Damai Suriah Edisi Terakhir : Saudi Arabia – Rusia?

Gambar : zerohedge.com dan google.com Pada tulisan sebelumnya di sini telah dijelaskan total proses damai Suriah sejak meletus perang pada Maret 2011 hingga 29 Desember 2016 sudah dilaksanakan sebanyak 14 kali. Sebagaimana sama-sama telah diketahui  dampak usulan dan upaya damai itu rasa-rasanya jauh panggang dari api alias jauh dari harapan, malah timbul kesan putus asa, seolah-olah faksi-faksi bertikai di dalamnya tidak lagi dipengaruhi oleh negara sponsor melainkan dipengaruhi oleh balas dendam api angkara murka masing-masing.

Meski demikian diharapkan damai kali  ke 14 ini akan efektif berjalan. Selama 14 kali usulan dan bentuk damai telah digelar dan ditawarkan beraneka ragam tipenya, antara lain :

  • Penghentian permusuhan dan gencatan senjata
  • Gencatan senjata
  • Penghentian perang untuk masa bantuan kemanusiaan
  • Perdamaian menyeluruh
  • Perdamaian dengan syarat Assad harus mundur dan lain-lain

Meski tetap diharapkan sukses berjalan dan mencapai hasil, upaya damai gagasan Turki dan Rusia pada akhir 2016 pun kini memperlihatkan wujud aslinya setelah –pelan tapi pasti– pihak bertikai di dalamnya semakin sengit terlibat aksi menyerang lawan sehingga dituduh sebagai pelaku pelanggaran gencatan senjata. Kedua belah pihak seakan tidak mengenal apa isi dan kesepakatan damai yang juga diperjuangkan mati-matian oleh tim juru runding di luar arena perang.

Terlihat sejumlah pelanggaran gencatan senjata dalam alasan aksi balas membalas serangan. Bukan mengerucut pada isi perdamaian melainkan melebar ke mana-mana sebab dalam pandangan mereka siapa duluan menyerang lawan saat sedang lengah adalah sebuah momentum kemenangan, setidaknya dapat dijadikan momentum balas dendam.

Dari segi negara sponsor perdamaian -selain PBB dan UE-– kesepakatan 14 kali usulan damai itu telah dilaksanakan dalam beberapa bentuk kerjasama, antara lain adalah inisiatif AS dan Rusia. Kemudian perdamaian inisiatif PBB. Ada juga perdamaian inisiatif Uni Eropa. Ada juga perdamaian inisiatif negara Arab dan Teluk. Kemudian terakhir inisiatif Turki – Rusia pada 29 Desember lalu.

Setelah melihat usulan damai digagas Turki – Rusia di lapangan tidak efektif  tampaknya dunia kini akan menyandarkan harapan pada perdamaian usulan Arab Saudi – Rusia. Meskipun Saudi kurang yakin pada ketulusan Rusia namun kedua negara itu perlu memulai langkah-langkah diplomasi agar mengerucut menjadi usulan damai lebih diplomatis dan mampu menekan pandangan egoistis masing-masing. Bagaimana perbedaan pandangan egoistis selama ini dapat disamakan menjadi usulan minimalis seperti apa?

Saudi dan Rusia sepintas memang mirip Air dan Minyak dalam sebuah botol. Meskipun diobok-obok tetap saja terpisah dan ingin dipisahkan. Saudi melihat masalah Suriah tak lepas dari ketidak senangan pada rezim Assad dinilai otoriter, tiranis dan represif pada rakatnya. Entah sejak kapan Saudi melihat pemerintah Suriah demikian tak sedap rasanya yang jelas Saudi memberi syarat, “Mau damai, Assad harus mundur. Titik..!!!,” kira- kira seperti itu.

