Adu Siasat Dalam”Lomba” Rebut Al-Bab

 

 

al-baab-rebutan

Berdalih membebaskan kawasan Jarablus dan kawasan sungai Eufrat bagian barat dari ISIS pada 24 Agustus 2016 lalu Turki menggelar ofensif besar. Sehari operasi digelar pasukan Turki (TAF) dengan cepat memporak-porandakan posisi ISIS di Jarabulus dan menduduki kota itu pada hari yang sama. Operasi bertajuk Operation Euphrates Shield itu pun seakan tak terbendung.

Bekerjasama dengan FSA khususnya dengan pasukan oposisi pro Turki operasi itu telah “sukses” merebut 1.270 km2 dari tangan ISIS. Selain itu Turki juga mulai merebut satu persatu sejumlah kawasan dari tangan Pasukan Demokratis Kurdi atau SDF dukungan AS.

Dua bulan pertama operasi digelar ribuan pengungsi sebelumnya melarikan dari sejumlah desa dan kota akibat dikuasai ISIS kini berangsur kembali. Hingga 22 Oktober 2016 sebanyak 20 desa telah dibebaskan dari cengkeraman ISIS termasuk beberapa diantaranya dari SDF. Dalam operasi ini TAF terpaksa harus kehilangan personilnya. Hingga kini 11 pasukan Turki tewas dan hampir 40 orang terluka. Di sisi lain, anggota FSA dukungan Turki tewas mencapai hampir 200 orang. Di pihak ISIS 268 orang tewas dan hampir 400 ISIS ditangkap. Sementara itu, dipihak SDF korban tewas mencapai hampir 250 orang dan 45 SDF terluka.

Ambisi Turki terlibat langsung dan terbuka dalam konflik Suriah sudah sangat lama terpendam. Tentu banyak alasan dan tujuan Turki terlibat di dalam konflik Suriah setidaknya dengan mendukung unit pemberontak akan menjaga kepentingan Turki di masa akan datang di Suriah.

Momentum itu telah tiba dan telah dilaksanakan sesuai pencapaian sukses digambarkan diatas dalam tiga fase operasi yaitu, fase pertama merebut Jarabulus. Fase ke dua merebut Azaas dan fase ke tiga merebut Dabiq.

Kini Turki tak terbendung akan melangkah lebih jauh lagi masuk ke fase berikutnya fase ke 4 dengan target berikut (kemungkinan) distrik Al-Bab, sebuah kota satelit di dalam provinsi Aleppo. Kota berpenduduk sekitar 70 ribu jiwa pada umumnya warga Suni Arab. Kota pertanian subur ini berada di atas bukit dengan rata-rata ketinggian mencapai 480 meter dpl.

Pada 20 April 2012 kota Al-Bab ini dikuasai oleh kelompok pemberontak. Sebanyak 15 grup militan saat itu mengusir pasukan SAA terakhir dari sudut terluar kota itu. Namun apa daya pada 13 Nopember 2014 kota ini direbut dari tangan FSA dan bercokol di kota strategis ini hingga saat ini sehingga menjadi incaran seluruh pihak bertikai di sana agar dapat menguasai kota strategis tersebut.

Mengpa Al-Bab Strategis?

Seperti beberapa kota besar lainnya di Suriah sangat srtategis maka kota Al-Bab juga tak kalah srategis. Selain kota penghail sumber pertanian dan perkebunan yang subur menawan, Al-Bab juga sangat strategis akibat posisinya dalam beberapa hal, yaitu :

