Belajar Setia pada Bangsa-Negara dari Serdadu Suriah Jilid 2

saa-dan-abanng-ok

 

 

 

 

 

Ini adalah sebuah sisi lain, tentang “nasib” tentara Suriah (SAA) ketika memilih harus berjuang mempertahankan pemerintahan dibawah pimpinan Bashar al_Assad. Nasib malang atau beruntung belum jelas diketahui karena perang belum usai, tapi yang sudah jelas adalah pasukan SAA harus kerja keras lari sana-sini pada saat ini. Jika diibaratkan sebuah kapal, pasukan SAA sedang menambal lambung kapal yang bocor di sana sini. Bocor satu belum selesai ditambal sudah kelihatan bocor di tempat lain.

Sejauh apakah SAA mampu menambal bocoran-bocoran itu, padahal bocor terjadi hampir merata di sekujur lambung kapal. Jika bocor-bocor itu diumpamakan sebagai musuh-musuh maka sangat dituntut kerja keras SAA menambal dengan segera jika tak ingin kapalnya karam tinggal nama. Untuk itu SAA harus mengenal musuh-musuhnya agar dapat mengetahui tipe dan tingkat bocoran yang dibuat oleh lawan. Berikut ini sejumlah fakta tentang -lawan lawan harus dihadapi secara bersamaan SAA saat ini :

FSA dan negara Arab

Sejumlah negara Arab pimpinan Arab Saudi dan Qatar membantu kelompok pemberontak Suriah (FSA). Bantuan finansial, persenjataan, pelatihan, kesehatan, propaganda dan apapun yang sifatnya memperkuat oposisi Suriah mengucur dari koalisi Arab dengan tujuan dapat segera menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad. Kelompok ini semakin kuat sejak 2012 setahun setelah pemberontakan. FSA kini menguasai berbagai kota di sejumlah besar Provinsi. Hampir 30% wilayah Suriah masih dikuasai FSA yang memiliki hampir 100 faksi bersenjata. Sekitar 10% diantara sayap militer FSA tergolong faksi milisi paling tangguh dalam seluruh fron perang Suriah. Reputasi FSA membuat kagum dunia militer saat ini.

ISIS

Di bagian tengah dan timur dekat perbaasan Irak – Suriah, kelompok ISIS semakin kuat. Selama 4 – 5 tahun bercokol di kota-kota dan kawasan tersebut ISIS telah berhasil membangun sistim pertahanan dan jaringan intelijen serta komunikasi ang luar biasa. Perlu waktu lama dan kekuatan besar untuk mencapai posisi kota-kota besar ISIS seperti AS menggerakkan puluhan ribu SDF/YPG saat merebut Manbij dan kini sedang berupaya “menduduki” kota Raqqa. Atau ketika Pasukan Irak perlu 40 ribu pasukan dan milisi untuk merebut Mossul dari tangan ISIS  sedang berlangsung saat ini.

Kondisi SAA kini diperparah lagi ketika kekuatan ISIS “diusir” dari seluruh Irak dan kini berbondong-bondong masuk ke Suriah khususnya ke Deir Ezzor, Raqqa, Al-Thawrah, Palmyra dan sekitar kota-kota di Aleppo.

Apa yang terjadi saat ini? Saat tulisan ini disiapkan kota Palmyra, kota situs bersejarah itu saat ini hampir direbut kemabali dari tangan SAA. ISIS membuat kemajuan 14 km ke dalam wilayah SAA dari perbatasan sebelumnya di antara desa Arak kawasan ISIS dengan distrik Khirbat Ibrahim di timur kota Palmyra.

Jelas ini salah satu persoalan srius karena SAA sedang fokus mencegah ISIS masuk  kota Deir Ezzor. Memperluas wilayah di dalam dan luar kota Aleppo serta di menjaga benteng Al-Fua –Khefraya agar tidak diduduki FSA dan diberbagai arena lainnya.

SDF/YPG

Di bagian utara Suriah, petempur SDF/YPG semakin ganas masuk ke bagian ke bagian tengah Suriah. Pasukan pemberontak Kurdi Suriah itu kini telah menguasai hampir 1/4 luas daratan Suriah. Dengan alasan membebaskan kota Raqqa dari ISIS kelompk Kurdi Suriah dukungan unik AS itu dinilai paling tangguh melawan ISIS.

