Ambisi Turki Invasi Suriah, Apa dan Bagaimana?

Setelah peristiwa penembakan terhadap pesawat tempur (Su-24) Rusia hingga jatuh pada 24 Nopember 2015 lalu dan sejumlah manuver strategi Turki dalam 5 tahun krisis Suriah memperlihatkan strategi dan posisi sangat berlawanan antara Turki dan Rusia, dugaan kuat tentang Turki akan mewakili NATO menghadapi Rusia dalam perang proksi di Suriah kini mendekati kenyataan.

Beberapa tanda lain masuknya Turki secara langsung dalam konflik di Suriah (berarti pernyataan perang melawan Rusia) dapat dilihat pada sejumlah perkembangan dalam setahun terakhir yaitu :

Pada 22 Pebruari 2015, Turki telah melaksanakan semacam uji coba “invasi kilat” ke wilayah Suriah tepatnya ke sebuah lokasi pemakaman bersejarah di sebuah desa Esme, Kobane Suriah. Sebanyak 39 tank,57 kendaraan tempur dan angkut dan 572 pasukan dikerahkan menerobos area Kobane (Suriah) yang pada saat itu sedang dikepung IS. Tak ada perlawanan dari IS, tentara Turki berhasil membawa pulang makam bersejarah mereka dalam operasi berjuluk (sandi) “Shah Euphrates.”

  • Pengamat menilai operasi tersebut bukan semata-mata untuk mengambil makam nenek moyang pendiri Turki melainkan memberi pesan pada Suriah bahwa Turki mampu menduduki Suriah dengan sangat cepat.

Pada Juli 2015, Turki atas persetujuan AS membuat wilayah penyangga aman (safe zone) eepanjang perbatasannya dengan Suriah yakni wilayah udara aman 60 mil ke dalam wilayah Suriah. Tujuannya untuk menjaga wilayahnya dari ancama agresi dan pelarian IS. Meski penetapan tersebut dinilai berat sebelah karena tidak berlaku untuk peawat tempur NATO.

  • Pengamat menilai zona aman yang dibuat Turki sebagai persiapan Turki melaksanakan invasi ke Suriah dengan lebih mudah. foreignpolicy.com/ 31/7/2015 menulis judul “A Short History of Turkish Threats to Invide Syria.”

Pada 30 Nopember 2015 (beberapa hari setelah Turki menembak jatuh Su-24 Rusia) Turki telah menempatkan The First Army (1st Army) di sekitar perbatasannya dengan Latakia, Suriah. Kesatuan yang bertanggung jawab memperthankan Selat Bosporus, Selat Dardanelles, Semenanjung Kocaeli dan ibukota negara Istanbul telah menempati posisinya di dekat perbatasan Latakia Suriah dan Turki dengan mengerahkan 1000 unit peralatan tempur termasuk Tank tempur Leopard 2A4 dan sistem artileri berat.

  • Andrei Akulov salah satu pengamat sekaligus kolumnis pada sebuah Jurnal Online “Strategic Culture Foundation” menjelaskan detail rencana Turki dan AS akan menginvasi Suriah pada minggu ke dua Desember 2015 melibatkan 10.700 tentara yang akan menciptakan 17 titik zona aman, titik pangkalan logistik dan 6 lokasi tempat pengungsi di dalam wilayah Suriah sedalam 46 km dari perbatasan Turki. Sumber : Strategic Culture Foundation.

Pada 4 Desember 2015 pasukan Turki menguasi dan mengontrol penuh sebuah desa Suriah dekat perbatasannya yakni sebuah dataran tinggi di desa Tal Abiyad. Desa tersebut menghubungkan ibu kota Raqqa ke perbatasan terdekat Turki yakni Akcakale yang berjarak 107 kilometer. Dengan penguasaan desa tersebut Turki dapat menjaga suply minyak dari Raqqa yang dikelola IS masuk ke wilayah Tuki.

Pada 29 Januari 2016, Turki marah besar dan mengancam akan menembak jatuh kembali pesawat tempur Rusia setelah sebuah Su-34 kembali dituding melanggar wiilayahnya pada 11.46 waktu setempat. Menlu Turki, Mevlüt Çavuşoğlu memperingatkan Rusia agar memperhatikan larangan terbang pesawat tempurnya di atas udara Turki yang berarti juga wilayah udara NATO, sebutnya.

Pada 2-4 Pebruari 2015, sejumlah media massa cetak dan berita online hampir serentak memberitakan tentang dugaan Turki akan invasi Suriah. Portal berita seluruh dunia mengutip pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan persiapan sangat serius Turki menginvansi Suriah. Huffingtonpost pada 2 Pebruari 2015 menuliskan bahwa Rusia menemukan tanda-tanda persiapan luar biasa Turki akan merobek tetangganya (Suriah).

