Centeng Gaya Bodyguard, Bagaimana Menjadi Bodyguard Profesional di Tanah Air

http://www.sokol-maric.hr/en/tjelesna_zastita/bodyguard02.jpg

Di kediaman Atut, jalan Bhayangkara 51, Serang, Banten 100 orang pendekar yang disebut  bodyguard tergabung dalam aliansi Pendekar kota Serang mengawal rumah Atut. “Siapa saja yang berniat menerobos ke halaman rumah dinas Atut pasti akan diserang,” kata Deni Arisandi, sekjen aliansi tesebut pada wartawan 17/12/2013.

Di tempat lain, Ahok Gubernur DKI biasanya dikawal 6 pengawal pribadi menjadi 9 pengawal pribadi saat berhenti dari Partai Gerndra. “Iya, ada (pengawal pribadi) yang baru, sekitar tiga orang,” , kata Ahok sekaligus menegaskan penambahan itu bukan karena ada ancaman Gerindra dan koalisi Merah Putih di DPRD DKI.

Nunun Nurbeitie, 8/3/2012 dikawal oleh 5 Bodygiard saat mengikuti sidang Tipikor kasus cek pelawat dari BII senilai Rp 20,85 miliar kepada sejumlah anggota DPR. pada . Ke lima pengawal pribadi berotot binaraga tersebut setia berdiri di luar pintu ruang sidang hingga berakhir dan masuk ke dalam mobil Nunun keluar KPK.

Syaukani, mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kuker) yang ditahan KPK pertama sekali pada 17/3/2007 karena terlibat sejumlah kasus korupsi merugikan negara Rp 40,75, dikawal oleh belasan bodyguard berwajah sangar melebihi karakter bodyguard profesional berani mati ala barat.

Ustad Guntur Bumi (UGB) pun tak kalah hebat, ia dikawal 6 orang Bodyguard setiap shalat Jumat di Masjid Al Hijrah, Jalan Cempaka V, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ke enam Bodygiardnya spesial menjaga di pintu Masjid stiap  GBU shalat Jumat di sana sebelum ditahan Polisi akibat sejumlah kasus peniuan.

Melinda Dee, dikawal juga oleh 8 bodyguard super berotot berambut plontos. Meski bergaya preman namun penjagaannya seolah melebihi protap densus 88 berdasarkan keluhan peserta sidang kasus penggelapan dana nasabah oleh bekas Senior Relationship Manager Citibank tersebut.

Masih banyak lagi sesorang sekelompok orang yang mempercayai bodyguard sebagai tim penyelamat yang tidak dapat disebut satu persatu di sini, terutama sekali dari kalangan artis di tanah air.

Meski jasa bodyguard memberi tawaran keamanan, kenyataannya tidaklah mulus seperti itu pelaksanaannya. Apalagi jika bodyguard tersebut bertujuan menakut-nakuti lawan apalagi untuk membuat kecut penyidik atau hakim serta jaksa, peranan Bodyguard sudah pasti akan sia-sia..

Beberapa kasus bodyguard bernasib malang ketika mengawal juragannya juga sering diberitakan seperti dialami oleh bodyguard Justin Bieber pada Mei 2014 lalu. Sang pengawal nyaris diamuk massa disebuah toilet karena memaksa orang lain antri untuk mendulukan majikannya. Akibatnya sang bodyguard terpaksa meminta tuannya untuk antri mengingat situasi semakin tidak membaik akibat ulahnya.

Moshe Benabou salah satu mantan Bodyguard sebelumnya untuk Justin Bieber yang bekerja dari Maret 2011 hingga Oktober 2012 mengaku sering dipukuli oleh majikannya sendiri sehingga dipecat akibat tidak sesuai dengan harapan dalam hal pelayanan. Moshe menuntut JB 4 miliar rupiah dipengadilan.

Di dalam negeri sejumlah bodyguard juga bernasib apes saat mengawal jurangannya. Seorang bodyguard yang bertugas menemani juragannya  di sebuah acara dugem kelab malam di jalan Batan Kendal Sesetan, Denpasar Bali, babak belur dihajar pengunjung lain setelah terlibat cekcok di lokasi tersebut.

Dua centeng yang bekerja di Deejay Cafe (eks Paradiso Bowling Center), Jl Kartika Plaza, Kuta, tepatnya di Gang Kingkong, tewas setelah dikeroyok sejumlah orang.