Dukungan AS itu memang unik, karena SDF/YPG tidak mendapat dukungan ketika kelompok itu menjadi target serangan Turki. Selain itu, niat AS menggempur ibukota ISIS (Raqqa) telah tertunda dua kali sejak Juni 2016 lalu. Hingga kini posisi SDF/PG berada pada jarak 35-32 km ke kota Raqqa. Unik, seolah-olah “menantikan” kehadiran SAA dari sisi selatan kota itu guna melihat aksi dan kekuatan SAA berbenturan dengan SDF/YPG dalam skala besar

TURKI

Di bagian utara sepanjang perbatasan dengan Turki. Dan masih dibagian utara, pasukan Turki –dengan alasan membantu FSA melawan ISIS — semakin jelas memperlihatkan ambisi sesungguhnya dibalik kampanye menghancurkan ISIS. Kampanye membebaskan kota dan kawasan Jarablus berkembang biak menjadi pembebasan kawasan Eufrat barat lalu bertambah lagi menjadi pembebasan Al-Bab dan Manbij di Eufrat timur.

Erdogan kian tak kuasa menyembunyikan ambisinya yang selama ini terpendam dibalik issue teroris dan Assad. Kini Erdogan lebih lantang. Pernyataan mengandung maklumat perang disampaikan dengan jelas dan terbuka pada dunia tentang maksud dan tujuan kehadiran pasukan Turki di Suriah dalam rangka pembebasan Suriah dari rezim Assad sebagaimana dilontarkan Erdogan baru-baru ini.

“We are there to bring justice. We are there to end the rule of the cruel Assad, who has been spreading state terror.” Sebut Erdogan pada 29 Nopember lalu seperti dikutip di europe.newsweek 

ISRAEL

Di sekitar perbatasan Israel – Suriah ada kawasan dataran tinggi, Golan, Di kawasan itu dan kota besar Quneitra, AD dan AU Israel sering menyerang posisi SAA dan afiliasinya sedang terlibat perang dengan pmeberontak Suriah (FSA) dan kelompok ISIS.

Dengan alasan adanya penembakan mortir atau tembakan apapun ke wilayahnya –tanpa perlu mengetahui asal dan sumber ledakan– pasukan Israel (IDF) tak segan-segan meluncurkan aneka serangan balasan, pengeboman melalui serangan misil udara ke darat maupun tembakan altileri. Bahkan misil permukaan ke permukaan pun kian sering menghajar kota terdekat perbatasan dan mendarat ke dalam kawasan Suriah.

Menurut catatan penulis Israel telah menyerang posisi SAA selama perang Suriah sebanyak 69 kali sejak 11 November 2012. (Tentang hal ini akan dibuat analisa terpisah pada tulisan lain)

AS dan sekutu

Di luar itu, sekali-sekali AS, Australia, Belgia dan sekutu dengan alasan tertentu -meski dengan alasan human Error–  terbukti menyerang posisi SAA hingga menewaskan 70-an pasukan SAA pada September lalu ketika sedang berlangsung pertempuran melawan ISIS di luar kota Deir Ezzor.

Dengan demikian dapat kita lihat lawan SAA adalah : Israel; Turki; FSA; ISIS; YPG/SDF; Arab Saudi-Qatar (dan Arab grup) serta koalisi Amerika Serikat. Tak kurang 6 kelompok atau grup tangguh harus dihadapi pasukan pemerintah Suriah SAA dan aliansinya. Jika dijabarkan lagi lebih dalam setiap kelompok atau grup itu punya lagi beberapa kelompok hingga seratus-an kelompok bersenjata tangguh didalamnya.

Itulah jumlah dan tipe lawan SAA secara umum terlibat langsung dan tidak langsung dalam perang Suriah. Nasib tentara Suriah sangat genting dan sulit menghadapi aneka trik dan intrik perlawanan silih berganti kelompok-kelompok utama tersebut terhadap pasukan pemerintah Suriah.

Dapat terbayangkah oleh lawan lawan SAA, Turki misalnya, apa pendapat negara tersebut apabila terjadi sebaliknya, Suriah memberi dukungan terbuka pada pemberontak ingin menggulingkan pemerintahan sah dan demokratis di negara tersebut dengan alasan perang melawan foedlisme atau totaliterisme. Menggulingkan pemerintahan tidak demokratis, tiranis dan koruptif serta lain-lain alasan lain missal sarang terorisme. Akankah hal itu dapat dinafikan (kecualikan) oleh dunia internasional?

Suriah tidak lagi sendiri sejak 2012 atau setelah setahun gagal berusaha memadamkan api pemberontakan “Arab Spring” di negeri sendiri karena sejak April 2012 karena Iran mulai megirimkan bala bantuan Hezbollah membantu pemerintahan Assad dari kehancuran.

