Investasi Bodong Bikin Investor Cuma Melompong, Tidak Ada Kapoknya

1339095664691243667

Gambar llustrasi. Sumber :http://t1.gstatic.com

Seorang teman lama saat kami di bangku kuliah dahulu menghubungi saya via telepon mengajak berinvestasi dengan nama arisan yang menggetarkan dunia yaitu “Berburu Dolar.”

Tak tahu dari mana rekan lama yang baik hati itu memperoleh nomor telepon, yang jelas saat itu ia menceritakan manfaat ini dan itu serta bukti-bukti yang ia peroleh dari acara semacam bisnis dalam Multilevel Marketing (MLM) itu.

Tentu bukan penulis  saja yang mengalami pengalaman seperti itu. Seorang rekan istri saya -tetangga kami- menceritakan pengalamannya diajak berinvestasi dengan iming-iming aduhai. Meskipun tetangga kami itu sempat was-was dan telah diingatkan oleh anak lelakinya seorang Jaksa, tetap saja sang ibu tetangga kami itu tergiur alias tergoda dengan rayuan seorang teman kenalan baiknya.

Mudah ditebak, dua bulan lalu, tetangga kami yang baik hati itu menceritakan kisah sedihnya tertipu mentah-mentah setelah uang setoran arisan MLM nya yang disebut dengan “investasi” lenyap tak berbekas, yang tertinggal hanyalah teman baiknya saja yang juga melompong dengan tatapan kosong ketika ditanyakan mana keutungan yang dijanjikan.

Masih banyak kisah seru lainnya tentang bagaimana sepak terjang bisnis investasi yang berasal dari dalam dan luar negeri yang menggiurkan, begitu hebatnya godaan perusahaan atau organisasi itu hingga mampu meluluhlantakkan idealisme, logika berpikir yang selama ini kritis dan obyektif menjadi hancur berkeping akibat rangsangan impian keuntungan hebat.

Banyak peserta yang ikut terus dan terus mempertahankan modalnya dengan hadirnya tingkat keyakinan 100% bahkan 1000% bahwa pilihannya berinvestasi itu adalah pilihan yang tepat dan lembaga yang memberikan keuntungan itu memang lain dari yang lain. Begitulah anggapan para investor di dalam akal dan hatinya.

Tapi apa daya, cepat atau lambat “hari pembuktian” pun tiba Sang investor yang awalnya gagah berani bak pahlawan yang paling beruntung dalam sebuah peperangan karena berhasil menaklukkan musuh raksasa itu pun terkulai lemas. Bak petir di siang bolong ia tak yakin bahwa investasinya ternyata bodong alias tidak menjanjikan apa-apa. Mungkin saja sekilas sang investor bodong tersebut bisa tersenyum getir, tapi dalam hatinya mengakui betapa ia sangat bodoh terbuai rayuan gombal perusahaan investasi bodong.

Fenomena Investasi Bodong, gagal satu tumbuh seribu

Sebelum terbitnya Undang-Undang No 7 tahun 2014, terkesan perusahaan investasi bodong, MTM (Multi Tipu Marketing) yang berskema ponzi sulit dijerat. Diharapkan UU baru tersebut menjadi momentum dan alat yang tepat untuk menjerat para pelaku penipuan investasi bodong.

Kini setelah terbitnya UU tersebut apakah praktek investasi bodong lantas berhenti dan korban akibat investasi bodong tidak berjatuhan lagi?

Ternyata tidak. Entah karena pelaku tidak baca UU dan sanksi atas pelaku investasi bodong atau mereka malah tetawa terbahak-bahak membaca UU tersebut yang jelas praktek dan korban yang berjatuhan ternyata BELUM berhenti, malah semakin beringas saja rasanya.

Peristiwa terkini terjadi pada 3 Juni 2015, ribuan orang diperkerikan tertipu oleh “Investor kakap” berinisial KT. Korbannya dari artis sampai ibu rumah tangga pada umumnya di Jakarta. Diantara artis adalah Rizal Djibran dan Nana Hairani .

