Israel Sulut Perang Suriah Saat Usulan Damai AS-Rusia

Sumbe :Jpost.com. Edit. Abangggeutanyo

Ada beberapa hal terlihat janggal dalam proses damai Suriah yang baru disepakati AS dan Rusia di Jenewa 10 September 2016 lalu. Sejumlah kejanggalan itu ternyata membuka fakta tentang adanya kolaborasi kepentingan di balik setiap upaya damai Suriah selalu berakhir gagal selama ini.

Mungkin saat ini terlalu cepat menyimpulkan hasil buruk gagasan damai itu baru berusia 2 atau 3 hari belum sampai seminggu. Bandingkan dengan proses damai sebelumnya baru terlihat seperti apa setelah seminggu maka akan terlalu skeptis atau negatif jika terburu-buru menilai upaya damai saat ini akan gagal.

Baik. Jika demikian sebut saja upaya damai kali ini terancam tidak akan mulus alias bopeng akibat ditemukan beberapa fakta di lapangan di balik upaya damai itu, di antaranya adalah:

  • Dua hari sebelum persetujuan usulan damai AS dan Rusia disepakati di Jenewa tepatnya pada 8 September 2016, angkatan udara Israel (IAF) menyerang posisi pasukan Suriah (SAA) di perbatasan Israel – Suriah dekat dataran tinggi Golan, di dalam Provinsi Quneitra. Pasukan darat Israel bahkan menyediakan beberapa ambulans untuk mengangkut korban jiwa dan luka-luka pemberontak Ahrar alSham yang mencoba memperlebar wilayah mereka antara Beit Jiin dengan Turnejeh yang diapit wilayah dikuasai SAA.

Serangan Israel terhadap SAA semakin masif sehari setelah AS-Rusia menandatangani kesepakatan damai. Korban jiwa di pihak FSA dan SAA pun berjatuhan. Sementara itu sistem pertahanan udara SAA, senjata anti serangan udara (Anti Aircraft Missile) menghalau jet tempur dan drone bersenjata Israel. SAA menyebutkan sebuah jet tempur dan sebuah drone Israel telah ditembak jatuh. Claim SAA tersebut langsung dibantah Israel.

  • Persetujuan damai dicapai AS-Rusia malam itu tertunda hingga 12 jam akibat utusan AS harus medapatkan approval dari pejabat berkompeten terhadap langkah tersebut dan dengan kebijakan dan kepentingan politik luar negeri AS. Kelihatan ada tolak kepentingan tingkat tinggi sedang bergolak di kalangan penguasa AS tentang Suriah,
  • Kejanggalan lain adalah, pada hari pertama damai saja puluhan truk bantuan kemanusiaan telah berada di perbatasan Turki dan pada hari kedua telah berada dalam wilayah Suriah menuju Aleppo namun masih ditahan otoritas Suriah hingga menunggu persetujuan masuk Aleppo ke dalam wilayah FSA yang dikurung kembali SAA sejak awal September lalu. Kapan puluhan truk itu sudah mengisi muatan dan tiba di Suriah secepat itu.

Akibat sikap Suriah menahan sejumlah truk masuk ke Aleppo, sejumlah media barat langsung memvonis SAA dan memojokkan seperti ditulis Inggris dan Australia. Guardian menulis: Syria breaching ceasefire deal by blocking aid convoys, says UN.

Sedangkan ABC menulis: Syrian Government blocking aid from reaching war-torn Aleppo, United Nations says. Tanpa memperoleh alasan pasti otoritas Suriah mengapa bantuan itu ditahan, apakah bantuan kemanusiaan itu wujudnya non kebutuhan pokok dan kesehatan ataukah bantuan untuk kepentingan pejuang Suriah FSA?

  • Kejanggalan lagi. Seminggu sebelum upaya damai terealisasi Turki masuk ke wilayah utara Suriah, tanpa ampun dan hambatan ofensif Turki memperkuat kembali koridor zona penyangga antara Az’as Afrin wilayah Kurdi Suriah di barat dengan Jarabulus sebelah barat Sungai Eufrat dalam wilayah Suriah yang dikuasai ISIS dan sebagian lagi dikuasai SDF/ YPG.

AS tidak dapat menolong SDF meski beraliansi. AS bahkan tidak memberi peringatan pada Turki bahkan mengingatkan SDF agar tidak melawan Turki JIKA tidak ingin kehilangan dukungan AS. Bagai kerbau tertucuk tali di hidungnya SDF menurut meskipun (sekali lagi) menambah korban jiwa saat dalam masa surut atau keluar dari zona incaran Turki,

Sayangnya di sisi lain AS kembali memperlihatkan ketidaksenangannya pada Turki dengan melibatan pasukan AS didalam kelompok SDF saat menyerang posisi ISIS di front utara beberapa jam lalu saat tulisan ini sedang disiapkan. Sumber: pbs.twimg.com,

  • Hari kedua pelaksanaan gencatan senjata banyak terjadi pelanggaran sporadis gencatan senjata. Beberapa sumber menyebutkan kedua belah pihak melakukan pelanggaran gencatan senjata,
  • Sampai kini isi perjanjian damai disepakati AS dan Rusia belum diketahui apa saja poin-poin lengkap di dalam perjanjian itu dibagikan untuk umum.
  • Sebelum perjanjian disepakati banyak kalangan pengamat skeptis dalam implementasinya, Alasan utama di balik skeptisme itu umumnya mengarah pada masih ada sikap tidak jujur. Drama politik tingkat tinggi pihak terkait masih bergelayut di balik layar damai tersebut.