Hidup Adalah Pilihan

Meski sementara, dalam hal apapun, hidup pada dasarnya adalah sebuah pilihan. Demikian halnya dengan tentara Suriah memilih setia membela negaranya, membela pemimpin dan jati diri bangsa. Semboyan heroik melekat erat pada sanubari prajurit yang memilih setia pada Suriah saat ini, yakni Suriah dengan simbol dan sistim kenegaraan sejak Suriah merdeka pada 24 Oktober 1945 lalu . Semboyan heroik itu adalah:

  • The Honor (Kehormatan)
  • Devotion (Pengabdian)
  • Homeland (Tanah air/ Ibu Pertiwi)

Bayangkan dalam situasi terjepit, dijepit, dikeroyok, dimusuhi, dikondisikan bahkan segala nuansa beraroma menghancurkan sekalipun, di sana masih ada sejumlah prajurut memilih mempertahankan Kehormatan. yakni menjaga dan melindungi teritorial dan bangsanya dari “kepunahan” akibat gangguan dan ancaman dari dalam dan luar.

Jika ditambah dengan intimidasi dari sebagian besar rakyat Suriah memilih pro pada FSA dan ISIS dapat dibayangkan betapa merasa terkucilnya prajurit SAA dan famili atau keluarga mereka. Namun demikian kalimat “Pengabdian” itu murni sebuah pengabdian sejati, telah dibuktikan oleh ruang, waktu dan keadaan.

Sejumlah prajurit memilih desertir namun sebagian besar prajurit masih memilih bertahan di SAA dan mengabdi sesuai dengan kemampuan, kondisi dan fasilitas yang ada.

Meski pusing menghadapi lawan-lawannya dan harus berpindah-pindah fron dan berganti lawan, tapi, demi ibu pertiwi, SAA tetap berusaha mempertahankan dan merebut kembali wilayah – wilayah yang hilang.

Bahkan pada daerah terkepung musuh nun jauh dari terpisah dari kawasan kekuasaan tentara pemerintah, pasukan SAA tidak menyerahkan diri atau minta dievakuasi lalu membiarkan kawasan itu jatuh ke musuh mereka.

Lihat daya tahan pasukan SAA di kota Deir Ezzor telah tiga tahun lebih dikepung ISIS dan desa Al-Fua/Kefraya 4 tahun dikepung FSA dekat kota Idlib.

Lihat juga apa yang terjadi pada SAA di kota Al-Hasaqah ketika dikepung SDF/YPG pada Agustus 2016? Selain kehilangan ratusan prajurit di kawasan itu pasukan SAA tetap ada di sana meski hanya tinggal seluas tak lebih 1km² saja dari sebelumnya (meskipun itu hasil dicapai untuk gencatan senjata). Luas wilaah SAA itu hanya 1/12 dari luas dikuasai SDF/PG di Aleppo timur (kini bertambah luas) menjadi 12 km².

Gambar berikut adalah perbandingan situasi dan kondisi SAA di pusat kota al-Hasaqah dulu dan sekarang.

Dokumen pribadi abanggeutanyo

Berapa gaji prajurut SAA dibayar sebulan oleh rezim Suriah dan aliansinya hingga mereka seperti telah mati rasa pada takut? Tak ada data akurat tentang itu namun menurut sumber ini rata-rata gaji prajurit SAA (akumulasi rata-rata) per 13 Mai 2016 adalah 18.000 Pounds.

Lima tahun lalu, awal pecah perang, nilai tukar 1USD setara dengan 47 pounds. Nilai gaji 18.000 Pounds itu kira-kira setara dengan $383 atau hampir Rp 5 juta. Pada awal Maret 2016 nilai tukar masih di bawah 300 pounds per US dolar tetapi sejak 10 Mai 2016 lalu nilai tukar 1USD menjadi sekitar 620 Pounds. Nilai kurs di pasar gelap bahkan lebih lemah lagi dijual hingga 1000 Pounds per USD. Sumber : Di sini.

Jika dibandingkan dengan nilai kurs awal 2011 maka nilai gaji rata-rata 18.000 Pounds itu setara dengan $383 maka pada SAAT INI nilainya cuma setara dengan US$28. Maka untuk mencapai batas hidup standard di Suriah saat ini harus punya penghasilan minimal 200.000 Pounds. Ini terjadi akibat nilai tukar Pound terhadap US dolar terus melemah ekses inflasi dan segala macam teori moneter dan ekonomi terkait dampak perang.

