Ada Apa Dibalik Ofensif Besar Tentara Suriah di Aleppo?

Sangat memprihatinkan nasib penghentian permusuhan dan gencatan senjata dalam perang Suriah yang telah diperkirakan dari awal tidak akan berjalan mulus karena dipenuhi trik bermuatan politis dan dan intrik beraroma tipudaya. Kenyataannya, perdamaian Suriah memperlihatkan wujud aslinya bagaikan perumpamaan, “jauh panggang dari api.

Perdamaian Suriah yang tak sesuai harapan tersebut tidak saja membuat dunia kecewa tapi juga telah membuat utusan khusus PBB untuk Suriah (De Mistura) nyaris putus asa melihat hampir tidak ada perkembangan positif yang signifikan.

Di tengah menurunnya kemampuan ISIS (selanjutnya disingkat IS) mempertahankan daerah kekuasaannya di seluruh Suriah, koalisi Rusia bersama bantuan SAA, milisi Hiezbollah dan milisi pro pemerintah lainnya -termasuk dari Irak- merencanakan ofensif besar-besaran terhadap Aleppo timur yang telah dikurung IS hampir 4 tahun lamanya.

Keterlibatan pasukan darat Rusia dalam jumlah lebih besar memperkuat tentara Suriah (SAA) dalam upaya merebut sepertiga sisa kota Aleppo yang masih dalam cengkeraman ISIS – Fron al-Nusra dituding sebagai pemicu dampak negatif  tehadap gencatan senjata. Apapun alasannya, hadirnya pasukan darat Rusia dalam jumlah besar secara langsung akan menambah masalah besar dalam proses damai Suriah kaena saat bersamaan pihak IS juga menambah jumlah personilnya dai Turki. .

Pembebasan Aleppo seluruhnya menjadi tujuan koalisi Rusia paling utama karena  selain sangat strategis sebagai urat nadi perekonomian – di kota kedua terbesar di Suriah- juga disiapkan menjadi ibukota pemberontak jika berhasil menang dalam perang Suriah.

Selain itu, zona penyangga yang ditetapkan Turki sepanjang 80 km ke dalam wilayah Suriah juga meliputi Aleppo hingga mendekati Raqqa bagian tengah Suriah menyimpan misteri dimensi lain yang membuat koalisi Rusia mampu membaca kepentingan terselubung Turki di kemudian hari  terhadap pemerintah Suriah.

Meski upaya keras IS mempertahankan seluruh wilayahnya di Suriah mulai melemah dalam dua tahun terakhir namun mempertahankan Aleppo kelihatannya menjadi harga mati IS dan aliansinya termasuk negara pendukungnya. Meskipun 10% wilayah kekuasaan IS di Suriah telah direbut kembali oleh SAA pada awal tahun ini namun untuk Aleppo kelihatannya IS akan mengerahkan seluruh kemampuannya.

Menurut sebuah sumber Dayly Star (13/6), mengutip pernyataan Deputi Menlu AS, Antoni Blinken, IS telah kehilangan 2500 anggotanya (melarikan diri atau tewas) setiap bulan sejak tahun ini. Meski menelan banyak korban jiwa IS selalu mampu menghadirkan kekuatan yang baru dan terus berulang bagaikan menganut slogan lama kita, “Patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu.

Di tengah persiapan ofensif dan perang besar tersebut, di sisi lain, Turki telah menyiapkan ribuan meriam artileri dan tank tempur serta helikopter serang di Suriah utara dekat perbatasannya. Menurut beberapa sumber mengakui adanya serangan Turki tehadap IS namun di sisi lain pemberontak Kurdi yang tewas di tangan pasukan Turki semakin meningkat. Mungkinkah IS dalam perspektif Tuki adalah pejuang Kurdi?

Penempatan 10 ribu petempur IS di kota Aleppo timur dan utara Suriah untuk mempertahankan mati-matian Aleppo juga bertujuan memutuskan jalur komunikasi dan logistik antara Damaskus dengan Aleppo. Dengan demikian perang di Aleppo beberapa hari mendatang tampaknya akan menjadi titik kulminasi perang Suriah meski dalam beberapa skema perang di berbagai negara hal tersebut tidak menandakan berakhirnya perang seketika.

Menguasai Aleppo sepenuhnya (100%) bisa juga berarti simbol runtuhnya perlawanan pemberontak dan kekalahan IS secara defakto dalam perang saudara diSuriah. Pantas saja rencana Rusia dan Suriah tersebut disikapi sangat serius oleh IS dengan penempatan Fron al-Nusra atau Jabhat al-Nusra menghadapi “the Mother of All Battles.”

