Laser Su-35 dan F-35 Siap Beraksi di Langit Suriah

Gambar ilustrasi F-35 dan Su-35 (tipe tidak diketahui). Sumber: dok abanggeutanyo

Meski sempat menjadi bahan olokan media karena pesawat tempur teknologi generasi ke 5 AS dianggap kalah kualitas dalam beberapa hal dibanding teknologi generasi 4 pesawat tempur milik Rusia, tampaknya Amerika Serikat (AS) tidak tahan berlama-lama melihat ganasnya aneka jenis dan tipe pesawat tempur Rusia di atas langit Suriah. Salah satu perhatiannya pada sosok Sukhoi paling bergengsi, Su-35. Diam-diam AS tak mau kalah ingin menghadirkan pesawat tempur tercanggih yang dimiliki saat ini (produksi 2006 hingga saat ini).

Menurut informasi hingga kini belum ada keterlibatan F-35C JFS atau F-35 varian lainnya milik AS (sekutu) di Suriah. AS masih mengandalkan F-15C Eagle, F-22 Raptor B-2 Spirit pengebom, beberapa F-16 dan lainnya. Akan tetapi desakan itu telah lama muncul agar AS menggunakan burung besi paling handal tersebut.

Nationalinterest melaporkan (3/11) tentang kemungkinan AS akan menurunkan F-35 B di Suriah dengan alasan agar lebih siap menyerang ISIS. Apakah cuma itu alasan AS atau ada tujuan lain setelah melihat betapa ganas dan trengginasnya Su-35 Russia menyapu satu demi satu pertahanan ISIS (termasuk sayap militer grup pemberontak lainnya) meninggalkan kesan betapa seriusnya Rusia dalam memadamkan kejayaan ISIS di Suriah?

Apapun alasan di balik wacana atau rencana tersebut mari kita simak karakteristik secara umum antara Shukoi 35 S (Su 35) dan F-35 Lightning II (F-35) dan bagaimana teknologinya sehingga diyakini mampu menuntaskan perlawanan ISIS dan afiliasinya di Suriah dan Irak.

Sebagaimana diketahui pada saat ini pesawat jet tempur militer (Military Jet) Rusia paling handal saat ini (telah beroperasi sejak 2008) adalah Su-35 S yang merupakan hasil pengembangan Su-27 M yang tuntas produksinya antara 1988 hingga 1995. Selanjutnya sejak 2008, Su-35S mulai diproduksi dan variannya telah dikembangkan hingga menghadirkan Su-35 S yakni sebuah jet tempur terbaik yang pernah ada di Rusia yang didalam istilah NATO diberi lebel Flanker-E atau dikenal juga sebagai Super Flanker.

Su-35 S adalah generasi ke empat dan terakhir super flanker milik Rusia. Mejelang berakhirnya produk era “generasi ke empat” ini pada Su-35, Rusia terlibat mega proyek pesawat tempur generasi ke 5 yang disebut PAK FA (Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation)yang sedang dalam pengembangan. Diperkirakan, generasi ke lima tersebut kan diperkenalkan 2017 kepada publik nanti yaitu T -50.

Sementara itu, AS telah mempunyai pesawat tempur  generasi ke lima lebih dahulu dibanding Rusia yang sedang dalam tahapan pengujian. AS telah memiliki F-35 Lightning II produksi 2006 hingga saat ini (2015) beroperasi sejak 15 Desember 2006 yaitu F-35 Lightning II hasil pengembangan dari X-35.

Jet tempur ini adalah hasil kombinasi dan pengembangan terhadap pesawat tempur tercanggih yang pernah ada Stealth dan pesawat mutakhir lainnya. Sumber resmi F-35 menyebutkan berikut ini :

The F-35 Lightning II is a 5th Generation fighter, combining advanced stealth with fighter speed and agility, fully fused sensor information, network-enabled operations and advanced sustainment. Three variants of the F-35 will replace the A-10 and F-16 for the U.S. Air Force, the F/A-18 for the U.S. Navy, the F/A-18 and AV-8B Harrier for the U.S. Marine Corps, and a variety of fighters for at least ten other countries.

Beberapa variannya adalah F-35A, F-35B dan F-35C JFS  jet khusus yang memiliki perangkat lunak dan kemampuan mengumpulkan data intelijen sehingga disebut juga “mata-mata di angkasa.” karena dilengkapi radar super canggih AN/APG-81 AESA. Salah satu yang membedakan diantara tiga varian palingnya utama adalah :

Varian F-35A mengggunakan sistim take off dan landing konvensional atau CTOL. Varian F-35B sudah mengguanakan sitim STOVL dan varian F-35C varian paling ekslusif menggunakan sistim CATOBAR (CV) yakni yakni kemampuan tinggal landas pada jalur take off pendek dan tinggal landas secara vertikal serta sejumlah kemampuan teknologi kecepatan mengalahkan F-22 Raptor sehingga si burung besi ini paling komplit sebut juga “Eyes of the Sky.” Sumber : militaryfactory.com

AS justru telah duluan menghasilkan pesawat tempur generasi ke 5 atau FGFA (Fifth Generation Fighter Aircraft) yaitu F-35 Lightning II pada 2006 lalu. Pesawat generasi ke 5 AS (khususnya jenis F-35B dan F-35C jSF). Beberapa jam lalu, saat tulisan ini dibuat, F-35A dikabarkan telah berhasil memasang dan menggunakan senjata baru ketiganya Gun Airborne Unit (GAU)-22/A 25mm di bagian sayap pesawat tersebut. Sumber : gizmag.com

AS  kini sedang mengembangkan teknplogi pesawat tempur generasai ke enam yang masih belum dipublikasikan peluncurannya. Mega proyek tersebut akan dimulai pada tahun anggaran 2018 dimana konsep umumnya adalah menghdirkan mesin berteknologi ADaptive Versatile ENgine Technology (ADVENT).

