Rusia Hancurkan ISIS, Pembalasannya Kenapa Perancis?

Reaksi Presiden Perancis, Francois Hollande saat mendapat indormasi dari pengawal adanya serangan bom di sekitar stadion. Sumber : http://www.dailymail

Malam penuh horor Paris yang terjadi pada Jumat mulai pukul 21.17 waktu setempat di enam lokasi terpisah kota Paris telah merenggut nyawa orang -orang tak berdosa. Aneka informasi menyebut angka kematian yang berbeda, ada yang menyebutkan 120 orang, 140 hingga melebihi 153 orang. Seberapapun angkanya, peristiwa tersebut jelas menuai kecaman, kutukan bahkan semangat anti terorisme seluruh dunia semakin kuat.

Peristiwa kali ini merupakan serangan teroris paling buruk di Eropa setelah peristiwa bom bunuh diri di Madrid pada 2004 lalu yang menewaskan 180 orang. Bagi Perancis sendiri, horor 13 November adalah peristiwa ke dua pada 2015 setelah aksi terorisme menyerang kantor majalah mingguan satir, Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015 yang menewaskan 12 orang dibeberapa lokasi terkait serangan, termasuk dua penyerang Said dan Cherif Kouachi yang terkait dengan al-Qeda Arabian Peninsula (AQAP).

Sekadar review untuk bahan analisa, marilah kita lihat kembali beberapa peristiwa penting di dalamnya saat delapan orang penebar horor yang dituding terkait jaringan ISIS benar-benar membuat Paris bagaikan kota penuh horor di enam lokasi yang berbeda antara pukul 21.17 hingga berakhir menjelang tengah malam pukul 1 dinihari (Sabtu, 14/11).

Di awali dari tempat berkumpulnya warga Paris yang sedang menikmati malam liburan akhir pekan sekitar the Place de la Republique. Seorang pria bersenjata mengeluarkan senjata laras panjang dan menembaki orang yang sedang berkumpul di sebuah bar Le Carillon. Pria bersenjata laras panjang tersebut kemudian menuju ke seberang jalan di Le Petit Cambodge (Little Cambodia). Belakangan diketahui aksi tersebut menewaskan 12 orang seketika dan melukai puluhan lainnya di kedua lokasi tersebut.

Pierre Montfort, seorang saksi mata yang tinggal di lokasi tersebut mengatakan suara letusan senjata diperkirakan sekitar 30 detik. Penyerang di kedua lokasi di atas berhasil kabur dengan sebuah kendaraan berpelat Belgia kata salah satu saksi mata.

Tak jauh dari lokasi tersebut, penyerang lain menembaki acara makan malam di La Casa Nostra restauran Italia. Saksi mata mengatakan seorang penyerang menggunakan senapan mesin menembakkan senjata ke lokasi tersebut dan melarikan diri menggunakan sepeda motor sejenis sekuter. Lima orang ditemukan tewas di lokasi ini.

Di Stadion Stade de France, sedikitnya terdengar tiga kali letusan bom pada pukul 21.17, 21.30 dan 21.57. Letusan pertama hampir bersamaan dengan berjalannya menit ke 20 pertandingan persahabatan Jerman dan Perancis. Sedikitnya 10 orang tewas pada ledakan di sekitar stadion nasional tersebut termasuk 3 penyerang bom bunuh diri tersebut. Salah satu penyerang menargetkan pintu J di salah satu ruas pintu stadion tersebut.

Beberapa menit kemudian, sekitar 21.50 dua penyerang lainnya menembaki orang di sebuah restoran the Rue de Charonne. Diperkirakan 18 orang tewas di lokasi tersebut dan penyerang berhasil melarikan diri.

Penyerangan berpindah ke Batacian Theater tempat berlangsungnya pertunjukan grup rock band asal California, AS yaitu The Eagle of Death Metal dihadapan 1500 penggemarnya. Menurut saksi mata, 4 penyerang mirip Asia Tengah menembaki kerumunan massa. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas termasuk penyerang yang sempat menawan 20 orang sandera yang berhasil dibebaskan semuanya oleh pihak keamanan Perancis.

Perlu diketahui, lokasi Batacian Theater ini hanya terpaut ratusan meter saja dari kantor lama majalah mingguan Charlie Hebdo yang telah ditutup sejak 30 September 2015 lalu atau lebih sebulan yang lalu sebelum serangan terbaru di Paris tersebut. Jarak antara kantor Charlie Hebdo lama ke lokasi pertunjukan maut tersebut tak sampai 5 menit dengan kendaraan bermotor. (Lihat peta pada gambar berikut ini).

Seorang penyerang lainnya meledakkan dirinya di sebuah kawasan yang sama di Boulevard Voltaire sebelum mencapai sasaran yang belum diketahui kemana. Kawasan ini adalah lokasi paling padat di Perancis tempat berlangusngnya acara pertunjukan band dari AS tersebut di atas.

Pemerintah Australia melalui PM Malcolm Turnbull, langsung menyebutkan ISIS dibalik serangan tersebut. Hal yang sama disampaikan oleh Presiden Perancis, Hollande bahwa ISIS bertanggung jawab atas peristiwa tersebut dan menyatakan perang terbuka dengan ISIS.

ISIS sendiri menyatakan bertanggung jawab. Melalui media mereka al-Hayat Media Centre mempublikasikan video hasil seangan di Paris oleh orang-orang mereka yang disebut French Muslims. Sumber tersebut mengingatkan bahwa selama kalian mengebom (di Suriah dan Irak) kalian tidak akan merasakan damai. Kalian akan kuatir pergi belanja ke pasar atau supermarket. Sumber : Theguardian 14/11/2015; Tudingan terhadap ISIS dalam serangan tersebut juga diperkuat informasi dari alarabiya.

