Waspadalah Di Belgia

13541706961890437968

Tempat terjadinya kejadian beberapa meter saja dari perempatan Menneken Pis, Brussel, Belgia. Gambar : Abanggeutanyo

Banyak sudah cerita dan kisah perjalanan menarik sebelumnya atau terkini tentang Belgia yang telah disampaikan oleh aneka penulis dan pengalaman teman-teman budiman hingga menambah atau melengkapi info kita tentang sebuah tempat di luar negeri yang mengesankan khususnya tentang Belgia.

Akan tetapi tak salah luangkan sejenak waktu teman-teman untuk melihat sisi lain tentang sebuah pengalaman tak terlupakan yang penulis alami saat di Belgia beberapa waktu lalu. Siapa tahu pemgalaman sisi lain ini semakin menambah pengalaman, setidaknya membuat kita semakin waspada atau hati-hati ke depannya.

Berikut ini adalah sebuah tulisan dalam dimensi yang lain tentang Brussel, terutama berkaitan dengan kriminalitas di salah satu negara terkecil di dunia atau salah satu kota terpadat di dunia.

Secara kebetulan saya telah dua kali saya berkesempatan ke sana. Pertama pada 2000 dan pengalaman terakhir ini terjadi pada 2014 lalu,Tapi pegalaman kali ini sangat “Menarik” sehingga tak salah rasanya untuk kita berbagi.

Secara geografis sebetulnya sebuah negara kecil tapi tergolong paling maju di dunia, namun di sisi lain jsangat rentan dengan aksi kriminalitas terutama, jambret, copet dan perampokan di jalan raya terutama terhadap turis asing.

Di sebuah tempat yang sering dikunjungi oleh turis yang berkunjung ke kota Brussel, terdapat  air mancur yang keluar dari kelamin anak laki-laki yang menceritakan legenda seorang anak kecil dalam aneka versi.

Versi yang satu menceritakan tentang kehebatan si bocah memadamkan sumbu peledak yang akan melumatkan seantero kota Brussel dengan semprotan pipisnya. Sedangkan versi lainnya menceritakan kepanikan seorang ibu yang malang melintang mencari putranya yang kehilangan di kota sehingga seluruh warga kota mencarinya dan akhirnya ditemukan di sudut jalan itu sedang (maaf) kencing alias membuang air seni.

Apapun maksud dan tujuan cerita itu mari kita ambil hikmahnya saja, bahwa pemerintah Belgia khususnya kepala daerah ibukota Brussel yang memiliki 19 munisipal atau setingkat kecamatan itu mempunyai tujuan menarik wisatawan sebanyak-banyaknya dengan menawarkan aneka tempat wisata menarik baik berupa tokoh, bangunan, lokasi dan aneka hiburan. Salah satu yang ditawarkan itu adalah si bocah kecil tadi, Manneken Pis (Le Pettit Julien, dalam versi Perancis).

Meski demikian jumlah polisi yang diturunkan ke lokasi nyaris tak terlihat selain sepasang (sejoli) pasukan polisi berkuda yang mengitari sudut-sudut kota melalui gang atau jalan yang sempit.

Pencopet yang ‘Baik’ Hati

Di lokasi patung si bocah tadi (entah palsu atau asli) adalah salah satu tempat paling padat dikunjungi turis tapi teramat sempit sehingga sering berdesak desakan jika dua atau tiga rombongan bersamaan tiba di lokasi tersebut . Tempat itu pun sulit dilalui kendaraan akibat turis berdesak-desakan ingin mengabadikan dan mendengar cerita tentang si bocah ajaib tersebut.

Akibatnya banyak turis lengah, di situlah pencopet beraksi mengambil dompet, barang dan mungkin dengan kekerasan terhadap turis yang terlihat terasing dari rombongannya. Tak heran sering kita dengarkan turis dirampok, dijambret dan dihipnotis dan sebagainya. Jadi kita musti lebih meningkatkan kewaspadaan di sekitar ini.

Salah satu hal itu terjadi pada penulis sendiri. Setelah belanja dari salah satu toko sekitar dua atau tiga langkah keluar dari sebuah toko yang terasing dan agak sepi dari pembeli, tanpa persiapan  langsung didekati oleh dua orang pemuda bertubuh besar, sepertinya mirip keturunan Timur Tengah atau Arab atau bisa juga dari Italia dan sebagainya.

Dengan ramah ia menegur penulis. Belum sempat menjawab dia langsung mengganjal kaki penulis dan secara reflek penulis melompat ke belakang. Ternyata temannya yang di belakang penulis langsung menahan pura-pura membantu. Ketika penulis berbalik arah (ke arah yang “membantu”) seketika yang menginjak tadi merogoh kantong belakang penulis.

