar itu mampu menahan gempuran, kepungan dan bombardir simultan sejak dikepung pasukan pemerintah Suriah (SAA) hampir 4 tahun lalu pada 22 Agustus 2013.

Tak jelas jumlah kekuatan tenaga tempur FSA di kawasan Jobar dan kawasan lain. Namun untuk Al-Qabun, menurut penulis senidiri, saat ini tidak melebihi 10% dari total 197 ribu orang penduduk sebelum perang yaitu sekitar 20 ribu orang termasuk tenaga tempur katagori usia anak-anak.

Meskipun kalah dalam hal jumlah angka dibanding puluhan ribu pasukan SAA dan aliansi mengelilingi Kota Damaskus namun hal itu tidak berpengaruh bagi FSA setidaknya hingga saat tulisan ini sedang disiapkan. Faktanya adalah hingga kini kemampuan bertahan FSA sangat luar biasa dan mendapat acungan jempol, bikin Rusia dan pasukan pemerintah sakit kepala.

Kelompok perlawanan FSA tidak saja mampu bertahan melainkan mampu melaksanakan ofensif seperti terjadi pada 18 Februari 2017 hingga kini masih berlangsung meskipun semakin melemah. Ofensif itu sangat mengejutkan karena mampu merebut kawasan strategis di pinggir Kota Damaskus sebelum dipukul mundur ke posisi semula oleh puluhan ribu pasukan penjaga Ibu Kota Damaskus dan dihujani artileri dan hujan bombardir jet tempur Suriah/Rusia serta bantuan misil balistik kapal Rusia dari pantai Mediterania dan dukungan udara drone Rusia hingga saat ini meskipun mulai melemah dalam sepekan terakhir.

Dinilai putus asa oleh anti Suriah pasukan pemerintah menghadapi kerasnya perlawanan FSA, kelompok barat menuding SAA melancarkan serangan senjata kimia ke kawasan Jobar yang dikenal sebagai “Ghouta Gas attack” pada 21 Agustus 2013 lalu yang menewaskan 1.729 orang menurut klaim FSA.

Perlawanan gagah berani FSA di Jobar dan Al-Qabun telah “mencuri” perhatian pengamat bagaimana FSA mampu melakukan hal itu di lumbung SAA sehingga korban jiwa di kedua pihak berjatuhan tak terhindarkan. Korban jiwa FSA (versi SAA sekitar 800-an FSA tewas) memang besar dibanding korban di pihak pemerintah 82 orang tapi itu tidak mengurangi semangat FSA pada dua kawasan terkepung tersebut.

Terlepas dari kehendak Yang Maha Kuasa, secara teoritis tidak mungkin kawasan relatif sempit dan terkurung itu mampu bertahan selama 4 tahun dalam kondisi kekurangan makanan, minuman, obataan dan amunisi serta senjata bahkan pasukan tempur.

Selain jumlah korban jiwa di pihak FSA sebagaimana disebutkan di atas, kekuatan besar dan berlimpah pasukan SAA saat melakukan counter attack hingga kini hanya mampu menguasai 500 meter persegi kawasan industri alat listrik dekat Jobar terhadap ofensif FSA pada Februari lalu. Dan hingga saat ini, saat tulisan ini disiapkan, pasukan SAA menambah sedikit kemajuan dengan menguasai sebuah blok dekat masjid Imam Hussein seluas 300-an meter di Al-Qabun.

Banyak pihak terkagum-kagum mempelajari kekuatan dan ketangguhan FSA di kawasan dekat Damaskus ini. Bagaimana mereka mampu menjadi duri dalam daging dalam tubuh SAA bahkan bisa menjadi kuda hitam yang mampu meruntuhkan tembok pertahanan Damaskus salah satu simbol pemerintahan meski dalam kondisi serba kekurangan sebagaimana disebut di atas.

Setelah dikaji ada beberapa sebab FSA di kawasan Jobar dan Al-Qabun setangguh 300 pahlawan Sparta (Yunani kuno) menghancurkan gelombang pasukan Persia dalam film kolosal “300 heroes,” antara lain adalah:

  • Ada 3 kelompok utama FSA “penjaga” kawasan Eastern Ghouta dan sekitarnya, yakni HTS (aka Alnusra), Jaish al Islam dan Faylaq ar-Rahman. Meski kerap terjadi adu gengsi diantara mereka akan tetapi untuk melawan SAA koordinasi antara mereka dapat terjalin dengan baik saat untuk memilih bertahan, menyerang atau sekadar penyusupan untuk sabotase,
  • Ada 6 kelompok FSA paling tangguh menerapkan sistim kunci mengunci yaitu:
    • Kelompok FSA di kawasan Al-Qabun paling dekat dengan kota Damaskus. Ini adalah kelompok paling berani dan menduduki urutan pertama perhatian SAA,
    • Kelompok FSA di blok Jobar, menjadi urutan perhatian ke dua SAA,
    • Kelompok FSA di blok Hisrata menjadi urutan perhatian ke tiga SAA,
    • Kelompok FSA di blok Ayn Tarma menjadi urutan perhatian keempat SAA,
    • Kelompok FSA di blok Irbin,
    • Kelompok FSA di Distrik Duma.
  • Menciptakan jebakan untuk SAA dengan sistim saling mengawasi dan saling mengunci sesama FSA antara di Jobar dan di Al-Qabun. Pada koridor dengan jarak kearah SAA antara 120 meter hingga 500-an meter sekelompok FSA bersenjata AK dan sejenis dengan itu siap menghadang. Pada koridor dengan jarak di atas 500 hingga 1 Km ke arah posisi SAA diatasi dengan kelompok sniper.
  • Sementara itu koridor dengan jarak di atas 1 Km hingga 3 Km sekelompok penembak TOW atau jenis ATGM lain siap mengantisipasi pergerakan SAA dan milisinya ke arah manapun. Bahkan misil buatan “dalam negeri” pun siap diluncurkan untuk mengentikan laju arteliri SAA sebelum pasukan SAA atau milisinya masuk ke Jobar atau Al-Qabun dan sekitarnya.Intelijen FSA mendapat informasi akurat tentang rencana ofensif atau penyusupan pasukan SAA sehingga persiapan FSA untuk bertahan atau menyerang disiapkan lebih baik.
  • Beberapa informasi menyebutkan pemberontak FSA mendapatkan pasokan senjata dan amunisi dari pasukan SAA sendiri ang menjual degan harga mahal. Amunisi dan senjata itu disusupkan melalui jaringan bawah tanah ke Jobar dan melanjutkan ke kawasan Al-Qabun juga dari terowongan bawah tanah.
  • Serangan dari arah kota Damaskus lebih diantisipasi ketimbang arah serangan dari Duma apalagi dari kawasan Al-Nashbiya sebelah barat kepungan. Namun demikian di sini pun telah ada FSA siaga mengantasipasi serangan SAA tersebut.
  • Terdapat terowongan menghubungkan ke dua kawasan tersebut. Terowongan itu berada di bawah jalur jalan utama (M-1) yang memisahkan ke dua wilayah terkepung tersebut. Kekompakan sesama pemberontak dengan warga telah terjalin dengan sangat dekat dilandasi pemahaman jihad.
  • Semangat tempur dan antusiasme pada issue anti Assad telah membumi dalam jiwa dan raga sebagian besar petempur FSA
  • Pembagian tugas sangat rapi. Dari petugas pemadam kebakaran, pencari korban dari rutuhan “white helmet,” petugas medis, tim propaganda, pengirim berita, tim pembuat amunisi, peralatan tempur (termasuk VIBED) tim intelijen dan tentu saja tim pencari amunisi dan senjata di pasar gelap di samping kelompok petempur itu sendiri.
  • Tim pendukung di luar area terutama di markas besar FSA di Idlib ikut membantu sejumlah kerja sama disebutkan di atas dalam cakupan lebih luas didukung sponsor dan penyumbang dana raksasa dan berlimpah.Situasi dan Kondisi Al-Qabun- Jobar 22 Maret - 22 April 2017. @abanggeutanyo

Atas dasar kondisi tersebut tak heran mengapa dua wilayah kecil FSA di kaki Ibu Kota Damaskus ini seperti duri dalam daging di dalam tubuh SAA. Tidak mudah mencabut duri itu jika tak ingin merasakan sakit luar biasa.

Duri dalam daging satu ini bisa jadi kuda hitam penakluk kota Damaskus jika SAA lengah. Kuda Trojan ini sangat trengginas, ganas dan tak kenal takut menjadi momok siang malam bagi warga Damaskus. Momok tak habis-habisnya meski terus berusaha ditumpas dengan aneka bentuk dan jenis senjata namun tak menjadi berkurang.

Apa yang akan dilakukan SAA menghadapi kuda trojan duri dalam ini di masa akan datang? Tampaknya jika ofensif Hama, ofensif Alepoo timur dan Palmyra telah dapat berjalan dengan baik barulah kekuatan maksimal akan diarahkan ke kawasan maut ini. Akan jadi petaka bagi SAA jika sebelum hal itu diwujudkan “Trojan-trojan” satu ini duluan menaklukkan ibu kota Damaskus. Apa kata dunia?

Didalam kekuatan dan ketangguhan itu dan dibalik ancaman pertikaian dan pengaruh gengsi sesama jihadis dalam payung FSA akan seperti apakah kawasan Jobar – AlQabun dalam beberapa minggu mendatang? Mari kita simak perkembangannya….

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s