Jebakan Maut ISIS Bikin SAA Kubur Niat Ofensif ke kota Al-Bab

Dok. Abanggeutanyo

Secara teoritis dan geografis “lomba” menguasai kawasan dan kota Al-Bab oleh pihak-pihak terkait langsung dalam konflik Suriah tampaknya posisi pasukan Suriah loyalis rezim Assad (SAA) paling berpeluang karena lebih dekat dengan kota Al-Bab. Posisi SAA saat ini  di A’in al-Jahisy hanya 2 km diluar kota A’rran. Jarak kota A’rran ke gerbang kota Al-Bab adalah 6 km. Dengan demikian jika ditarik garis lurus posisi SAA saat ini di desa A’in al-Jahisy ke gerbang kota Al-Bab adalah 8 km.

Posisi SDF dari kawasan Manbij ke kota Al-bab masih sangat jauh, sekitar 23 km. Sedangkan posisi SDF di Afrin menuju Al-Bab tak kalah jauh, masih 18-20 km lagi, masih jauh dibanding posisi FSA dukungan Turki hanya 13 km saja ke  kota Al-Bab.

Meski posisi SAA lebih dekat secara geografis, peluang SAA menguasai kota Al-Bab tidak dalam posisi dan situasi menguntungkan saat ini disebabkan beberapa pertimbangan berikut:

  1. Posisi pasukan  ISIS di seluruh kawasan perbatasan Suriah – Turki telah bergeser dari perbatasan ke bagian tengah dan menumpuk di kota Al-Bab. Seluruh kota dan desa sebelumnya dikuasai ISIS telah  jatuh ke tangan FSA dukungan tentara Turki (TAF). Sejak berjalannya operasi pembebasan Eufrat pada 24 Agusutus 2016 FSA -dukungan Turki- telah merebut  wilayah seluas 1.525 km persegi dari tangan ISIS dan sedikit wilayah dikuasai pasukan pemberontak Kurdi Suriah (YPG / SDF). Akan sangat berat dan berisiko tinggi menguasai kota eksotik ini.
  2. Operation Euphrates Shield bertema anti terorisme ISIS, pada awalnya untuk membebaskan kawasan Jarablus dan bagian timur sungai Eufrat di perbatasan Turki telah memperlihatkan wujud aslinya berupa sikap jelas Turki mendukung penuh pasukan pemberontak Suriah (FSA) menjatuhkan pemerintahan rezim Bashar al-Assad dan melumpuhkan mimpi indah  SDF mewujudkan Rojava Raya. Kekuatan tempur FSA dari berbagai negara masuk ke Suriah terutama dari Turki dan mendapat bantuan finansial, pelatihan, keuangan dan peralatan tempur dari aliansi Turki dan sejumlah negara Arab. Akan terasa sangat berat dan berisiko tinggi jika SAA memaksa menguasai kota eksotik dan menawan inisaat ini.
  3. SAA dukungan Rusia saat ini sedang fokus dalam pembebasan sepenuhnya Aleppo dan sedang berusaha menguasai kembali sejumlah wilayah yang hilang di kawasan Hama. Selain itu anggota SAA dipaksa bertahan habis-habisan dalam kepungan ISIS di Deir Ezzor. Kondisi SAA saat ini  tidak cukup kuat membagikan tenaga tempurnya untuk bertarung sengit sekaligus di beberapa kawasan berjauhan.
  4. SDF telah lama menyimpan keinginan besar mereka berupa negara Federasi Kurdi, menyatukan kawasan Rojava selatan di Provinsi Al-Hasaqah dengan kawasan Rojava utara di Afrin provinsi Idlib. Beberapa kawasan berhasil direbut dari ISIS kini mulai dikuasai FSA sehingga mau tak mau SDF harus mencari alternatif lain melalui jalan agak ke dalam -jauh dari kawasan Turki- dan itu artinya SDF dukungan AS harus menguasai Al-Bab dimana SAA sedang pasang kuda-kuda merebut kota itu dengan mengeliminir risiko. Dalam kondisi ini perjuangan SAA merebut Al-bab jelas semakin berat meski didukung serangan udara Rusia.
  5. Presiden Turki, Erdogan beberapa jam lalu –saat tulisan ini sedang disiapkan– mengumumkan operasi Eufrat akan berlanjut hingga 12 km keluar dari kota Al-Bab. Itu artinya Turki akan memaksa SAA harus mundur 2 km dari posisinya saat ini di desa Ain al- Jahisy. Posisi SAA makin berat sebab Turki makin “berminat” dalam konflik Suriah. Sumber Liveuamap.com.