Dua pengawal pribadi ustadz Himi Aminuddin dari satgas PKS dikeroyok sejumlah wartawan pada 14 Mei 2013 di KPK setelah bersikap kasar pada wartawan saat membuka ruang jalan menuju ke mobil yang membawa bosnya.

Budi Hartangsono, Presiden Direktur PT. Aneka Sakti Bhakti (Asaba) Budyharto Angsono  dan pengawal pribadinya Serda Edi Siep (anggota Kopassus Grup V Cijantung) tewas bersimbah darah pada 19 Juli 2003 oleh serangan  dua pelaku di halaman parkir ketika hendak berolahraga pagi di Sasana Krida, Pluit Jakarta.

Tak terhitung kasus pemukulan, pengeroyokan hingga merenggut nyawa atas bodyguard  yang terjadi di dalam dan luar negeri akibat rivalitas, persaingan bisnis, pengeroyokan. (Tidak termasuk kasus tewas akibat perang maupun tewas akibat berurusan dengan pihak keamanan).

Sebetulnya ruang lingkup pekerjaan Centeng hingga Bofyguard pada umumnya hampir sama mengandung  tugas berbahaya sebagai berikut :

  • Tugas perburuan target (lawan)
  • Tugas penagihan
  • Tugas pengawalan
  • Penyelidikan
  • Pemindahan benda berbahaya

Di luar negeri, tugas di atas dibedakan untuk Bodyguard khusus meski kadang juga seorang Bodyguard setuju mendapat tugas rangkap asal negosiasi di awalnya seperti itu.

Beda halnya di negeri kita, para bodyguard kita bertugas mengawal juga merangkap sebagai tukang pukul hingga penagih mirip Centeng ketimbang Bodyguard, apalagi dibanding dengan bodyguard profesional.

Sebetulnya Bodyguard itu sama apa tidak dengan centeng, ajudan, asisten pribadi, sekretaris pribadi atau pengawal pribadi? Berikut beberapa perbedaannya.

Centeng. Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) centeng adalah penajga rumah, tukang pukul bayaran, mandor, pengawas dan pemberi informasi.

Ajudan. Berdasarkan kamus KBBI adalah seorang perwira yang dipercayakan untuk membantu atau mengurusi beberapa tugas seorang Raja, Presiden, atasan dalam militer atau seorang perwira tinggi. Jadi penggunaan kata “Ajudan” tidak disarankan untuk bidang sipil atau private.

Asisten Pribadi adalah orang yang membantu orang lain dalam tugas-tugas profesional secara pribadi.

Sekretaris berasal dari bahasa Latin “Scretum” dan dalam bahasa Inggris adalah Secretary yang berasal dari kata “Scret.” pengertiannya dalam bahasa Latin dan Inggris mempunyai makna yang sama yaitu “Rahasia.” Jadi sesungguhnya sekretaris adalah orang yang mampu menjalankan tugas secara rahasia (tertutup).

Jadi sekretaris pribadi adalah orang yang dipercayakan oleh atasannya untuk meringankan beban atasan pada bidang-bidang khusus katagori remeh temeh sampai yang taktis dan strategis. (tergantung pemahaman orang yang memberi tigas tersebut). Sekretaris Pribadi bukan bodyguard apalagi centeng.!

Bodyguard adalah seseorang (sekelompok orang) yang bertugas mengawal, menjaga atau melindungi orang lain yang membutuhkan jasanya.

Professional bodyguard adalah bodyguard yang menjalankan tugas-tugas di atas dengan sistem yang terukur dan berkualitas sesuai degnan standard yang telah ditetapkan untuk setiap jenis perlindungan.

Berdasarkan penjelasan di atas, jasa seperti apakah yang ditawarkan oleh lembaga yang menyebut sebagai penyedia jasa Bodyguard di Indonesia. Sebagai centengkah, pengawal pribadikah, ajudankah, asisten pribadikah atau sekretaris pribadi?.

Kalau dikatakan bodyguard kelihatannya belum pas karena belum dapat memberi layanan dalam beberapa bidang  Bodyguard service, meliputi :

  • Pejabat politk dan diplomat
  • Orang penting dan selebritis
  • Pengusaha
  • Perorangan
  • Perlundungan keluarga
  • Penyediaan transportasi spesial dari bandara ke airport dan sebaliknya
  • Anti terorisme, penyanderaan dan penculikan
  • Penyediaan komunikasi aman dari sadap

Setiap bidang di atas mempunyai standard dan alat ukur yang nyata, bukan sebatas teori dalam penawaran di atas kertas kerjasama belaka apalagi dalam perakteknya ternyata hanya berwujud sebagai tukang pukul.

