Cinta Pertama itu Mirip ‘Jailangkung,’ Datang tak Diundang Pergi pun tak Diantar

12982998041986142846

Kata orang, First love, never dies. “Cinta Pertama Sulit Dilupakan.” Benar apa tidak pernyataan itu  kembalikan ke lubuk hati masing-masing untuk mengakuinya.  Benar apa tidak  perasaan itu pernah menggelayut pada diri kita masing-masing. Tapi, kapan sebetulnya kapan seseorang mengalami kejadian cinta pertama? Apakah ketika SMP (Cinta Monyet), ketika SMA (Cinta Buta), Ketika Kuliah (Cinta  Hampa) atau ketika belum bekerja (Cinta Bertepuk sebelah kaki atau tangan) ataukah ketika  sudah siap untuk bercinta dengan segala pertimbangan?

Perasaan suka sama seseorang sebetulnya sudah ada sejak SD. Bahkan anak TK sekarang sudah tau senang sama temannya. Pulang ke rumah kasi tahu sama mamanya, “Mama si Eni itu cantik lho, ma.” Mamanya senyum-senyum karena geli mendengar celotehan anak laki-lakinya yang lucu. Tapi itu menandakan anak kecil pun sudah mulai ada daya tarik dan ketertarikan pada lawan jenisnya. Kata orang itu wajar-wajar saja.

Lalu ketika seseorang sudah menginjak masa puber (katakanlah SMP) ia dengan malu-malu kucing  (diam-diam jatuh hati)  dan menyukai pasangannya. Apakah ini disebut dengan cinta pertama?

Ketika beranjak SMA  ada yang tertarik kepada teman sekelas atau lain kelas apakah ini dinamakan cinta pertama, padahal di SMP ia pernah menyukai temannya juga ?

Kapan sebetulnya ia merasakan cinta pertama? Apakah saat pertama sekali mencintai atau tertarik terhadap seseorang? (lawan jenisnya). Atau ketika rasa suka dan sayangnya mendapat respon bak gayung bersambut? Atau ketika pacaran pertama? atau ketika terjadi sentuhan-sentuhan khusus yang tidak dapat dilupakan “si Dia” dan membuatnya ketagihan, misalnya belaian tangan dan ciuman? Apakah itu yang disebut cinta pertama?

Banyak pendapat tentang Cinta Pertama, salah satunya pendapat Wiliam Shakespeare seorang pujangga terkenal Inggris yang banyak menerbitkan fiksi romantis dramatis bahkan yang ber genre humoris juga ada. Salah satu fiksi romantis dramatisnya adalah “Romeo dan Juliet.” Cerita ini tentang kisah cinta sepasang mempelai muda di  Italia, tepatnya di Verona  pada abad pertengahan (sekitar abad ke 15 M). Cinta mereka terhalang oleh permusuhan.

Pada akhir cerita dengan ending tidak memuaskan kita  –dan membuat penyesalan– adalah  pada kisah Remeo dan Juliet itu serta seorang yang juga mencintai Juliet dimana ketiganya meninggal dunia karena pertarungan (Romeo dan Paris, sedangkan Juliet meninggal karena bunuh diri setelah melihat Romeo meninggal minum racun karena ia baru tahu ternyata Romeo  mengira Juliet telah meninggal lebih dahulu).

Pertanyaan dari kisah cinta yang paling legendaris di seluruh dunia adalah, apakah Romeo nekat seperti itu karena merasakan cinta pertama? Jawabnya tidak, karena sebelum jatuh hati pada Juliet ia telah suka kepada wanita lainnya yaitu saudara sepupu Juliet yang bernama Rosaline. Hal yang sama, Pangeran Paris yang jauh lebih tua dari Juliet, tak mungkin jika tak pernah jatuh hati pada wanita lain sebelum Juliet. Sedangkan bagi Juliet yang menikahi Romeo saat itu usianya baru 13 tahun atau beranjak ke 14 tahun. Apakah Juliet tak pernah tertarik kepada Pria lain sebelum bertemu Romeo, tentu tidak mungkin juga bukan?

Cerita legendaris dan klasik di seantero Nusantara juga banyak yang mengisahkan cerita romantisme, misalnya Kasih Tak Sampai dan Siti Nurbaya. Pertanyaan dari cerita itu dalam konteks tema tulisan ini adalah, apakah figur Siti Nurbaya dan Kekasihnya Samsul Bahri tidak pernah merasakan jatuh hati pada pasangannya sebelum mereka saling bertemu?

