Donald Trump Rasis Seperti Ini, Tak Menyesalkah Setnov-Fadli Zon?

Donald trum dan mario IndonesiaKekecewaan publik atas sikap rasis Donald Trump (DT) terhadap Tiongkok yang menuduh China sebagai pemerkosa ekonomi AS beberapa waktu lalu telah menjadi sorotan tajam warga AS dan memicu kekecewaan masyarakat dan protes pemerintah RRC.

Trump lalu menyerang imigran Meksiko di AS pada 5 Juli 2015 lalu yang menuai kecaman banyak orang, pejabat negara dan tokoh masyarakat AS. Protes keras juga datang dari Miss Universe Paulina Vega (sehingga rela makhota dicopot karena ikut protes).

Penyanyi terkenal asal Kolombia, Shakira ikut menyesali sikap Trump. Sementara aktris film serial Ugly Betty America Ferrera harus mengucapkan “terimakasih” bermuatan sinis pada Trump atas sikap rasisnya tersebut.

Kicauan Trump kini melengking kembali. Kali ini pernyataannya beraroma rasis dinilai sangat kuat karena berkaitan dengan rasisme soal agama dan Obama.

Pada  sesi debat putaran kedua kandidat GOP yang dilaksanakan pada 17 September 2015 lalu di New Hampsihire, Trump kembali menuai pernyataan kontroversialnya dan kali ini mungkin paling pedas dan keras sehingga menjadi sorotan umum media massa di AS bahkan internasional. Beberapa diantara komentar mengolokkan Trump seperti disampaikan pemilik akun di portal berita InfoWars berikut :

Salah satu portal berita online terkenal AS, The Washington Post menurunkan artikel tersebut pada berita utamanya berjudul, Trump doesn’t correct rally attendee who says Obama is Muslim and ‘not even an American’ Berita tersebut mendapat respon banyak pembaca. Total hit komentator saja mencapai 1534 komentar, pada umumnya memberi rekasi keras terhadap Trump hingga pukul 08.05 saat tulisan ini dibuat.

“Kita punya problem di negeri ini yang disebut Muslim,” dan melanjutkan ke sasarannya “Kita tahu salah satunya adalah presiden saat ini. Anda tahu dia bukan orang Amerika, tidak memiliki sertifikat lahir di AS,” tulis Washington Post pada laporannya (18/9) mengutip pernyataan dalam debat kampanye Trump.

Selain salah menilai tentang agama yang dianut Obama (harusnya adalah Katolik) Trump juga menuding lebih mudah muslim Suriah masuk ke AS daripada kristiani Suriah yang melarikan diri dari ISIS. Trump juga salah menilai sertfika lahir Obama. Sesungguhnya Obama memiliki sertifikat (akte kelahiran) sebagaimana terlihat pada gambar tulisan ini.

Kecaman Trump tergolong sangat pedas tersebut membuat resah Demokrat. Ketua Komite Nasional Demokrat, Debbie Wasserman Schultz menyatakan pernyataan tersebut adalah retorika paling keji dari kubu GOP saat ini. “Pernyataan dari calon GOP tersebut jelas membuat heboh dan mengerikan”

Hillary Clinton dari Demokrat tak kalah panas. Ia pun bersungut-sungut dalam akun twitternya dengan meminta Trump mengentikan orasi sangat polos dan bodoh tersebut.

Beberapa media lainnya seperti BBC mengkritik Trump terhadap pernyataannya yang dinilai berbau rasis tersebut dan tidak benar terhadap Obama. Sementara itu, salah satu acara favorite di Televisi yang dipandu Alex Jones (Alex Jones Show) pada 19/9 lalu menilai Trump telah berbohong kepada rakyat. “Lying to Your Face. Here’s the truth presidential candidates are hiding”

Terkait serangannya terhadap Obama, hingga kini Trump belum memperbaiki pernyataannya meski mendapat kritik pedas warga AS terutama menyangkut pandangannya yang keliru terhadap Obama.

