Kisah “Penculikan” Assad Dua Hari ke Moskow

http://cdn2.img.sputniknews.com/images/102888/54/1028885493.jpg

Sebutan menculik disebut pada tulisan ini menggunakan tanda kutip menjadi “menculik” karena sesungguhnya terdapat sebuah kondisi yang memaksa (mengharuskan) membawa Assad untuk upaya penyelamatan yang bersifat sementara. Kondisi ini mirip dengan sebuatan penculikan terhadap Soekarno saat diculik dan di bawa ke Rengasdengklok untuk menghindari issue penangkapan terhadap Soekarno beberapa saat menjelang Kemerdekan RI diumumkan tempo dulu.

Proses penculikan terhadap Assad sebetulnya jauh lebih halus atau mungkin saja tidak dirasakan oleh Assad sendiri dan umum karena dikemas sedemikian rupa oleh Rusia melalui proses yang cepat, tepat dan memerlukan kehati-hatian yang amat tinggi sehingga mampu terbang meloloskan dirinya “melangkah” di atas wilayah satu negara hingga ke negara lain pada kondisi sedang menjadi incaran (buronan nomor wahid) aliansi Arab, pemberontak, Turki, UE dan AS.

Saat tiba di Moskow beritanya dikemas sedemikian rupa untuk membangun opini dan kesan bahwa Bashar al-Assad berkunjung ke Suriah dalam rangka undangan dan kunjungan kenegaraan biasa. Selain minta dukungan, perlindungan dan kerjasama juga untuk mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terjalin sebelumnya.

Proses kembalinya ke Suriah juga sangat tertutup rapat, nyaris tidak ada yang mampu memonitor perkembangannya, tahu-tahu Assad sudah kembali ke negaranya, membuktikan proses perjalanan tersebut bukan pekerjaan biasa melainkan sebuah operasi intilijen terpadu super rahasia dengan risiko teramat tinggi. Kepulangannya juga mampu mematahkan dugaan akan terjadi kudeta pada Assad selama ia diasingkan yang ternyata tidak menjadi kenyataan. Kondisi ini langsung mengirim pesan pada rival Assad bahwa ia masih diharapkan oleh tentara, rakyat dan negara Suriah.

Soal strategi dan kecepatan culik menculik yang dikemas dengan rapi Rusia memang jagonya. Mari kita lihat sedikit saja (hanya empat paragraf) ke belakang kesan yang tertangkap kita saat Rusia duluan menginjakkan kaki di Berlin pada 30 April 1945 saat Belin dapat direbut melalui serangan kombinasi AS dan sekutunya dari barat dan intevensi sejak 15 April 1945 tentara merah Rusia + Polandia dari timur. Tepatnya 30 April 1945 pada pukul 22.45 bendera Uni Soviet (Rusia) dikibarkan di kawasan Tiargarten, Berlin menandakan Rusia telah menguasai Berlin di mana 7 jam sebelumnya dikabarkan Hitler dan Eva Braun bunuh di di sebuah bunker Reichstag.

Meski Rusia lebih dahulu berhasil menduduki Berlin namun perang penaklukan Berlin itu baru benar-benar berakhir pada 2 Mei 1945 saat pasukan sekutu tiba di Berlin setelah melalui perjuangan berat dari sisi barat Jerman.

Peristiwanya telah lama usai namun sejarahnya meninggalkan polemik panjang tentang bunuh dirinya Hitler atau pelarian Hilter menghangat kembali sejak 1975 hingga saat ini. Banyak pihak meyakini bahwa sesungguhnya Hitler berhasil diselundupkan ke Argentina dan tokoh yang bunuh diri adalah sosok yang mirip Hitler. Akan tetapi dunia secara umum meyakini bahwa Hitler telah tewas pada saat Rusia menaklukan Reichstag pada 30 April 1945.

Walaupun ada dugaan Adolf Hitler justru diselamatkan lebih dahulu untuk melarikan diri ke Argentina tapi sejarah dunia MENCATAT Adolf Hitler telah tewas beberapa jam sebelum Rusia menaklukkan Reichstag, Berlin pada 30 April 1945. Bahkan jika pun benar Hitler telah tewas pada saat Rusia menaklukan Jerman, mayat Hitler pun masih dibicarakan dimana tengkorak Hitler ternyata diculik Tentara Merah (Rusia) ke Kremlin, Moscow.