Keterlibatan Perancis di Irak dan Suriah sesungguh telah terjadi sejak September 2014 lalu saat menyokong serangan terhadap ISIS yang dipimpin AS. Akan tetapi Perancis baru secara langsung melakukan serangan dan pengeboman terhadap ISIS pada  27 September 2015. Perancis menggunakan 6 pesawat tempur mereka (4 Rafale dan 1 C-130 serta 1 sebuah helikopter).

Perancis sesungguhnya sangat intens terlibat dalam perang saudara Libya ketimbang di Irak dan Suriah. Di Libya selain melakukan serangan udara massif Perancis juga menyusupkan pasukan khususnya ke dalam pasukan oposisi Libya di Zawiya (30 kilometer sebelah barat Tripoli) selama beberapa bulan menjelang runtuhnya tembok pertahanan Tripoli dan memasuki ibukota nyaris tanpa perlawanan pada 20 Agustus 2011.

Keterlibatan Perancis dalam dewan transisi Libya (NTC) Libya pada saat itu juga bukan rahasia umum lagi. Salah satu putra Khadafi (Saif al-Islam) menyampaikan hal tersebut kepada pers beberapa saat sebelum Tripoli ditaklukkan NTC.

Meski baru sebulan melakukan serangan langsung terhadap ISIS di Suriah (29/9/2015) akan tetapi Perancis telah duluan beraksi memerangi ISIS dengan membumi hanguskan depot minyak ISIS di Zumar Irak pada 19 September 2014 lalu.

Melihat keterlibatan Perancis di Irak dan Suriah tidaklah sebanding dengan dominasi Perancis dalam krisis Libya apalagi dibanding dengan keterlibatan Rusia memerangi ISIS di Suriah tampaknya tidaklah sebanding dengan pukulan yang dihadapi Perancis pada peristiwa Horor Paris 13 Nopember lalu.

Peristiwa horor Paris ini terjadi berselang 13 hari saja setelah penyerangan terhadap pesawat komersial Rusia, Metrojet 9628 yang jatuh di semenanjung Sinai, Mesir pada 30 Oktober 2015 lalu. Belakangan disebutkan Rusia mengakui peristia tersebut akibat ledakan bom ISIS, bukan rudal. Seperti biasanya, ISIS juga menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa 224 penumpang dan crew di dalamnya.

Ironis sekali, Rusia dan Mesir menolak klaim ISIS tersebut meski media barat memberitakan hangat bahwa ISiS terlibat pada peristiwa yang merenggut nyawa penumpang –yang dikabarkan sejumlah tentara Rusia- di dalam pesawat tersebut.

ISIS memang merilis pernyataannya mengapa Perancis menjadi sasarannya karena Perancis target nomor wahid berkaitan dengan keterlibatannya di Suriah. Akan tetapi pernyataan senada seperti itu sering ditujukan ISIS kepada sejumlah negara lain seperti AS dan Inggris.

Atas dasar pertimbangan di atas, beberapa hal yang menarik kita simak antara lain adalah :

  • Penyerang menyerbu 3 restoran dari 6 lokasi yang mereka targetkan. Tidak ada restoran Rusia yang menjadi target sasaran.
  • Serangan di Batacian Theatre bersamaan dengan pertunjukan band Eagle of Death Metal dari AS. Penyerang tidak mengarahkan senjata AK ke arah personil band asal AS tersebut. Serangan murni ditujukan ke penonton.
  • Penyerang menggunanakan pintu J (gate J) di stadion utama Perancis untuk mendobrak pintu tesebut. (Belum diketahui secara pasti apakah penyerang yang ditolak masuk melalui pintu ini oleh petugas karcis masuk karena salah Gate pada karcis. Mungkin juga pintu ini (gate J) dipakai supporter Perancis dibelakang gawang nasional mereka pada babak pertama?)
  • Penyerang dapat meloloskan diri setelah beraksi di 3 lokasi sebelum dilumpuhkan menjelang dinihari Sabtu (14/11). Hal ini memperlihatkan sistim pengawasan keamanan kota Paris mudah dibaca oleh penyerang atau agak lemah.
  • Penyerangan di sekitar lokasi tersebut hanya terpaut tujuh ratusan meter dari kantor Charlie Hebdo (CH) yang
    Dua kartun CH edisi 6 Nopember 2015 yang membuat Rusia sangat marah

    Dua kartun CH edisi 6 Nopember 2015 yang membuat Rusia sangat marah

    lama. Kantor CH telah dipindahkan ke bagian selatan Paris yang lebih kuat dan tinggi tingkat keamanannya. Sampai kini alamat terbaru CH dikawasan tersebut dirahasiakan. Tidak diketahui publik di mana lokasi kantor CH terbaru sekarang ini. Sumber : chinatimes.

  • CH juga menayangkan dua gambar kartun satir menjurus kurang manusiawi atas peristiwa jatuhnya Metrojet Rusia pada edisi terakhir (6/11). Pada salah satu gambar kartunnya menuliskan bahasa Perancis dengan judul menyakitkan Rusia (dalam bahasa Inggris) “Russia’s air force intensifies its bombing.”
  • Keterlibatan Perancis tidak sebanding dengan keterlibatan Rusia dalam memerangi ISIS, logikanya serangan tersebut tidak diarahkan ke Perancis.

Atas dasar fakta dan data di atas, ada apa dibalik alasan serangan yang sangat kita sesali tersebut? Tampaknya permainan kontra intelijen tidak mengenal batas ruang dan waktu lagi. Sarana olahraga pun kini terkoyak oleh aksi biadab yang disebut arogansi politik.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s