Sikap AS Terhadap ISIS di kota Raqqa akan Seperti Apa?

Gambar : ekurd.net/us -2017-03-10 dan edition.cnn.com/2016/05/26

Dibandingkan dengan gerak maju operasi Euphrat Shileds (ES)  merebut kota Al-Bab dengan persiapan pasukan demokratik Kurdi (SDF) dukungan AS merebut kota Ar-Raqqa, tampaknya gerak maju SDF/AS dari desa Aýn Issa ke posisi terdepan (saat ini) menuju kota Ar-Raqqa tergolong sangat lambat. Posisi SDF dukungan AS di desa Ayn Isa telah ada sejak Agustus 2016, namun gerak maju tujuan Ar-Raqqa BELUM dapat terwujud setidaknya hingga saat ini.

Terpecahnya fokus SDF /AS untuk menghadapi ambisi Turki memutus rantai wilayah SDF menghubungkan bagian timur dan barat The  Rojava di sekitar kota Al-Bab dan Tadif bisa jadi salah satu sebabnya. Sebagaimana kita ketahui setelah menguasai Al-Bab pemberontak Suriah (FSA) dan tentara Turki (TAF) telah menabuh genderang perang merebut Manbij sebagaimana dilontarkan Presiden Erdogan pada 4 Mavet lalu.

FSA/TAF hanya perlu waktu sebulan untuk “mengintip” jalur ke Al-Bab dari kota Nu’man sebuah persimpangan jalur internasional Al-Bab. Ketika FSA/TAF tiba dipinggir kota Al-Bab dari arah timur hanya butuh 2 minggu terlibat perang frontal melawan ISIS yang mencoba memperthankan mati-matian kota dan wilayah itu jatuh ke tangan TAF/FSA.

Selang waktu 2 minggu, kota itu pun jatuh sepenuhnya ke tangan TAF/FSA  dan membuat pasukan Suriah (SAA) di sudut lain gigit jari melongos seakan tak percaya dengan apa terjadi pada negeri mereka begitu mudahnya dikuasai tentara negara lain. Menteri pertahanan Turki mengumumkan pencapaian sukses operasi itu yang dilanjutkan oleh ultimatum presiden Erdogan dengan mengumandangkan “the next phase” merebut Manbij dari genggaman SDF dukungan AS.

Mengacu pada posisi SDF dari desa Ayn Issa sampai kini perlu 10 bulan SDF untuk mencapai posisi saat ini terpaut 5 hingga 6 km saja lagi ke gerbang  ibukota defakto ISIS, Ar-Raqqa. Kemungkinan akan dibutuhkan waktu lebih lama lagi jika SDF/AS ingin merangsek ke jantung kota Al-Raqqa.

Jalur awal (dari desa Ayn Issa ke gerbang kota Raqqa) harus melalui ruang terbuka kawasan ladang pertanian selebar 9,9 km dan panjang 14 km. Dikhawatirkan ladang itu menjadi ladang pembantaian ISIS untuk SDF jika memaksakan semangat saja untuk mencapai gerbang kota itu dari arah Ayn Issa. Oleh karena itulah  jalur itu ditunda. SDF/AS memutar haluan dengan mengubah arah serangan dari arah desa lain lebih ke barat seperti terlihat pada peta posisi SDF/AS berada paling depan saat ini dari arah barat.

Meski SDF/AS telah mengubah haluan serangan, ISIS tetap saja memasang jebakan maut pada jalur alternatif ini. Di sejumlah tempat –terutama di jalur sepanjang 5,4 km– sebelum mencapai gerbang kota Raqqa telah dipasang jebakan-jebakan lazim sebagaimana terlihat trengginasnya ISIS di Al-Bab, Manbij dan jalur Arran ke Tadif yang dapat “terbaca” intelijen SAA sehingga mengurungkan niat melalui jalur tersebut sejak Oktober 2016 lalu – Pebruari 2017 .

Pada jalur baru ini terdapat sebuah jalan utama masuk ke gerbang kota diapit oleh bukit-bukit di sebelah timur dan ruang terbuka datar sebelah baratnya. Jalan terhampar terbuka di tengah kawasan pertanian atau persawahan sepanjang 3 km dengan lebar rata-rata 1 km itu berpotensi menjadi “neraka” untuk SDF/AS. Di ujung barat jalur maut itu ada dua buah jembatan masing-masing sepanjang 200 meter. Dibawahnya terdapat sungai mengalirkan air untuk mengairi lahan pertanian di sekitar itu. Inilah jebakan pertama telah sukses dilalui SDF/AS hingga tiba pada posisi 5 ,4 km saja lagi ke ibukota.

Untuk tiba di gerbang ibukota Ar-Raqqa SDF/AS harus melalui jebakan ke dua, tiga dan empat. Meski hanya 5,4 km tapi ada tiga jebakan lagi di sana. Untuk itulah AS dan SDF kini fokus  konsolidasi membahas phase terakhir dan menentukan agar tiba di gerbang itu. Untuk itu, AS sudah menambah 500 pasukan marinir melengkapi 2 ratusan pasukan rangers dan delta force telah ada beberapa bulan sebelumnya.

Dibantu 4 ribuan SDF serta persenjataan artileri berat dan roket-roket jarak pendek berdaya ledak besar dan pemantauan melalui udara menggunakan aneka teknologi warfare kini persiapan ke gerbang kota itu dinilai sudah matang dan akan mampu mendeteksi posisi-pisisi bunker ISIS pada jalur maut sepanjang 5,4 km tersebut.

