Theresa Mary May ‘The Mama’, antara Clinton, Merkel dan Margareth Thatcher

Sumber : dok abanggeutanyo

Apakah berakhirnya karier David Cameron terkait dengan dukungannya pada referendum keluarnya Inggris dari Uni Eropa, ataukah ada sebab politik lainnya?

Apapun sebabnya yang jelas sesuai dengan janjinya pada Mei lalu pada 13 Juli 2016 Cameron telah mengucapkan selamat tinggal kepada parlemen Inggris (The House of Commons) menandai tamatnya kiprah Cameron sebagai Perdana Menteri (PM) yang telah “menghiasi” catur politk Inggris dalam 6 tahun terakhir sejak 11 Mei 2010  hingga 13 Juli 2016.

Pengganti Cameron sebagai ketua partai Konservatif dan sebagai PM Inggris adalah seorang wanita yang sangat berpengalaman dalam dunia politik dan pemerintahan Inggris yaitu Theresa Mary May. Dia berhasil memenangkan pemilihan ketua partai Konservatif pada 7 Juli lalu dengan mempeoleh dukungan sebanyak 199 suara, mengalahkan kandidat konservatif lain yaitu Leadsom dengan 84 suara dan Gove dengan 46 suara dan dikukuhkan sebagai ketua partai Konservatif pada 11 Juli 2016.

Sumber : http://www.express.co.uk

Siapakah Theresa Mary May  “The Mama”? Rekaman jejak politiknya dapat dilihat diberbagai literatur. Secara umum jejak kariernya dapat dilihat berikut ini :

  • Lahir pada 1 October 1956, Theresa Mary Brasier setelah tamat kuliah di Oxford University pada 1977 bekeja di Bank of England sejak 1977 sampa1983
  • Menikah dengan teman kuliah, Philiip John May pada 6 September 1988 lalu menyandang nama Theresa Mary May
  • Gagal menjadi anggota dewan dua kali pada 1992 dan 1994
  • Bekerja sebagai konsultan ahli di perusahaan asosiasi Clearing Service dari 1985 hingga 1997.
  • Menjadi anggota parlemen pada pemilu 1997 utusan dari kawasan County of Berkshire
  • Menjadi menteri Pendidikan dan pekerjaan pada 15 Juni 1999 hingga 18 September 2001
  • Menjadi mentei perhubungan dan pemerintahan daerah pada 18 September 2001 hingga 6 Juni 2002
  • Menjadi menteri perhubungan sejak 6 Juni 2002 hingga 23 Juli 2002
  • Menjadi menteri lingkungan dan perhubungan sejak 6 Nopember 2003 hingga 14 Juni 2004
  • Menjabat sebagai menteri kebudaaan, media dan olahraga sejak 6 Mai 2005 hingga 8 Desember 2005
  • Menjadi Menteri urusan wanita  sejak 2 Juli 2007 hingga 11 Mai 2010
  • Menjadi menteri tenagakerja dan pensiun sejak 19 Januari 2009 hngga 11 Mai 2010
  • Kembali menjabat sebagai Menteri urusan wanita sejak 12 Mai 2010 hingga 4 September 2012
  • Menjadi menteri dalam negeri sejak 12 Mai 2010 hingga 13 Juli 2016
  • Menjadi ketua partai Konservatif sejak 11 Juli 2016
  • Diangkat menjadi PM Inggris sejak 13 Juli 2016

Data di atas memperlihatkan May sarat pengalaman pada beberapa jabatan dalam kabinet tiga generasi PM Inggis dalam 2 dekade terakhir sejak pemeirntahan Anthony Charles Lynton Blair alias Tony Blair berkuasa.

Beberapa kemungkinan terkait dengan Hillary Clinton, Angela Merkel dan Margareth Thatcher pada masa pemerintahan May berkuasa antara lain adalah:

Terpilihnya pemimpin pemerintahan wanita di tanah leluhurnya memberi inspirasi pada warga AS memilih pemimpin wanita. Hillary Clinton sangat berpeluang mengalahkan Donald Trump dan menjadi pemenang pilpres AS. Jika itu terjadi Clinton akan menjadi presiden AS 45 mengantikan Obama pada 8 Nopember 2016.

Namun demikian meski sama-sama wanita pemimpin negara super power keduanya tidak akan terlalu hamonis. Gaya dan sikap Ekstrovet Clinton lebih dominan dalam hal pengaruh global, tak perduli terhadap Inggris sekalipun negeri leluhur sejumlah pemimpin AS berasal termasuk asal kedua orang tua Clinton sendiri.

Kesamaan May dengan Clinton sama-sama pendukung LGBT, mendukung pernikahan sejenis. Dalam pandangan May setiap orang jika telah sama-sama saling memberi perhatian dan saling mencintai dan bersedia menghabiskan waktu untuk sesama, mereka boleh menikah.

“That’s why I believe if two people care for each other, if they love each other, if they want to commit to each other and spend the rest of their lives together then they should be able to get married and marriage should be for everyone and that’s why I’m coming Out4Marriage,” tulis sumber : theguardian.

