Fadli Zon yang “Keren” di Mata Najwa

Gambar Ilustrasi. Dok abanggeutanyo

Menyaksikan acara Mata Najwa dengan tema “Memburu Pejabat Rente” Rabu malam (17/11) menampilkan beberapa tokoh termasuk wakil ketua DPR Fadli Zon membuat pemirsa di studio dan penulis sendiri tercengang. Mungkin saja jutaan pemirsa siaran langsung tersebut di seluruh tanah air tak yakin dengan apa yang terjadi pada mutu lontaran demi lontaran kalimat yang meluncur dari tokoh sekaliber Fadli Zon membela big bos Setya Novanto.

Debat yang termasuk paling menarik dalam sejarah acara Mata Najwa tidak saja karena menampar wajah Fadli tapi juga membuat Najwa tak mampu menahan rasa gemas menjurus geramnya pada Fadli Zon terutama ketika Fadli Zon mati-matian mempertahankan sikap Setya Novanto dengan menentang tanggapan yang mendiskreditkan Setnov dengan berpegang pada dalil atau aturan yang dianutnya.

Ada 3 macam gaya dan aksi Fadli Zon yang menyita perhatian penulis dan mungkin bisa lebih banyak lagi dalam pandangan pemisa yang menyaksikan acara tesebut, yaitu

  • Menentang disebut mencatut Presiden
  • Menolak disebut memberi janji-janji dan komitmen
  • Menteri ESDM tidak berhak melaporkan Setya Novanto ke MKD

Mari kita kupas satu persatu gaya dan aksi Fadli Zon dalam tiga sekuel atau sorortan di atas.

Gaya dan aksi pertama, “Mencatut Presiden” meski telah ditampilkan rekaman suara pertemuan Novanto ddidampingi seorang konglomerat berinisial R dengan pejabat PT Freeport Indonesia (PT. FI) Fadli Zon menanyakan dimana letak kalimat mencatut Presiden. “Ada tidak terdengar kalimat Presiden minta-minta,” balik bertanya ngotot pada Najwa.

Pada rekaman suara yang menampilkan teks (sesuai ucapan suara) tertulis kalimat antara lain sebagai berikut :

Gaya dan aksi ke dua, dimana bukti Setya Novanto menjanjikan anekan komitmen pada petinggi PT FI. Iming-iming nantinya bisa bermainf folf, beli pesawat jet pribadi dan kumpul-kumpul bersama pejabat RI. Ini juga ditolak oleh Fadli Zon yang mengatakan Setnov tidak ada melontarkan kalimat seperti itu. Dimana letak kalimat tersebut seraya memperlihatkan transkrip yang dibawanya sendiri.

Terhadap hal ini Najwa mengutip wawancara Setnov dengan salah satu media cetak. “Dari salah satu wawancara yang menanyakan maksud dan arti kalimat bisa beli jet pribadi, main golf dan kumpul-kumpul yang dijawab oleh Setnov sesungguhnya itu hanya canda saja…,” sebut Najwa membaca sebuah kutipan pernyataan Stnov dari sebuah media massa.

Fadli Zon tidak berkutik dengan ucapan Najwa tersebut. Belum selesai Fadli Zon cengar-cengir, Najwa meminta diulangi kembali ditayangkan rekaman dan transkrip yang dimaksud Fadli Zon. Seiring dengan habisnya tayangan tersebut penonton di studio serentak bersorak, “Huuuuuuuuuuuuwwwwww,” sambil tepuk tangan membuat Fadli Zon cengar cengir kembali.

Gaya dan aksi ke tiga. Fadli Zon menegaskan setiap anggota Dewan dapat bertemu (ditemui) siapapun termasuk konglomerat. Fadli Zon bertanya pada Ruhut Sitompul (salah satu peserta debat) “Apakah pak Ruhut pernah bertemu dengan pengusaha?” yang langsung dijawab spontan, “Aku tidak pernah.. Aku ini legislatif, urusan seperti itu ada komisi lain yang ditugaskan secara formal,” kata Ruhut yang kembali membuat Fadli Zon tersedak rasanya.

