Ada Apa dibalik Serangan “Uji Coba” AS Terhadap Suriah?

Gambar : express.co.uk dan dailystar.co.uk

Seminggu setelah pemerintah AS memberi reaksi positif  pada pemerintahan Bashar al-Assad dengan menyatakan mengubah fokus jangka panjang AS tidak lagi untuk menjatuhkan al-Assad melainkan pada perang anti terorisme di seluruh Suriah, tanpa disangka-sangka sikap positif tersebut kini berbalik arah ketika AS, barat, Turki dan negara Arab memojokkan Suriah dengan tudingan telah melepaskan bom berbahan kimia di beberapa lokasi fron Hama.

Perubahan signifikan dan sangat cepat dari sikap positif Trump menjadi negatif terhadap Assad dinilai pengamat sangat dramatis sebab bukan saja berubah dalam tempo sangat singkat kurang seminggu melainkan juga meluncurkan serangan pembuka misil penjelajah AS Tomahawk.

Serangan AS itu telah menghantam sejumlah sasaran dan lokasi antara lain pangkalan udara Suriah di Damaskus dan sekitarnya. Menurut informasi terkini sejumlah portal berita dunia, hingga saat ini AS telah meluncurkan 50 (lima puluh) Tomahawk ke posisi militer Suriah. Pada tahap ini pangkalan militer SHayrat airbase dekat kota Shayrat telah luluh lantak akibat aksi Tomahawk.

Mengapa AS menggunakan misil Tomahawk membuka serangan langsung terhadap militer Suriah karena jenis misil ini sudah seperti ritual serangan pembuka AS sejak perang teluk dimulai pada 1991. Kemudian aksi tomahawk terlihat pada  Operation Odyssey Dawn 19 Maret 2011 ketika menggulingkan Moamar Khadafi pemimpin Libia saat itu. Terakhir sekali tomahawk dipakai di Yaman melumpuhkan radar gugus pemantau perairan kekuasaan Houti  setelah pemberontak itu menyerang  kapal AS seminggu sebelumnya dipantai Yaman pada September 2014 lalu.

Kini misil penjelajah dengan biaya pembuatan per unit US$1.59 juta (biaya 2014) itu kembali beraksi. Secara teknis dengan kecepatan optimal 550 mph (890 km/h) dan membawa hululedak 280 kg misil ini dapat dicegat oleh S-200 Rusia akan tetapi hingga detik ini Rusia tidak melakkukan intersep dengan misil anti misil balistik milik mereka. Akibatnya kini sang Tomahawks mengguncang daratan Suriah seakan melengkapi hingar bingar deru mesin perang dan dibalik lolongan dan jeritan panik dan histeris warga Suriah.

Tingkat kesabaran AS telah berakhir dan mulai membuktikan janjinya setelah berada pada posisi dilematis sangat lama. Kini AS menafikan ancaman dan peringatan Rusia. Kini AS akan menambah parah kekacauan di Suriah melengkapi kekacauan akibat serangan udara Israel terhadap posisi pasukan Suriah dan Hezbollah di seluruh datan Suriah seperti aksi Rusia mengamankan Suriah dan Hezbollah.

Kini Suriah hampir komplit terkurung oleh serangan berbagai negara menghujam bumi Syam. Dimulai oleh serangan angkatan udara Suriah (SyAF) dan angaktan udaraRusia  (RuAF) lalu ditambah Turki (TAF) ditambah sejumlah pesawat tempur negara Uni Eropa dalam koalisi pimpinan AS dan kemudian serangan udara angkatan udara Israel (IAF) dan terkini adalah serangan rudal massal AS khusus ditujukan terhadap militer AS.

Apa yang akan terjadi dengan masukna AS menyerang fasilitas militer Suriah? Mudah ditebak bahwa kondisi perang Suriah akan semakin sengit, pahit dan membuncah, menggelegak mengeluarkan bongkahan-bongkahan batu cadas panas dari dalam bumi Syam. Hal ini ditandai oleh beberapa hal berikut :