Keduanya juga sama-sama hobi mengoleksi sepatu mewah. Seperti wanita karier lain keduanya senang  pada sepatu bermerek terkenal dengan corak warna senada dengan gaun yang dikenakannya. Keduanya juga senang mengenakan topi aneka corak dan ironisnya sama-sama tidak mengenakan topi lagi ketika mencalonkan diri sebagai kepala negara atau pemerintahan.

Salah satu perbedaan keduanya adalah dalam hal migran, May cenderung meneruskan tradisi pemerintahan sebelumnya anti migran karena mempersempit lapangan kerja tersedia untuk warga Inggris sementara Clinton lebih terbuka pada isu migran.

Mungkin perbedaan berikut ini hanya masalah angka saja, May menjadi pemimpin Inggris ke 54 sementara Clinton akan menjadi pemimpin AS ke 45. Kedua angka terbalik itu bisa jadi sebuah tanda akan ada pebedaan kental dalam pandangan politik antara AS dan Inggris pada masa pemerintahan mereka meskipun dalam hal lain keduanya adalah sekutu dekat.

May diyakini sebagai wanita paling powerful di Inggris dalam lima tahun terakhir. Banyak pengamat menilai May sama kerasnya dengan legenda sejati The Iron Lady, Margareth Thatcher. Keduanya sama-sama pernah menjabat sebagai menteri pendidikan. Keduanya juga sama-sama berpenampilan modis menjurus eksentrik saat akan menjabat sebagai PM.

Akan tetapi proses May dan Thatcher dalam menuju posisi PM agak beda. Thatcher mengalahkan Leonard James Callaghan dari partai Buruh pada pemilu legislatif dan diangkat menjadi PM Inggris pada  4 Mei 1979 hingga 28 November 1990 setelah mengumumkan pengunduran diri beberapa hari sebelumnya, sementaa May  menang pemungutan suara dalam partainya untuk menggantikan Cameron sebagai ketua partai Konservatif sekaligus PM.

Sama dengan Thatcher, May akan lebih intensif mengirim pasukan ke berbagai front terutama ke Timur Tengah untuk kepentingan Inggris maupun untuk kepentingan geopolitik sekutu AS.

Jerman salah satu negara paling gelisah dengan rencana Inggris keluar dari zona UE. Kanselir Jeman, Angela Merkel kerap melontarkan kegundahannya akibat sikap egois Inggris tidak memikirkan masa depan UE. Tiga hari lalu Merkel sampai putus asa dan menyatakan negosiasi dengan Inggris akan sangat sulit menyangkut keputusannya keluar dari UE. Sumber : bbc.com

Hadirnya May mungkin membuat pemimpin kedua negara akan bersaing tebar pesona, mirip seperti sebagian ibu-ibu berbelanja di Mall mewah, semua merasa mampu membeli, semua ingin dibeli, semua merasa paling banyak punya uang dan merasa harus paling depan sebagai pembeli paling hebat. Tentu saja selain itu hadirnya May membuat Merkel dapat menyikapi langkah Inggris lebih hati-hati dan lembut sesuai “naluri wanita”.

Sumber: myepb.net

Pandangan Konsevatif May bisa jadi membuat Inggris dilematis akibat sikap ragu-ragunya. Satu sisi May mempertahankan tradisi lama di sisi lain igin membuat Inggis menjadi tempat semua orang Eropa bisa bekerja. Sikap ini digambarkan oleh Financial Times bahwa May bersikap Konsevatif Liberal. Jika pandangan FT seperti ini tentu saja hal ini menjadi salah satu tambahan yang membedakannya dengan Clinton dan Tathcher.

Krisis ekonomi mungkin akan menyerang Inggris apabila tidak antisipatif dalam dua tahun pertama JIKA keluar dari UE. Resesi ekonomi dan pengangguran yang tinggi akan menjadi PR berat Theresa Mary May ‘The Mama’ akibat dampak Brexit dan lainnya. Kondisi ini membuat May tidak akan populer sehingga jabatannya pun diprediksi tidak akan bertahan lama meski tidak akan setara dengan tiga periode jabatan PM pernah diraih Thatcher.

Meski tidak diharapkan, tingkat stres lebih tinggi akan menganggu aneka sisi kesehatan termasuk kencing manis atau diabetes. Kondisi ini telah memaksa ‘The Mama’ setiap bulan dengan insulin harus dijalaninya selama ini agar tidak kelelahan. Jika ini terganggu akan mempengaruhi performa May tampil prima sebagai PM Inggris dan berpotensi menurunkan popularitasnya sekaligus bisa jadi celah kubu oposisi menggoyang pemerintahan pimpinan Konservatif beberapa bulan ke depan.

Harapan kita dalam pemerintahan Theresa Mary May ‘The Mama’,  hubungan baik Inggris dengan Indonesia akan semakin baik, memercayai posisi Indonesia sebagai negara muslim paling besar di dunia pendukung perdamaian dunia. Tidak membedakan perhatian dan bantuan segala bentuk untuk Indonesia dengan untuk negara lain dalam komunitas persemakmuran Britania.

Apa yang terbaik untuk Inggris diharapkan baik juga buat Indonesia. Brexit ataupun tidak semoga membawa berkah untuk Indonesia.

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s