Al-Bab adalah sebuah kawasan strategis secara ekonomis dan militer. Sesuai dengan namanya berarti “Pintu Gerbang” maka Al-Bab memang berperan sebagai gerbang penting pada jaman Tempo Doeloe menjadi penghbung Syam dan Konstantinopel. Pada masa kini pun kota pertanian ini menjadi sentral ekonomi perkebunan dan pertanian bagi ISIS selama 2 tahun terakhir dan Suriah sebelum konflik perang Suriah pecah pada Maret 2011 lalu.

Sebagaimana disampaikan pada tulisan sebelumnya Di sini, posisi kota dan kawasan Al-Bab sangat menarik seluruh pihak bertikai saat ini. Turki/FSA, ÝPG/SDF/AS. Suriah/Rusia sangat berkepentingan untuk menguasai A-Bab yang menawan ini. Bahkan ISIS juga  tertarik pada kota dan kawasan ini, setidaknya akan mempertahankan selama mungkin dengan berbagai cara.

ISIS tahu dengan pasti keinginan besar SAA untuk menguasai Al-Bab agar tidak diduluankan Turki. Mengetahui hal ini ISIS pasti telah menyiapkan persiapan taktik militer. Salah satu taktik militer dimaksud berupa jebakan-jebakan atau perangkap mematikan telah dan sedang dipersiapkan ISIS dengan matang. Ekspektasi ini dapat dilihat pada beberapa cara ISIS mempertahankan kawasannya dari ofensif musuh mereka sebelumnya.

Lihat saja beberapa peristiswa terkait, ketika SDF merebut Manbij, ketika SDF akan menyerang  Raqqa atau ketika SAA akan merebut Al-Tabqah dan Palmyra, banyak jatuh korban dan kerugian di pihak penerang akibat ISIS menyiapkan dan menjalankan praktek-praktek perangkap selain balas menyerang musuhnya. Taktik ISIS itu pun kini terlihat ketika pasukan Irak kini sedang mengurung Mosul.

Berkaitan dengan persiapan taktik dan militer ISIS sangat dipercaya telah menyiapkan, teknik bertahan, menyerang dan membuat jebakan-jebakan “maut” di sepanjang jalur akan dilalui SAA pada jalur umum dilalui menuju ke kawasan tersebut dari desa Ain Al-Jahisy ke gerbang kota Al-Bab. Tak kurang 7 perangkap disiapkan ISIS untuk SAA di jalur maut itu, yaitu :

Jebakan Maut 1 dan 2, ada di kawasan antara simpang 3 Ain Al-Jahisy  ke pintu gerbang A’rran. Di jalur sepanjang 1,4 Km ini ada 3 jalur jalan menuju ke kota A’rran. Jika melalui jalur kiri (pada gambar sebelah kiri –red) SAA bisa melewati jebakan pertama. Akan tetapi saat tiba di depan kota A’rran konvoi SAA akan dihujani tembakan ISIS dari berbagai sudut dan jenis senjata. Sedangkan jika melalui jalur tengah maka ke dua sisi jalan di kiri dan kanan menuju kota A’rran akan menghujani posisi SAA dengan sangat mudah. Serangan udara intensif tidak akan melumpuhkan posisi ISIS dengan cepat

Lepas dari kota Arran, ada jebakan Maut ke 3 dan ke 4. Jebakan ISIS ke 3 ada di kawasan menuju kota Abu taltal.  Sedangkan jebakan ke 4 ada di pintu gerbang kota Abu Taltal. Jalur menuju ke gerbang Abu Taltal sepanjang 1,7 Km ini sangat terbuka karena melintasi kawasan pertanian dan perkebunan. Konvoi SAA datang dari arah A’rran akan sangat mudah terlihat oleh penembak ISIS. Serangan udara sedikit lebih ampuh pada kota kecil ini. Sayangnya penembak TOW ISIS akan bebas menghujani SAA di tempat terbuka seperti didepan gerbang Abu Taltal.

