Warkop Merapi Pontianak, Pagi Sampai Sore Saja Omzet Berlimpah

Perjalanan kita selanjutnya ke kota Pontianak, Kalimantan Barat. Seperti halnya di Aceh, di kota ini banyak ditemukan warung kopi yang pada umumnya dikeola oleh saudara kita etnis Tionghoa. Aktifitas warung kopi paling terlihat pada sore hingga menjelang tengah malam meski ada beberapa diantaranya yang buka dari pagi sampai ditutup tengah malam.

Salah satu warung kopi terkenal di kota Pontianak yang sempat penulis singgah beberapa waktu lalu adalah Warung Kopi Asiang. Untuk lebih jelas melihat apa dan bagaimana keunikan warkop yang satu ini, simak laporan dari lokasi langsung berikut ini :

1337011080632832183

Asiang, sang maestro kopi sedang beraksi. Sumber gambar :Dok pribadi abanggeutanyo

Di manakah tempat paling enak untuk ngopi di dunia ini? Tentu banyak, sama banyaknya dengan rasa kopi yang beraneka citarasa tersebar di berbagai tempat di seluruh tanah air dan seantero dunia. Tapi, kopi Asiang yang satu ini memang benar-benar enak dan tampil beda. Di dalam beberapa hal mari kita ikuti laporan berikut ini.

Asiang adalah nama pemilik kedai kopi di jalan Merapi Pontianak. Usianya kini lebih dari 60 tahun dan dikaruniai dua putra dari satu istri. Ia adalah turunan ke dua pengelola warung kopi yang (salah satu) paling terkenal di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Ia adalah turunan ke dua setelah ayahnya menyerahkan tongkat estafet pengelolaan kedai tersebut sejak tiga dekade terakhir.

13370113131874772628

Cangkir khusus dan pesanan khusus milik Asiang dari Johor, Malaysia. Sumber gambar : dok pribadi abanggeutanyo

Warung dan kopi Asiang memang tampil beda. Beberapa hal yang membedakan kopi Asiang yang memiliki nama alias “Yohanes Fendi” ini  antara lain adalah :

  1. Warung kopi ini hanya buka dari jam 03.00 pagi sampai pukul 13.00 siang saja. Setelah itu, jangan harap  Asiang akan melayani tamunya meskipun mengemis dengan berbagai alasan.
  2. Selama menjalankan tugasnya sebagai penjual kopi Asiang tidak menggunakan baju sama sekali meskipun ia menggunakan celana pendek (boxer).
  3. Asiang meracik sendiri kopinya sampai menjadi bubuk kopi melalui resep sendiri yang tidak disebutkan apa rahasia resepnya.
  4. Asiang menggunakan gelas atau cawan yang terbuat dari tanah liat dan dipesan khusus ke salah satu pabrik gelas di Johor, Malaysia. Gelas unik bermotif aksara dan bercorak gaya China itu bentuknya menarik, selain kuat dan tebal juga memiliki tekstur seni dari China.
  5. Warung kopi ini tidak menyediakan jaringan internet (wifi) untuk pengunjungnya sehingga kita tidak akan menemukan pengunjung yang membuka laptop atau apapun yang berkaitan dengan kebutuhan terhadap internet.

Warung kopi ini telah buka dari tahun 1958. Selama 54 tahun berkecimpung dalam bisnis ini Asiang mampu menahan gempuran pesaing di berbagai kedai atau warung yang banyak tersebar di sekitar lokasi warung Asiang. Resepnya adalah :

  • Citarasa kopi yang memang mampu membedakannya dengan di warung lainnya.
  • Layanan ramah dan bersahabat istri dan Asiang sendiri terhadap tamu-tamunya, Mereka tetap memberi senyuman dan memberi jawaban apapun yang ingin mengetahui sejarah dan latar belakang warug kopi ini, kecuali satu hal : Resep atau Bumbu apa yang mereka gunakan.
  • Ciri khas Asiang yang tak lazim dan mungkin tak masuk dalam etika bisnis manapun di atas muka bumi tentang layanan terhadap pelanggan dengan tidak memakai baju sehingga -maaf- terlihat ketiak Asiang pun terlihat saat mengangkat tinggi-tinggi satu ceret ke tempat saringannya berulang-ulang. Tak pernah ada yang menilai hal itu sesuatu yang tabu dan menilai kurang sedap  tentang hal ini.

Akibatnya tak heran, berbagai media cetak dan elektronik telah mewawancarai Asiang baik dalam dan luar negeri. Media besar nasional seperti Kompas dan Suara Pembaharuan dan Jawa Pos telah berulang kali menayangkan berita tentang keunikan dan kehebatan sang maestro kopi dari Pontianak ini.

13370114422119006826

Profil sang maestro saat diwawancarai. Sumber gambar : dok pribadi abanggeutanyo

Tak heran juga, di warung kesayangannya ini kita dapat menemukan sekelompok orang berbisnis di kedai ini saja tanpa meninggalkan mejanya untuk beberapa jam. Banyak pengusaha bertransaksi di sini. Ada pengusaha pompa air yang berkantor di Jakarta tapi sering nongkrong di sini dan hanya menerima laporan lewat telepon terus menerus dari wakilnya diperusahaannya, seperti, Setiawan Sanjaya.

Lain lagi pengalaman pengunjung lainnya yakni Hanafi, pedagang permata dia melakukan pembicaraan sambil ngopi dengan pengunjung (tamu) lainnya.