  • Angkatan udara AS akan terus menargetkan pangkalan militer dan fasilitas militer Suriah setelah pemboman ini
  • Angkatan udara akan Israel mengambil kesempatan melampiaskan dendam kesumatnya dengan intens menerang Hezbollah dan SAA dimana saja terutama pada posisi SAA melawan ISIS.
  • Angkatan udara Turki mengambil kesempatan melampiaskan dendamnya pada pemberontak Kurdi PKK ataupun YPG/ SDF. Sementara itu angkatan darat dan marinir disusupkan ke fron Hama dan Homs serta didekat perbatan Lataki-Suriah dengan Turki.
  • Sejumlah negara uni Eropa ikut ambil andil terutama Belgia, Spanyol, Perancis dan Ukraina serta Australia/ Selandia Baru. Apabila Rusia meningkatkan perlawanan pada AS dan sejumlah negara disebutkan diatas maka sebagian besar negara NATO akan mengeroyok Suriah- Rusia- Iran-Lebanon dalam konflik Suriah
  • Israel akan buka serangan ke fasilitas nuklir Iran menandai pecah perang iran- Israel JIKA Israel berani mengambil risiko membuka serangan tersebut

Berdasarkan gambaran di atas dapatkan dibayangkan Suriah akan seperti  apa, apalagi Rusia telah tegas menyatakan tak akan membiarkan militer manapun menyerang Suriah dan siap menghadapi konsekwensi negatif, sebagaimana diungkapkan oleh Vladimir Safronkov kepala utusan Rusia pada sidang keamanan PBB beberapa jam lalu di markas PBB, New York, AS. Sumber :  express.co.uk.

Apakah serangan senjata Kimia yang dituduhkan pada Suriah itu menjadi momentum paling tepat AS, Eropa atau negara manapun menjadi lawan Rusia – Suriah meluapkan ambisi untuk melumpuhkan Suriah – Rusia -Iran?

Sebagaimana diketahui bersama, serangan udara Suriah di Khan Saykun mengandung gas. Menurut versi pemberontak Suriah bom itu mengandung bahan kimia Sarin atau sejnis dengan itu. Bom itu masuk dalam katagori senjata Kimia dan itu dilarang dalam konvensi Jenewa.

Menurut versi Rusia AU Suriah tidak menggunakan bom itu. Bahkan yang terjadi adalah serangan udara itu justru menghantam pusat laboratorium milik al-qaeda di pinggir kota itu. Pihak Rusia telah mengingatkan agar jangan terburu-buru menghakimi AU Suriah menggunakan senjata kimia. Perlu waktu dan memberi waktu kepada utusan PBB untuk memeriksa kawasan dikuasai pemberontak dan al-Qaeda tersebut.

Namun apa daya opini dan tekanan dunia segera terbentuk dengan sangat rapi. Dubes AS untuk PBB Niki bahkan sampai mengeluarkan kata-kata kotornya tak mampu menahan emosi akibat ngeri melihat proses kematian manusia akibat serangan kimia seperti terjadi di Suriah kali ini.

Entah mana yang benar namun media barat dan sejumlah medsos dari lokasi jatuhnya bom tersebut dua hari lalu ramai-ramai meluncurkan liputan serangan gas sehingga opini dunia telah terbentuk seketika dan serentak di seluruh dunia.

Opini dunia itu juga telah memaksa Donald Trump mengubah pandangan positif  menjadi murka pada pada Assad dan menyetujui langkah serangan dengan serangan pembuka misil penjelajah Tomahawk terhadap posisi militer Suriah. Lebih jauh dari itu bahkan Trump siap menghadapi konsekwensi negatif apapun dari Rusia.

Dimanakah simpul perang Suriah itu? Apakah karena Turki, Rusia, Iran, Arab, ISIS, al_Qaeda, AS, Israel atau pada sosok Bashar al-Assad ? Jika sosok terakhir ini jadi sumber atau akar masalah sayangnya Assad hanya sebuah nama. JIKA ia telah dilengserkan atau mungkin telah hilang apakah hal itu mampu mengembalikan situasi dan keadaan Suriah ke posisi semula? Tanpa bermaksud berpihak, jika Suriah tetap terkoyak setelah Assad musnah berati bukan Assad menjadi biang masalah atau letak simpul itu..

Serangan AS terhadap Suriah ini tidak akan berhenti sampai di sini sebab ini adalah serangan uji coba untuk melihat sejauh mana Rusia merespon kondisi ini dan kenyataannya hingga saat ini tidak ada respon negatif Rusia selan bevkoar-koar menghitung kerugian Suriah dan mengomel aski AS sebagai aksi sangat bodoh.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s