Penculikan yang terjadi terhadap Bashar al-Assad, Presiden Suriah memang berbeda plot cerita dengan kisah Hitler di atas. Rusia yang dahulunya bersama sekutu justru menyerang Berlin kini malah membantu Assad dengan menyerang lawan (pemberntak) Suriah, akan tetapi strateginya tetap sama, yaitu :

  1. Mengirimkan armada atau arsenal perang yang sangat besar ke sekitar arena front pertempuran
  2. Bersaing dan beradu kecepatan dengan AS dan sekutunya
  3. Bersama sekutu memiliki pandangan sama terhadap lawan IISIS)
  4. Memelihara pengaruh di kawasan yang diduduki

Reputasi intelijen Rusia beraroma penculikan terjdi di wilayah negara lain adalah pada kasus Edward Snowden yang diincar dan menjadi buronan AS sejak 2013 ternyata berhasil lolos dan tiba di Moskow dengan selamat pada 26 Juni 2014. Menurut beberapa informasi (misalnya 20committee.com), Rusia memegang peranan penting dalam pelarian Edward mantan ahli komputer di salah satu badan intelejien AS (NSA). Intelijen Rusia (SVR) di Hongkong berhasil “menculik” Ed ke Rusia dan menguburkan (sementara) rencana besar Mossad dan CIA menangkap Snowden di Hongkong.

Contoh penculikan di wilayah negara lainnya ketika agen intelijen Rusia menangkap intelijen Estonia (KAPo), Eston Kohver di dalam wilayah Estonia dekat perbatasan Estonia – Rusia pada 5 September 2014. Kohver telah diintai beberapa waktu oleh FSB karena melakukan operasi intelijen megumpulkan informsi intelijen di perbatasan Rusia atas nama negara pecahan Uni Soviet. Kohver di bawa ke Moskow dan berada dalam pengawasan Kremlin.

Sangat banyak peristiwa penculikan masa kini (era Rusia) seperti penculikan pilot Helikopter Ukraina, Nadya Savchenko yang dituding pemerintah Ukrain bahwa intelijen Rusia telah merekayasa skenario meminta Nadya menyeberang ke perbatasan Rusia sebelum ditangkap dan dibawa ke Moskow pada 8/7/2014 lalu. Peristiwa lainnya adalah penangkapan salah satu ahli mekanik AU Ukraina, Agapov yang memberi kesaksian tentang keterlibatan pilot Ukraina pada peristiwa penembakan MH-17 pesawat komersial Malaysia di Ukraina timur pada 17 Juli 2014 dan masih banyak lainnya.

Apa sebab Assad “diculik” sementara waktu?

Perjalanan rahasia dua hari Assad terungkap setelah berkembangnya beberapa kondisi atau peristiwa penting terkait Suriah yang diperlihatkan aliansi AS-Arab-Turki memperkuat kubu oposisi (pemberontak) saat Rusia terlibat serangan udara total terhadap lawan Assad. Beberapa kondisi itu adalah :

  • Semakin terbukanya bantuan AS dan sekutunya (Arab+Turki) pada pemberontak Suriah
  • Pemberontak moderat menolak kerjasama dan uluran bantuan Rusia
  • Penolakan Arab Saudi melibatkan Assad dan Iran dalam pembicaraan perdamaian Suriah (Iran akhirnya dilibatkan pada pertemuan tersebut).
  • Wacana skema masa transisi jika Assad dipastikan tidak berkuasa lagi sdi Suriah
  • Wacana persiapan pemilu Suriah tanpa Assad
  • Wacana masa depan politik Suriah
  • Wacana kepimpinan 6 bulan Bahsar al-Assad dalam masa transisi. Turki telah menerima solusi. Sumber: news.yahoo.
  • Terbongkarnya informasi persiapan serangan besar kubu Pemberontak ke ibukota Damaskus dari sebelah selatan Suriah atau dari perbatasan Jordania.

Sejumlah kondisi di atas telah ditangkap oleh Rusia dan Iran beberapa bulan lalu. Hal itu dianggap sebagai sebuah tanda yang dapat membahayakan sekutu mereka Bashar al-Assad sekaligus membahayakan peranan Rusia-Iran dalam kawasan tersebut.

Adanya upaya serangan besar-besaran pemberontak terhadap Damaskus beberapa hari sebelum Assad berangkat ke Moskow yang diperkirakan datangnya dari kekuatan dukungan Arab Saudi dan Jordania yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2015. Sebuah laporan menyebutkan, KSA dan Jordania merencanakan serangan besar ke ibukota Damaskus melalui provinsi Daraa dan Quneitra. sumber : sott.net 28/10/2015

Rencana tersebut bocor ke Rusia sehingga sejumlah pesawat tempur Rusia yang sedang berrtugas di front utara, mengubah arah serangan ke selatan Suriah. Serangan ke Daraa dengan target menghancurkan ISIS sementara di Quneitra mengahncurkan Font al-Nusra

Untuk membendung rencana tersebut dapat kita lihat bagaiman pada 19 Oktober 2015 pesawat Rusia meraung-raung di atas langit Jobar, Ghouta di Provinsi Damaskus menahan laju serangan pemberontak dari provinsi Quneitra dan Daraa yang dilaporkan sedang menyusup ke Jobar sebelum ke arah ibukota Damaskus.

