Sekilas Pemilu di AS, DPR RI Berguru ke Paman Sam, Seperti Apakah Implementasinya?

12897920811209111253

The Capitol Building. Tempat bertugasnya anggota Senat dan Kongres AS di Washington

Jika anggota DPR merasa wajar melakukan studi banding atau berguru ke Amerika serikat (AS) untuk melihat gambaran peta politik dalam konstelasi Pemilu AS secara langsung, maka wajar juga ketika kita bandingkan apa perbedaan antara kualitas anggota Kongres AS dengan DPR RI.

Mari kita fokuskan sudut pandangnya dari sisi bagaimana persiapan calon seorang anggota kongres atau senat sebelum menjadi penghuni House of Representative atau penghuni di Capitol Building dan apa tugas terhadap rakyatnya setelah terpilih menjadi anggota dewan (di Kongres dan Senat).

Ini perlu sekali agar anggota dewan kita tidak mudah mengumbar program partai politik  mereka, sehingga mirip “bumbu penyedap” saja dalam orasi-orasi semasa kampanye lalu melukai masyarakat karena janji yang telah diberikan oleh warga pemilih ternyata bagaikan pepesan kosong di kemudian hari.

Melukai kepercayaan karena janji-janji selama kampanye tidak ada (seadanya) implementasinya. Ironisnya lebih memalukan adalah masih terdapat beberapa anggota DPR kita seperti mati rasa untuk memperhatikan rakyatnya..

Negeri yang sering menjadi tolok ukur dan tujuan paling menarik untuk studi banding anggota Dewan kita harusnya patut ditiru dalam menerapkan program atau seluruh janji-janji yang diutarakan oleh calon anngota kongres semasa kampanye dapat terimplementasi dengan optimal.

Kongres terdiri atas dua badan, yaitu DPR dan Senat. Dalam pemilihannya, DPR pemilu setiap 2 tahun sekali sedangkan Senat pemilu setiap 4 tahun sekali.

Konstitusi AS tidak mengenal mutli partai. Meski terdapat selusin “partai ke tiga” yang berafiliasi dengan dua partai utama namun dalam pemilihan anggota kongres dan Senat lebih ditentukan oleh pengaruh dua partai utama (Demokrat dan Republik).

Setiap 2 tahun dilaksanakan Pemilu Paruh Waktu untuk menjadi anggota 435 anggota DPR di House of Representattive di negara bagian Anggota kongres di negara bagian disebut juga anggota majelis rendah atau Konges yang berkedudukan di setiap negara bagian..

Sedangkan pemilu anggota Senat dilaksanakan setiap 4 tahun sekali adalah menentukan 100 Senator yang mewakili setiap negara bagian. Jadi mereka adalah wakil negara bagian di Capitol Hill (Gedung DPR nya AS).Dengan kata lain Senator adalah anggota DPR di Majelis Tinggi yang berkedudukan di DPR Amerika Serikat

DPR yang kita maksud dalam pembahasan ini adalah keduanya, baik Senator di Majelis Tinggi maupun kongres di Majelis rendah (DPR yang berkedudukan di negara bagian).

Empat Hal Utama membedakan DPR  AS vs DPR kita.

Setelah menjadi anggota Kongres, baik di majelis rendah atau di majelis tinggi, apa yang dilakukan oleh anggota baru terpilih tadi?

Pertama sekali mereka paham tentang Sistem Pemerintahan AS dalam 4 (Empat) point utama :

  1. Prinsip-prinsip Demokrasi Amerika Serikat. Memahami dengan baik bahwa Undang-Undang tertinggi AS adalah Konstitusi. Konstitusi inilah digunakan untuk membentuk Pemerintahan, menentukan Pemerintahan dan melindungi hak-hak dasar rakyat AS.
  2. Sistem Pemerintahan Amerika Serikat. Mereka harus tahu sekali cabang dalam sitem pemerintahan AS yakni :Kongres, Legislatif, Presiden, Eksekutif,  Pengadilan dan Yudisial. Masing-masing cabang tersebut harus diketahui dengan baik apa tugas-tugas mereka agar tidak mudah memberikan statement yang membingungkan rakyat.
  3. Masalah Hak dan Tanggung Jawab. Memahami dengan baik bahwa Presiden adalah pemegang kekuasaan eksekutif. Kongreslah yang mebuat Undang-Undang federal, Senat pembuat Undang-Undang Nasional.
  4. Masalah sejarah Amerika Serikat. Ini musti diketahui dengan baik agar mengingat para pendiri Amerika yang telah meletakkan fondasi negara dengan segala perangkat hukumnya dan tujuan yang sangat jelas untuk AS selamanya. Semua aspek yang akan digagas atau direncanakan harus bermuara kepada fondasi yang telah disusun oleh pendiri AS dalam Konstitusi AS. Makanya di dalam pembukaan Konstitusi AS dalam alenia pertama terdapat hanya 3 (tiga) kata, yakni : ” We Are The People”. Sebagai rakyat dan sebagai anggota Kongres dan sebagai cabang Pemerintah, semuanya bermuara kepada kepentingan Rakyat.

Berdasarkan kajian di atas, seluruh anggota majelis rendah maupun majelis tinggi tidak akan bingung dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dari distrik  masing-masing.

Sekarang, bandingkan dengan apa yang terjadi dalam fenomena anggota DPR RI.? Terlalu banyak hal-hal yang membuat rakyat kalang kabut bukan? Mari kita ambil contoh beberapa saja.