Tanpa terasa, “blessssssss..” seperti angin dompet itu pun berpindah tangan kepada si pencopet tadi. Sedangkan yang membantu tandi seolah tanpa perduli berlalu saja dan tersenyum entah kenapa.

Lima detik atau kurang penulis berbalik arah menghadap ke si pencopet tadi. Dia baru melangkah sejauh dua meter dari hadapan  penulis. Lalu, saya tarik tanggannya. “Kembalikan dompet ku. Lekas kembalikan dompet dan uangku..” sambil saya tunjuk ke arah matanya.

Mungkin karena mereka tak mengira penulis sadar dan bersikap  seperti itu, dia merogoh sakunya sendiri dan menyerahkan dompet itu kembali utuh beserta isinya.

Ketika saya tanyakan bagaimana mungkin ia mampu melakukan copet secara kilat seperti itu. Ia menjawab tanpa beban. “Kami bekerja secara tim dan sudah terlatih, tapi kali ini tidak profesional.” Dia pun berlalu sambil menggerutu ditungguin oleh temannya yang tadi terlihat di belakang saya.

Karena masih geram dan tidak dapat melakukan tindakan melawan kekerasan itu -apalagi di Belgia bisa kena pasal penganiayaan dan dituduh menganiaya -terpaksa penulis mengelus dada membiarkan dia pergi dan -sekali-lagi- penulis tidak membawa kamera selain hape (HP) sehingga hanya mampu mampu merekam lokasinya saja beberapa saat setelah kejadian. Tapi penulis yakin CCTV yang terpasang di seluruh sudut persimpangan jalan akan mampu merekam jejak peristiwa tersebut.

Apakah itu menarik?  Mungkin lebih tepatnya traumatis ketimbang menarik bukan? Itulah sebabnya saya merasa berbagi cerita dengan pembaca budiman sekadar mengingatkan saja tentunya.

Kriminalitas dengan aneka kejahatan dengan kerasan dan tanpa kekerasan memang menjadi salah satu hal yang paling ditakuti di seluruh Eropa, terutama di Brussel memang termasuk paling berani karena kejahatan di sini telah terorganisir dengan amat berani dan dikenal di seluruh dunia.

Menurut informasi yang penulis terima, di Belgia terdapat beberapa gang yang terkenal, yaitu :

  • Belgian Mafia
  • Hamers Gangg
  • Bonnot Gang
  • Nijvel Gang
  • Scarface Gang

Berdasarkan catatan beberapa kejahatan mereka pada umumnya adalah : Perampokan, pendodongan, penjualan anak-anak, narkoba dan perdagangan wanita. Disebutkan juga beberapa distrik di Belgia dijadikan penghubung untuk merekrut pemuda-pemuda lokal menjadi pelaku kejahatan internasional.

Berdasarkan gambaran di atas, ada beberapa tips yang harus  diingat jika berada di Belgia atau mungkin juga di beberapa tempat lainnya di Eropa, yaitu :Pasport anda dibawa selalu dan disimpan di bagian depan dalam saku bagian dalam.

  1. Dompet anda diletakkan di depan, di saku celana depan lebih ke dalam.
  2. Jangan belanja dtempat sunyi.
  3. Jangan terasing dari rombongan jika  yakin TIDAK mampu berkomunikasi dengan baik.
  4. Menghindarlah jika didekati oleh pria atau wanita asing yang berpura-pura ramah.
  5. Hidupkan daya konsentrasi anda agar terhindar dari Hipnotis.
  6. Jika berani dan mampu melawan lakukan saja asalkan yakin nyawa dan jiwa anda tidak terancam.
  7. Jangan bawa uang banyak-banyak dalam satu dompet. Kata pepatah Cina, “jangan meletakkan telur dalam satu keranjang.”

Apakah ada penjahat atau pencopet yang baik hatinya? Tentu kita tidak setuju dengan aksi kriminal tersebut. Ada atau tidak yang jelas  ternyata ada yang berperilaku seperti itu meskipun sedang apes barangkali. Semoga tulisan tentang perjalanan ini bermanfaat. Jika ada kelemahan dan kesalahan pada penyampaian dalam tulisan ini mohon teman-teman melengkapinya.

Tentu banyak kisah menarik sesungguhnya dan menyenangkan yang dialami oleh pelajar dan mahasiswa serta pekerja Indonesia yang telah sukses di Belgia, namun sisi lain pada tulisan ini hanya sekadar berbagi pengalaman saja.

Selamat melaksanakan anjang sana ke seluruh dunia, tak salah kisah tak mengenakkan di Belgia ini bisa jadi pedoman buat kita yang akan berwisata ke eropa atau ke manapun. Waspada, hati-hati dan tidak lalai harus aktifkan “mode siaga24 jam,” hehehehehhe…

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s