Bajak Laut Indonesia Bebaskan Pembajakan Kapal oleh Abu Sayyaf, Jika…

Bukan lagi rahasia umum, wilayah perairan di Asia Tenggara khususnya perairan Indonesia, Malaysia dan Singapore adalah “surganya” perompak alias bajak laut yang terjadi di seluruh dunia.

Entah secara kebetulan atau memang sudah dari jaman dahulu kala, diantara sejumlah perisitiwa bajak laut di Asia Tenggara ternyata perairan laut di Indonesia lokasi peristiwa terbanyak yang tersebar diantara Selat Malaka, Laut Sulawesi, Laut Hindia, Selat Lombok, Selat Makassar dan Selat Sunda.

Fakta sejak 1994 hingga 2007 dari total 2003 kasus di asia tenggara, 1.034 kali atau 51% terjadi di peraiaran Indonesia. Pantaskah jika banyak pengamat menyebut Indonesia surganya bagi para bajak laut dunia.

Fakta lainnya memperlihatkan dalam periode Januari hingga September 2013 saja terjadi 188 kali serangan bajak laut di seluruh dunia dan 68 kali terjadi di beberapa lokasi perairan Indonesia. Pantas juga para pengamat menyebut Indonesia adalah perairan paling berbahaya di dunia, seperti disebutkan di sini statista.com.

Informasi dari dw.com dan dari ICC – IMB Piracy and Armed Robbery Against Ships Report 1 January – 30 June 2015 menyebutkan pada periode Januari – Juni 2015 saja (enam bulan) terjadi 134 kali kasus bajak laut di seluruh dunia ternyata 54 kalinya terjadi di Indonesia.

Mengutip informasi dari International Maritime Bureau sebanyak 79 kali terjadi di Asia Tenggara. Dan setelah dijabarkan, lagi-lagi perairan Indonesia menjadi biang keroknya karena menjadi kontributor kasus terbanyak di Asia Tenggara mencapai separuhnya.

Sementara itu allianz.com menyebutkan dari 243 kasus peristiwa perampokan (perompakan) di seluruh dunia pada 2014 sebagian besar terjadi di Asia Tenggara dengan 141 kasus dan ironisnya lagi-lagi Indonesia disebut sebagai biang keroknya karena berkontribusi sebanyak 100 kasus (tumbuh 50% sejak 2010).

Tentu masih banyak lagi data dan informasi senada dengan di atas misalnya dari Piracy Reporting Centre (PRC 2011-2015) menyebutkan terjadi 246 kasus serangan pembajakan terhadap aneka jenis kapal laut dan 108 diantaranya terjadi di Indonesia selama empat tahun terakhir.

Times edisi Mai 2013 menulis bajak Asia Tenggara adalah bajak laut paling bahaya di dunia. Entah lupa dengan keberanian bajak laut Somali dan Nigeria atau kawasan laut Cina selatan atau melihat ada parameter lain dalam menentukan istilah bajak laut nyatanya Times memberi lebel demikian untuk bajak laut dari Asia Tenggara dan tentu saja ternasuk Indonesia di dalamnya.

Mengapa wilayah Indonesia menjadi perairan paling ditakuti di seluruh dunia? Apakah masayrakat pelaut atau nelayan Indonesia sudah identik dengan perompak atau bajak laut, atauhkah karena luas lautannya yang sangat besar sehingga pengawasan terhadap kemanan di laut menjadi longgar ataukah karena dilonggarkan?

Tak tahulah apa sebab sebenarnya dibalik itu, yang jelas stigma tersebut makin kuat melekat. Akan tetapi sangat ironis sekali, di balik stigma tesebut yang terjadi saat ini dan sedang hangat adalah salah satu topik tentang pembajakan dan penyanderaan terhadap kapal pengangkut batubara berbendera Indonesia oleh kelompok ABu Sayyaf Gorup (ASG) diperkirakan terjadi di perairan Sulu dekat kepulaian Mindanao akhir Maret 2016.