Sebagai gambaran. Kondisi biaya hidup standard di Suriah saat sebelum perang –awal 2011– adalah $400. Saat itu harga sebuah roti lebih murah 40% dibanding saat ini setelah 5 tahun perang. Meski inflasi pada harga roti sebesar 40% itu tidak sebanding dengan jatuhnya mata uang Suriah terhadap US dolar mencapai 2 ribu persen setidaknya gambaran 18.000 Pounds gaji rata-rata pasukan SAA saat ini tidak menjanjikan apa-apa bagi prajurit SAA. Namun demikian demi ibu pertiwi mereka terpanggil untuk terlibat disana.

Bandingkan dengan gaji ISIS dan FSA rata-rata melebihi US$100 per bulan. Sekitar 1000 petempur usia anak-anak dalam FSA mendapat gaji US$100 per bulan . “Analysts estimate the number of children who joined al-Muhesini of around 1000 children – some even came from refugee camps along the Turkish borders – each paid $100 monthly salary,” sebagaimana dilansir almasdarnews edisi 11 September lalu. Sementara itunewscentral edisi 6 Oktober lalu juga menulis hal sama.

Sementara itu menurut pengakuan Haji l-Bab salah satu komandan dalam Tawhid Brigade, pejabat militer FSA dukungan Qatar membayar gaji mereka US $150 per bulan. Hal senada diungkapkan Ahmed Arur salah satu komandan lapangan dalam Saqur al-Sham Brigade. Sumber : deadlinelive.info edisi 24 Oktober 2012.

Sedangkan ISIS menggaji petempur single rata-rata $50 per bulan ditambah makanan dan akomodasi. Jika sudah menikah dan punya anak dan isteri bisa mencapai US$100 per bulan  juga ditambah bantuan makanan dan akomodasi. Dan menariknya bagi anggota ISIS adalah mereka diperkenan mendapatkan 80% hasil jarahan dalam setiap kemenangan atas wilayah musuh. “Jihadist fighters get a base salary of $50 monthly plus basic food and accommodation. If you’re single. If you’re married with children you get an extra allowance for your wife and your children. In most cases this amounts to about $100 / month. Jihadists olso get 80% of whatever they loot,” tulis smber quora.com.

Ada yang mengatakan meski gaji SAA memang tak seberapa tapi penghasilan dari rampasan perangnya itu bikin pesona dan menjanjikan. Untuk hal seperti ini semua pihak terlibat pertikaian perang di Suriah mengambil keuntungan dari hasil rampasan perang . Selain tentang ISIS membolehkan anggotanya mengambil 80% rampasan lawan, tidak ada informasi akurat berapa nilai keuntungan dapat diraih atau didapatkan sebagai rampasan perang oleh masing-masing pihak terlibat perang, padahal ada pendapat mengatakan di dalam Al-quran telah mengatur ketentuan tersebut.

Jika direfleksikan ke negeri kita, Indoneisa, berapa gaji rata-rata prajurit TNI dan Polri kita? Tentu rekan pembaca budiman mengetahuinya sehingga dapat membandingkan dengan berapa nilai gaji didapatkan prajurut SAA di atas. Lalu dengan gaji, lauk pauk, fasilitas dan tunjangan lebih tinggi dari prajurut Suriah, siagakah prajurit kita JIKA menghadapi situasi seperti Suriah.

Tanpa diharapkan dan tidak pernah diharapkan hal seperti akan terjadi pada negeri dan bangsa kita, namun JIKA –sekali lagi: JIKA– siap sediakah prajurut kita menghadapi tekanan multi dimensi seperti di atas?.

Jawabannya semoga biasa, alasannya banyak, antara lain adalah sejarah dan pengalaman masa lalu serta fasilitas masa kini yang telah diwujudkan dalam serangkaian program Minimum Essential Force (MEF). Namun demikian sekadar mengintip pelajaran dari negara lain luangkan sedikit waktu dan perhatian untuk mengambil pelajaran berharga dari prajurit Suriah dalam perang paling brutal di jagad bumi pada abad modern ini. Mereka saling menghabiskan tak kenal target adalah golongan harusnya dilindungi bukan tempat untuk berlindung, yaitu: bayi; anak-anak; wanita; orang tua, orang cacat, fasilitas umum dan publik; rumah ibada dan lain-lain.

