Misteri Elizabeth Warren dan Spekulasi Penguasa Gedung Putih 2016

FILE - In this March 7, 2013 file photo, Sen. Elizabeth Warren, D-Mass., pauses while questioning a witness at Senate Banking Committee hearing on anti-money laundering on Capitol Hill in Washington. Warren on Friday, Aug. 22, 2014, issued a “formal disavowal” of a newly-formed political organization urging her to run for president in 2016. In a letter to the Federal Election Commission, lawyers for the first-term Massachusetts Democrat stated that Warren “has not, and does not, explicitly or implicitly, authorize, endorse, or otherwise approve” of “Ready For Warren.” (AP Photo/Cliff Owen, File)

Misteri tentang kepastian Ellizabeth Warren maju sebagai calon presiden dari bursa Demokrat pada pemilu presiden 2016 tampaknya mulai tersingkap atas bertemunya secara mendadak penuh tanda tanya antara Biden dan Warren di kediaman resmi wapres di Naval Observatory, Washington.

Beberapa signal tentang masuknya Warren dalam bursa kandidat presiden AS telah terjadi beberapa bulan terakhir dan yang paling terbaru adalah pertemuan “mendadak” antara wakil presiden Joe Biden (calon peserta pemilu Presiden AS dari demokrat) dengan Ellizabteh Warren pada 21 Agustsus 2015 llu. Menurut CNN, keduanya berbicara dengan syarat anonim karena dalam peraturan AS mereka tidak berwenang untuk membahas pertemuan publik antara parlemen dengan pemerintah.

Meski pertemuan yang berlangsung selama dua jam di kediaman rumah dinas Bidden menurut Kendra Barkoff, jurubicara Biden, pertemuan tersebut hanya pertemuan biasa membahas tentang strategi ekonomi dan keuangan.

Apa pun strategi, maksud dan tujuan pertemuan tersebut apa daya pertemuan tersebut terlanjur menimbulkan spekulasi tentang beberapa hal yaitu :

  1. Mungkinkah Bidden akan berpasangan dengan Warren?
  2. Mungkinkah Warren menjadi kartu penting setiap calon kandidat demokrat yang akan bertarung dalam pilpres nanti?
  3. Mungkinkah ini sebuah pertanda Warren akan berubah pikiran dan segera memutuskan ikut maju setelah tertunda sekian lama menimbulkan tanda tanya besar pendukungnya dan pendukung Demokrat?

Mungkin ini pantas disebut berspekulasi meski hal ini telah hangat dibicarakan media dan warga AS tentang kembalinya Warren ke bursa Pilpres AS.  Tak menjadi masalah spekulasi ini kita terlusuri, bukan?

Ada Apa tentang Warren?

Apa yang menyebabkan Warren selama ini TIDAK atau BELUM memutuskan ikut serta dalam bursa (balot) pemilu Presiden 2016? Beberapa kemungkinannya adalah :

  • Warren merasa belum siap dan punya pengalaman untuk menjadi presien AS
  • Warren lebih memberikan kesempatan kepada Hillary Clinton untuk membuatnya mencapai ambisi terakhir sebagai presiden pertama wanita AS sekaligus ibu negara pertama yang mampu meraih jabatan presiden AS
  • Warren mempertimbangkan alasan keamanan terhadap dirinya belum maksmal sehingga kuatir masa depannya akibat kampanye hitam dari pihak-pihak yang tidak menyukai kehadirannya dalam bursa pilpres AS
  • Warren memperkirakan reputasinya akan kandas jika gagal menjadi presdien AS melalui perjalanan kampanye yang panjang dan menyita energi.
  • Warren memepertimbangkan pendukung Bernie Sanders terlalu besar dan kuat sehingga merasa amat sulit jika bersaing dengan Sander.
  • Dan ini mungkin yang paling utama, Warren melihat kemampuan finansialnya sangat minim. Ia memiliki uang pribadi sekitar 6,69 juta US dolar. Bandingkan dengan penghasilan bersih Hillary yang mencapai 21,5 juta US dolar. Ini belum lagi dibandingkan dengan uang donator untuk kampanye Hillary yangtelah mencapai 67,8 juta dolar. Sumber : Dana Clinton vs Dana Warren

