Maskapai Korea Utara (Air Koryo) Dituding Paling Buruk di Dunia, Apa Sebabnya?

SkyTrax adalah sebuah perusahaan berbasis di London yang mendapat lisensi sepesialis penelitian industri transportasi udara menyangkut pelayanan penerbangan, penumpang, airport, maskapai dan aliansi penerbangan seluruh dunia dan lainnya terkait dengan industri transportasi penerbangan komersial.

Tak heran, perusahaan yang didirikan pada 1989 ini mulai berperan penting sejak 1999 lalu laporan yang mereka terbitkan setiap tahun telah menjadi salah satu tolok ukur sangat penting yang dipakai oleh lembaga terkait kualitas penerbangan internasional serta menjadi bahan masukan dan acuan penting sejumlah maskapai dan bandara seluruh dunia untuk meningkatkan performa mereka.

Sekadar mengulangi saja, SkyTrax dan afiliasinya telah menerbitkan laporan per 16 Juni 2015  dalam beberapa katagori, diantaranya Bandara Terbaik dan Maskapai Terbaik 2015, yaitu :

Bandara terbaik 2015 :

1    Singapore Changi Airport
2    Incheon International Airport
3    Munich Airport
4    Hong Kong International Airport
5    Tokyo International Airport (Haneda)
6    Zurich Airport
7    Central Japan International Airport
8    London Heathrow Airport
9    Amsterdam Schiphol Airport
10  Beijing Capital International Airport

54. Jakarta Indonesia airport

Maskapai terbaik 2015 :

1   Qatar Airways
2   Singapore Airlines
3   Cathay Pacific Airways
4   Turkish Airlines
5   Emirates
6   Etihad Airways
7   ANA All Nippon Airways
8   Garuda Indonesia
9   EVA Air
10 Qantas Airways

Sementara itu sebagaimana telah diketahui bersama, maskapai paling favorite tahun ini (Airlane Of The year) diraih oleh Qatar Airways.

Selain itu, terdapat informasi yang mengejutkan, yaitu maskapai milik Korea Utara, Air Koryo tercatat menempati urutan paling buncit  dari 245 maskapai yang dinilai yang dapat berarti paling tidak memuaskan atau paling buruk sedunia. Atas posisi tersebut, Air Koryo telah menyandang predikat tak sedap tersebut selama 4 tahun berturut-turut sejak 2011 lalu.

Entah apa dosa yang dilakukan Korea Utara atau maskapai Air Koryo sehingga jangankan membaik beberapa tingkat yang terjadi justru bertahan pada zona atau rangking terburuk dalam penilaian SkyTrax.

Benarkah Air Koryo maskapai paling buruk?

SkyTrax sesuai dengan bidang, kompetensi dan spesialisasinya tentu punya sistim dan mekanisme yang dapat mereka pertanggung jawabkan meski pernah juga pada 2012 lalu lembaga ini mendapat protes dari UK Advertising Standards Authority di Inggris karena dianggap dapat merugikan pasar maskapai Inggris sehingga dipanggil oleh parlemen Inggris dan diminta untuk memperbaiki lagi sistim penyajian informasi mereka agar tidak merugikan maskapai tertentu.

SkyTrax sendiri mengakui dalam pengolahan data mereka tidak 100% benar meskipun menerapkan 41 indikator performa untuk katagori maskapai penerbangan yang dinilai oleh sejumlah pengguna jasa penerbangan di 105 negara dunia.

Kelemahan yang dialami SkyTrax antara lain adalah setiap orang (satu IP address) dapat memberi vote untuk semua katagori. Kemudian kelemahan lainnya adalah tidak jelasnya bagaimana cara penumpang melakukan vote Maskapai atau Bandara terbaik menurut mereka. Selain itu, vote yang diolah melalui form yang disiapkan pada situs mereka juga dipertanyakan bagaimana cara mereka mengolahnya karena tidak ditampilkan untuk konsumsi publik. Salah satu gambaran tentang hal tersebut dapat disimak di sini : Tanya jawab Mekanisme Survey

Terlepas dari mekanisme tersebut, kenyataannya adalah maskapai milik Korea Utara menempati urutan paling buncit. Padahal dari sisi catatan kecelakaan maskapai ini mengalami dua kali saja peristiwa naas, yaitu pada 30 Juni 1979 di bandara Ferihegy, Hungaria menjelang pendaratan di bandara tersebut namun tidak ada korban jiwa.