Terlepas pada sisi kelam masing-masing pihak terlibat dalam perang Suriah, dari pasukan SAA telah mengajari kita bagaimana menyikapi beberapa hal saja, yaitu :

  • Penting menjaga persatuan dan kesatuan agar tidak muda dicabik-cabik oleh kepentingan negeri lain
  • Penting menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan kuat agar TIDAK MUDAH menimbulkan fitnah dan melemahkan pemimpin
  • Penting menyiapkan pasukan terlatih agar tidak menjadi bulan-bulanan lawan
  • Penting menyiapkan infrastruktur kota berbasis perang
  • Penting mempelajari perang kota dan merancang infrastruktur kota JIKA menghadapi serangan lawansaa-and-the-honor-devotion-homeland
  • Penting membuat benteng-benteng pertahanan ditempat terbuka tapi tersembunyi
  • Penting menyiapkan koridor-koridor khusus dapat dihubungkan dengan terowongan bawah tanah
  • Penting merancang strategi perang dari pengamanan jalur logistik, pemetaan skala prioritas wilayah harus dikuasai, tarik ulur penguasaan wilayah, koordinasi kecepatan bala bantuan, akurasi artileri dan serangan udara, hingga akurasi dan integrasi data intelijen.
  • Penting menyiapkan tindakan pemulihan kondisi pada wilaah dianggap aman agar warga dapat kembali ke lokasi dan merasakan aman
  • Penting menyapkan pasukan cadangan dan milisi siap tempur
  • Penting menyiapkan industri senjata dan amunis dalam negeri dan gudang logistik memenuhi standard keamanan,
  • Penting mengutamakan perlindungan semesta terhadap seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus dijunjung tinggi dilindungi, tidak sebaliknya ingin tampil gagah-gagahan dan bikin keder warga. Jadikan prajurit sebagai “The brothers in Arms.”
  • Dan lain-lain (tambahkan sendiri, hehehehee…)

Meski kondisi SAA telah lama sangat genting tapi lihat pada perkembangan signifikan yang diraih di kota Aleppo dan Ghouta sekitar Damaskus pada sebulan terakhir, ada kemajuan positif. Lihat juga perkembangan di sekitar kota Hama meskipun di tempat lain seperti Palmyra tidak menggembirakan.

Adakah mereka hadir membela Negara dan Bangsanya sekadar gagah-gagahan? Demam pangkat, maniak jabatan apalagi kekayaan? Mungkin saja ada tapi setidaknya kini telah tersapu deru perang sehingga lebih kental dengan doktrin nasionalisme :The Honor, Devotion, Homeland.

Meski tidak tentu sebagai pemenang perang Suriah kita lihat saja pada sisi kerjasama tim, taktik, koordinasi, kegigihan, nasionalisme dan heroismenya. Sebagai bangsa, sebagai warga Negara, sebagai penyelenggara Negara, sebagai alat Negara dan sebagai abdi Negara mari sama-sama belajar dari prajurit SAA.

Salam AGI

Iklan

2 pemikiran pada “Belajar Setia pada Bangsa-Negara dari Serdadu Suriah Jilid 2

  1. Salam kenal,

    wah, luar biasa corat coretan anda bung Faizal, saya jg sangat tertarik mengamati perkembangan situasi perang di suriah yg diawali oleh “arab spring” sampai perkembangan saat ini pada fase seluruh aleppo sdh diambil alih kembali oleh pasukan pemerintah suriah, namun kembali kehilangan kontrol atas palmyra di akhir th 2016 ini. sepertinya diawal tahun 2017 nanti akan kembali dibuka medan pertempuran baru guna merebut kota2 yg msh dikuasai oleh FSA, isis dan kelompok teror lainnya, saya berharap perang cepat selesai. o iya, yg jilid 1 nya mengenai apa ya bung, saya belum menemukan coret coretannya nih?

    Disukai oleh 1 orang

    • Setuju.. saya jg berharap hal sama, perang paling brutal dan busuk itu akan berakhir segera..
      JIKA perang ini berakhir saya akan cetak seluruh tulisan asli saya ttg perang Suriah dan akan disumbangkan kepada Kedubes Suriah di Jkt.
      Jika nanti mereka nilai bagus dan mau dicetak ke versi Arab nanti tinggal bagaimana komisinya saja heheheee..

      Palmyra akan direbut kembali akhir awal Pebruari 2017. Sekarang sdg konsolidasi termasuk antisipasi bagaimana menyikapi sikap AS jika “ikut” main mata lagi dgn xxxx di dalamnya….
      Tentang jilid 1 belejar setia pada serdadu Suriah jilid 1 bisa dilihat di sini http://www.kompasiana.com/abanggeutanyo/belajar-setia-pada-serdadu-suriah-jilid-2_58499f3a727e611c1707e112 di Kompasiana.
      Tulisan sama saya di Blog WP ini juga blm saya temukan dimana.. maklum lama juga ngecek ke halaman belakang, hehehe….
      ntar ketemu saya infokan mas And..

      salam kenal kembali abang

      Suka

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s