Ambisi Turki Invasi Suriah Terbukti Bukan Basa-basi

 

Sumber gambar : Superstation

Setelah angkatan udara Turki melancarkan serangan udara terhadap posisi YPG sayap militer PYD atau The People’s Protection Units di desa Azzas (Sabtu 13/2) yang menewaskan 29 petempur Kurdi, pada Senin pagi (15/2) hari ini angkatan darat Turk masuk kedalam kancah perang darat diwilayah Suriah bagian utara menyerang posisi posisi YPG dan tentara pemerintah Suriah di sebuah lokasi dekat desa Tel Rifaat dibantu IS.

Tanggal 15 Pebruari 2016 menjadi tonggak bersejarah dan secara resmi Turki melaksanakan rencana lama terpendamnya, yakni invasi ke Suriah bertepatan dengan “peringatan” 17 tahun penangkapan pemimpin pemberontak Kurdi-Turki, The Kurdistan Workers’ Party (PKK) Abdullah Ocalan pada 15 Pebruari 1999 yang kini sedang dipenjarakan di pulau Imrali.

Entah ada kaitannya memilih tonggak invasi tersebut dengan momentum penangkapan Ocalan disebutkan di atas, atau karena posisi IS di Aleppo semakin terjepit oleh ekspansi SAA dan aliansinya, kenyataannya intelijen Turki, The Turkish Intelligence Service (MIT) memilih tanggal 15/2 hari yang tepat sebagai momentum invasi Turki. Ini artinya secara resmi Turki masuk dalam perangkap konflik Suriah.

Hari ini, Senin pagi (waktu setempat) diawali dengan tembakan hujan altileri dari kawasan zone penyangga melepaskan ratusan arteleri ke arah posisi milisi YPG yang dibantu pasukan Suriah. Pertempuran berat telah terjadi dan antara YPG dan SAA dengan AD Turki. Posisi SAA dan YPG diberitakan berpindah ke lokasi lain dengan jarak lebih aman sehingga dilaporkan AD Turki telah menguasai desa Tel Rifaat dan pergrakan berikutnya menyerang bagian utara Azzas. Padahal kota setingkat kecamatan Azzas sendiri baru dikuasai dengan susah payah oleh SAA (militer Suriah) dan aliansinya pada minggu lalu.

Pasukan Turki terus merangsek masuk entah sampai di mana dan sampai kapan akan berhenti belum dapat diketahui. Dengan demikian ekspose Rusia tentang persiapan invasi Turki ke Suriah yang gencar hadir di media massa dan portal berita internasional selama dua minggu sebelumnya (bahkan lebih) telah menjadi kenyataan.

Lokasi serangan darat Turki pada hari ini berada pada koordinat lintasan pesawat tempur Rusia yang selam ini digunakan dalam menyerang IS. Kondisi in memkasa pesawat tempur Rusia mengintai dari posisi lebih tinggi disebabkan pada saat yang sama pesawat tempur Turki melintasi jalur tersebut dengan posisi terbang lebih rrendah menindak lanjuti serangan arteleri untuk menghancurkan posisi pertahanan milisi YPG.

Sumber The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyebutkan pada hari ini 350 milisi bentukan militer Tukri yang disebut “The Atamah” menyeberang dari zona penyangga menuju ke utara Aleppo untuk memperkuat posisi pertahanan IS yang mencoba upaya gempur menentukan pasukan Suriah dalam upaya menaklukkan sepenuhnya kota Aleppo.

Sementara itu Arab Saudi telah merealisasikan janjinya bekerjasama dengan Turki dengan memindahkan sejumlah pasukan dan pesawat tempurnya ke Incirlk Turki dengan tujuan mengempur posisi IS. Sebuah sumber di superstation95.com menyebutkan sebuah pesawat Kuwaiti Air Force C-17 Globemaster dengan tracking dirhasiakan telah mendarat di Incirlik tadi malam sekitar pukul 12.50. Menurut sumber tersebut pesawat tersebut menurunkan pasukan darat Kuwait untuk bergabung dengan Arab Saudi dan Turki.

Apa alasan Turki dan Arab Saudi menyerang posisi YPG yang notabene adalah sekutu rezim Suriah dalam berperang melawan pemberontakan oposisi Suriah dan terutama IS terlalu banyak dan panjang yang harus diuraikan karena adanya perbedaan persepsi, kepentingan dan intrik-intik geopolitik di dalam krisi tersebut, namun beberapa media menyebutkan koalisi Turki-Arab Saudi adalah koalisi putus asa akibat tidak ada dukungan signifikan AS dan Uni Eropa (UE) terhadap Turki.

Bagaimana kaitannya dengan potensi pergesekan dengan Rusia yang diperkirakan bakal terjadi di arena Suriah? Desperate Alliance Turki-Arab Saudi kelihatannya tidak akan ambil risiko dengan aliansi di barat Suriah yakni Suriah-Iran-Rusia kerena fokusnya adalah YPG/PYD dan Buffer Zone yang merupakan tujuan paling berharga bagi kepentingan geopolitik dan mungkin ekonomi bagi Turki dan AS. Sebuah tujuan yang banyak diperdiksikan oleh pengamat luar negeri merupakan taktik melindungi IS ketimbang menghancurkan kekuatan IS di kawasan tersebut.

Meski fokusnya adalah YPG dan Buffer Zone harapan tercapainya damai di Suriah tidak saja amburadul berantakan tak berbentuk melainkan menjadi sebuah keputus asaan dunia internasional dan terutama membuat semangat warga Suriah yang tadinya bersiap-siap “pulang kampung” atau mudik ke daerahnya menjadi redup kembali.

Bahkan beberapa pengamat lain menilai krisis Suriah memasuki fase baru yakni pecahnya perang lebih luas melibatkan sejumlah negara dari proksi Arab vs proksi Rusia dan ini artinya krisis Suriah akan lebih lama, lebih panjang dan lebih larut dalam belanga yang dibakar oleh api yang disebut angkara murka.

Siapa sesungguhnya yang mebentengi dan memperkuat IS ditengah aksi internasional menumpas pergerakan IS? Kiranya pembaca budimanlah yang lebih mampu menilai dan menjawabnya dari kacamata dan analisa masing-masing.

Salam AGI

 

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s