Meski persiapannya telah sejauh itu namun untuk menggempur jantung kota ISIS itu SDF/AS perlu waktu lebih lama dibanding gempuran TAF/FSA terhadap Al-Bab. Alasannya adalah :

  • Menurut perkiraan militer AS operasi pembebasan Raqqa akan berjalan hingga beberapa minggu mendatang dan operasi ini akan menjadi akhir operasi AS di Suriah sebagaimana diungkapkan oleh jenderal Joseph Votel, komandan U.S. Central Command sebagimana dikutip dari ekurd.net.
  • Sebagai simbol ibukota negara (Khalifat) ISIS akan mengorbankan harga diri, komitmen dan reputasi serta propagandanya selama ini sebagai pejuang sejati, jihadis pembela khalifah, pasukan berani mati dan penguasa Levan.
  • ISIS akan mengarahkan dan mengeluarkan energi tempurnya hidup atau mati
  • ISIS akan memobilisir warga untuk mempertahankan kota sehingga agak sulit bagi SDF/AS memisahkan warga dengan ISIS
  • ISIS akan menjalankan perang gerilya kota dengan satuan-satuan kecil penyusup ke kantong-kantong SDF/AS
  • ISIS akan menggunakan bom dan roket-roket bermuatan bahan kimiawi
  • ISIS akan melaksanakan aksi pembakaran area untuk menghambat laju SDF
  • ISIS akan menggunakan satuan drone kecil energi diggerakkan baterai pembawa bom-bom skala kecil ke arah posisi SDF/AS terutama pada malam hari
  • ISIS akan membuat beberapa titik neraka sebagai jebakan maut.

Jebakan pertama (1) dan kedua (2) telah sukses dilalui pasukan AS dan SDF. Jalur di ujung bagian timur dekat simpang tiga menuju ke luar kota Raqqa sepanjang 4 km telah sukses dilalui dengan aman.

Jebakan ke tiga dan empat adalah jalur sepanjang 5,4 ke gerbang kota Raqqa. Barisan penembak TAW anti Tank dan roket jarak pendek (bisa jadi) telah disiagakan di jalur dekat sebuah komplek bekas Divisi 17 SAA. Sebelum mencapai itu, di depan dekat pabrik kapas adalah ruang sangat terbuka lebar bagi siapapun ang datang menuju ke gerbang kota Ar-Raqqa. Lokasi ini perlu diwaspadai sebab secara teoritis sangat mudah dan berpotensi menambah korban pasukan Rangers, Navy Seal maupun SDF/YPG.

Isis diperkirakan akan allout pada phase hidup mati ini. ISIS akan menerapkan pola-pola serangan dan bertahan seperti sebelumnya seperti dilaksanakan di kota Al-Bab dan Manbij, kelompok ini menggunakan beberapa siasat sangat licik da

n tak pandang bulu, yaitu :

  • Serangan bom darat berdaya ledak tinggi menggunakan kendali manusia atau dengan kendali remot. Keduanya menggunakan mobil memuat minimal 300 kg TNT atau bisa mencapai 3,2 ton jika menggunakan jenis truk. Cara ini disebut dengan pengeboman menggunakan kendaraan atau vehicle-borne improvised explosive device (VBIED).
  • ISIS memasang jebakan bom berdaya ledak tinggi ditanam di pinggir jalan pada rute tertentu.
  • Tembakan massal ke arah kendaraan tempur AS/SDF pada jarak 2-3 km menggunakansenjata anti tank TOW atau sejenis dengan itu.
  • Cara umum lainnya adalah perang kota menggunakan aneka senjata berat dan ringan dan memobilisir warga menjadi tameng hidup. Teknik lain ada yang dipilih dan dipaksa menjalankan misi serangan bunuh diri massal atas nama Jihad

Secara teoritis SDF/AS akan mampu menaklukkan ISIS namun dengan pengorbanan besar dalam hal korban jiwa dan material. Jika AS serius melumpuhkan ISIS perkiraan dalam waktu 4 minggu allout kota itu sudah dapat ditaklukkan.

Mengingat AS telah menambah pasukannya dalam operasi Raqqa lebih besar menjadi hampir 1000 personil (Navy Seal dan Rangers) maka tingkat risiko pun akan semakin tinggi. Dan untuk mengeliminir tingkat risiko tadi tentu pihak AS/SDF telah mempertimbangkan beberapa titik-titik jebakan maut misalnya sebagaimana disebut di atas.

Apa dan bagaimana tindak lanjut operasi pembebasan Ar-Raqqa di tangan AS? Apakah AS akan menoreh reputasi sebagaimana pasukan Rusia melumpuhkan pemberontak FSA di kota Aleppo atau pasukan Turki mengusir ISIS dari  kota Al-Bab, mari kita simak dan nantikan saja pembuktiannya, terutama adalah bukti keseriusan AS menuntaskan target tersebut, tak akan bergulir waktu berlama-lama dengan alasan persiapan belum matang atau apapun,hehehehehhee..

Meragukan AS ? Oh..tidak.. Cuma mengingatkan jangan sampai arena Raqqa ini ternyata cuma jadi “The Next Russian-American Proxy Battle,” sebagaimana dikuatirkan pengamat lain dalam analisa huffingtonpost.com edisi hari ini.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s