Toyota Hilux Kendaraan Populer ISIS? Ini Sebabnya

Toyota Hilux ISIS di Suriah. Dok.abanggeutanyo

Sesungguhnya kehadiran Toyota Hilux bersenjata penangkis serangan udara atau bersenjata mesin mulai terlihat pada kubu pemberontak Libya saat perang saudara menggulingkan Khadafi melanda Libya 2011 lalu. Hampir semua grup pemberontak memiliki kendaraan mirip Hilux yang pada umumnya bercorak putih tersebut. Selain digunakan sebagai kendaraan pengangkut senjata anti serangan udara kendaraan tersebut juga digunakan untuk mengangkut dan memindahkan pemberontak. Kendaraan lainnya yang familiar digunakan di Libya saat itu adalah Toyota Land Cruiser SUV’s.

Tidak bermaksud promosi, kendaraan jenis ini dianggap sebagai kendaraan yang mudah dioperasikan, daya tahannya sangat kuat dan perawatannya juga mudah. Medan gurun pasir, jalan terjal dan curam berlubang dan menggilas aneka material ukuran sedang di rintangan medan sempit masih mampu membuat kendaraan ini bergerak lincah. Mungkin itu sebabnya jenis Hilux ini diminati oleh sejumlah kelompok pemberontak Timur Tengah.

Padahal untuk kendaraan sejenis dengan itu Toyota masih punya yang kelasnya lebih tinggi dan ukurannya lebih besar. harganya juga lebih mahal, yaitu Toyota Tacoma and dan Toyota Tundra. Itu sebabnya juga Hilux menjadi pilihan dan sangat diminati pemberontak Timu Tengah sekaligus juga mampu mematahkan persaingan kendaraan sejenis dari Jepang sendiri maupun Eropa dan AS seperti Nisan Frontier, Mazda, Isuzu, Land Rover, Chevrolet, Silverado 1500, Titan, Reynolds, Ford Rancheros, Chevy dan sebagainya.

Tapi apa daya, keunggulan seperti itu kini justru membuat pihak Toyota Corporation sedikit terganggu karena mulai muncul stigma seakan-akan Hilux identik dengan kendaraan teroris yang kian mengguncang setelah beberapa pejabat AS mempertanyakan (entah serius atau tidak) pada Toyota tentang fenomena semakin maraknya Toyota di dalam ISIS.

Sesungguhnya pertanyaan tersebut berawal dari pengakuan salah satu pejabat FSA pada April 2014 tahun lalu dalam wawancara dengan siaran radio AS, Public Radio International (PRI).

Oubai Shah Bander salah satu penasehat dalam Syrian National Coalition yang berkedudulan di Washington diwawancarai radio AS  mengatakan “Departemen luar negeri AS kembali mengirimkan bantuan (non senjata) berupa 43 unit kendaraan Toyota (pickup) kepada kami,” katanya seperti dikutip dari speisa.com

Shah Bander menambahkan AS memberikan Hilux yang sudah dipersenjatai. Kendaraan tersebut memudahkan untuk kegiatan kemanusiaan, pengiriman pasukan dan mobilisasi serangan (kegiatan operasional). Sumber : PRI 1/4/2015

Entah PERNYATAAN pejabat FSA tersebut yang menuai reaksi media massa atau PERTANYAAN pejabat AS yang justru memancing perhatian jurnalis menyelidiki peristiwa tersebut sehingga berbagai media massa dan portal berita online berbondong-bondong menyelidiki misteri apa dibalik fenomena Toyota di balik ISIS. Sebut saja beberapa diantaranya, yaitu :

Pada 6 Oktober 2015, portal berita ABCNews menurunkan artikel tentang sejumlah pertanyaan dari pejabat di AS, diantaranya adalah Mark Wallace, mantan Dubes AS untuk PBB yang kini menjabat sebaga CEO Counter Extremism Project. Wallace mengatakan bahwa ISIS telah menggunakan Toyota untuk kepentingan aktifitas militer dan teror atau sejenis dengannya. “Kita dapat melihat konvoi ISIS dalam banyak video memperlihatkan mereka berkonvoi dengan Toyota.” katanya seraya menyangkan kendaraan Hilux dan Land Cruiser SUV’s digunakan oleh ISIS, seperti dikuti dari abcnews

