Kocok, Obok, Godok Ketua DPR Terkait Minta Saham

Mencari pimpinan DPR yang Berkualitas. Gambar ilustrasi dok abanggeutanyo

Mundur sebagai ketua DPR tapi masih menjadi anggota DPR rasa-rasanya tak sedap betul bagi seorang berselera tinggi dan berkelas seperti Setya Novanto (Setnov). Memegang peranan penting sebagai ketua wakil rakyat Indonesia selama setahun lebih dalam nuansa bulan madu yang indah serta gemilaunya posisi strategis di DPR setidaknya sebuah kepuasan tersendiri yang tak dapat diukur lagi secara material.

Jika akibat suatu hal masa eforia jabatan tersebut harus berakhir sepintas memang mudah untuk disebutkan akan tetapi tak mudah untuk disikapi. Apa kata perasaan (giliran menjadi anggota DPR) saat dipimpin oleh ketua DPR yang baru. Tak mudah dibayangkan meski sangat mudah dituliskan penyikapannya yakni legowo.

Mampukah seorang Setnov bisa legowo jika tidak menjabat lagi sebagai ketua DPR? Bayangkan, reputasi hancur, kredibilitas rusak, kepercayaan diri memudar dan rasa rendah diri menekan dada dan belum lagi sindiran dan cibiran setiap hari, “Uhhhhhh sakitnya tuh di sini,” mungkin itulah jeritan sejati yang bersembunyi di dalam hati menggedor-gedor memaksa Setnov mengelus-ngelus dada setiap hari.

Sementara itu sang teman se-iya se-kata Fadli Zon sudah jelas tak mudah menyikapi pimpinan baru (jika berbeda koalisi) karena dihantui perasaan pesimis mendapatkan ketenangan dan kedamaian bagaikan berada di rumah sendiri sebagaimana yang telah dirasakan selama ini. Kehangatan bersama sahabat karib sekaligus pimpinannya di DPR bagaikan pinang dibelah dua. Meski berlebihan ungkapan dimana ada Setnov di situ ada Fadli Zon bukan sesuatu yang aneh lagi.

Mangkir atas panggilan MKD pada kasus sebelumnya (kunjungan pada kampanye Donald Trump) adalah salah satu bukti betapa duo sejoli DPR ini memperlihatkan kedigdayaannya. Sementara anggota dewan lainnya hanya bisa menatap penuh tanda tanya t adanya diskirminasi dan runtuhnya kewibawaan hukum di negerinya.

Melihat kondisi di atas, dimanakah letak zona aman dan nyaman yang diharapkan salah satu dari Duo Sejoli DPR (Fadli Zon) akan seperti dahulu lagi saat Setya Novanto masih memegang peranan penting di DPRi? ironisnya pergantian pimpinan DPR kepada pimpinan sementara juga dibarengi oleh pergantian wakil ketua sehingga posisi Fadl Zon juga sang Duo Sejoli yang tesisa semakin terasa jauh dari comfort zone.

Berita terkini menyebutkan, Setya Novanto mengundurkan diri sebagai ketua DPR. Jika ini terjadi tentu saja hal ini salah satu sikap elegan dan koperatif meski hal itu tidak akan menghentikan proses lebih lanjut pada dirinya. Beberapa kemungkinan lainnya yang akan terjadi pada Setnov adalah :

  • Tidak bertugas sementara atau mengambil cuti (disuruh cuti) agar fokus dalam proses pemeriksaan
  • Dikenakan Pergantian antar Waktu oleh partainya
  • Proses pemeriksaan meningkat dengan status tersangka sehingga harus mengikuti tahapan pengadilan yang berakhir pada tamatnya karier si kancil yang cerdik nan pandai ini.

Siapa pengganti Setya Novanto untuk sementara waktu sampai terpilihnya kembali ketua yang definitif? Kembali sesuai dengan Tata Tertib DPR 2014 menetapkan mekanismenya pada pasal 28 ayat 2, berbunyi : ” Pimpinan sementara DPR terdiri atas 1(satu) orang ketua dan 1 (satu) orang wakil ketua yang berasal dari anggota tertua dan termuda dari FRAKSI BERBEDA.”

Menurut catatan, anggota DPR termuda periode 2014-2019 saat ini dipegang oleh Ade Rizki dari partai Gerindra sama dengan Fadli Zon. Kabarnya Ade sering berguru ke seniornya sebagaimana dilansir oleh merdeka.com beberapa waktu lalu. Sementara itu anggota DPR tertua pada periode 2014-2019 adalah ibu Popong Otje Djunjunan anggota DPR tertua dari fraksi darifraksi partai Golkar.

