Konvoi ISIS “lolos” 500 km dari Mosul ke Raqqa, Kenapa?

Gambar : iraqinews.com

Bagaimana mungkin dalam situasi kepungan, incaran aliansi AS dan aliansi Rusia serta kelompok-kelompok lain dalam pertikaian Suriah dan Irak konvoi besar rombongan ISIS dan keluarga –diperkirakan 180 orang– mampu menembus hampir 500 km jalan dan perbatasan antara Iraq dan Suriah?  Bagi ISIS ternyata tidaklah sukar (sulit) menempuh perjalanan berbahaya selama 6-7 jam (dalam kondisi normal) dari kota al-Sukar dipinggiran Mosul Irak.

Kenyataannya memang seperti itulah faktanya, pada 10 Oktober 2016 lalu rombongan ISIS itu tiba dengan selamat di ibu kota Raqqa, Saksi mata mengatakan rombongan itu tiba dengan 1 bus dan 35 minibus asal Irak. “10 Buses and 35 SUV Chevrolet With Iraqi Plates arrived Raqqa full with fighters,” tulis sebuah akun twitter di rudaw.net 13 Oktober lalu.

Ada beberapa alternatif jalur dari al-Sukar untuk mencapai kota Ar-Raqqa, misal melalui kawasan Porinsi Deir Ezzor. Jalur-jalur ini terlalu besar risikonya.  Serangan udara jet tempur Rusia atau Suriah mengintai setiap saat. Jalur ini juga berbahaya bagi ISIS jika nekad melewati kawasan kekuasaan FSA di jalur hijau perbatasan Suriah-Irak. Oleh karenanya meskipun lebih jauh dan lama waktu perjalanannya rombongan ISIS lebih aman melalui Povinsi Hasaqah dikuasai petempur Kurdi Suriah dukungan AS, yaitu tentara pembebasan Kurdi (YPG) dan tentara Kurdi Moderat (SDF) dukungan AS.

dok abanggeutano

Dari al-Sukar ke  kota Qariyat al-Asiq terus ke Al-Qanat hingga tiba digerbang perbatasan Irak kota Räbia, rombongan ISIS mulus melaju masuk ke kawasan kekuasaan YPG/SDF di provinsi Al-Hasaqah Suriah, lalu menuju ke arah kota Qamishli dekat perbatasan Turki dan berbelok ke arah Tall Tamr. Dari sini rombongan menuju ke keawasan benteng koalisi AS-SDF saat ini yaitu kota persimpangan Tal Abyad. Di sini posisi benteng terakhir SDF dukungan AS berada sejak Agustus 2016 lalu, sekitar 24 km saja lagi menuju ibukota Ar-Raqqa.

Mengapa rombongan ISIS itu “hijrah” ke Ar-Raqqa padahal sejak saat itu pasukan Irak dan Kurdi Irak (Pashmerga) sedang melaksanakan ofensif merebut kawasan Mosul dari cengkeraman ISIS –lebih dua tahun terakhir– sejak 10 Juni 2014 lalu. Pada hari itu rombongan ISIS sepantasnya tidak hijrah ke Suriah melainkan bertempur mati-matian membela organisasinya sebagaimana doktrin dan propaganda dijanjikan pada pendukung atau simpatisannya di seluruh dunia selama ini.

Ofensif Pasukan Irak dan Pashmerga serta Kurdis irak dan koalisi internasional pimpinan AS telah berjalan sejak tga hari lalu (Minggu) melibatkan 30 ribu pasukan untuk menjalankan aksi pembebasan Mosul dari ISIS berkekuatan 4000 – 8000 pasukan. Informasi lain mengatakan, AS memperkirakan ada sekitar 3,000 hingga 4,500 orang kekuatan ISIS di Mosul.