Corey Lewandowski manager kampanye Trump yang dimintai keterangan oleh Washington Post tidak memberi jawaban memuaskan terkait issue adanya fasilitas AS dalam bentuk tempat pelatihan ISIS di AS. Dia memberi jawaban normatif atau datar-datar saja tidak memuaskan menanggapi pernyataan Trump tentang FBI mengetahui dan memfasilitasi tempat pelatihan ISIS di AS.

Issue tentang agama yang dianut oleh Obama memang hangat dibicarakan sejak Obama mencalonkan diri sebagai kandidat dari Demokrat. Berdasarkan informasi Obama beragama Apa.Conservapedia.com mengatakan 1 dari 5 warga AS menduga Obama adalah muslim.

Poling yang dilakukan oleh CNN bekerjasama dengan ORC International yang dilaksanakan pada 4-8 September 2015 lalu melalui pertanyaan via telepon terhadap 1012 responden orang dewasa AS memang memberi informasi yang mengagetkan, meski banyak yang menilai Obama beragama Katolik, tapi 29% nya menduga Obama adalah muslim.

Mungkin saja data di atas data di atas terlalu lemah dalilnya karena jumlah responden terlalu sedikit dan tidak menyebutkan responden berpihak kubu Demokrat atau Republik. Bisa saja dugaan 29% tersebut adalah tanggapan dari pro Republik dan kebalikan juga bisa terjadi dari kubu Demokrat.

Apapun maksud, tujuan, latar belakang dan sumber informasinya, dalam konstelasi calon seorang pimpinan nasional AS yang mengajarkan pada dunia tentang demokrasi, HAM dan menjadi contoh kemajuan peradaban ummat manusia, apakah pernyataan Trump tersebut tidak kekanakan dan pantas untuk menjadi pemimpin AS?

Inikah kandidat yang digadang-gadang oleh anggota DPR RI kita hingga rela berkorban menghabiskan waktu, memperpanjang liburan, menambah jam kunjungan, menambah biaya negara bahkan rela menahan sakit dan maaf hampir tak tertolong jiwanya karena berniat mengunjungi kandidat tersebut, yaitu Donald Trump.

  • Apakah Setya Novanto dan  Fadli Zon tdiak menyesal rela berdiri setengah jam disamping Trump hanya untuk mendapat pujian ditepuk pundaknya bagaikan seorang karyawan Trump yang berhasil menjual banyak properti bisnis Trump.
  • Inikah sebabnya Setya Novanto dan Fadli Zon dan sejumlah rombongan bahkan mati-matian membela diri dari sorotan kunjungan ke kandidat paling heboh dalam percaturan politik calon presiden AS saat ini. Juga rela merapatkan barisan menutupi pemeriksaan MKD DPR?
  • Kandidat penganut rasisme inikah yang paling pas buat negara dan bangsa Indonesia sehingga anggota dewan kita rela berburuk sangka terhadap rakyatnya sendiri yang memprotes kunjungan mereka?
  • Apakah hal tersebut tidak menodai pemerintah AS saat ini (didominasi Demokrat) yang tengah berusaha menjalin kepercayaan untuk kerjasama lebih baik dengan Indonesia?
  • Apakah protes masyarakat selama ini Suudzon (berburuk sangka) atau Husnudzon? (berbaik sangka)

Itulah sejumlah pertanyaan yang akan mengungkap sejauh apa tingkat kedewasaan Trump ke depannya untuk memimpin negara besar seperti AS.

Sejumlah pertanyaan tersebut di atas kiranya menjadi masukan buat Setya Novanto dan Fadli Zon yang kini sedang melaksanakan ibadah haji. Kiranya di sela-sela  konsentrasi melaksanakan ibadah haji tersebut petinggi DPR dapat meluangkan waktu sedikt saja untuk merenungi apakah protes masyarakat atas kunjungan mereka pada kampanye Trump yang lalu itu Fakta atau hanya Fitnah belaka?

Beberapa pertanyaan di atas mungkin dapat membantu arah jawabannya..

Salam AGI

Sumber gambar ilustrasi : 1cak.com/390486 edit dok.abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s