Menurut sumber lain, SAA siap sedia menyambut persiapan IS menyambut perang besar-besaran tersebut. “The Syrian army has deployed 10,000 soldiers in Aleppo front to begin a large-scale military operation to push the Takfiris back from the remaining villages which are under the terrorists’ control,” menurut sumber : alalam.

Sebagaimana diketahui, IS memiliki afiliasi yang kuat dengan jaringannya dan jaringan negara pendukung. Untuk persiapan perang Aleppo IS menyiapkan afiliasi terkuatnya meliputi :

  • Tehrik Taliban- Pakistan
  • Turkistan Islamic Party
  • Caucasus Emirate
  • Front Levan
  • Harakat Sham
  • Sham Legion
  • Tentara MUjahidin
  • Anshar al-Islam
  • Beberapa grup dalam FSA
  • IS telah menempatkan milisinya di bagian timur kota ALeppo. Sepertiga luas kota Aleppo yang masih dikuasi IS ini adalah sisa wilayah yang masih dikuasai IS dalam 3 tahun terakhir dimana 2/3 dari luas kota Aleppo telah dikuasai kembali oleh SAA dan dan pemberontak Kurdi (YPG) pada bagian tertentu kota Aleppo.

Jarak lokasi yang BELUM dikuasai SAA di sisi Utara (Citadel Aleppo) dan Selatan (Bandara Internasional  Kweires Aleppo) masih terbentang blok perkotaan dan jalan selebar 4,2 km. Disinilah pemberontak Suriah dan IS memperkuat pertahanannya agar SAA tidak dapat menghubungkan posisi di utara dan selatan. Jika hubungan terhubugkan maka posisi IS di bagian dalam kota Aleppo timur akan terkurung dan jelas semakin sulit bagi IS untuk melepaskan diri dari ancaman SAA.

Militer Rusia menyebutkan konsentrasi ofensif tidak ditujukan ke kota Aleppo melainkan di front utara Suriah untuk memutuskan mata rantai masuknya IS dan bantuan dari Turki. Mengutip pernyataan Letjen Sergei Rudskoi bahwa Ofensif besar-besaran Rusia dan Suriah tidak difokuskan dalam perang di kota Aleppo, melainkan di bagian utara Suriah.

Entah benar apa yang disampaikan oleh petinggi militer Rusia tesebut mengenai taktik mereka yang jelas tampaknya koridor strategis sepanjang 4  kiliometer disebutkan di atas menjadi sasaran paling menarik karena selain mampu membebaskan kota Aleppo sepenuhnya juga menjadi kemenangan defakto Rusia dan Suriah atas IS dan dukungan Turki dalam pemberontakan besar di Suriah.

Dalam pertemuan khusus Obama dengan pimpinan CIA mendapat masukan bahwa kampanye serangan udara AS di Irak dan Suriah telah menewaskan 25 ribu anggota IS sekaligus menegaskan rencana khusus AS (Plan B) untuk memperkuat oposisi Suriah dalam menghadapi rezim Assad.

Infomasi lainnya, IS kehilangan dua ibu lima atus oang anggotanya stiap bulan dalam setahun teakhir. Sumber : dailystar.co.uk.

Jika benar IS menempatkan personilnya sebesar 10 ribu di Aleppo utara pertanyaannya adalah darimana datangnya bala bantuan sebanyak 10 ribu personil tersebut sementara AS menyebutkan 25 ribu pasukan IS telah dimusnahkan. Padahal data intelijen AS sebelumnya menyebutkan kekuatan IS di Irak dan Suriah hanya sekitar 20 ribu hingga 31 ribu personil.

But in September 2014, the last estimate to which Blinken referred, a US intelligence official said that the CIA believed the group could put between 20,000 and 31,500 fighters in the field, both foreign fighters and local recruits. Sumber : middle-east-online.

Apa sesungguhnya yang terjadi dibalik tetap menguatnya IS bahkan semakin bertambah jumlah terutama dalam persiapan menghadapi ibunya peperangan di Suriah atau the Mother of all battles ang diperkirakan akan tejadi dalam beberapa hari ke depan atau sekitar 24 April 2016? Siapa ang memasok IS siapa dan mempersenjatai IS? Dari mana IS dimasukkan ke dalam kancah Suriah dengan slogan patah tumbuh hilang berganti, gugur satu tumbuh seribu? Semua pertanyaan di atas memperlihatkan IS tidak berdiri sendiri melainkan ada kekuatan besar yang memayunginya.

Sebagai ilustrasi, berikut ini adalah prakiraan posisi fokus ofensif Suriah-Rusia di Aleppo yang bernilai sangat strategis tersebut.