Nana tidak diketahui berapa besar berinvestasi. Sementara itu Rizal Djibran yang berinvestasi Rp101 juta dijanjikan KT akan memperoleh keuntungan dari penjualan Tissue sebesar 200 juta setiap harinya. “Tapi uangnya baru dapat diambil pada saat berusia 5000 hari,” alias 12 tahun bunyi isi kontrak.

Sesuai aturan kontrak siluman tersebut, Dana Rizal di masa depan nanti uangnya menjadi Rp.1 trliun…. luar biasa… Pantas mimpi Rizal bergelegak rasanya tak kuasa menanti datangnya masa emas 12 tahun yang diimpikannya  Kenyataannya Rizal baru dibayar 10 juta saja setelah setahun berinvestasi.

Peristiwa sebelumnya, pada 30/5/2015, sekitar 3000 orang dari  Papua hingga Palembang dan Jakarta menjadi korban penipuan investasi bodong. Korbannya dari adalah pedagang cabe hingga penjual ikan di salah satu pasar tradisional di Papua.Sementara korban di Jakarta termasuk artis yang dirhasiakan identitasnya.

Pelakunya adalah GG menjalankan program skema Ponzhi melalui bisnis TV1 Express. Total uang yang diraup taipan licik ini mencapai Rp262 miliar.

Konglomerat ini tertangkap akhirnya di Jakarta. Polisi menyita 3 buah pesawat, 1 unit apartemen president suite di St Moritz, 5 buku tabungan, 20 kartu ATM, dan 26 kartu kredit.

Jauh ke belakang, kita dikejutkan oleh peristiwa penipuan terhadap nasabah yang dilakukan oleh perusahaan PT Gradasi Anak Negeri (GAN). Perusahaan yang memiliki 21 ribu nasabah ini adalah salah satu perusahaan investasi bodong yang kesekian kalinya “sukses” meraup uang nasabah sebesar Rp.390 miliar. (sumber : http://megapolitan.kompas.com).

Dikabarkan dari hasil investigasi saldo perusahaan tersebut oleh penyidik hanya bersaldo Rp.19.000, itu pun mungkin karena saldo minimum yang ditetapkan oleh Bank tempat menampung hasil investasi tersebut.  Tak heran, ssejumlah anggota yang kecewa dan marah atas tertipunya anggota masih ada yang menginap di lokasi perusahaan investasi yang mengatasnamakan koperasi itu.

Terlihat sejumlah orang mengobrak abrik perusahaan tersebut, ada yang mengambil peralatan kantor, mebel, lampu hias, lukisan dan sebagainya. Bahkan air minum kemasan pun ikut digondol penjarah dengan ekspresi wajah penuh geram dan kecewa.

Peristiwanya bukan saja itu. Media massa cetak dan elektronik telah bertubi-tubi menayangkan berita liputan tentang kekecewaan sejumlah orang yang tertipu oleh bisnis yang menggunakan istilah “Investasi.” Selain itu kita pun sering melihat dengan mata kepala sendiri maupun berita dari mulut ke mulut tentang sejumlah peristiwa investasi bodong yang berakhir dengan kekecewaan.

Lihat saja beberapa peristiwa-peristiwa penipuan tak kalah liciknya beberapa tahun sebelumnya terkait dengan dunia investasi dalam bentuk MLM, Investasi, Money Game –dan apapun istilah lainnya– yang pernah menghebohkan blantika investasi bodong di tanah air dalam beberapa catatan jejak berikut ini:

  • Perusahaan investasi yang menyebutkan dirinya dengan Koperasi MLM Langit Biru, melarikan diri dan tutup tiba-tiba (5/6/2012). Mereka menggondol dana nasabah sebanyak 140 ribu orang atau senilai Rp.6 triliun rupiah. Jika ini terbukti, maka Jaya Komara CS akan menjadi pemegang rekor penipuan berkedok investasi terbesar di tanahair.
  • Pada awal Januari 2012 lalu, sebuah perusahaan MLM yang beroperasi di Rengat (Provinsi Riau) CV Diamond Group (DG) berhasil menggelapkan uang 562 nasabahnya senilai Rp.1,6 miliar. Dengan skema “Bintang 6” mereka yang berhasil membawa 5 orang nasabah baru  –dengan modal investasi 6,5 juta paling minimal per nasabah- akan memperoleh sebuah mobil dan uang tunai jutaan rupiah.
  • Berikutnya lihatlah perusahaan investasi bidang agrobisnis Qurnia Subur Alam raya yang juga sukes membawa kabur uang nasabah sebesar Rp.467 miliar.
  • Lalu perusahaan investasi jual beli emas,  Pohon Mas (POLMAS) juga sukses menipu anggotanya.
  • Pada tahun 2007 kita masih ingat juga dengan aksi penipuan oleh perusahaan investasi yang beraliansi dengan perusahaan di luar negeri misalnya Wahana Globalindo (WBG) dan Audorldwide dan Speedline juga marak dengan aksi tipu menipu nasabah masing-masing.

Lihat juga perusahaan raksasa investasi buatan luar negeri, Bernad Madoff yang memiliki jaringan organisasi dan permodalan yang amat kuat ternyata JUGA terlilit kasus penipuan sebesar 50 miliar dolar AS terhadap anggotanya sendiri sehingga mengakibatkan investor kakap dan kelas dunia ikut-ikutan “mati kutu” dibuatnya dan akhirnya “bunuh diri,” lepas tangan kalau tak pantas disebut cuci tangan.

Pada Desember 2008 terungkap deretan daftar korban Madoff, antara lain adalah sejumlah bank terkenal di luar negeri dan sejumlah pengusaha dan artis manca Negara termasuk perempuan terkaya Spanyol, Alicia Koplowitz. Lalu ada juga sutradara legendaris Hollywood, Steven Spielberg dan mantan pemain bisbol, Sandy Koufax juga termasuk dalam daftar korban penipuan High Yield Investmen Program kolaborasi paman Madoff dan sang master Ponzi sendiri.

 Bagaimana berinvestasi modal yang benar?

Apakah sekarang masih ada perusahaan investasi yang dapat dipercaya dan benar-benar memberi hasil atau  keuntungan meskipun tidak sebesar keuntungan spektakuler oleh perusahaan investasi bodong?

Tentu saja ada. Di tanah air, perusahaan investasi yang terdaftar dalam OJK dan dalam pengawasan  BAPEPAM (LK) yang mengawasi berbagai pasar modal dan lembaga keuangan Non Bank pengelola dana masyarakat (investor) dalam aneka jenis permodalan dan investasi.

Meskipun tidak selamanya perlindungan OJK dan BAPEPAM jadi jaminan jika anda tetap berani berinves laksanakanlah melalui lembaga dan dengan cara yang lebih terjamin (dilindungi) oleh Negara. Hanya saja yang mesti dan perlu diingat adalah :

  • Investor harus memperhatikan apakah badan usaha yang menawrkan program itu berupa bank, lembaga ventura, PT, atau koperasi yang resmi dan telah mengantungi izin beroperasi di Indonesia, Jangan-jangan tidak ada izinnya atau sudah lama habis masa berlakunya.
  • Pelajari modus operandi perusahaan investasi yang menawarkan aneka jenis iming-iming dan janji.
  • Logika berpikir harus dikedepankan. Mana mungkin perusahaan itu memberi keuntungan yang tinggi melebihi yang diberikan oleh ketentuan investasi dalam perbankan dan keuangan (ketentuan BI).
  • Pelajari cirri-ciri perusahan yang terlibat dalam  modus operandi penipuan yang banyak kita temukan dalam berbagai literatur dan bahan bacaan. Contohnya bisa lihat Di sini)

Anda tetap berniat dan semangat berinvestasi pada bisnis seperti ini? Silahkan saja, tapi izinkan saya mengingatkan sedikit saja,  ingatlah pesan orang China “Jangan meletakkan telur dalam satu keranjang,” Meskipun belum kapok  anda tidak kehabisan uang belanja, minimal untuk keperluan dapur di rumah, bukan?

 Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s