Jangkauan lebih panjang dan mampu mereduksi risiko lebih tinggi serta kecepatan hingga 2,5 mach dan dilengkapi 3 ketagori sistim persenjataan laser (sesuai tipenya). Diperkirakan jenis ini akan melengkapi armada AL AS (Navy) pada 2026 dan AU AS (USAF) pada 2032.

Kembali ke topik Su-35 S dan F-35 pada tulisan ini. Ke dua pesawat tempur inilah yang akan dibahas pada tulisan ini yaitu F-35 Lightning II Vs Su-35 S.

Beberapa keunggulan sisi teknis Su-35 adalah :

  • Dari sisi harga. Su-35 unggul Harga sebuah F-35 Lightning II: $97,900,000, sementara Su-35 lebih murah$9,800,000 dari F-35 Lightning I.
  • Dari sisi daya jangkau. Su-35 unggul dalam bdang daya jangkau, Su-35 memiliki jangkauan sejauh 1944 nautical miles sementara itu F-35  lebih kecil sedkit (-706 nm) atau sejauh 1.238 nm.
  • Ketinggian maksimal. F-35 unggul dengan ketinggian maksimal mencapai 59.728 kaki. Sementara Su-35 hanya 59.100 kaki
  • Berat saat Take off. F-35 unggul dengan berat maksimal 70000 lbs. Sementara Su-35 hanya 76059 lbs atau Pon ( 1 lbs = 0,45 kg)
  • Daya angkut. Su-35 unggul dengan kemampuan angkut hingga 19168 lbs. Sementara F-35 hampir 18000 lbs
  • Sistim persenjataan. Su-35 lebih unggul. Meski teknologi mesinnya masuk generasi ke 5 tapi persenjataannya pada umumnya sudah menggunakan sistim laser dibanding AS akan digunakan AS pada umumnya di generasi ke 6 nya. Su-35 menggunakan sistim persenjataan berikut :
  • Senjata yang biasa digunakan di kapal angkatan laut “Guns Onboard” kaliber 30mm dengan kemampuan semburan sebanyak 150 butir peluru per detik (150 rds)
  • Misil udara ke udara (AAM) dipandu laser Kh-59ME Kh-31A, Kh-31P Kh-29T(TYe), Kh-29L
    Bom dipandu laser KAB-500KR, KAB-500OD KAB-1500KR, KAB-1500L
    Bom FAB-500T BETAB-500ShP ODAB-500PM OFAB-250-270 OFAB-100-120 P-50T
    Bom cluster RBK-500 SPBE-D
    Misil udara ke darat S-8KOM, S-8OM, S-8BM S-13T, S-13OF S-25OFM-PU
    Sejumlah tipe misil berpandu aneka tipe jangkauan dapat dipasang di Su-35
  • Isi tanki bahan bakar penuh, 4410 gal (1 gal = 4,55 liter)

Sementara F-35 mempunyai aneka kelebihan lainnya dan menyandang sistim pesenjataan dipandu laser berikut :

  • Guns Onboard 30mm gun with 150 rds
    Missil dipandu laser AIM-9X Sidewinder dan AIM-132 ASRAAM
  • AIM-120 AMRAAM BVR AAM
  • Storm Shadow si “Penjelajah” dipandu laser AGM-158
  • Joint Air to Surface Stand-off Missile (JASSM) cruise missile
  • Aneka bom yang dipandu serta misil udara ke udara dipandu laser R-27R1(ER1) R-27T1(ET1) R-27P(EP) R-73E RVV-AYe

Komparasi dimensi lainnya dapat dilihat di sini : planes.axlegeeks.com

Salah satu analisis tentang betapa petingnya kemampuan terbang tinggi pesawat tempur dalam menembakkan rudal udara ke udara dapat dilihat ilustrasinya pada analisa jakartagreater berikut ini :

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/12/image0171-e1419005654437.jpg

Melihat pada kemampuan masing-masing karakteristikmya maka si penyerang garang (Su-35) dan siluman mata-mata angkasa (F-35) sama-sama menyandang teknologi senjata laser kini akan menghiasi langit Suriah untuk tujuan perang melawan ISIS. Akan tetapi sesungguhnya dibalik tujuan itu adalah perang taktik mencuri informasi antara AS dan Rusia dalam konflik tersebut.

Walaupun keduanya sekarang sepakat berkoordinasi dalam membagi peta dan ruang wilayah serangan di Suriah jangan harap antara keduanya tidak mencuri informasi masing-masing. Pilot AS dan Rusia memang sering bertemu diangkasa dan bertegur sapa pada jarak aman tapi tak tertutup kemungkinan antara keduanya saling intip dan intai program serangan masing-masing.

Lalu jika suatu saat terjadi mis komunikasi akibat kesalahan teknis atau informasi lalu kedua pilot terlibat duel “War Dog” di udara dengan sistim pesenjataan dan teknologi disebut di atas, siapakah pemenangnya? Tidak ada yang menang bukan?

Jika pun dipaksa siapa yang menjadi pemenang, jelas pemberontak Suriah yang sedang menanti pertunjukan laser “air show” di atas langit Suriah sebagai pemenangnya…

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s