Sementara itu, Lukman Faily, Dubes Irak untuk AS mempertanyakan dari mana datangnya mengapa ratusan kendaraan Toyota itu bisa sampai ke tangan ISIS pada tahun ini. “How could these brand new trucks… these four wheel drives, hundreds of them — where are they coming from?” , tanya Faly kepada ABCNews.

usatoday 9/10/2015 pada juga menurunkan berita dengan judul sangat hati-hati “U.S. probes why ISIS uses Toyota trucks.” Laporan yang dibuat kolumnis Christ Woodyard membuat laporannya tentang pejabat  AS  meminta konformasi pada pejabat Toyota di AS menanggapi issue adanya kerjasama pemasok Toyota Hilux ke tangan ISIS.

Berita hangat itupun menjadi topik di sebuah kanal berita hiburan online The Hollywood Repporter (THR) portal entetaimen  di Los Angeles AS berbasis televisi. John Oliver, pembawa acara pada segemen khusus tentang issue Toyota dan ISIS (12/10/2015) mengeluarkan kalimat sarkatis berbungkus canda, mengajak penonton memesan Toyota dan bernegosiasi dengan salesman teorris “Come on down to ISIS Toyota — our salesmen are terrorists you can negotiate with!,” katanya. Sumber: hollywoodreporter

Sementara itu, CNBC  menurunkan judul luar biasa kerasnya dengan judul “ISIS’ Toyota pickups are presents from the CIA pada 15 Oktober 2015 lalu.

Pada 16 Okotber 2015 The truthandaction menuruntkan judul “ISIS Enjoys New Toyota Trucks – Courtesy Of The USA,” menuai reaksi komentar panjang mencapai 2991 komentar. Salah satunya yang terkeras adalah

Kini berita (issue) disebut di atas semakin ramai diperbincangkan. Sangat banyak media online dan media massa mengutip topik tersebut dengan judul bernada menyindir, “ISIS Favorites cars are …..Toyota???”

Ed Lewis, direktur kominikasi dan kebijakan publik yang berkedudukan di Washington memberikan pendapat datar-datar saja. Keterangannya TIDAK mencerminkan kekuatiran Toyota sedikitpun atas fenomea tersebut. Tak ada kesan Toyota seperti kebakaran jenggot dengan pertanyaan pejabat AS tersebut.

Menurutnya tidak mungkin mengetahui pihak ke tiga mana yang menggunakan produk mereka (Toyota). Ia memberi pernyataan tegas, “Yang jelas Toyota mempunyai kebijakan yang kuat untuk tidak menjual kepada pembeli yang berpotensi merubah kendaraan untuk kegiatan paramiliter atau teroris,” katanya pada Alex Hosenball dkk dari ABCNews.

Lewis menambahkan, sangat sulit memonitor produksi mereka dipakai oleh pihak ke tiga. Sangat tidak mungkin pembuat mobil mengetahui pemakai mobil adalah saluran (kelompok) ilegal, tulis ABCNews.

Bagaimana proses pengiriman Toyota untuk ISIS bisa terjadi?

Sebagaimana diketahui bersama ISIS adalah kelompok organisasi milisi terkaya di dunia. Melihat pada kemampuan finansial dan penguasaan terhadap kilang minyak di Irak dan Suriah sekian lama, diperkirakan ISIS sanggup membeli kendaraan mewah sekalipun digunakan untuk bertempur. ISIS sanggup membeli yang baru maupun kendaraan bekas yang diselundupkan oleh jaringannya dari beberapa negara.

Meski pernyataan pejabat Toyota telah disebutkan di atas, ada baiknya kita telusuri sejenak bagaimana proses pemberian atau kita sebut penyelundupan kendaraan Toyota tesebut sehingga sampai ke tangan ISIS. Berikut beberapa informasinya.