Meski sebelumnya ISIS bersumpah akan mempertahankan Mosul mati-matian, entah kenapa  dalam dua hari saja operasi digelar, pasukan Irak dan koalisi pimpinan AS berhasil memperkecil ruang ISIS di kota Mosul di Pvovinsi Anbar Irak. Dalam waktu dekat kelihatanna pasukan Irak akan menguasai kembali sebagian besar Mosul, kota penghasil minyak di irak dari tangan ISIS.

Mosul seperti Aleppo kota kedua terbesar dan paling strategis secara ekonomi adalah kota kedua penting dan kedua terbesar di Irak. Dengan penduduk kota Mosul mencapai 2 juta jiwa kota ini telah ditetapkan menjadi ibukota ISIS di Suriah sejak diduduki ISIS pada Agustus 2016 lalu. Sejak itu kota ini menjadi sentra ekonomi dan pusat perdagangan ISIS di Irak.

Ofensif besar direncanakan pada Minggu lalu entah bagaimana tercium oleh ratusan petinggi ISIS dan membawa kabur keluarga mereka dalam konvoi besar ke Suriah. Ofensif besar Irak dan AS tidak seperti digambarkan dalam kisah – kisah pertempuran heroik ISIS dengan pasukan SAA di berbagai fron Suriah. Ofensif irak ke Mosul terasa berat sebelah. Bahkan tersiar kabar hoaks beberapa jam sebelum ofensif dimulai pimpinan ISIS Abubakr al- Baghdadi duluan menyelamatkan diri ke lokasi aman tidak diketahui.

Mungkin itu sebabnya sejumlah petinggi ISIS “sporing” dari ibukota negara ISIS di Irak (Mosul). Apapun alasannya Mosul kini hampir sepenuhnya dikuasai pasukan Irak. Mirip seperti peristiwa ISIS melarikan diri dari ofensif  Turki/FSA di Jarablus Suriah, ofensif hari ke tiga pasukan Irak dukungan AS ini juga membuat ISIS dan petingginya kocar-kacir melarikan sporing ke Suriah.

Dalam sebulan terakhir terjadi dua kali ofensif terhadap ISIS (oleh Turki dan Irak). Dampaknya dua kali juga ISIS melarikan diri dari basisnya dan arah pelarian itu adalah ke kota Al-Raqqa. Petempur dan petinggi ISIS dan keluarganya hijrah dan berkumpul di di kota Ar-Raqqa di Provinsi Raqqa, ibukota defakto negara ISIS.

Siapa yang mengarahkan ISIS ke Raqqa, akibat tekanan atau kah komando petinggi ISIS? Skenario atau taktis siapapun faktanya adalah kini kekuatan ISIS mulai menumpuk di kota Ar-Raqqa.

Apa yang akan terjadi jika kelompok besar ISIS berkumpul di Suriah? Tidak perlu jenius untuk mengetahui maksud dan tujuan mengerahkan ISIS terkonsentrasi di Raqqa yaitu mencitpakan dampak serius pada Suriah dan Rusia, antara lain adalah :

  • Usaha dan perjuangan pasukan SAA merebut kota Raqqa semakin berat
  • Lawan harus dihadapi pasukan rezim Assad semakin berat
  • Rusia akan semakin pusing akibat PR sang beruang makin tak kunjung selesai bahkan makin bertambah

Apabila Mosul dapat ditaklukan oleh pasukan Irak maka luas wilayah ISIS di irak hanya tinggal tak sampai 4% saja ang tersebar di kantong-kantong kecil di Kirkuk, Falujah, Tikrit, Samara, Baiji dan kota-kota penghasil minyak lainnya di Irak

Keberhasilan Irak, Turki dan peranan AS di Irak dan Suriah bisa membuat Rusia sakit akibat sesak didalam dada. Media pro Rusia menilai ada konspirasi antara Irak dan AS dalam mengusir ISIS ke Suriah seperti disebutkan hesun.co.uk dan rudaw.net.

