Siasat Turki dan Taktik Rusia Bertemu di Kancah Suriah

http://cdncms.todayszaman.com/todayszaman/2015/07/30/225110.JPG

Hingga hari ke 20 missi kampanye pemboman Rusia terhadap ISIS sejak 30 September 2015 lalu, Rusia telah melaksanakan 750 kali serangaan udara dari markas besar pangkalan udara Lattakia. Pada hari ke 20 intervensinya untuk pertama sekali 3 orang petempur Rusia tewas dalam pertempuran Selasa 20/10/2015 di front Lattakia tempat berkumpulnya sejumlah petempur dari SAA (tentara Suriah), Pasukan Iran, milisi Hizbollah, ISIS (selanjutnya disebut IS) dan pemberontak non IS.serta pasukan Rusia tentunya.

Dua hari terakhiri media barat  banyak menurunkan berita tentang tewasnya 3 pasukan Rusia di Suriah. Akan tetapi Menteri pertahanan Rusia telah membantah tewasnya 3 pasukan mereka di Suriah akibat pertempuran dengan kelompok Jihadis. Sumber : presstv.ir. Sementara itu Dubes Rusia di Damascus menyatakan tidak ada informasi pasukan Rusia tewas di Suriah.

Rusia telah melakukan penandandatanganan perjanjian kerjasama dan koordinasi serangan udara dengan AS  pada Selasa (20/10) untuk mengeliminir potensi risiko salah serangan antar pilot AS dan Nato yang dapat terjadi sewaktu-waktu karena salah informasi.

Sehari setelah perjanjian dengan AS tentang koordinasi serangan udara, Rusia semakin leluasa. Pada hari Rabu 21/10/2015, informasi japantoday dalam 24 jam terakhir Rusia melaksankan 60 misi serangan udara ke lokasi al-Nusra bagian timur Provinsi Deir Ezzor dan meledakkan gudang senjata di Idlib.

Pada serangan 24 jam terakhir (21/10) 45 orang pejuang dilaporkan tewas termasuk kepala staf FSA, Basul  zamo (kapten dalam SAA) di pesisir Jaba al-Akard Provinsi Latakia. Demikian laporan Rami Abdurrahman kepala perwakilan  Syrian Observatory for Human Rights.

Beberapa media pro Rusia menurunkan artikel tentang peranan Turki menambah kekuatan milisi pemberontak seperti dikutip dari veteranstoday dan farsnews menuding Turki diduga telah memasukkan 200 petempur (milisi) Ahrar al-Sham dari kelompok yang akan memperkuat Fornt al-Nusra di Idlib. Jarak antara Lattakia ke Idlib (ibukota provinsi Idlib) hanya 124 km tak sampai 1 jam perjalanan dengan kendaraan.Diantara 200 petempur Ahrar al-Sham tenaga baru tersebut hanya 13 orang saja yang berasal dari negara Arab, selebihnya adalah non arab yang mungkin berasal dari berbagai negara diluar Arab, termasuk Turki sendiri.

Ahrar al-Sham adalah salah satu grup milisi pemberontak terbaik di Suriah yang berafiliasi dengan Jabhat al-Nusra yang juga berkaitan dengan al-Qaeda . Grup yang dilatih AS (CIA) di Turki atas dukungan dana Qatar dan Saudi Arabia ini dibentuk pada pertama sekali pada Desember 2011 dengan nama Harakat Ahrar al-Sham al-Islamiyya berkekuatan 10.000 personil. Barlulah pada 31 Januari 2013 dinamakan  Ahrar al-Sham yang diperkirakan mempunyai kekuatan hingga 15.000 personil.

Sejak 2014 lalu sampai kini Ahrar al-Sham dipimpin oleh Abu Yahia al-Hamawi dengan idiologi Sunni Salafi. Salah satu donatur penting grup Ahrar al-Sham adalah Sheikh Hajjaj al-Ajam dari Qatar. Menurut National Inteligence, Ahrar al-Sham adalah salah satu grup pemberontak paling efektif di Suriah. Sumber : web.stanford.