US-soldiers still with kurdish YPG badges- makes Turkey not happy Sumber https://pbs.twimg.com/media/CsZdl_nWAAA-I_t.jpg:

Perang Suriah Hanya untuk Membunuh Seorang Assad?
Dari sejumlah kondisi disebutkan di atas tampaknya mudah, kini menjadi sangat terbaca oleh kita bahwa ada pihak yang jelas-jelas tidak ingin terjadi damai di Suriah. Betapa vulgar Israel memperlihatkan kegembiraannya agar bara api perang disulut dendam membara tetap berkecamuk di Suriah. Israel tidak mampu lagi menahan kegundahannya melihat cepat atau lambat Perang Suriah memperlihatkan wujud aslinya yaitu rindu pada perdamaian.

Israel tak khawatir lagi pada Liga Arab karena mungkin telah menemukan fakta semangat Pan Arabian kini hanya mementingkan masa depan minyak dan kelangsungan monarki di sejumlah kerajaan arab saja. Semangat persatuan Arab kini telah berganti dengan semangat modernisasi meski keduanya sama-sama memerlukan stabilitas ekonomi dan keamanan di setiap negara atau kerajaan negara teluk atau Arab .

Sikap dipertontonkan Israel belum membuat dunia bereaksi. Bahkan pada saat hampir bersamaan kawasan tepi barat di Palestina kembali dibombardir Israel, tak ada negara Arab yang berteriak apalagi membuat komunike bersama dengan keras.

Pantas hal itu membuat Assad geram. Apalagi ketika Israel tidak mengurangi niatnya meski mendapat ancaman  senjata AA (Anti Aircraft) Suriah terhadap pesawat tempur mereka.

Melihat Israel kini tak mampu menyimpan lagi perasaannya, Assad bereaksi. Pada sebuah media kemarin ia mengatakan pada israel, “Here I am, I have no intention to go soon.” Ia menegaskan tidak akan pergi ke luar Suriah. Tak takut pada ancaman Israel.

Sebuah sumber membongkar aib Israel pada Suriah. Sejak 2009 Israel memang telah membuat rencana jahat membunuh Assad, sebut Mike Whitney kolumnis kredible di Counterpunch edisi 15/9/2016.

Pada 2000 Assad menolak lintasan pipa gas Qatar – Turki, proyek senilai $10 juta melintasi jalur Qatar -Suriah hingga ke Turki  sepanjang hampir 1500 Km untuk memenuhi pasar Eropa. Alasan Bashar saat itu tidak memuaskan barat karena alasan bisnis keluarga tanpa menyebut kepentingan gas Rusia.seperti dugaan barat.

Mike mengutip sebuah atikel Robert F Kennedy Jr, di sana Kennedy menulis, “The war began in 2000, when Assad rejected a Qatari plan to transport gas from Qatar to the EU via Syria,” explains in his excellent article “Syria: Another pipeline War,” tulis Mike pada sumber tadi,

Pada 2000 Assad menolak lintasan pipa gas Qatar – Turki proyek senilai $10 miliar melintasi jalur Qatar -Suriah hingga ke Turki sepanjang hampir 1500 Km untuk memenuhi pasar Eropa. Alasan Bashar saat itu tidak memuaskan barat karena alasan bisnis keluarga tanpa menyebut kepentingan Rusia seperti dugaan barat.

Menurut Mike sejak 2009 CIA mulai membangun kelompok oposisi di Suriah. Momentum Arab Springs mengarah ke Suriah akan dijadikan momen menghilangkan Assad. Agen intelijen AS, Arab Saudi dan Israel merancang aksi itu sebut Mike yang juga menuding negaranya (AS) merencanakan kudeta gagal di Turki  beberapa hari setelah peristiwa tersebut.

Assad beruntung. Mengetahui rencana tersebut Rusia dan Iran melundungi Assad. Pada barat Rusia mengirim ‘pesan’ tidak ingin barat melakukan hal sama pada Suriah seperti terjadi pada Libya.

Jika melihat pada garingnya pencapaian damai Suriah terkini dan hancurnya sejumlah upaya damai telah dilaksanakan sebelumnya serta upaya Israel memelihara kekacauan di Suriah tetap berlanjut demi gara-gara seorang Assad, pertanyaannya adalah JIKA Assad ‘berhasil’ dilenyapkan, apakah  Suriah akan seperti kondisi Libya sebelumnya dan dampak kekacauannya masih terlihat sampai kini?

Terlalu mahal seorang Assad jika dunia menjadi kacau seperti ini saat Israel juga akan masuk dalam kancah perang horizontal dengan Suriah. JPP sebuah media Isarel telah memperkirakan potensi mengerikan tersebut.

Padahal Assad tak perlu dikejar-kejar atau dikondisikan seperti Khadafi dan Saddam Husein dahulu sebab Assad akan berhenti sampai pada waktunya di tangah rakyat Suriah sendiri. Tanpa Assad pun Suriah tetap kacau JIKA banyak orang Suriah tidak dapat mencerna fakta terang benderang seperti terlihat dan telah disebut di atas.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s