Sukses menguasai Abu Taltal sebagian pasukan SAA akan menuju ke Al-Bab. Lepas dari kota Abu Taltal, konvoi SAA akan masuk ke kawasan jebakan Maut  ke 5 danke 6 di kota besar Tadif. Jebakan ke 5  hanya 500 meter saja dari luar kota kecill Abu Taltal. SAA harus memilih mirip dengan memasuki kota Abu Taltal (dengan kondisi dan konsekwensi sama seperti pada jebakan ke 3).

Jebakan ke 6 ada di pintu gerbang kota Tadif konvoi SAA akan dikepung dari sisi kiri dan kanan serta dari depan gerbang kota Tadif. Di dalam kota akan terjadi perang kota seperti Aleppo. Perlu waktu lama SAA menguasai kota ini dan menempatkan pasukannya di sini. Jika berhasil sukses mengausai kota ini sebagian SAA akan menuju ke kota Al-Bab melalui bundaran di luar kota Tadif. Dalam radius 1,5 – 3 Km di luar bundaran luar kota Tadif –menuju ke AL-Bab– sejumlah sniper ISIS telah siap siaga menghujani konvoi SAA akan menuju ke  kota Al-Bab.

Terakhir jebakan ke 7. Konvoi SAA akan disambut oleh hujan tembakan oleh berbagai penembak SAA. Dari senjata AK, atileri, senjata anti aircraft Manpad panggul hingga mobil serta penembak TOW serta Grad akan menghujani SAA semalam suntuk. Jelas malapetaka besav bagi SAA jika memaksa menaklukkan Al-Bab dalam waktu dekat.

Skema Jebakan 7

Berdasarkan penjelasan di atas tampaknya TIDAK mudah SAA untuk menguasai kota Al-bab. Tentara Suriah  SAA menyandarkan harapan pada peranan SDF menghubungkan timur dan barat Rojava.

Selain itu Turki memperlihatkan taktiknya dengan menyiapkan aneka ketentuan di negeri orang lain Suriah dengan progam politisnya berupa Buffer Zone, Pembebasan Jarablus, Pembebasan Eufrat timur, pengussaan Al-Bab dan kini minta pada militer Turki untuk  ofensif sejauh 12 km keluar dari Al-bab alias menekan mundur SAA 2 km ke dalam wilayah sendiri.

Jika SAA tetap ingin maju ke Al-Bab tentu harus mempelajari situasi dan kondisi itu lebih dahulu. Tidak mungkin intelijen Rusia dan Suriah tidak mendapatkan informasi satu pun tentang persiapan ISIS di kawasan menuju ke Al-Bab. Apalagi ISIS warga Chechnya mendominasi kawasan ini, mereka tahu membuat jebakan untuk Rusia seperti pada pengalaman konflik Chechnya beberapa tahun lalu. Mungkin Itu juga sebabnya SAA seperti membiarkan kawasan Al-Bab menjadi lahan rebutan kelompok lain.

Selain tidak cukup kuat membagikan tenaga tempurnya untuk bertarung sengit sekaligus di beberapa kawasan berjauhan, SAA telah mengetahui jebakan dan perangkap ISIS di kawasan eksotik itu sedang  atau sudah disiapkan.

SAA baru akan bergerak ke Al-bab apabila SDF mampu menjalakan perannya sebagaimana disebutkan di atas. Jika tidak demikian sangat berisiko SAA mengalahkan ISIS di kawasan itu. Jika pun sangat terpaksa SAA kemungkinan hanya akan membebaskan kawasan-kawasan di luar kota Al-Bab, lebih cepat dan aman.

Segala sesuatu tentu dapat berubah jika salah satu pihak terlibat didalamnya mengalami perubahan, misalnya kondisi kekuatan ISIS berubah meningkat drastis kembali, maka “lomba” menguasai kota Al-Bab pun akan semakin ramai. Sayangnya semakin banyak warga Arab dipaksa tewas sia-sia.

Kapankah huru-hara ini akan berakhir? Wallahualam bissawwaaab…

Salam AGI

Save

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s