  • Bagi Turki kotaAl-Bab akses tedekat menghubungkan kepentingan Turki ke Suriah melalui jalur darat dari pintu perbatasan Turki ke Aleppo khususnya ke kota Aleppo simbol ibukota FSA secara defakto
  • Bagi SDF/PG kota ini adalah kota penting menyatukan Rojava. Kota ini akan menghubungkan kawasan penguasaan Kurdi Suriah sejajar perbatasan dengan Turki, dari barat Al-Malikiyah ke bagian timur di Afrin.
  • Bagi FSA menguasai Al-Bab akan menghubungkan Idlib dengan Aleppo dan Al-Bab. Menguasai Al-Bab akan memudahkan kekuatan FSA dukugan Turki memotong Aleppo yang kini terancam dikuasai SAA secara total.
  • Bagi ISIS, Al-bab adalah sumber pendapatan dan ekonomi. Hasil pertanian di kota ini tembus ke pasar Manbij bahkan ke ibukota Al-Raqqa
  • Bagi SAA kota Al-Bab ini tidak saja seksi secara ekonomis akibat aneka kegiatan bisnis warga kota dengan kota lainnya tapi juga srategis untuk menahan gelombang ancaman FSA dukungan Turki menuju ke Aleppo. Jika Al-Bab jatuh ke FSA maka tugas SAA menguasai atau menjaga Aleppo semakin berat di masa akan datang.

Demikian eksotisnya posisi Albab dalam pandangan empat kekuatan bertikai dalam konflik Suriah. Semua kekuatan sedang tertuju ke Al-Bab yang seksi dan menawan ini. Beberapa  trik dan intrik lain di luar Al-bab sengaja dilakukan untuk mengelabui perhatian lawan untuk menguasai Al-Bab, misalnya pergerakan mirip ofensif untuk menguasai kawasan lain tidak signifikan misalnya diluar kota Hama atau di luar kota Aleppo bahkan di pedalaman Deir Ezzor.

Terhadap trik dan intrik seperti ini pihak-pihak bertikai seperti sengaja membiarkan ofensif lawan untuk jangka waktu tertentu dan hingga batas pada bagian area atau zona tertentu  karena lebih fokus pada skala prioritas yakni menyatukan kekuatan dalam upaya menyerang atau bertahan di lokasi lebih strategis.

Sebagai contoh saja, FSA terkesan membiarkan SAA melakukan revance di pedalaman luar kota Hama akibat sedang fokus pada upaya mendobrak kepungan SAA (kali kedua) terhadap kota Aleppo di bagian barat kota itu sejak sebulan terakhir. Sebaliknya ISIS melepas kawasan utara di 20 desa direbut FSA dukungan Turki karena harus fokus pada upaya mempertahankan kota ekonomis Al-bab dan mungkin juga menyerang kota Aleppo dari kota Ar-ran. Cara lain, ISIS menyerang SAA sisi selatan kota Aleppo tepatnya dari kota Dayr hafir guna mencegah SAA melebarkan wilayah selatan kota Aleppo.

Siapakah paling berpeluang menguasai kota ekonomis dan strategis Al-bab. Tentara SAA dukungan Rusia, atau FSA dukungan Turki-Arab atau SDF dukungan AS, atau bahkan ISIS dukungan terselubung beberapa pihak disebutkan di atas?

Melihat pada posisi pada peta dan kekuatan saat ini pihak-pihak bertikai dalam konflik terkini, tampaknya kota Al-Bab lebih dekat dengan posisi pasukan SAA yang telah lama mengambil posisi di sebuah desa di luar kota Arran dikuasai ISIS. Dari desa itu menuju ke Arran hanya butuh 2 kilometer saja. lalu dari kota Arran ke gerbang kota AL-Bab hanya 8 km saja. Total jarak dari posisi SAA saat ini di sebuah desa di luar kota Arran ke gerbang Al-Bab 10 Km. Bandingkan dengan posisi dan jarak kekuatan lainnya berikut ini :

