Mengapa Mesin Perang Rezim Suriah Tetap Hidup?

http://assets.bwbx.io/images/inP9f3chaAcU/v1/1200x-1.jpg

Sejak meletus perlawanan rakyat Suriah pada  15 Maret 2011 lalu, perang Suriah sampai hari ini telah berusia 4 tahun 5 bulan atau 53 bulan. Sejauh ini belum terlihat pihak mana yang menang dan kalah dalam perang saudara paling mematikan yang pernah terjadi pada abad modern ini.

Perang suadara di Suriah telah membuat Suriah rusak setiap sendinya termasuk bidang ekonominya. Negeri yang pernah menjadi negara disegani pada masa Perang Arab tersebut kini secara ekonomi telah bangkut jika tak pantas disebut negara miskin. Beberapa indikator ekonomi pada 2015, memperlihatkan beberapa indormasi sebagai berikut :

  1. Mata uang Suriah, Pound Suriah (SYP) merosot dari 50 SYP terhadap satu USD pada Januari 2006 kini mencapai 220 per USD. Bahkan pasaran Black Market mencapai 315 SYP per satu USD.
  2. Inflasi per Agustus 2015 mencapai 27,7% bahkan pernah minus pada 2014 mencapai -31%
  3. Tingkat pengangguran per Agustus 2015 mencapai 57% dari posisi 11% di awal perang pada Maret 2011.
  4. Total kerugian akibat perang hingga 2015 mencapai 202 miliar dolar AS
  5. Produk Domestik Bruto PDB semakin menurun dalam 4 tahun terakhir
  6. Indek IPM (HDI) mundur 38 tahun mirip kondisi pada 1977

Menurut prediksi PBB kemunduran ekonomi Suriah mencapai 30 tahun, sementara itu menurut salah satu editor The Syira Report yang melihat langsung kondisi Suriah, perlu waktu 40 – 50 tahun memulihkan kembali Suriah.

Separah itu kah Suriah? Benar kondisi Suriah memang benar-benar parah dari aneka dimensi. Meski demikian kondisinya menimbulkan pertanyaan adalah bagaimana caranya rezim Suriah di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad menghidupkan roda ekonimi, membiayai negara dan terutama menjalankan mesin perangnya yang telah berputar dalam deru perang terasa melelahkan bagi yang melihat dan mendengar perkembangannya?

Laporan bloomberg dalam liputan khususnya per 24 Juni 2015 mengungkap apa dan bagaimana cara rezim Suriah bertahan hidup dan mampu menjalankan mesin perangnya seolah tanpa khawatir kehabisan energi bahan bakar untuk menggerakannnya.

Bukan rahasia lagi bagaimana peranan Iran dalam membantu Suriah. Salah satu yang mengungkap hal tersebut adalah  Staffan de Mistura salah satu pekerja untuk PBB yang bertugas mengurusi masalah Suriah. Menurutnya, Iran berkorban sekitar 6 miliar USD setiap tahunnya untuk membantu Suriah. Sementara itu beberpa pendapat lain mengatakan bantuan Iran setiap tahunnya mencapai 15 miliar USD hingga 20 miliar USD,

Seberapapun nilai sebenarnya DepartemenLuar Negeri AS menemukan data dan fakta Iran telah membantu Suriah terutama mengirimkan minyak ke Suriah secara sistematis sejak 2011 untuk membantu rezim Assad.

Menurut laporan New Blomberg, dalam 2015 saja Iran telah memasok 10 miliar barel sehari ke Suriah. Jika harga rata-rata minyak mentah dunia dalam 6 bulan terakhir sekitar 59 USD nilai bantuan dalam tahun ini saja (per Juni 2015) mencapai 600 juta USD.

Menggunakan 10 kapal tangker minyak dari dua pelabuhan di Kharg dan  Sirii di Teluk Persia, tangker Iran mengirim minyak  mentah ke pelabuhan Banias di Suriah yang masih dikontrol oleh pasukan reim Assad.  Kilang minyak di Banias siap mengolahnya yang digunakan untuk berbagai kepentingan Suriah, antara lain :

  • Menggerakkan mesin pemanas rumah tangga
  • Menggerakkan tenaga listrik
  • Menggerakkan peralatan militer Suriah

Dari Selat Hormuz dan Teluk Persia, kapal tangker tersebut menuju ke laut Arab, lalu masuk ke Terusan Suez hingga mencapai laut Mediterania dan bersandar di pelabuhan Banias.

Kapal tangker kelas Suez Max berkapasitas 1 juta barrel per kapalnya mampu melewati terusan Suez dengan aman dan tiba dengan selamat di Suriah. Sejauh ini aktifitas tersebut tanpa kendala apapun meski embargo PBB (AS dan Eropa) melarang Iran menjual minyaknya selain (hanya) ke 6 negara saja, tidak termasuk Suriah.

Beberapa kapal tangker yang ditemukan adalah Amin dan Tour-2 dipotret dari udara perjalanannya oleh peneliti AS, kata Blomberg. Tangker Amin tiba di Suriah pada 26 Mei 2015 memuat 1 juta barrel minyak, sementara itu Tour-2 tiba dengan selamat pada 16 Juni 2015.

http://i0.wp.com/eaworldview.com/wp-content/uploads/2015/07/TOUR-2-IRAN-OIL-SYRIA-e1436099662445.png?resize=600%2C379 Route kapal Tangker Iran ke Suriah. Sumber : eaworldview.com

Anthony Cordesman of the Center for Strategic and International Studies di Washington. menilai Iran tidak menerima sepeserpun bayaran Suriah dengan pertimbangan kondisi Suriah di atas. Dengan kata lain Iran memberikan secara cuma-cuma (gratis) pada Suriah. Hal ini berdasarkan fakta tidak ditemukan data transaksi pembayaran dari Suriah pada Iran dalam catatan lintas keuangan dan transaksi perbankan internasional.