Hanafi mampu menjual batu permata seharga Rp.170 juta rupiah dalam sehari dari lokasi warung tersebut. Hanafi terus menggeluti pola dagang seperti ini hampir setahun terakhir ia mangkal di warung Asiang dari pagi sampai petang. Masih banyak pedagang lainnya  seperti Hanafi yang beromzet puluhan bahkan ratusan juta bernegosiasi di warkop ajaib yang satu ini meskipun tidak tentu sukses setiap hari.

Tidak saja kedua tokoh disebutkan di atas, di warung ini juga tempat mangkal para pekerja kantoran dan perusahaan serta BUMN menjalin komunikasi dan negosiasi dengan klien dan pelanggan mereka. Bahkan untuk urusan politik pun sering ada pertemuan di warung ini, misalnya pada saat keributan FPI dan warga Dayak beberapa waktu lalu, salah tokoh masyarakat Melayu, Erwin Odang “Datuk Melayu” mengimbau kepada warga Melayu agar tidak terpancing isue dan  masuk dalam konflik karena persoalannya tidak seperti yang didesas-desuskan dari mulut ke mulut. Erwin dinilai berhasil menenangkan emosi warga terutama warga Melayu.

Ia tak sungkan melayani tamunya yang datang berjubel, mulai dari Gubernur Kalbar, Kapolda, Pangdam, Pejabat teras negara, pengusaha papan atas dan para artis serta tokoh-tokoh parpol yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam tulisan ini.

“Jika ingin bertemu dengan petinggi pejabat daerah yang berkunjung ke warkop ini datanglah pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, biasanya mereka datang pada akhir pekan,” kata Asiang kepada penulis yang sempat mengajaknya ngobrol ringan disela-sela kesibukannya, Senin (14/5).

Ketenaran Asiang memang luar biasa, tak ayal media cetak dari Malaysia, Singapore bahkan Jepang meliput kehebatan warkop ajaib yang satu ini. Salah satu majalah di Jepang, kalau tak salah menulis nama majalah itu adalah “Nan Kyoku Sei” edisi Januari 2011 lalu memasukkan warkop ini dalam liputan mereka. Asiang sendiri memberikan majalah tersebut kepada penulis.

Sementara itu, majalah milik maskapai Lion Air juga memasukkan profil warkop Asiang sebagai salah destinasi wisata kuliner untuk  anda yang  ingin menikmati  sensasi kopi khas di Kalbar khususnya di Pontianak.Diakui oleh beberapa warga langganannya bahkan berbagai media cetak, warkop Asiang telah mampu menyuguhkan panggung rakyat, tempat bertemunya masyarakat dalam suasana aman dan damai dari masa ke masa di warkop ini.

Dari pekerjaan mengelola bisnis ini, Asiang mampu menyekolahkan anaknya hingga kini sedang praktek kerja lapangan jurusan kedokteran pada Universitas Atmajaya, Jakarta. Hal ini wajar saja karena rata-rata pengunjung dalam sehari bisa mencapai seribu pengunjung, namun demikian Asiang tidak terbuka soal berapa omzet penjualan dari Kopi, Teh Susu dan penganan ringan lainnya.

Tinggi hatikah Asiang menduduki tangga puncak penjual kopi ternama? Ternyata tidak, ia biasa-biasa saja, tetap ramah. Ia bahkan tidak ingin mengembangkan sayapnya untuk ekspansi atau membuka cabang di mananpun meskipun berbagai perbankan dan pebisnis menawarkan jasa bisnis mereka. Bahkan Asiang mengatakan mungkin dalam beberapa tahun mendatang ia akan berhenti berusaha karena selain sudah semakin tua juga karena anak-anaknya tidak dapat meneruskan usaha tersebut sampai ke generasi ke tiga.

Tapi ada satu yang bersedia dibuka Asiang ketika ditanyakan apakah ada trik khusus menarik konsumen dengan gaya telanjang dada. Dia menerangkan dengan tetap bersahabat bahwa urusan tidak pakai baju atau telanjang dada bukan untuk gagah-gagahan atau gaya preman, melainkan ciri khas. Hal ini telah dijalaninya sejak tiga dekade terakir. Ia membuka bajunya karena ingin terlihat beda dan bermaksud tampil beda dibanding dengan warkop lainnya.

Soal kebersihan Asiang menjaminnya karena ia sangat trampil dan profesioanl di bidangnya. Jadi tak perlu khawatir karena Asiang tahu betul tentang hal ini. Makanya aroma dan citarasa serta daya tariknya terus bertahan hingga kini.

Tertarikkah anda ke kedai kopi Asiang? Jika berkunjung ke Pontianak dan anda ingin menikmati sensasi kopi yang nikmat, luangkan waktu anda meskipun hanya sejenak. Siapa tahu anda bermiinta meneruskan usaha Asiang nantinya.

Jadi benarlah keajaiban warkop satu ini memang memiliki reputasi unik. Selain mampu mempersatukan warga dan pengunjung, juga terkenal cita rasanya, dan telanjang dadanya, padahal dalam melayani tamunya Asiang hanya bekerja dari pagi sampai siang, tapi mampu “menggelegar” sampai ke Jepang. Hehehehehehe….

Demikian hasil pantauan penulis langsung dari lokasi warung tersebut. Kiranya bermanfaat untuk pembaca. Siapa tahu ada yang ingin menjadi pengusaha warkop seperti Asiang, bukan? hehehhehehe

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s