Donald Trump dan Impiannya Menjadi Presiden AS Paling Hebat

Donald trump di WHTergolong belakang masuk bursa bakal calon Presiden pada Pemilu Presiden AS 2016, kehadiran Donald Trump (69) dalam bursa makin melengkapi dinamika selusin (12) calon Presiden AS dari kubu Partai Republik menjelang pemilu Presiden AS 2016.

Menariknya adalah, dari hasil debat pertama sesama calon dari Republik (GOP) yang dilaksanakan oleh CNN bertajuk CNN’s poll of polls pada 6/8/2015 kemarin, Donald Trump menempati urutan pertama (teratas) dalam polling tertinggi debat GOP Primary debate.

Dari 10 kandidat partai Republik (GOP), perolehan poling Donald John Trump (DJT) menempati posisi teratas sebanyak 23%. Lengkapnya sebagai berikut : Trump (23%), Bush (13%), Walker (11%), Carson (7%), Huckabee (7%), Cruz (6%), Paul (5%), Rubio (5%), Christie (3%) dan Kasich (3%).

Sementara itu yang berada di bawah antara 2% adalah, Bobby Jindal, Carly Fiorina dan George Pataki. Sedangkan yang meraih 1% adalah Jim Gilmore.

Perolehan poling DJT selisinya sangat ekstrim dengan sejumlah kandidat Republik lainnya. Mungkinkah kondisi ini menandakan kehadiran DJT sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat AS?

DJT yang mempunyai tema kampanye Make America Great Again’ boleh jumawa atau bangga alias berbesar hati dengan starting point nya saat ini. Dari satu sisi, langkah awal yang baik ini setidaknya mengirim pesan pada lawan politik dari kubu sendiri (Republik) dan kubu lswannya Demokrat, bahwa DJT bukanlah sembarang kandidat tapi kandidat yang kaya raya, berwawasan kenegaraan dan mampu memimpin AS jauh lebih baik dari yang pernah ada sesuai tema kampanyenya.

Akan tetapi di sisi lain langkah awal yang mulus dalam debat bukanlah sebuah jaminan keberhasilan seorang kandidat memenangkan siapa yang lolos ke Pemilu Pendahuluan dari partainya atau ke Konvensi Nasional dari partainya apalagi ke Pemilu Presiden.

Masih banyak tahapan dan perubahan strategi yang akan dilakukan oleh setiap kandidat melewati beberapa tantangan berikut :

  1. Musim debat sesama calon (Debates)
  2. Pemilihan pendahuluan (Primaries)
  3. National Polling Demokrat dan Republik
  4. Poling seluruh negara bagian (Statewide Polling)
  5. Penentukan pasangan calon pemenang pemilu (Electoral College)
  6. Pengesahan suara (Endorsements)

Apakah kemenangan dalam debat berperan penting dan menjadi jaminan bakal calon lolos sampai finish di Electoral College dan dinobatkan menjadi Presiden AS pada Nopember2016 mendatang?

Kemenangan dalam sebuah debat memang penting, setidaknya calon pemilih (rakyat) akan memahami karakter, kapasitas, intelektualitas, kapabilitas hingga mampu melihat visi seorang calon Presiden mereka seperti apa dan sejauh mana kemampuannya diberbagai bidang (meski kadang tak mungkin terjadi). Akan tetapi menang poling dan menang debat BUKAN sesuatu yang menentukan sukse menuju orang nomor satu di AS, alasannya adalah :