Pada 5 Pebruari 2016. Arab Saudi mengumumkan KSA akan mengirimkan pasukan daratnya (via Turki) ke Suriah dalam rangka menumpas IS. Brigadier Jenderal Ahmed Asseri Juru bicara departemen pertahanan KSA mengatakan hal tersebut pada TV Al-Arabiya 4/2/2016.

Jika hal itu (Invasi) itu terjadi, bagaimana taktik serangan Turki akan dilaksanakan? Berikut sejumlah skenario yang mungkin terlaksana :

Turki dan AS akan menyerang dari pangkalan militer di Diyarbakir dan Malatya. Sebanyak 60 pesawat tempur akan berpusat dari pangkalan militer tersebut dari pangkalan utama di Incirlik.

Selusin tanker udara KC-135 daro Incirlick akan terbang menyokong sejumlah pesawat tempur Turki (Nato) yang akan memperkuat zona aman dari munculnya pesawat Rusia, Suriah dan aliansinya.

Pasukan darat Turki, Arab Saudi dan Ukraina merangsek ke wilayah Suriah untuk menjaga wilayah sepanjang 46 km dari perbatasan Turki untuk membuat 17 titik zona aman, 11 titik pangkalan logistik dan 6 lokasi tempat pengungsi di dalam wilayah Suriah sedalam 46 km dari perbatasan Turki.

Pasukan IS akan didorong lebih ke dalam wilayah untuk berhadapan head to head dengan tentara Suriah dan aliansinya. Sementara itu “The Grey Wolves” milisi ultra nasionalis Turki siap menerkam tentara Suriah dan aliansinya demi mempertahakan pengasingan suku Turkmenistan tetap berada dalam ruang bagian utara Suriah, tidak akan berada di dalam wilayah Turki.

Ruang udara pesawat tempur Rusia semakin sempit sehingga nyaris lumpuh jika zona aman  sepanjang 46 kilometer milik Suriah tersebut dapat diduduki Turki.

Menduduki zona aman sepanjang 46 kilometer ke dalam wilayah Suriah adalah alternatif pertama. Jika memungkinkan invasi akan lebih menusuk ke jantung wilayah Suriah terutama memperkuat ibu kota di Provinsi Raqqa dan merebut kembali Aleppo dikembalikan ke kubu pemberontak. Bahkan jika kekuatan militer rezim Assad ternyata melemah Turki dan aliansinya akan masuk ke ibukota Damaskus sebagai tanda perlawanan rezim Assad telah berakhir.

Mungkinkah rencana invasi Turki ke Suriah akan terjadi disaat perkembangan sangat signifikan sedang diraih militer Suriah? Kemenangan demi kemenangan yang semkain pesat, salah satunya adalah kepungan terhadap Aleppo telah membuahkan hasil jatuhnya kota tersebut ke tangan pemerintah, menyebabkan 70 ribu penghuni kota tersebut kini berdesakan menuju ke perbatasan Turki. Sementara itu sejumlah kota di Provinsi Latakia mulai berhasil ditundukkan satu persatu sehingga pangkalan militer Rusia di Latakia pun semakin aman.

Perkembangan yang diraih rezim Assad inikah yang membuat Turki, Arab Saudi atau aliansi pendukungnya tak rela melihat rezim Suriah mengalami perkembangan pesat dalam perang 5 tahun melawan pemberontak di negeri mereka sendiri? Ataukah karena Turki memang telah menyiapkan rencana invasi tersebut jauh-jauh hari sebagaimana disebutkan pada sejumlah fakta di atas.

Rusia telah memperingatkan Turki dan Arab Saudi agar tidak menginvasi Suriah karena hanya akan membuat perang semakin luas dan membesar. Terhadap tudingan Rusia tersebut, Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 4 Pebruari 2016 lalu mengatakan tudingan Rusia itu sangat menggelikan, yang terlihat justru Rusia telah terlibat di dalam wilayah Suriah.

“I find this Russian statement laughable… rather it is Russia that is currently engaged in an invasion of Syria,” sebut Erdogan dingin tanpa ekspresi.

Entah benar atau sedang memainkan trik kartu geopolitiknya pernyataan Erdogan di atas tentu sangat bijaksana karena mengurangi ketegangan dunia yang khawatir dilanda perang dunia ke tiga meskipun laporan citra satelit Rusia berkata sebaliknya. Gambar yang dirilis di atas  oleh Rusia memperlihatkan adanya pergerakan dan persiapan pasukan Turki sangat signifikan seperti gambar di atas.

Mungkinkah ini menandakan perang saudara di Suriah akan berakhir? Berakhir dengan kemenangan rezim Assad dan Rusia atau berakhir dengan kemenangan Turki dan Arab Saudi. Siapapun pemenangnya hendaknya segera mengakhiri perang paling brutal di abad modern ini.

———–

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s