Apakah pembajak Filipina dari oragnisasi Abu Sayyaf itu sudah tak mengingat lagi keangkeran wilayah Indoneisa sehingga perompak Filipina pun tidak pandang bulu memilih sasarannya demi tujuan mendapat tebusan 15 miliar rupiah.

Mengingat pihak keamanan dan pemerintah Indonesia belum mendapat izin dari Filipina untuk mengambil tindakan penyelamatan langsung seperti dalam operasi Duta Samudera pada April 2011 lalu terhadap MV Sinar Kudus maka pemerintah dan militer Indonesia kini harus putar otak mencari dan mendapatkan solusinya.

Bicara soal bajak laut, sesungguhnya sejarah negeri kita ini sarat dengan reputasi kelam bajak laut di peraian Asia timur dan Samudera Hindia Majapahit dan jauh sebelumnya Sriwijaya telah meninggalkan satu sisi gelap diantara sekian banyak lembaran kemegahan dan sisi terang benderang nenek moyang kita.

Tentu bukan karena itu maka terbitlah sebuah lagu anak-anak berjudul, “Nenek Moyangku Pelaut,” melainkan memperkenalkan pada anak-anak tentang kehebatan nenek moyang kita mengelola nusantara pada masanya dalam sebuh kerajaan bahari terkuat dan terbesar pada masanya sehingga laut bukanlah benda asing bagi rakyat Indonesia sekarang ini.

Bajak laut Abu Sayyaf seakan lupa, para nelayan Indonesia yang berkatagori bajak laut juga ada di mana-mana. Data dan fakta di atas memperlihatkan kasus bajak laut terbanyak di dunia pada zaman modern ini terjadi di Asia Tenggara dan paling dominan terjadi di Indonesia.

Ada beberapa lokasi bajak laut terkenal di Indonesia yaitu di Selat Malaka, Selat Makassar, Laut Sulawesi berbatasan dengan laut Sulu yang dikuasiai Abu Sayyaf, kemudian di laut Banda, laut Hindia dan selat Karimata. Tak terhitung jumlah kelompok pembajak yang tertangkap di selat Malaka dan Karimata dan sebagainya dalam 2016 memperlihatkan aktifitas bajak laut Indonesia di perairan Indonesia sangat marak terjadi dimana-mana.

Apa dan bagaimana jadinya jika para bajak laut Indonesia melakukan hal serupa membajak kapal Filipina  lebih banyak lalu meminta uang tebusan lebih besar?

  • Kemungkinan ini bisa terjadi karena :
  • Perairan Indonesia sangat luas, berpotensi hadir atau melintasnya kapal-kapal Filipina di kawasan Indonesia sangat banyak dan peluang dibajak oleh bajak laut Indonesia sangat terbuka.
  • Pemerintah Indonesia khsuusnya petugas keamanan belum dapat mengontorol wilayah perairannya dengan cepat dan efektif meski telah dilengkapi oleh sarana dan prasarana pendukung berupa kapal yang canggih dilenkapi dengan koneksi satelit maritim.
  • Bajak laut Indonesia meski kegiatannya ilegal dan tergolong kriminal dapat menggunakan celah ini untuk mencari perhatian melakukan aksi serupa terhadap kapal Filipina atas dasar nasionalisme untuk dan alasan tertentu
  • Pengkodisian pembajakan atas nama bajak laut Indonesia menangkap kapal Filipina bukanlah sesuatu yang mustahil dilakukan di negeri peninggalan nenek “moyang ku” seorang pelaut ini.

Jika itu terjadi perseteruan antara kelompok bajak laut di kawasan Asean akan masuk era baru, mengulangi era jaman tempo dulu misalnya saat bajak laut Tbelo-Galela bermarkas di Halmahera menjadi ancaman bagi bajak laut Moro pada abad ke 19.

Kelihatannya dalam beberapa waktu mendatang perang masa depan di laut akan masuk era perang antar bajak laut kembali jika negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara tidak bekerjasama saling pengertian melawan kejahatan di laut oleh bajak laut tanpa merasa perlu terganggu atau merendahkan kedaulatan mereka.