Di negeri  lain  ada Don Juan, juga tokoh cerita fiksi  legendaris dari Spanyol. Ia digambarkan sebagai seorang pria yang paling gemar menaklukkan hati wanita pada abad ke XVI. Kisah tentang Don Juan itu mengilhami para lelaki yang doyan gonta-gonti wanita pasangannya. Kalau di Barat tipekal ini disebut dengan “Play Boy” dengan simbol kepala Kelinci, pertanda licik, licin dan pura-pura jinak.

Tipekal lelaki seperti ini banyak terdapat di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kalau di Indonesia  Don Juan itu dijuluki untuk lelaki yang mata keranjang, atau disebut juga dengan Buaya Darat, si Hidung Belang atau Musang berbulu Domba. Pertanyaannya, kapankah Don Juan itu merasakan cinta pertamanya? Atau para Don Juan itu tidak pernah merasakan cinta pertama?

Di tempat lainnya, para selebritis bukan saja merasakan indahnya gonta-gonti pacar, tapi juga ada yang gonta-ganti istri (juga gonta ada yang gonta-ganti suami) juga sering menggunakan rasa kekagumannya pada pasangannya dengan mengatakan bahwa ia tidak pernah merasakan jatuh cinta dan sayang pada pasangannya seperti ini (dengan pasangannya yang paling mutakhir). Pertanyaannya, apakah para valountir cinta ini tidak pernah merasakannya kapan terjadinya Cinta Pertama?

Selain itu ada juga kejadian seseorang yang kini telah menikah, tapi sering teringat pada masa lalunya ketika di bangku SMP dan SMA atau saat kuliah. Ketika ia mendengar pasangannya akan menikah (padahal dia sudah duluan menikah) ada rasa cemburu di hatinya, apakah ini pertanda cinta pertamanya terhadap temannya yang akan menikah tersebut?

Kalau begitu kapankah seseorang merasakan Cinta Pertama? Untuk itu mari kita kenal dulu dengan istilah Cinta.Untuk itu mari kita kaji jawaban arti Cinta yang kita ambil dari Yahoo Answer. Jawaban yang  dikutip dari seorang yang memiliki nama Dedy Sulistyanto, pada pertengahan Desember 2010 lalu, sebagai berikut :

Cinta muncul dari otak yang terstimulus mata, telinga dan semua indra yang ada pada tubuh kita. Namun secara puitis, cinta muncul dari hati.. Cinta tidak bisa dipertanyakan, mengapa atau bagaimana? Saat kita jatuh cinta, semua muncul begitu saja. Jadi jika ada seseorang bertanya,apa yang membuatmu jatuh cinta padanya? maka kita akan kesulitan menjawabnya bukan? apa karena matanya? hidungnya? atau tingkahnya? semua dalam satu paket yang kita namakan CINTA.

Kalau demikian artinya cinta, kapankah seseorang merasakan Cinta Pertama yang  artinya tanyata jauh sekali bedanya dengan arti Jatuh Cinta Pertama? Apakah karena pertama sekali jatuh cinta lantas memori itu tertinggal dalam ingatan dan benak kita sepanjang hayat dan akhirnya kita menyimpulkan itulah Cinta Pertama?   … Kalau itu yang menjadi jawabannya mengapa setelah itu orang dapat lebih setia dan lebih romantis kepada pasangannya?

Jadi sebetulnya Cinta Pertama itu tidak ada. Yang ada adalah Jatuh Cinta Pertama atau pertama kali bercinta. Cinta itu bisa berulang-ulang dan datangnya silih berganti. Cinta itu juga seperti tanaman. Jika dipupuk dan dipelihara ia akan bersemi.  Kebalikannya jika dibiarkan begitu saja dia akan layu, lapuk dan lekang seiring dengan perjalanan waktu. Dan ironisnya ketika ia menemukan pupuk dan semaian dari orang lain, di sanalah muncul kembali cintanya dan juga mungkin ia menganggap cinta pertamanya..

Jika Anda berpendapat Cinta Pertama adalah ketika Anda merasa pertama sekali jatuh cinta atau pertama sekali pacaran (kalau ada pacaran) buktinya Anda sekarang tidak terpikirkan sedikit pun pada “mantan” pertama Anda dahulu, bukan? Anda loyal dan fokus pada pasangan Anda saat ini, bukan?

Cerita  cinta dan pembahasan tentang Cinta  Pertama tidak ada habis-habisnya, makanya ada istilah “First Love Never Dies,” karena memang tidak ada habis-habisnya. Daripada lelah memikirkannya lebih baik kita pelihara saja apa yang ada saat ini. Kita syukuri nikmat yang ada pada cinta yang sudah ada,  dengan cinta yang tulus dan ikhlas.

 Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s