Di sisi lain, Rusia melihat bukan sosok dan sifat Assad itu alasan sesungguhnya pergolakan di Suriah, tapi ada grand disain tertentu mewakili kepentingan geopolitik barat di kawasan timur tengah ingin merusak Suriah. Barat menggunakan kekuatan lain untuk mewujudkan hegemoni barat di kawasan itu termasuk membentuk pecahan-pecahan kelompok bersenjata ellite yang dapat menyokong kepentingan barat. Rusia yang memiliki alat dan kemampuan serta informasi semacam itu melihat posisinya bisa terancam andaikata arogansi terhadap Basar al-Assad terwujud. Rusia pun ikut langsung memainkan kartu dominonya sejak akhir 2015 lalu untuk mempertahankan mati-matian Assad dan pemerintahnya.

Menyikapi perbedaan itu Saudi dan Rusia sebaikna menamakan perbedaan mereka seminimal mungkin agar Saudi dan Rusia harus bisa mencapai kompromi dengan menurunkan egoisme dan kepentingan politik masing-masing?

Jika itu terjadi, beberapa tuntutan Saudi pada Rusia kemungkinannya adalah :

  1. Rusia menjamin bahwa tidak akan ada aksi balas dendam Suriah terhadap KSA dalam hal apapun
  2. Rusia harus menjamin tahanan dan pejuang FSA pro KSA diperlakukan dengan baik dan adil pasca perang oleh rezim Suriah
  3. Rusia harus memberi jaminan keterlibatan KSA untuk membangun kembali Suriah secara ekonomi, moneter dan manajemen teknoklogi Industri
  4. Basar al-Assad diberikan batasan jelas kapan akan lengser. Tahun inikah? Tahun depankah atau 4 tahun la
  5. Rusia hentikan serangan udara dan misilnya terhadap pejuang FSA
  6. Milisi dan tentara Iran harus keluar dari Suriah
  7. Suriah memberi izin pembangunan jalur pipia Gas Saudi-Qatar melalui wilayah Suriah ke Turki untuk dipasok ke Eropa
  8. Rusia harus menarik pasukannya dari Suriah bertahap dalam jangka waktu ditetapkan (tertentu)

Dipihak lain, Rusia (mungkin) meminta Saudi agar :

  1. KSA hentikan bantuan finansial dan persenjataan kepada seluruh faksi dan milisi pro KSA
  2. KSA hentikan propaganda anti Assad dalam bentuk apapun hingga menjelang lengser
  3. KSA juga harus mengutamakan nasib warga sipil Suriah mendambakan perdamaian
  4. KSA juga harus hentikan serangan terhadap milisi Houti di Yaman
  5. Membeli sistim komunikasi dan peralatan tempur Rusia

Kemungkinan negosiasi pra pembicaraan damai diatas memperlihatkan posisi Saudi memang  sangat strategis dan di atas angin. Meskipun posisi Saudi tidak berada di pihak pemenang perang  namun peranan Saudi-Qatar dengan sejumlah dana berlimpah mendukung pemberontakan setidaknya untuk peperangan jangka 1-5 tahun.

Ditambah posisinya sebagai pusat Syiar dan Ukhuwah ummat Islam seluruh dunia posisi KSA makin berpengaruh sehingga tidak dapat dipandang enteng siapapun oleh negara manapun bahkan negara berbeda agama sekalipun.

Meskipun ada mengatakan posisi penting dan kewibwaan itu karena kondisi KSA sebagai negara petro dolar sehingga menjadi “anak emas” AS tapi kita bicara tentang fakta, dan fakta itu memperlihatkan bahwa posisi Saudi memang penting dan strategis di kawasan Timur Tengah, termasuk menjadi negara kunci perdamaian Timur Tengah khususnya di Suriah dan Irak dimana ke dua negara itu telah didominasi penguasa Islam Syiah, sesuatu kondisi pertentangan prinsipal dalam bidang religi namun menjadi tunggangan dalam bidang politik.

Persoalannya kiini adalah, apakah Saudi akan mau melaksanakan inisiatif damai dengan Rusia di mana ada Iran di dalamnya? Sebagaimana disebutkan di atas ke dua negara itu –sejak perang Suriah– mirip dengan sifat air dan minyak tak dapat disatukan, namun JIKA atau APABILA kerajaan Saudi mampu melihat kemasalahatan lebih utama dan lebih utama akan diperoleh dari perdamaian ketimbang perang sepantasnya dan seharusnya Saudi menerima tawaran damai itu.