Lalu, apa yang menyebabkan Warren kemungkinan ikut serta dalam bursa calon presiden AS 3026? Beberapa kumungkinan penyebabnya adalah :

  • Dinamika perubahan politik selalu saja ada di mana-mana, kapan saja dan oleh siapapun. Jika beberapa waktu sekitar Januari 2015 Warren mengucapkan kalimat “Saya tidak ikut calon presiden dan saya TIDAK AKAN ikut mencalonkan diri..” ternyata sepekulasi yang berkembang menyebutkan sesungguhnya Warren juga mempunyai keinginan untuk menjadi presiden wanita pertama untuk Amerika Serikat (AS).
  • Mungkin saja pertemuan tersebut membahas hal-hal yang biasa misalnya diskusi bidang ekonomi yang merupakan bidang keahlian khusus Warren, akan tetapi spekulasi berkembang dan berbagai analisa mengarah pada tertariknya Warren untuk ambil bagian meraih kesempatan menjadi presiden wanita pertama untuk negaranya.

Beberapa alasan lain yang membuat Warren merasa tertantang dan berbalik pendapatnya adalah :

  • Tekanan dari pendukung Warren sendiri sangat besar agar ia bersedia mencalonkan dirinya.Jajak pendapat pada rubrik politik Blomberg terhadap Kaskus penonton wanita Demokrat pada Mei lalu  memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Warren dari wanita pendukung Demokrat mencapai 37%.
  • Dari beberapa polling Agustus  lalu di stasiun televisi yang juga menyelenggarakan jajak pendapat terhadap kaum wanita, hampir 50% penonton di rumah memberi dukungan terhadap Warren jika ia mencalonkan diri pada pilpres nanti.
  • Sebagian jajak pendapat pada 2015 ini menyarankan Warren untuk bersedia tampil maju dalam debat head to head melawan Hillary Clinton.
  • Telah muncul wacana keinginan warga AS pada “Tiket” pasangan Warren – Biden. Pasangan ini  dinilai mampu membuat keduanya bersaing lebih berimbang dengan calon Republi.ketimbang kekuatan mesin Hillary yang diyakini akan menjadi sasaran empuk kubu Republik.

Atas dasar tersebut kelihatannya jika Warren tidak ikut serta maka kubu Demokrat diperkirakan akan sangat mudah dikalahkan oleh sejumlah kandidat Republik dalam grup GOP.

Inikah yang paling dikuatirkan Warren sehingga ia masih menyimpan pertimbangan sangat serius sampai kini? Padahal Warren mengerti tentang batas waktu pendaftaran kandidat di federal.  Pendaftaran calon presiden AS ditutup oleh Federal Election Commission antara 11 Maret 2016 hingga 17 Maret 2016.

Mengenal secara singkat cara Pilpres AS.

Sistem pemilu presiden di AS memang agak rumit mengingat terlalu banyak lembaga berkompeten saling terkait menangani jalannya pemilu. Sekadar mengingatkan kembali, dari proses pencalonan hingga menjadi calon terkuat mewakili partai maisng-masing ke pemilu penentuan, banyak lembaga yang berkiprah atau setidaknya mampu mempengaruhi seorang calon bursa Presiden ikut serta dalam pemilu hingga menuju Gedung Putih, yaitu :

  • The US Electoral College
  • Secretary of the U.S. Senate
  • National Committee (DNC dan RNC), Di tiingkat kongres ada lagi DNCC dan DSNC atau  NRCC dan NSCC
  • The Federal Election Commission (FEC)
  • Super PACs. lembaga resmi yang ditunjuk mengelola dana donatur untuk kandidat tertentu
  • GOP
  • Debates and Polling
  • Popular Votes
  • Presidential Electors
  • Masih banyak lagi lembaga yang mempengaruhi partai masing-masing seperti Congressional Cuacuss di mana di dalamnya angggta congressional member organizations (CMOs).