Rusia juga untuk pertama kalinya menyerang di Tal al-Harra dan Tal Antar dekat Deir al-Adas provinsi Daraa serta di sekitar dataran tinggi Golan, Quneitra (dekat perbatasan Israel) untuk melumpuhkan gerak maju ISIS yang bergerak ke arah Jobar. Sementara itu pasukan darat SAA dan aliansi terlibat pertempuran skala besar di Jobar dan daraa pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2015 yang menimbulkan korban jiwa ke dua belah pihak dan kerugian besar di kubu pemberontak. Menurut informasi arrahmahnews 19/10/2015  pasukan Suriah telah mengepung dan membunuh seluruh anggota front al-Nusra di sekitar desa al-Gharbiyeh di wilayah Selatan, Provinsi Dara’a.

Apakah ada kaitannya dengan ancaman tersebut atau hanya kebetulan saja, tak lama setelah bocornya informasi tersebut pada 19 Oktober 2015 malam Assad dikawal intelijen dan pasukan khusus Rusia dengan rencana sangat rahasia di bawa dari Damaskus ke pangkalan udara Hmeymim di Lattakia. Sebuah pesawat Ilyushin Il62M nomor registrasi RA-86539 telah menanti untuk menerbangkan Assad melalui udara Irak, kemudian membelah langit Iran bagian utara sebelum mengarah ke laut Kaspia hingga tiba di Moskow pada 20 Oktober 2015 waktu setempat.

Kelihatannya Rusia ingin segera mengakhir pertumpahan darah di Suriah melalui caranya dengan cepat. Rusia dan Iran kelihatannya tidak akan berlama-lama lagi menghabiskan energi mereka untuk Suriah oleh karena itulah Rusia menambah kekuatan besar untuk ekspektasi mengakhiri gejolak paling berbahaya di atas muka bumi saat ini.

Rusia pasti tidak ingin berlama-lama di Suriah, hal ini sesuai dengan analisa yang disampaikan oleh analis politik luar negeri Rusia, Dmitry Trenin dari The Moscow Carnegie Center. dalam keterangannya diukutip dari hestar.com  21 Oktober 2015 lalu.

Jika perang berakhir atau minimal perdamaian tercipta, Rusia telah menemukan pencapaian yang mereka harapkan yakni, menjadi pelopor perdamaian Suriah. Jika pembicaraan damai Wina berlangsung sukses maka kesepakatan Iran-Arab Saudi dan Turki akan mengakhiri konflik Suriah dalam waktu dekat ini, minimal persiapan menuju masa transisi akan menurunkan intensitas peperangan selain sama-sama fokus menghabiskan masa peranan ISIS bermain di Suriah.

Dari arena dialog damai untuk Suriah di Wina kemarin (30/10) sejumlah negara kunci meminta Iran dan Arab Saudi untuk mengakhiri konflik paling berbahaya di dunia pada dekade ini. Dalam pertemuan 11 negara + Uni Eropa tersebut sengaja tidak mengundang perwakilan dari pemerintah Suriah dan Pihak pemberontak agar pembicaraan dan solusi dapat lebih fokus dan cepat diputuskan.

Tindakan penyelamatan Assad oleh intelijen Rusia menghasilkan banyak pesan kepada rival Assad dan negara yang anti terhadap rezim Suriah. Apapun yang dimainkan Rusia kita harapkan benar-benar segera mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Sangat disayangkan jika aksi Rusia, Iran, AS dan sekutunya justru menimbulkan makin parah terhadap rakyat dan negara Suriah dan mengakibatkan peperangan semakin luas dan mendalam, apalagi AS sedang bersiap menerjunkan pasukan khusus untuk pertempuran di darat. Jika ini terjadi, apa yang akan terjadi? Trik seperti apa lagi yang akan dimainkan Rusia? Wallahualam…

Salam AGI

abangggeutanyo.

Sumber gambar : http://www.alwaght.com/Files/News/1394-7-29/84264974a5ce40d792f36839f19f969a.JPG

Rute perjalanan pulang Assad dari Moskow ke Latakia, Suriah

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s