  • Dalam pandangan warga AS muncul pendapat, kini Debat tak lebih dari sebuah “ritual kampanye” yang telah menjadi tradisi dari masa ke masa dalam musim kampanye. Terutama di AS yang pertama sekali memperkenalkan tradisi demokrasi tersebut pada dunia hingga menjadikannya sebuah ritual yang tak dapat dinafikan atau ditiadakan tanpa alasan apapun.
  • Hasil Poling debat dipengaruhi oleh Media massa yang mempunyai trend melebih-lebihkan issue perubahan dari kondisi normal. Meski tidak mempunyai peranan seperti itu tapi Media massa mampu berperan penting dalam membentuk pencitraan dan opini pada issue perubahan trend yang dramatis.
  • Setiap kandidat mungkin melakukan kerjasama dengan media massa. Satu atau tiga hari sebelum debat, media massa memberi pencitraan positif pada kandidat yang satu dan pada kesempatan lain media massa membantu pencitraan positif dan opini pada kandidat yang lainnya.
  • Propaganda sering mengalahkan Analisa. Tim sukses yang menjalin jaringan informasi dam kerjasama dengan media sosial dan media massa meningkatkan propaganda jagoan mereka masing-masing dengan sejumlah jargon-jargon propaganda yang bombastis meski menjurus menutup fakta dan analisa.
  • Debat yang dimoderasi oleh moderator mempunya tendensi yang bersifat mengecoh (menipu) karena pertanyaan moderator pada satu kandidat dengan kandidat yang lain adalah sama, sementara kandidat yang pertama menjawab kemungkinan besar kurang lengkap memberi penjelasan dalam waktu yang singkat, sementara kandidat lain ingin melengkapinya dalam waktu yang juga singkat. Banyak calon presiden yang terpeleset pada kondisi seperti ini. Di sisi lain, biasanya moderator ata fasilitator acara debat telah menyiapkan sejumlah pertanyaan telah diberikan pada setiap calon.
  • Penonton debat yang melihat acara tersebut dari saluran Televisi biasanya menantikan pasangan mana yang terpeleset akibat pernyataan atau sikap serta pandangan yang kontroversial, bombastis, irasional bahkan pernyataan yang salah. Penonton seperti ini biasanya langsung mengalihkan pilihannya saat memberi vote pada calon lain dalam debat, padahal sesunggunya calon yang hebat tadi hanya salah sebut atau terpeleset karena lupa atau kurang memahami sebuah topik misalnya issue tentang “Jenis senjata pemusnah Massal RRC yang dikabarkan mampu menghujam jantung kota New York sedalam 10 meter,” terjadi peristiwa salah satu kandidat kurang tepat menyebut nama dan jenis senjata tersebut atau salah menyebut dampak daya rusaknya, kedalamannya menjadi 100 meter dan sebagainya. Ia langsung divonis penonton sebagai calon yang lemah pengetahuannya dan dianggap tidak layak.
  • Pengalaman memperlihatkan, beberapa peristiwa calon kandidat yang pada awalnya unggul dalam debat namun akhirnya kalah dari lawannya. Beberapa contoh diantaranya adalah :
    • Mitt Romney, dalam pemilu presiden AS 2012 lalu dalam beberapa kali debat menggungguli Obama. Namun kenyataannya Barack Obama yang menang dan melenggang kembali ke Gedung Putih.
    • Joe Biden, dalam kampanye bursa calon Wakil Presiden pada 3/10/2008 menang mutlak atas Sarah Palin di St. Louis, Missouri dengan skor 51:36. Akan tetapi Dari hasil poling yang dilakukan CNN usai debat diketahui bahwa hanya 46 persen responden yang berpendapat bahwa Palin cukup berkualitas sebagai capres. Sementara 87 persen menyatakan Biden pantas menjadi wapres, tentu saja mendampingi Obama.
    • Posisi poling Hillary Clinton dari setiap debat pada pemilu presiden 2008 selama beberapa bulan memuncaki ranking teratas polling dengan meraih angka 32%-35% di atas Obama yang meraih posisi rata-rata 30%. Namun pada kenyataannya Obama yang meraih kemenangan.

Dengan demikian, hadirnya milyuner Donald Trump dalam kancah pemilu Presiden AS 2016 dengan semangat yang berapi-api tentu suatu yang membanggakan dan mungkin dinantikan pendukungnya. Hal ini menandakan DT seorang calon yang serius, calon yang optimis dan punya rasa percaya diri yang kuat sampai ia meyakini dirinya akan mampu membuat perubahan bagi AS untuk bangkit kembali dari kemerosotan popularitasnya di mata dunia saat ini.

Begitu antusiasnya DT sampai pria pemilik aneka bentuk dan corak rambut pirang ini tak kuasa membendung emosinya, lantas ia melontarkan ucapannya menggelegar, “Saya benar-benar kaya. Hari ini, saya menyatakan diri sebagai kandidat pesiden. … Saya akan menjadi presiden terhebat yang pernah Tuhan ciptakan,” ucap Trump berapi-api.

Dari satu sisi semangat DT dan rencananya sangat positf untuk menjadi pemimpin AS. Tapi apakah rakyat AS siap menerimanya sebagai calon pemimpin AS masa depan yang diyakini mampu memberi mimpi-mimpi (harapan) yang terlontar dari ucapan pengusaha yang memiliki kekayaan US$ 9 miliar (setara dengan 120 triliun rupiah) itu?

Donald John Trump pengusaha AS yang kaya raya. Dia menguasai jaringan informasi dan mungkin mampu membeli apa saja yang ia mau dengan segera. Tapi untuk persoalan yang satu ini DT harus menunggu, paling tidak sampai Nopember 2016.

Mari kita nantikan perkembangannya..

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s