Jebakan Turki di Zona Penyangga Kurdi Suriah Siap Jerat Mangsa

Peta wilayah YPG google per 1 Feb 2016Sebelum perang saudara 11 Maret 2011 lalu, di perbataan Turki dan Suriah bagian utara terdapat komunitas masyarakat kurdi Suriah di bawah Partai Uni Demokratik Kurdi (PYD) dalam daerah otonomi khusus. Mereka tersebar di dataran tinggi bagian utara dari Afrin (di barat) sampai ke Derik (di timur) pada garis lurus sepanjang 511 km dimana terdapat sebuah lorong penyangga buatan Turki yang disebut dengan “Buffer Zone.”

Banyak info yang kita dapatkan dari gambar peta wilayah Kurdi Suriah atau dari zona penyangga buatan Turki. Beberapa diantaranya adalah :

  • Secara keseluruhan wilayah sekitar zona penyangga tersebut masih dominan dikuasai oleh IS.
  • Meski terancam ultimatum pasukan Turki, kini  tentara rezim Assad semakin dekat ke lokasi penyangga tersebut setelah merebut Kafin pada 8//2/2016. (Informasi terkini (8/2/2016) dari stsiun televisi Al-alam melaporkan pasukan Suriah telah berhasil membebaskan bagian utara Kafin dari arah Aleppo dari IS sehingga posisi tentara Suriah ke perbatasan Turki hanya sekitar 25 km saja lagi). Sumber: indonesian.irib.
  • Partai Uni Demokratik Kurdi dengan pasukan YPG nya tidak mampu menyatukan wilayah penyangga tersebut yang dalam berbagai analisa ternyata masih dikuasai oleh ISIS (selanjutnya ditulis IS-red).
  • Keberadaan koridor misterius itu menimbulkan pertanyaan, untuk tujuan apa sesungguhnya zona itu dibuat
  • Dalam koridor zona penyangga tersebut terdapat sungai yang menhubungkan kota Raqqah (Provinsi Raqqa) ke pedalaman Turki.
  • Diantara koridor zona penyangga itu terdapat jalan darat digunakan untuk aktifitas penyelundupan minyak IS dari Suriah ke luar negeri melalui berbagai kota di Turki misalnya Halfeti, Yukangoklu bahkan sampai ke Bendungan Ataturk salah satu dari tiga pusat pembangkit listrik tenaga air terbesar Turki
  • Zona Penyangga (Buffer Zone) yang diajukan Turki pada Juni 2015 disetujui setengah hati oleh AS pada 24 Juli 2015. AS dilematis dengan sebutan Buffer Zone karena lebih tertarik dengan sebutan “ISIL-free zone.” Meski tidak diungkapkan keliihatannya bisa ditebak AS khawatir adanya agenda tersembunyi Turki di balik rencana tersebut. Oleh karena itulah hingga kini zona penyangga proposal Turki tersebut kurang “nilai jualnya” dalam panyikapan AS dan NATO.

The Americans are avoiding the label of a safe zone to keep the operation from conflating with Turkey’s more ambitious agenda. Nonetheless, the United States will be indirectly taking the first crucial steps toward Turkey’s ultimate goals for northern Syria. Sebut sebuah sumber di Stratfor Global Inteligence. Sumber : stratfor.com.

Kondisi wlayah Kurdi Suriah sebelum perang dan saat ini serta gambaran Buffer Zone rancangan Turki di perbatasan Suriah-Turki. Dok abanggeutanyo

Dalam proposal zona aman atau penyangga itu Turki menyampaikan maksud dan tujuan berikut :

  • Membuat zona larangan terbang selain untuk pesawat NATO
  • Menciptakan zona aman untuk pengungsi dan memberikan bantuan kemanusiaan
  • Membuat camp pengungsi yang ingin melarikan diri dari Suriah
  • Menyiapkan zona aman bagi pemberontak dari kubu oposisi Suriah untuk menyerang IS
  • Zona sepanjang 40 km (dari barat ke timur) memiliki kedalaman sejauh 85 km dalam wilayah Suriah. (Hampir setengah jangkauan ke ibukota Raqqa penghasil minyak yang masih dikuasai IS-red).

Turki memperingatkan akan menyerang tentara Suriah dan YPG

Piawainya Turki menerapkan taktik dan strategi Perang dengan aneka peangkap atau jebakan telah terkenal sejak dulu kala. Banyak ditemukan kisah peperangan Turki tempo dulu unggul dalam perang di darat dan dilaut karena lihai dalam strategi dan disokong mental berani prajurit serta kekuatan modal dan alat peang yang disegani lawan dan kawan. Salah satunya adalah merebut Konstantinopel (Istanbul) periode kepungan tahap ke dua dari kekuasaan Bizantium atau Romawi pada 6 April – 29 Mei 1453 yang berhasil merebut kota terebut dari kerajaan Romawi.

Strategi Turki lainnya dapat dilihat di luat Marmara. Dalam beberapa peristiwa perang dunia 1 (PD1) dan PD2, beberapa kali Turki memasang perangkap di laut legendaris itu sehingga menjadi kuburan abadi bagi lawan-lawan mereka yang terkena jebakan Turki di sana.

Sebut saja peristiwa menangkal serangan Inggris dan aliansinya (ANAZ) di selat Dardanela menjadi luka sejarah trauma berkepenjangan dan meninggalkan pesan pada sebuah prasasti besar bertuliskan:

Dur yolcu! (dalam bahasa Inggrisnya : Traveller halt!)
Bilmeden gelip bastýöýn, (The soil you tread)
Bu toprak, bir devrin battýöý yerdir. (Once witnessed the end of an era)

Pengertian dalam bahasa Indonesianya kira-kira :Wahai Pengembara, Berjentilah! Langkahmu tidak menyadari, Tanah tempat engkau berpijak menjadi saksi Akhir dari sebuah era).