Fadliz Zon menyatakan tidak ada hak Menteri ESDM melaporkan anggota Dewan ke MKD. Tehadap hal ini salah satu peserta diskusi Juninart Girsang menyatakan “Semua orang bisa dan boleh membuat laporan ke MKD sesuai dengan auturan, sepanjang itu menyangkut kode etik dan menyangkut anggota DPR,” sebutnya seraya meminta semua pihak membantu kinerja MKD tanpa intervensi.

Junimart mengakui adanya upaya tekanan untuk mengintervensi MKD pada laporan terhadap Setnov tersebut dengan masuknya SMS dan telepon dari berbagai pihak agar tidak banyak bicara tentang issue sedang menghangat tersebut.

Tiga sekuel gaya dan aksi Fadli Zon di atas adalah sorotan kecil saja yang penulis katagorikan sebagai hal yang sangat menggemaskan diantara sejumlah gaya dan aksi Fadli Zon yang menurut pemirsa yang menyaksikan tayangan tersebut layak dianggap menggeramkan.

Terlepas dari rencana atau tujuan postif Setya Novanto merintis mekanisme divestasi atau upaya meningkatkan perolehan saham Freeport yang menjadi bagian pemerintah agar lebih meningkat (menjadi 10,64%) apa daya upaya tersebut kelihatannya menuai kecaman, salah satunya  karena mengendarai posisi presiden RI yang telah membuat Jokowi ikut berang akibatnya.

Pemerintah Indonesia tidak berkutik menerapkan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Batu Bara, Pemerintah RI  tidak berdaya kembali menghentian perusahaan itu beroperasi. PT FI menolak membangun smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian mineral) di Indonesia. karena tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan tersebut, sejak UU itu diterapkan pada 2009 lalu. Perusahaan raksasa milik AS tersebut tetap beroperasi tanpa mendapat sanksi apapun.

Dalam rangka divestasi di perusahaan raksasa tersebut pemerintah telah menerbitkan aturan terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba yang menetapkan per 14 Oktober 2015 manajemen Freeport harus memulai proses divestasi dengan memberikan penawaran harga atas 10,64 persen sahamnya. Sekali lagi ternyata hal ini pun masih alot bahkan mencuat perpecahan antar elit politikus seperti terjadi pada debat diatas.

Bahkan Rabu (18/11) Haeryanto, staf khusus Kementerian ESDM mengatakan PT FI kelihatannya berseberangan dengan pemerintah dalam rencana divestasi tersebut. “Mereka meminta divestasi 30 persen lewat IPO,” ujar Heriyanto, Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM di kantornya, Rabu (18/11).

Terlihat betapa PT FI mengeluarkan jurus baru dengan tidak menyetujui penawaran saham langsung kepada pemerintah (sesuai PP di atas) melainkan melalui mekaninsme penawaran saham di bursa saham (IPO) di Bursa efek Indonesia. Upaya pemerintah bernegosiasi dengan PT FI selama bertahun-tahun pun kelihatannya kandas. Pemerintah kelihatannya hanya mendapat bagian sangat kecil sekitar 7% saja dari laba bersih PT FI setelah dikurangi pengeluaran dan aneka pajak serta beban operasional yang sangat tinggi.

Apakah atas dasar tujuan itu Setnov beraksi dengan caranya atau justru ingin mengambil kesempatan di air keruh? Tak tahulah apa sesungguhnya yang terjadi dibalik itu, yang jelas Setnov telah beraksi bernegosiasi dengan Freeport, sementara itu teman se-iya dan se-kata (Fadli) tak mau kalah juga beraksi di pentas publik dalam tiga gaya dan aksinya yang menggemaskan jika tak pantas disebut “menggeramkan,” hehehehehhee..

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s