Sejarah singkat tentang Bajak Laut

Boleh dikatakan hampir seluruh kerajaan besar pada abad  pertengahan punya armada bajak laut sendiri meski tidak sekuat armada bajak laut ternama misalnya dari Mediterania, Ottoman Tukey, Yunani, Romawi, Spanyol dan Mongolia serta Majapahit serta beberapa dari Afrika Utara yang disebut The Barbary corsairs.

Sangat panjang kisah terbentuknya bajak laut (Pirates) yang sepantasnya harus disebutkan satu per satudi sini, ringkasnya bajak laut telah menjelma menjadi sebuah kesatuan dari beberapa kekuatan (sekutu) mulai abad ke 17.

Abad ke 17 berlalu Jalur laut semakin intensif dipakai sebagai jalur perdagangan dan komersialsehingga lahirlah era bajak laut modern. Tidak jelas kapan tahunnya menjadi tonggak sejarah modern bajak laut dimulai, yang jelas sejak 1990 dunia sudah sarat dipenuhi aneka informasi pembajakan disana-sini oleh sosok yang disebut sebagai bajak laut tau pirate.

Meski pada dasarnya sama dengan sejumlah aksi bajak laut klasik dan tradisional jaman tempo dulu, jenis dan jangkauan pembajakan kini lebih luas dan berkembang, mencakup beberapa kegiatan kriminal sebagai berikut :

  • Armed Robbery  atau perampokan bersenjata di laut
  • Boarding tanpa izin.
  • Pemerasan di atas kapal
  • penyanderaan di atas kapal
  • Penculikan orang dengan tebusan terhadap kapal dan kru kapal
  • Pembunuhan di laut
  • Perampokan dan perampasan barang atau kapal
  • Sabotase yang mengakibatkan kapal orang lain yang kemudian ditenggelamkan
  • Shipwrecking yang dilakukan sengaja terahadap kapal orang lain.
  • Dan lain-lain sejenis dengannya

Di luar hal di atas sesungguhnya masih banyak bentuk aktifitas bajak laut yang telah disempurnakan misalnya untuk kegiatan ekonomi atas nama dan kondisi yang disamarkan untuk kepentingan tertentu sehingga tidak berkatagori sebagai aktifitas bajak laut, misalnya perdagagan minyak ilegal di lepas pantai batas ZEE.

Berdasarkan aturan internasional tentang aktifitas dan pengertian Bajak laut atau Piracy telah jelas disebutkan dalam Articles 101 to 103 of the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) (1982). Beberapa ratifikasi terbaru telah disiapkan oleh PBB termasuk resolusi nomor 64/71 pada 4 December 2009 lalu tentang kesepakatan bersama menjaga dan memerangi ancaman di laut termasuk dari pembajakan di laut.

Meski dunia mengenal bajak laut Somalia pada era modern ini paling menakutkan dan mengenal sejumlah tokoh bajak laut nyata tempo doeloe seperti :

The King of All Pirates – Henry Morganatau Bartholomew Roberts atau juga William Kidd – “Captain Kidd” serta Edward “Blackbeard” Teach atau Anne Bonny dan John RackhamCalico Jack– yang memberi inspirasi dari karakter jack sparow dalam film Pirates Of Caribbean serta Olivier Levasseur, fakta memperlihatkan bukan di negara-negara tokoh kelam tersebut maraknya aksi bajak laut sekarang ini. Aksi bajak laut paling banyak dan sadis saat ini justru terjadi di perairan Indonesia oleh bajak laut Indonesia sebagai ungkapan data dan fakta di atas.

Lupakah bajak laut Abu Sayyaf dengan kondisi ini? Atau masih enggankah otoritas Filipina memberi akses pada pihak keamanan Indonesia segera untuk melaksanakan operasi penyelamatan ?

Semoga memberi inspirasi untuk pihak yang terlibat di dalamnya, setidaknya memberi inspirasi –pada tim pembebasan dan penyelamatan yang sedang putar otak menemukan cara terbaik- dari lirik lagu legendaris berikut :

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b’rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

salam AGI

Sumber dan Referensi :

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Sumber 4

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s