Sementara itu, proses Pemilu Presiden sendiri itu melalui tahapan sebagai berikut :

  1. Pemilu pendahuluan. Periode ini antara Januari sampai Juni tahun terlaksananya Pemilu. Untuk tahun ini berarti Januari hingga Juni 2016. Di sini kandidat akan melakukan kampanye, debat dan mengikuti jajak pedapat yang akan menentukan popularitas mereka masuk ke bursa Konvensi Nasional masing-masing.
  2. Konvensi Nasional. Periode ini dilaksanakan antara Agsutus hingga September tahun pemilu berjalan. (tahun ini berarti Agustus – September 2016). Di sini kandidat yang menang akan melakukan konsolidasi ulang dengan mantan pesaing dari kubu yang sama. Menggalang kekuatan, keuangan dan strategi memenangkan calon dari partai mereka.
  3. Pemilu Presiden. Ini saatnya rakyat AS di manapun berada akan memberikan suara asli mereka yang akan dilaksanakan pada pada hari Selasa di minggu kedua di bulan November, atau di antara tanggal 4-8 November. Di sini meski salah satu calon kalah belum tentu kandas atau tamat riwatnya karena masih ada kesempatan menang dalam sesi berikutnya di perhitungan suara di electoral college. Sebagaimana disebut di atas electoral college adalah suara anggota DPR dan Senator di setiap negara bagian.

Untuk menjadi Presiden AS tidak semua faktor di atas harus menang, karena beberapa faktor di atas hanya bersifat mempengaruhi pada penacalonan kandidat saja. Menang dalam debat atau mendapat poling terbaik belum tentu jaminan menjadi presiden.

Menang besar dalam Presidental Colleges sedikitnya berpeluang menjadi penguasa Gedung Putih karena menguasai Presidental College berarti berpeluang menang dalam Electoral Collage. Kesimpulannya, yang paling menentukan sebetulnya adalah suara di Elcotal Collages terutama di kantong suara terbanyak di negara bagian tertentu saja.

Jadi, sepasang calon Presiden dan Wakil Presiden tidak butuh menang di seluruh Negara Bagian. Setidaknya perlu menang di 11 Negara Bagian dengan jumlah electoral college terbesar, seperti California (55 suara), Texas (38), New York (29), Florida (29), Illinois (20), Pennsylvania (20), Ohio (18), Michigan (16), Georgia (16). North Carolina (15), New Jersey (14), total jumlah electoral college dari 11 Negara Bagian itu adalah 270 dan hal itu sudah cukup untuk mengunci kemenangan di pemilu Presiden AS tanpa mempedulikan hasil di 39 Negara Bagian lainnya

Kembali ke Elizabeth Warren… Apakah ia akan mengukir sejarah dan berniat ikut serta pemilu AS kali ini? Atau ia memang berkomitmen pada kalimat dan kata-katanya atau lebih mengutamakan toleransi dan persahabatan dengan menyenangkan hati teman-temannya di Demokrat seperti Bernie Sanders dan Hillary Clinton sekaligus mengubur impiannya sendiri dalam-dalam.

Padahal dalam beberapa fakta yang sering terjadi adalah, “Kesempatan itu tidak datang dua kali..” Mungkinkah Warren tak akan  lama-lama berpikir lagi? Meski  merasa kurang pengalaman tak berarti anda kurang beruntung dan tak pantas mencapai posisi tersebut.

Kemampuan Warren dalam bidang ekonomi dan memperkuat ekonomi dan keuangan AS saat ini adalah bukti bahwa Warren memang difference (beda) dengan wanita kandidat lainnya. Tanpa meremehkan kehebatan dan peluang kandidat lainnya kelihatannya Carla Florina dari Republik pantas diwaspadai jika sesama wanita besi itu bersaing untuk menjadi penguasa Gedung Putih 2016 nanti, hehehehhe..

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s