Peter Harrell salah satu Deputi Menteri Luar Negeri AS telah melaksanakan tugas monitoring untuk melihat aktifitas Iran dalam kaitan sanksi Uni Eropa dan AS (PBB) terhadap Iran. Menurutnya, kegiatan Iran tersebut jelas melanggar sanksi ekonomi, akan tetapi mengakui tidak menemukan cara praktis untuk menghentikannya.

“Anda tidak cukup dengan melihat data dan informasi perbankan untuk membuktikannya selain mendatangi kapal tersbut dan menghentikannya,” kata Petter Harrel dengan berang melihat kenyataan Iran tidak menemukan kendala apa-apa dalam melaksanakan aksi bantuan ekonomi kepada Suriah.

Mengapa Iran sejauh ini dapat menjalankan aktifitas bantuannya ke Suriah dengan lancar dan aman? Banyak kemungkinan yang menyertai lancarnya aksi tersebut, beberapa diantaranya adalah :

  • Sejak beberapa kilang minyak Suriah di rebut pemberontak, terutama di Homs yang direbut pemberontak sejak 2012, pemerintah Suriah sangat tergantung pada pasokan minyak dari luar. Kemampuan kilang minyak satu-satunya yang tertinggal di Banias hanya mampu memproduksi dan mengolah 20 ribu barel dalam sehari. Kondisi tersebut menyebabkan rezim Suriah bekerjasama dengan beberapa negara mitra sejati seperti Rusia, Iran dan bahkan Irak yang pernah menjadi musuh abadi sebelumnya. Perusahaan minyak dari Rusia, SoyuzNefteGaz disinyalir mengoperasikan kilang minyak di Banias. Perusahaan ini kemungkinan besar yang melaksanakan transaksi keuangan dengan cara khusus.
  • Iran sesungguhnya telah mulai mengirimkan minyak ke Suriah sejak awal Juni 2012. Saat itu, 39 nahkoda tanker dari the National Iranian Tanker Co (NITC)  telah disipakan untuk menjalankan tugas tersebut.
  • Dalam perjalanan pengiriman tersebut, disebutkan oleh sejumlah pengamat, kapal tagker Iran diperintahkan mematikan blackbox transponders di Teluk Aden dan tempat tertentu lainnya agar terhindar dari radar yang melacak pergerakan kapal tanker mereka.
  • Informasi lain menyebutkan, di perjalanan kapal yang sedang bertugas tersebut mengganti bendera kapal dengan negara lain, misalnya tanker Tour-2 disebut mengganti bendera kapal empat kali berbedera Malta, Bolivia, Sierra Leone danTogo saat melewati lokasi tertentu. Sumber :  eaworldview Hukum Maritim Internasional memang mengizinkan penggunaan beberapa bendera sebuah kapal berdasarkan negara mana tempat kapal itu diregistrasi.
  • Kemungkinan terlibatnya perusahaan kapal dan minyak sejumlah negara dalam memasok minyak ke Suriah masih perlu diteliti, akan tetapi menurut laporan http://eaworldview.com di atas disinyalir Shell punya peranan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan laporan FT.com menyebutkan sejumlah perusahaan lain yaitu ISIM Tour, sebuah perusahaan dari Malta milik Irano-Hind Shipping Company. Perusahaan lainnya dari India.

Atas dasar penjelasan di atas, kita dapat melihat kehebatan Iran dalam beberapa hal, yaitu :

  1. Iran berkorban habis-habisan demi Suriah atas dasar kepentingan politik dan pengaruh di kawasan Timur Tengah
  2. Iran mampu meloloskan diri dalam bertahan terhadap saksi yang pernah mereka terima atas issue nuklir Iran selama hampir 1 dekade. Dan pada kesempatan ini Iran juga mampu mengecoh pengawasan terhadap program sanski ekonomi terhadap Suriah dan tentunya Iran sendiri.
  3. Iran memiliki jaringan informasi dan kerjasama di laut dengan aneka kekuatan yang berkompeten dalam meloloskan minyak mereka ke Suriah.
  4. Iran mampu menjalankan tanker mereka membelah Selat Hormuz hingga mencapai laut Mediterania yang berarti melewati sejumlah negara tanpa kendala apapun dengan teknologi tinggi meski akhirnya terpantau iuga sejak 2012 lalu oleh AS dan laporan New Blomberg pada Juni 2015. Namun demikian kegiatan tersebut tidak mempengaruhi aktifitas Iran meneruskan bantuannya terhadap mitra setia mereka di Timur Tengah

Itulah sebabnya mesin perang Suriah tetap eksis dan terus berjalan denyutnya dengan stabil meski secara ekonomi kita melihat Suriah sudah tidak mampu berdiri lagi, akan tetapi Iran dengan seluruh “kehebatannya” telah memainkan peranan yang luar biasa dari sisi apapun.

Iran telah membuktikannya dan telah melakukannya tentang bagaimana menyikapi sanksi ekonomi dan embargo terhadap sebuah negara. Itukah sebabnya lawan politik internasional dalam pengaruh regional dan global merasa amat terganggu dengan “kepiawan” Iran di berbagai bidang?

Salam abanggeutanyo

Gambar : Sumber dari assets.bwbx.io

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s