Mengapa Turki mendanai, melatih, mempersenjatai serta memfasilitasi  Ahrar al-Sham salah satu grup paling berpengaruh di Suriah daripada membantu  FSA, padahal anggota Ahrar al-Sham banyak milisi asing? Sampai kini belum jelas betul apa alasan dibalik strategi Turki tersebut. Yang jelas Turki kurang tertarik memfasilitasi FSA yang murni bertujuan menggulingkan Assad tapi kurang militan dan kurang kompak organisasinya hingga terkesan terceri berai dalam pergolakan dan persaingan revolusi di Suriah.

Berikut beberapa keterangan milisi asing yang pernah berjuang untuk Ahrar al-Sham. Mereka adalah Shaam dan Ibrahim, dua dari ratusan orang Inggris yang berpihak kubu pemberontak. Shaam asal  Midlands, Inggris bergabung dengan milisi Ahrar al Sham di Idlib pada 2013 setelah melihat aksi pemboman rezim Suriah terhadap pemberontak tapi menelan korban jiwa anak-anak Suriah.

Sementara itu, Ibrahim (asal London bagian utara) sama-sama memilih menjadi bagian dari Ahrar al Sham dengan alasan hampir sama yakni karena merasa terpanggil membantu perjuangan rakyat Suriah.

Kedua warga Inggris itu adalah bagian dari 700 orang Inggris yang disebutkatelah n pemerintah Inggris berangkat “berjihad” ke Suriah dan Irak bergabung dengan IS atau afiliasinya. Dari 700 orang tersebut 200 orang telah kembali ke Inggris dan dipenjarakan termasuk ke dua mereka disebut di atas. Diantara 500 yang masih berada di Suriah dan Irak, diperkirakan 50 orang Inggris telah tewas akibat pertempuran. Sumber : bbc.18/9/2015

Meski kesepakatan kerjasama serangan udara Rusia dengan AS telah tercapai, Kanada pada hari ini (21/10) memutuskan untuk menarik jet tempur mereka dari kawasan Suriah dan Irak dengan alasan diplomatis. Kemungkinan besar Kanada telah mempelajari memo kerjasama AS-Rusia yang memberi ruang gerak leluasa pada Rusia untuk mengambil alih tugas secara pelan tapi pasti dalam kampanye global melawan ISIS di Suriah.

PM Kanada baru terpilih, Justin Trudeau menyatakan baru saja berbicara dengan Obama tentang rencana Kanada mengakhiri tugas jet tempur mereka yang seharusnya akan selesai pada Maret 2016. Akan tetapi beberapa pasukan khusus Kanada tetap berada di wilayah Kurdi Suriah untuk memberi pelatihan kepada YPK, katanya. Sumber : newindianexpress.21/10/2015

Menurut catatan The Syrian Observatory for Human Rights berbasis di London, sampai Selasa kemarin (20/10) serangan udara Rusia telah menewaskan 370 orang, termasuk 127 orang didalamnya adalah anak-anak dan wanita.

Di sisi lain, minggu lalu kelompok pejuang juga tak kalah ganas. Dua komandan (termasuk seorang berpangkat Mayor Jenderal) dari Iran’s Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga meregang nyawa. Kedua komandan elit tersebut tewas akibat dua pertempuran di tempat terpisah di Aleppo.

Kesal terus menjadi bula-bulanan Rusia, IS menawarkan hadiah USD15000 kepada anggotanya jika berhasil menembak jatuh atau menangkap pilot Rusia.

Kelihatannya Turki tertarik bermain di balik layar dengan trik dan tidak kehilangan idea untuk “melahirkan” dan membentuk pejuang baru. Turki mengirim pesan pada Rusia harus siap menghadapi risikonya cepat ataupun lambat.

Salam AGI

Gambar :Milisi Nusra Front saat mengontrol daerah Ariha dari SAA. Photo 28 Mei 2015.  (Photo: Reuters)

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s