Kini,  pada era Turki modern masih menganut taktik perang “tempo doeloe” (tempo dulu) dalam menyerang atau bertahan. Beberapa sejarah memperlihatkan Turki sering menerapkan jebak-jebakan maut terhadap musuhnya untuk melumpuhkan musuhnya.

Dalam kaitan perang modern sekarang, Turki memang tidak terlibat perang terbuka dengan Siprus, Yunani dan Suriah melainkan sedang menerapkan perang urat syraf melalui permainan geopolitiknya. Tujuannya adalah alasan menjaga kedaulatan negara, eksistensi bangsa yang besar dan berpengaruh di kawasannya.

Hal yang hampir sama terjadi dalam strategi mwlumpuhkan Irak melalui embargo PBB sebelum perang teluk akibat invasi Irak ke Kuwait pada 1990. Turki dituding oleh Irak memainkan strateginya mengeringkan sungai Eufrat dan Tigris pada 1989 saat pengisian waduk Ataturk pada 1989.

Air waduk Ataturk ini disinyalir menjadi senjata air Turki jika bermaksud mengeringkan Irak dan Suriah berasal dari Tuncelli Taman Nasional Munzur Valley. Proses pengisian air waduk Ataturk pada masa embargo ekonomo terhadap rezim Saddam Husein itu memerlukan waktu selama 1 bulan sehingga debit air di sungat Eufrat menjadi berkurang separuhnya, sedangkan air di waduk Assad juga mengalami dampaknya yakni mengalami proses kekeringan hampir sepertiganya.

Dari penjelasan di atas pantas kalau begitu mengapa YPG tidak mampu menghubungkan wilayah barat dan timur mereka dengan wiilayah tengah di mana terdapat zona penyangga misterius yang dibuat Turki. Masalahnya ribuan perlengkapan perang Turki disokong belasan ribu pasukan first Army telah memperkuat posisi penyangga terebut sehingga sama dengan “bunuh diri” jika YPG memaksakan kehendaknya.

Di sisi lain IS justru menguasai kawasan tersebut dan proses penyelundupan minyak dari Irak dan Suriah pun berjalan lacar ke luar negeri melalui zona penyangga tersebut meski akhir-akhir ini semakin berisiko seperti peristiwa pengeboman oleh pesawat tempur Rusia terhadap konvoi tanker yang dituding Suriah dan Rusia terhadap keterlibatan Turki dan IS di dalamnya.

Tak heran sejumlah analisis miring terhadap Turki juga muncul dimana-mana terhadap maksud sesunguhnya dibalik rencana zona penyangga tersebut. Pengamat menilai zona tersebut justru menyelmatkan IS. Salah satu analisanya dapat dilihat di Sini.

Sementara itu ancaman Turki menembak pesawat Rusia jika bermanuver di kawasan zona penyangga tersebut dinilai rawan oleh NATO karena peruntukan zona tersebut kurang logis alias kurang mengandung nilai jual sehingga NATO justru memperingatkan Turki pada rencana yang dilematis tersebut. NATO skeptis terlibat pertempuran dengan Rusia untuk tujuan dan alasan zona penyangga tersebut.

Koridor selebar 85 km ini tidak pernah dapat direbut oleh Kurdi Suriah dari IS selama lepas ke IS, artinya masih dikuasai IS. Koridor ini sangat strategis itu untuk keluar masuk (Turki-Suriah) IS meski pasukan perbatasan Turki First Army telah ditempatkan di sana.

Selain misterius koridor ini juga menjadi jebakan maut untuk pihak yang dianggap musuh oleh Turki. Sepertinya Turki sedang menciptakan sebuah leher corong yang menghbungkan perut botol Suriah ke dunia luarnya (misal Turki). Pada leher corong itulah Turki membinasakan lawannya, bisa YPG, bisa juga tentara rezim Assad, pesawat Rusia atau ternyata IS sendiri yang melarikan diri dari Suriah secara massal dan terjepit dalam corong jebakan buatan Turki lalu ditangkap.

Jadi semua kemungkinan dapat terjadi, tinggal menantikan siapa korban yang dijerat Turki dalam corong buatannya meski kini tujuan jebakan dlaksanakan di negeri bangsa lain, bukan di negaranya sendiri. Dalam pandangan Turki, untuk melumpuhkan lawannya mengapa harus pilih-pilih tempat atau pilih kasih, barangkali seperti itu sikap Turki. Kita hanya menantikan siapa korban yang dimaksud Turki dalam corong yang dibuatnya.

Kembali teringat pada sepenggel sajak atau puisi yang menghiasi sebuah tempat peristirahatan di danau Dardanella mengekspresikan himbauan Turki terhadap lawannya agar segera kembali pulang daripada terkubur dan hilang bersama sejarahnya di laut Marmana. “Wahai Pengembara, Berjentilah! Langkahmu tidak menyadari, Tanah tempat engkau berpijak menjadi saksi Akhir dari sebuah era.”

Mungkinkah kalimat indah atau syair di atas juga ditujukan untuk mengingatkan Turki sendiri, karena jebakan maut dari zona penyangga yang dibuatnya justru berada di negeri bangsa lain bukan di negerinya sendiri.

Yah… pastinya Turki yang lebih tahu…

————

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s