Mother of all battles tampaknya akan tejadi ditengah keputusasaan dunia melihat rumitnya masalah Suriah. Mother of all battles akan  menjadi kenangan terindah atau terburuk pihak yang terlibat atau bertikai di dalamnya.

Sama seperti persiapan IS dan pendukungnya menghadapi perang besar tersebut koalisi Rusia pun tak ingin kalah, dalam ofensif kali ini kemungkinan  taktik umum yang akan dilakukan adalah :

  • Sepuluh ribu tentara Suriah didukung IGRC, Hezbollah, YPG dan YPJ serta Army of Revolutinaies serentak maju dari posisi masing-masing.
  • Di Aleppo timur SAA membantu YPG dan YPJ Kurdi maju merebut highway M5
  • Mewaspadai tembakan artileri Turki ofensif membatasi arah dan ruang lingkupnya agar tidak menuju ke arah utara Suriah berbatasan dengan Turki kecuali dengan sangat memaksa
  • Menghindari senjata anti pesawat dan roket teknologi terbaru yang dipasok untuk IS, pesawat udara Rusia melakukan manuver sortir menukik dari ketinggian sangat tinggi lalu naik kembali pada ketinggian aman.
  • IS menggunakan senjata kimia memberi umpan SAA menguasai wilayahnya di tempat-tempat tertentu yang tidak strategis. Penggunaan serangan senjata kimia juga dilakukan dari bom yang ditembakkan dari pesawat tempur Suriah (bukan Rusia).
  • Fokus ofensif tahap pertama pada koridor bandara Internasional ALeepo dengan kota tua, Citadel Aleppo sepanjang 4,2 kilometer.
  • Rusia mengaktifkan penggunaan spy satellites anti lacak dan anti acak didukung radar anti jamming dalam sistim electronic warfare The Krasukha-4. Citra satelit akan mengirimkan detail gambar dan video pergerakan IS..
  • IS memprovokasi Turki dengan serangan black flag (flaged) atas nama YPG lalu Turki menyerang YPG di perbatasan dengan hujan artileri dan dilanjutkan dengan serangan udara massif memutus wilayah Kurdi Suriah di Afrin dengan Til Ebyed, Kobane, Haseka dan lainnya. Jika ini terjadi maka Kurdi Suriah di wilayah ini akan bernasib sama dengan IS jika terkurung dalam afoensif Suriah di Aleppo timur.

Tampaknya mempertahankan dan menyerang ofensif kali ini akan sangat seru karena Rusia memainkan perang satelitnya. Akan tetapi semoga Rusia tidak lupa, bahwa ada AS dan Israel di seberang sana yang senantiasa mengamati, memonitor bahkan mungkin sudah bersiap dengan Plan B nya mempersenjatai Pejuang Suriah (katanya) Moderat ingin melihat sejauh apa keangkuhan Rusia (Putin) yang (juga katanya) sangat “licin” menjegal a kepentingan geopolitik negara-negara barat.

Salam AGI

Sumber :

Sumber 1, Sumber 2 , alalam, democracynow, dailystar, sputniknews

 

Iklan

2 pemikiran pada “Ada Apa Dibalik Ofensif Besar Tentara Suriah di Aleppo?

  1. luar biasa artikelnya bung, denger2 katanya mi-28 night hunter russia jatuh karena kesalahan sistem navigasi yg menuntun helicoter ke arena pertempuran, yg seharusnya berjalan sesuai trak komando,dalam hal ini terjadi perang elektronika dgn AS

    Disukai oleh 1 orang

    • Terimakasih banyak atas perhatiannya mas Andre.. Dugaan adana perang elektronik Rusia – AS bukan rahasia umum lagi mas Andre. Bagi orang tertentu hal ini tidak dipercaya sbb tidak ada bukti dan tidak melihat langsung. Padahal perang elektronik atau Electronick Warfare seperti pada operasi pembebasan co pilot Su-24 jatuh ditembak AU Turki di Latakia Nopember 2015.
      Kabarnya Su-100 jatuh di Bogor jg ada kaitan dengan itu dalam kaitan persaingan Boeing vs Sukhoi untuk Indonesia.
      Jadi pembajakan sistim panduan pada perangkat Rusia kini sangat rentan. AS tak mau dipermalukan dan balasannya memang “pil pahit” untuk Rusia ang juga tak mau kalah ikut bajak sistim pemilu Pres AS kemarin.
      Mi-28 bisa juga dibajak sisitim panduannya jadi tak tertutup kemungkinan itu mengingat perang elektronik mmg telah berlangsung di jagad maya tanpa diketahui umum..

      salam hangat abang dan trims atas semuanya mas Andre..

      Suka

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s