Mengenai pengunduran diri seorang anggota DPR telah diatur oleh undang-undang, antara lain adalah :

  1. Peraturan DPR RI nomor 1/2014 tentang Tatatertib anggota DPR
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, yaitu Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 dan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pilkada
  3. UU RI No.27 tahun 2009 tentang pergantian antar waktu (PAW)
  4. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No.2 tahun 2010, pasal 7 tentang pemberhentian anggota DPR

Dalam peraturan DPR RI nomor 1/2014 juga tercantum tatacara pemberhentian ketua DPR yang tertera pada pasal 37, berbunyi : ” Pimpinan DPR dapat diberhentikan sebagaimana dimaksud pada pasal 34 huruf c,” apabila :

  • Tidak dapat menjalankan tugas 3 bulan berturut-turut.
  • Melanggar sumpah dan janji serta kode etik DPR setelah diperiksa MKD
  • Dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan
  • Diusulkan atau ditarik oleh partai politiknya
  • Melanggar ketentuan larangan
  • Diberhentikan karena aturan undang-undang

Berdasarkan ketentuan di atas, pergantian Setnov sebagai ketua DPR sesuai dengan alasan pada nomor 2, yaitu melanggar kode etik setelah diperiksa MKD.

Apakah Setnov nantinya akan masuk dalam sasaran tembak Pergantian antar Waktu (PAW) itu tergantung lagi pada parpolnya serta JIKA dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan.

Peluang memperkarakan Setnov dalam perkara kriminal sangat terbuka lebar. Alasannya (berdasarkan rekaman transkrip) ia terbukti mencatut Presiden dalam bernegosiasi dengan Freeport untuk kepentingan pribadi atau golongan. Selain itu jejak rekam pada beberapa kasus sebelumnya belum mampu menggoyang kedigdayaan seorang Setya Novanto berurusan dengan penegak hukum.

Kali ini Setnov berhadapan dengan seorang kepala negara aktif yang notabene adalah salah satu simbol negara. Mencatut posisi Presiden untuk kepentingan pribadi dan golongan jelas merupakan perbuatan fitnah dan penipuan. Jika presiden secara pribadi maupun sebagai lembaga negara tercemar nama baiknya bisa saja melaporkan ke penegak hukum. Dan jika dalam proses penyidikan dan tahapan persidangan Setnov terbukti bersalah akan tamatlah riwayat karier politik seorang politikus “The Untouchbale Man” kita yang satu ini.

Kisruh rebutan ketua atau pimpinan DPR antara KIH dan KMP yang marak pada awal beraksinya anggota DPR periode 2014-2019 dan telah menuai kritikan pedas masyarakat akhirnya berevolusi dengan sendirinya. Artinya momentum terpelesetnya setnov kali ini memang sebuah kesempatan paling tepat. Yakinlah, kubu KIH tak akan menyia-nyiakan momentum ini meski suhu panas dengan KMP telah diturunkan akibat sorotan masyarakat yang mencibir semakin tak mampu dibendung oleh sikap tak perduli kedua kubu sekalipun.

Ibarat kata pepatah sekali kayuh dua atau tiga pulau terlalui, inilah yang sedang terjadi pada kubu KIH. Setnov sistemik menjadi momentum yang tepat untuk membereskan perseteruan beriklim tidak sehat di DPR. Perilaku anggota Dewan telah banyak mencederai rakyat Indonesia. Perilaku buruk tersebut telah lama bersemi dalam gedung perwakilan terhormat milik rakyat  dan semakin menggila pada periode 2014-2019 ini.

Hubungan hangat duo sejoli sebagai unsur pimpinan DPR selama ini kerap menghiasi halaman berita cetak dan elektronik yang membuat masyarakat berdecak bukan kagum melainkan karena menggemaskan melihat aneka kelucuan yang diperlihatkan dari gedung terhormat tersebut.

Mencari, menentukan dan menetapkan ketua DPR dan wakilnya tidak semata-mata menjadi corong kepentingan penguasa atau kepentingan golongan. Kisah duo sejoli di DPR seperti di atas sebaiknya tidak terjadi kembali. Jika ini kembali terjadi maka sejarah akan berulang. bisa jadi suatu saat nanti pimpinan baru DPR yang didominasi KIH misalnya akan terkena batunya sendiri.

Meski kerap menjadi oposisi pemerintah, sidang paripurna DPR nanti selayaknya mencari pimpinan DPR baru yang amanah dan sesuai dengan arah pembangunan pemerintah termasuk program reformasi mental rakyat dan pejabat serta politkus itu sendiri untuk memperbaiki negeri yang penuh tipuan ini yang telah menghambat negeri ini menjadi negeri yang maju.

Salam AGI

Gambar ilustrasi. Sumber : teropongsenayan.com edit abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s