  • Bolehkah anggota Kongres AS melakukan perjalanan ke LN dengan alasan studi banding dengan sangat rahasia atau jangan sampai diketahui warganya?
  • Adakah anggota Kongres AS menciptakan peluang-peluang mengalirnya keuangan dan benefit-benefit  sehingga lahirnya benefit ekslusif, seperti Dana Aspirasi, Rumah Aspirasi, Mobil anggota DPR, menertima travel Cek, melobi RUU atas pesanan kelompok atau badan usaha tertentu?
  • Adakah anggota Kongres AS mencampuri urusan cabang pemerintahan lainnya seperti mempengaruhi penentuan calon Kapolri, Panglima Angkatan Bersenjata dan calon Gubernur Bank Indonesia? Kendatipun Senat AS diberi wewenang untuk memberi masukan dalam pengangkatan pejabat Nasional, fungsi mereka bukan mengkondisikan (mengatur angka) tapi melalui perdebatan yang benar-benar mengacu kepada unsur objektifitas. Hal yang sama untuk anggota Kongres, kendatipun kepada mereka diberikan wewenang meningkatkan pendapatan melalui pajak dan sebagainya, mereka laksanakan tugas tersebut BUKAN atas order atau pesanan pihak atau badan usaha tertentu.
  • Anggota Kongres AS tidak ada yang molor dan tidur-tiduran atau ogah mengikuti sidang jika tidak ada uang sidangnya.
  • Anggota Kongres AS tidak ada yang berkolaborasi untuk membelokkan janji-janji yang telah diungkapkan dalam program-program kampanye mereka.

Perseteruan Abadi partai berkuasa di AS vs di negara kita.

Dalam politik, tidak ada lawan dan kawan yang abadi, yang ada adalah Kepentingan yang abadi. Dalam sejarah pemilu AS, sejak 1732 sampai saat ini (2015) telah terjadi 58 Pemilhan Umum. Dalam kurun waktu 283 tahun tersebut hanya ada 2 partai utama yang bersaing menjadi partai berkuasa, yaiyu Demokrat dan Republik.

Dalam kurun waktu 283 tahun itu, terdapat sebanyak 58 kali Pemilu Presiden untuk mendapatkan Presiden AS ke 45. Lalu dari 58 kali pemilu presiden yang telah dilakanakan,

Partai Demokrat telah memenangkan sebanyak 21 kali kemenangan Pemilu Presiden (sekaligus mengangkat Presiden dari partainya). Sedangkan partai Republik sedikit unggul dengan 24 kali kemenangan. Presiden terakhir yang diangkat dari partai Republik adalah Gorge Bush, sedangkan Obama berasal dari partai Demokrat.

Selebihnya presiden dimenangkan oleh partai lain seperti John Adam mewakili partai Federalist, sedangkan George Washington dari non partai pada 1732

Apakah dalam kurun waktu 283 tahun itu aktifitas politik dan pemilu di AS telah membuat rakyat dan negara AS semakin sengsara dan terjerumus dalam percaturan badut-badut politik yang membuat negara mereka mundur beberapa langkah dari negara lainnya atau tetangganya, ternyata tidak bukan?

AS dalam kurun waktu tersebut telah menjelma menjadi negara super hebat dalam berbagai bidang dalam memajukan taraf hidup dan martabad bangsanya. Mengapa? Singkat saja. Semua aparat negara telah memahmi dengan baik 4 poin di atas. Ke Empat poin tersebut bermuara kepada Tiga Kata Pembukaan dalam Konstitusi AS, yakni : We The People (Kami adalah Rakyat).

Dari sisi pemerintah berkuasa mengimplementasikan tiga kata pembuka dalak Konstitusi AS dengan menjunjung tinggi kebebasan warganya yang tertera dalam ketentuan Bill of Rights. Sedangkan dari sisi lainnya, di mata warga atau rakyat pernyataan itu adalah representasi taat, patuh dan disiplin terhadap ketentuan pemerintah yang dijalankan hanya berdasarkan Konstitusi (ke 4 poin di atas).

Dalam kurun waktu 283 tahun perseteruan abadi dua partai utama tersebut tidak memperlihatkan adanya dendam berkarat lagu ngambek alias memboikot kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh partai pemenang pemilu atau menjadi duri dalam daging dan  sandungan untuk pemerintah berkuasa..

**********

Jika kita telah temukan perbedaannya, tentu kita telah mengetahui apa sebetulnya yang membuat negara kita seolah-olah tidak memiliki anggota dewan sekelas AS padahal sering berguru ke AS dan negara maju lainnya

Jika ada yang mengatakan bahwa kita baru berjalan 65 tahun sehingga tidak pantas dibandingkan dengan AS yang telah ratusan tahun berjalan, tunggu dulu.. Lihat ke sekitar kita. Tetangga kita ada yang baru 50 tahun telah bisa berlari kencang dan penih disiplin mengurus bangsa dan negaranya dalam tatanan disiplin dan profesional yang tinggi.

Jika ada lagi yang mengatakan itu karena jumlah penduduknya sedikit (dibanding negara kita) kenapa Kanada dan RRC yang jumlah penduduknya lebih banyak bisa disiplin? Rusia dengan penduduk yang juga besar kenapa bisa maju dan punya anggota dewan yang berkualitas?

intinya marilah kita harapkan anggota DPR (termasuk DPRD dan DPRK) sekarang ini adalah anggota Dewan yang memiliki komitmen dan berkinerja tinggi untuk kepentingan rakyat. Bukan komitmen angin-anginan atau sesuai kondisi untung – rugi untuk partainya. Apalagi hanya menjadi anggota dewan pengumbar janji kampanye saja. Ketika sudah menjadi anggota dewan janji pun tinggal janji atau tinggal kenangan.

Menyedihkan sekali nasib bangsa ini jika anggota dewannya tak pernah menjadi politikus dewasa, apalagi untuk menjadi negarawan besar. Rasanya jauh panggang dari api meski berkali-kali berguru ke Luar Negeri.

Semoga bermanfaat..

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s