Dunia akan melihat dan mengakui bahwa Saudi mampu menggerakkan perang proksi dengan dana, jaringan dan persenjataan dan SDM sangat berlimpah. Dan sebaliknya Saudi dinilai mampu menghentikan perang itu sesuai persyaratan logis bukan idealis.

Persyaratan damai diajukan Saudi bermuatan positif karena mengedepankan kemasalahatan kawasan timteng ketimbang hasil politik dibalik tujuan perang itu sendiri. Kondisi akan membuat Saudi semakin berwibawa karena mampu dan rela mengedepankan kepentingan damai kawasan timteng ketimbang terlilit api perang

Untuk ke depan Saudi cukup diam mengatur irama politik TimTeng, dengan kondisi itu sudah cukup mengirim pesan ke seluruh kawasan bahwa ia mampu mengirimkan gelombang Arab Spring jild Dua ke kawasan tersebut bahkan mungkin saja ke kawasan manapun di seluruh dunia dengan nama dan tema gelombang apapun.

Apakah hal ini lantas berarti kerajaan Saudi identik sebagai negara pengirim teror ke seluruh dunia? Tentu saja tidak. Kita bicarakan ini adalah fakta bahwa posisi Saudi penting dan strtegis. Kondisi Saudi pun mampu memadamkan api peperangan dan menciptakan perdamaian jika ia mau. Sepantasnya dunia berharap kesediaan Saudi menjalankan misi damai Suriah seperti telah terjadi selama ini. Dan jika Saudi mampu memadamkan api perang TimTeng khususnya Suriah akan banyak sisi positif akan diperoleh Saudi, antara lain :

  • Pencapaian bidang politik melalui pesan pengaruh global
  • Pencapaian bidang kemanusiaan atas kesediaan Saudi mengedepankan kemasalahatan untuk ummat dan dunia TimTeng khususna Suriah dan Irak
  • Pencapaian dibidang ekonomi dengan ikut andil membangun kembali Suriah pasca perang
  • Pencapaian dibidang kerjasama militer dengan kerjasama baru dengan Rusia meskipun tidak sebanding dengan porsi belanja dan kerjasama militer dengan AS dan Eropa
  • Pencapaian dibidang perdagangan dan mewakili kepentingan Qatar dengan tercapainya persetujuan jalur pipa gas Saudi-Qatar-Suriah-Turki menuju pasar Eropa

Jika hal itu tereleasir siapakah akan mendapat manfaat dan syafaat dibalik perang Suriah? Mudah ditebak, salah satunya adalah Saudi Arabia. Karena itulah Saudi harus segera memainkan peranannya termasuk minta “petunjuk AS” agar dapat mengkondisikan, menciptakan ruang, celah dan memposisikan perundingan damai Suriah ala Rusia- Saudi sebelum terlambat.

Ilustrasi: www.hawaii.edu

Sebuah konflik atau perang berakhir JIKA terjadi salah satu atau beberapa hal berikut :

  • Hadirnya keseimbangan kekuatan baru atau New Balance of Power, musuh menjadi lebih kuat kembali misalnya
  • Kepentingan di dalam negeri sendiri lebih utama
  • Terjadi penarikan kekuatan militer salah satu lawan
  • Peninjauan kembali idiologi perang
  • Hasil perang tidak sesuai dengan harapan
  • Ekspektasi jangka waktu perang terlalu lama di luar perkiraan, DLL

Mungkinkah kekuatan FSA mewakili gambaran berakhirnya perang disebutkan di atas, atau gambaran berakhirnya konflik atau perang itu sedang terjadi pada pasukan rezim Assad atau pada SDF atau bahkan pada ISIS?

Siapapun pihak mewakili gambaran berakhirnya sebuah konflik atau peperangan disebutkan di atas diharapkan KSA kini mau memainkan kartu pintar mereka untuk memadamkan bara api perang Suriah. Sebelum terlambat meraih sejumlah manfaat pasca perang.

Mungkinkah Saudi bisa dan bersedia? Mengapa tidak???

Salam AGI

 

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s