  1. Posisi SDF / YPG dari desa Hassadjek ke gerbang kota Al-bab sekitar 24 km saja. Melihat posisi SDF saat ini sedang down akibat dipukul Turki dan didustai AS kelihatannya SDF sedikitnya sedang mengalami demoralisasi sedikit hopless untuk menguasai Al-bab meskipun secara teoritis pada umumnya SDF bukanlah tipe pejuang bermental rapuh.
  2. Posisi FSA dukungan Turki paling terdekat ke gerbang Al-bab adalah di desa Suddud. Akan tetapi tidak ada akses langsung ke kota Al-Bab sebab harus memutar ke kota desa lain sehingga menjadi lebih jauh. Posisi desa terdekat selain desa Suddud ke Al-Bab adalah desa Talatayna dalam kawasan baru dikuasai FSA dari ISIS dua hari lalu. Jarak sesungguhnya desa Talatayna ke ke Al-Bab adalah 27 km.
  3. Kekuatan FSA dan peluang FSA merebut Al-Bab saat ini sangat terbuka, akan tetapi masih kalah dekat dibanding posisi SAA dengan posisi kekuatan semakin membaik akhir-akhir ini.
  4. Posisi ISIS mempertahankan kota Al-Bab tampaknya berat karena seluruh kekuatan mencurahkan perhatian dan kekuatan untuk mengalahkan ISIS dan mengusirnya dari kota Al-bab. Selain itu ISIS juga harus membagi fokus dan kekuatan pada fron lain di Deir Ezzor dan Aleppo.

Secara teoritis, SAA akan menguasai Al-Bab lebih dahulu dengan skenario berikut :

  • Fokus lebih dahulu pada cengkeraman di dalam kota Aleppo timur
  • Fokus untuk mempertebal kawasan benteng di sekitar 1070 Appartement Project di luar kota Aleppo
  • Tidak menyerang dan merebut Arran lebih dahulu dan memperkuat posisi di kawasan diluar Arran.
  • Inisiatif SAA merebut Arran setelah melihat ISIS terjepit oleh tekanan akibat serangan FSA dan SDF. Melihat momen itu terjadi SAA akan mengerahkan kekuatan besar merebut Al-Bab, menutup kesempatan Turki atau FSA menguasai kota Al-Bab itu lebih dahulu.
  • Mungkin pada tingkat tertentu SAA akan bekerjasama dengan SDF berbagii wilayah Al-Bab untuk memudahkan SDF menyatukan dan mewujudkan cita-cita Rojava di Turki utara ketimbang membiarkan ISIS atau FSA bahkan Turki mewujudkan impian menghancurkan masa depan rezim Suriah.

Atas dasar skenario itu Rusia akan memainkan lobi hebatnya kembali bekerjasama dengan SDF dengan topik panas “ketimbang dipencundangi AS untuk sekian kalinya.” Meski tak mudah Rusia mewujudkan rencana itu akan tetapi posisi SDF saat ini dipaksa harus memilih adalah peluang menarik bagi Rusia menawarkan pilihan Otonomi atau federal Rojava akan terwujud saat ini atau akan tidak terjadi selamanya.

Petinggi SDF/YPG dalam PYD  tentu sedang terkesima membandingkan janji manis dengan sikap  AS saat “membiarkan” Turki membungkam tentara mereka terang-terangan. Sangat mengecewakan rasanya di bohongi AS. Mungkin itulah gambaran pada umumna pejabat PYD pada AS, maka uluran tangan Rusia tampaknya akan dianggap manis ketimbang mendapat janji-janji manis ternyata hambar dari AS.

Lomba rebut Al-Bab mirip lomba memperebutkan kota-kota lain. Akan tetapi seksina Al-Bab sangat kuat akibat beberapa hal disebut di atas, pantas semua pihak berlomba-lomba ke sana, temasuk SDF sendiri sekutu AS ang sedang menjadi sasaran mitra kerjasama baru Rusia.

Sudah matangkah SDF kali ini sehingga tidak salah memilih dan mengambil keputusan bersama Rusia demi masa depan mereka? Meski demikian  –sekali lagi– tak mudah bagi Rusia mewujudkannya. AS akan menghalangi apapun dan siapapun coba-coba menghalangi hegemoninya di atas planet bumi ini.

Salam AGI

abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s