Jika petugas pelindung  hanya jadi tukang pukul lebih-lebih lagi hanya buat teman selingkuhan dengan wanita berduit pengawalan itu TIDAK pantas disebut Bodyguard?

Jika bertujuan gagah-gagahan dan dalam kenyataan bpdyguardnya malah jadi korban pengeroyokan bahkan tak sempat membalas, apakah sudah tepat disebut Bodyguard?

Ada yang mengatakan bahwa untuk tugas-tugas full Bodyguard service di atas belum saatnya diterapkan di Indonesia karena legalitasnya belum berlaku di tanah air kita sehingga sarana dan prasarana idealnya seorang bodyguard BELUM standard. Oleh karenanya konsep bodyguard di tanah air kita masih konsep amatiran. Dengan kata lain, gaya selangit implementasi masih rendah.

Jika seperti itu kondisiya mengapa harus jadi bodygiard. Padahal tingkat risikonya sama dengan pemeran tugas Bodyguard full service yaitu kehilangan nyawa untuk ditukar dengan uang dari tugas melindungi orang lain. Honor atau bayaran tugas bodyguard yang dieperankan oleh profesional bodygard sangat tinggi, setimpal dengan risiko jiwa dan raga mereka dalam memerankan tugas-tugas berbahaya untuk orang yang menggunakan jasanya.

Jika masih amatiran (masih terbatas sarana dan prasarana untuk menjadi bodyguard standard serta ruang jasa yang ditawarkan) itu artinya jasa yang ditawarkan tersebut adalah jasa sebagai centeng dan sebaiknya tidak menggunakan istilah bodygiard. agar pemakai jasa tidak terkecoh dengan iming-iming di atas kertas kerjasama.

Sosok berotot dan fisik besar dan tampilan berkacamata hitam dengan pandangan seolah ingin menelan hidup-hidup sebaiknya disederhakan saja, disesuaikan dengan ruang  jasa yang dapat ditawarkan misalnya jasa asisten pribadi  atau sebagai centeng saja.

Tampilan sederhana tidak berarti merendahkan peran sebagai centeng bukan? Bahkan dari kesan sederhana itu justru  tidak memancing perhatian orang lain, apalagi untuk tujuan penyamaran tampilan sederhana centeng atau asisten pribadi membuat orang lain tidak menyadari sedang dalam pemantauan sang centeng atau aspri.

Untuk apa menjdi centeng jika risikonya sama dengan menjadi bodyguard sementara penghasilan centeng jauh lebh baik ketimbang menjadi centeng. Namun untuk menjadi Bodyguard atau menjadi penyedia jasa full service bodyguard tak lepas dari urusan legalitas, artinya harus ada izin dan aturan yang mengatur izin untuk jasa tersebut.

Semoga pemerintah dan pihak berkompeten  dapat membuka ruang gerak dan kebebasan yang agak longgar agar jasa ini dapat berkembang dan tumbuh menjadi usaha bisnis profesional yakni yang benar-benar menyediakan jasa Bodyguard dan full service bodyguard.

Apalagi animo atau minat orang berduit terhadap jasa seperti ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya juga aneka aksi kejahatan yang mengancam ketenangan warga berduit banyak. Warga yang mempunyai uang berlimpah rela membayar mahal jasa tersebut, sayangnya pelaksanaannya belum maksimal karena jasa yang mereka terima belum layak disebut sebagai jasa bodyguard apalagi bodyguard profesional.

Jika pemerintah dan pihak berkompeten tidak melonggarkan aturan pada bisnis (jasa) seperti ini kemungkinan besar orang berduit yang membutuhkan jasa tersebut akan beralih memilih pengawal model lain.

Sangat disayangkan jika orang berduit membutuhkan jasa perlindungan diri harus memilih sejenis Doberman, Bulldog atau Herder. Alasannya tak mau ribet, cukup kasi makan kenyang saja sudah aman tak perlu teken kontrak dan berujung kecewa.

Padahal pilihan ini pun tidak nyaman juga, bukan?. Selain berisiko terhadap tuannya sendiri (jika lupa kasi makan kenyang si Molly atau Blacky) juga tidak nyaman diajak kemana-mana kecuali buat jaga rumah saja..

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s