Sebaliknya media barat sengaja mengupas sukses diraih AS dan menolak tudingan dan analisis beberapa pengamat tentang adanya semacam permainan dalam proses pelarian petinggi ISIS dan penaklukan singkat Mosul dari ISIS. Portal berita CNN misalnya melansir berita penolakan PM Irak tentang tudingan konspirasi irak dan AS dalam aksi tersebut.

Di sisi lain PBB meminta jaminan militer untuk 1 juta  warga sipil Mosul keluar dari kota itu. Siapa duga diantara warga sipil yang keluar dari Mosul itu adalah petempur ISIS dan arah pelarian paling menarik dan aman adalah ke Suriah tepatnya ke kota Raqqa.

Mlihat pada koordinasi sangat rapi antara AS dan aliansina -bahkan dengan PBB- seperti disebutkan di atas, kekuatan mana lagi mampu melawan AS? Jika Rusia memilih siap untuk melawan adu trik dan intrik dengan AS tentu saja keputusan itu diharapkan oleh sebagian negara anti pengaruh AS di atas muka bumi ini. Akan tetapi apa mungkin Rusia mampu berdiri sendiri tidak ada kerjasama rapi dengan pendukung Rusia hingga mati sendiri melawan kepentingan AS di Suriah khususnya?

Ada apa dengan kepentingan AS di Suriah? Jika ISIS menumpuk di Raqqa dan (mungkin) sampai ke Deir Ezzor tampaknya skenario barat memecah Suriah dalam tiga atau empat bagian akan menjadi kenyataan. Skenario itu adalah :

  • Negara  federal Kurdi meliputi Sebagian Provinsi Aleppo, provinsi Alhasaqah hingga ke Porinsi Arbil Irak
  • Negara Suriah baru untuk FSA dukungan Turki dan AS meliputi Provinsi Idlib, Aleppo, Homs, Hama dan sebagian provinsi Raqqa dan sebagian Latakia sebagian Damaskus
  • Negara Suriah lama (jika sanggup dipertahankan) hanya meliputi Pvovinsi sebagian Latakia, Swayda, Daraa, Qunetra dan Tartus dan sebagian Provinsi Damaskus
  • Kantong ISIS di Provinsi Raqqa dan Deir Ezzor untuk melokalisasi ISIS di timur tengah untuk kepentingan sponsor tertentu, mirip seperti nasib Kurdi dilokalisasi oleh barat usai PD-2 hingga saat ini

Tampaknya makin jelas AS memang merencanakan skenario itu. Jika itu terjadi tidak saja sebuah tamparan sangat keras ke wajah Rusia tapi juga sekaligus menghancurkan rasa percaya diri Rusia untuk adu trik dan intrik dengan geng AS di masa akan datang. Tentu saja AS juga memberi pesan pada geng Rusia  bahwa tidak siapapun dapat mengekang dan menghalangi AS termasuk  tidak bagi Rusia.

Menghalangi AS akan berhadapan dengan sejumlah deretan trik dan intrik ala Amerika bikin sakit kepala dan mungkin tambah lagi dengan sakitnya tukh di sini jika trik dan intrik AS merambah ke dalam sendi merusak jaringan keamanan di dalam negeri Rusia.

Meski demikian tidak semua rencana AS dapat berjalan mulus. Perang Vietnam dan revolusi Iran adalah dua hal dari sekian fakta kegagalan dan ketidak mampuan AS memaksakan hegemoninya di atas muka bumi ini. Mungkinkah Rusia akan menambah daftar kegagalan AS memaksakan hegemoninya di Suriah atau justru menjadi korban adu trik dan Intrik AS?

Mari kita nantikan dengan harap-harap cemas. Harapan karena di atas segala kekacauan ini adalah datangnya saat damai untuk Suriah. Cemas, jika adu trik dan intrik AS disikapi dengan putus asa oleh Rusia menjadi nekad berwujud Frozen War. Lebih dingin, lebih beku, keras dan mematikan..

Salam AGI

Gambar Ilustrasi. Pelarian ISIS dari distrik Manbij Agustus 2016 lalu

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s