Berbagai media telah melaporkan bahwa ratusan kendaraan jenis Toyota Hilux hilang dari jalan-jalan Sydney, Australia yang ternyata telah dikapalkan untuk tujuan Turki atau Timur Tengah. Dari 2014 hingga 2015 saja telah terjadi kehilangan 834 Hilux di wilayah New South Wales (NSW). Pencurian kendaraan di NSW meningkat 28% dari tahun sebelumnya.

Polisi NSW dan perusahaan asuransi telah mengetahui bahwa sebagian kendaraan yang hilang tersebut telaj dikapalkan tujuan Turki untuk seterusnya masuk ke Suriah dari perbatasan kedua negara. Kami tahu Hilux sangat disukai geng kriminal di Timur Tengah. Geng pencuri Hilux di Ausstralia bekerjasama dalam pengiriman antar benua, seperti diungkapkan oleh Ray Carroll of the National Motor Theft Reduction Council yang dikutip dari dailytelegraph pada 17/8/2015 lalu.

Media lainnya news.com melaporkan pada 6 Oktober 2015, kasus pencurian Hilux di Australia menempati ranking teratas kasus pencurian jenis mobil seantero Australia yang tumbuh 10% sepanjang 12 bulan terakhir. Pencurian Hilux sendiri tumbuh 28% dalam periode yang sama. Empat dari 10 Hilux yang dicuri tidak akan pernah ditemukan. Total kerugian akibat pencurian Hilux yang tidak ditemukan mencapai USD 23,8 juta, menurut laporan tersebut.

Selain Australia, kendaraan SUV 4×4 (lainnya) juga diberikan untuk pemberontak oleh pemerintah Inggris pada 2013 lalu. Bantuan itu bersamaan dengan sejumlah bantuan lainnya untuk Free Syarian Army (pemberontak) bernilai 8 juta poundsterling, meliputi : lima unit 4×4 vehicles with ballistic protection; 20 sets of body armour; empat unit trucks (three 25 tonne, one 20 tonne); enam unit kendaraan 4×4 SUVs; lima unit kendaraan non-armoured pick-ups; one recovery vehicle; empat  fork-lifts; three advanced “resilience kits” for region hubs, designed to rescue people in emergencies; 130 set solar powered batteries; around 400 radios; water purification and rubbish collection kits; laptops; VSATs (small satellite systems for data communications) and sejumlah printer. Sumber : Independent.co.uk 11/8/2013

Meski jenis SUV bantuan Inggris di atas tidak menyebutkan Toyota, yang jelas kendaraan sejenis dengannya sudah mulai masuk ke tangan pemberontak sejak lama yang mungkin pada tahap berikutnya “direbut”  ISIS.

Tidak saja Inggris yang mengirim bantuan kendaraan tersebut, AS juga memainkan peranannya seperti dilaporkan oleh
US foundation-funded Public Radio International (PRI) pada 1 April 2014 telah disebut di atas.

Selanjutnya kendaraan tersebut dikumpulkan di perbatasan Turki – Suriah atau Jordania -Suriah atau Irak-Suriah.Intelijen Turki dan Jordania dilibatkan untuk meloloskan kendaraan tersebut ke Suriah.

Dengan demikian tak heran mengapa jenis SUV mirip Hilux sangat banyak ditangan ISIS dan pemberontak Suriah saat ini. Maka sesungguhnya pejabat AS tidak perlu bertanya kepada Toyota mengapa kendaraan produksi Toyota sampai ke tangan ISIS atau pemberontak Suriah dalam jumlah berlimpah, sebab sesungguhnya jawabannya ada pada pejabat AS sendiri.

Pantas jika Toyota tidak seperti kebakaran jenggot menanggapi pertanyaan dari pejabat AS tentang kendaraan tersebut bisa tiba di Suriah dengan disain sesuai dengan peruntukannya untuk pemberontak anti pemerintah dan ISIS di Suriah.

Dari Asutralia Hilux tersebut telah mengarungi berbagai samudera dan melewati beberapa benua. Kendaraan tersebut akhirnya tiba dengan selamat sampai di Suriah setelah melalui perjalanan panjangnya, Ironisnya kini berhadapan kembali dengan risiko tak kalah besar, yaitu menjadi sasaran serangan udara Rusia.

Salam AGI

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s