Peristiwa ke dua terjadi pada 1 Juli 1983 di pegunungan Guinea yang menewaskan 23 penumpang dan crew akibat Ilyushin II-62M jatuh di pegunungan Fouta Djall.

Menurut Harro Ranter pejabat dari Aviation Safety Network (AVN), faktor paling utama bukan terletak pada msalah insiden dan kecelakaan. Faktor terbesar adalah pada kemampuan menjalankan standard peraturan keselamatan penerbangan internasional. “A big factor in the safety of an airline is the country’s ability to conduct proper safety oversight, the level of implementation of international aviation standards and regulations,” katanya pada pers menanggapi penilaian terkesan sumir terhadap maskapai Korut. Sumber : http://www.usatoday.com

Sementara itu, Simon Coockerell salah satu pekerja asing yang bekerja di salah satu agen wisata yang berbasis di Beijing menilai SkyTrax kelihatannya fokus pada kondisi dalam kabin pesawat.

Padahal sejak 2008 lalu, Air Koryo telah melakukan pembenahan besar-besaran dan bandara Pyongyang International Airport telah direstrukturisasi, kini bergaya lebih modern dan tidak kalah bersih dibanding bandara di negara lain yang rankingnya leboh bagus. Salah satu sudut Airport dengan tampilan suasana restoran bergaya barat dan modern berikut ini :

Dari berbagai sumber menyebutkan faktor penilaian buruk tidak saja terletak pada jumlah kecelakaan dan kemewahan pesawat (maskapai) melainkan juga pada beberapa bidang lain misalnya ketidak ramahan awak kabin terhadap penumpang serta beberapa hal lainnya sesuai auturan penerbangan internasional, yaitu :

  • Kemudian ketersediaan makananan dan minuman utuk perjalanan dua jam tidak ada kecuali disediakan untuk kelas bisnis.
  • Sistim pendingin udara pada pesawat ekonomi sangat buruk, saluran pendingin sering mengeluarkan uap kondensat seperti kabut di bagian atap kabin pesawatnya.
  • Ketersediaan koran atau majalah pun jadi salah satu titik kelemahan. Jika pun ada isinya melulu tentang gambar pemimpin mereka (Kim Jong Un).
  • Juga tidak ada pengumuman menjelang pesawat mendarat atau lepas landas yang dianggap sebagai pola yang tidak berstandard Internasional. Lagu atau hiburan yang tersedia pun hanya lagu-lagu yang memuja pemimpin Korut.

Apakah penting atau tidak penting penghargaan hasil penilaian yang dilakukan oleh SkyTrax bagi sebuah negara atau maskapai? Mungkin bagi Air Koryo milik Korut hal itu tidak penting. Tapi bagi SkyTrax pengargaan mereka laksana piala Oscar yang mampu memberikan nilai prestisius dan gengsi bagi penerimanya sekaligus menaikkan pamor merek maskapai yang menerimanya.

Jadi pantas berbanggalah Garuda yang mampu meraih predikat 8 dunia sebagai maskapai terbaik dunia 2015. Semoga reputasi itu dapat ditingkatkan di 2016 agar merek dan popularitas Garuda mendunia, tidak saja terfokus pada pasar domestik dan terlebih lagi pada pelayanan Jamaah Haji saja untuk meraih keuntungannya.

Selain itu jika mengacu kepada sejumlah alasan yang disebut Harro Ranter dari AVN di atas, mungkin SkyTrax akan berbalik arah jika melihat kenyataan beberapa maskapai domestik kita (selain Garuda) ternyata hampir memenuhi syarat dengan apa yang disebutka Ranter terhadap maskapai milik Korea Utara di atas.. Kondisi Air Karyo kelihatannya BELUM mirip dengan beberapa maskapai domestik kita hehehehhee..

Salam AGI

Sumber gambar (1) :  Photo diambil pada 11 April 2013 sebelum tinggal landas dari bandara Pyongyang

Sumber gambar (2) : Photo: KCNA/Reuters

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s