Bodyguard Profesional Sri Mulyani

Jika Whitney Houston punya bodyguard (pengawal pribadi) Kevin Costner yang sangat setia hanya dalam khayalan (film) beda halnya dengan Jack Ma alias Ma Yun, milioner terkaya di Tiongkok, taipan kelas kakap berusia 50 tahun dari Alibaba Grup Holding Limited, di mana salah satunya menguasai jasa bisnis internet.

Meski demikian kaya-raya dan seolah mampu membayar apa saja, dalam hal pengawalan ternyata Jack hanya punya satu orang pengawal pribadi kawakan yang sangat berani dan setia. Sosok pengawal itu dikenal sebagai Li Tianjin salah satu the real bodyguard from Beijing.

Di luar negeri sangat banyak orang ternama dan terpandang menggunakan jasa bodyguard pribadi. Tak cukup menjelaskan satu per satu pada tulisan ini, yang jelas banyak aktor, aktris, pebisnis, seniman, politkus dan pejabat negara kerap menggunakan jasa pengawalan pribadi meski pejabat negara telah mendapat pengawalan standard dari kedinasannya.

Tak mau menanggung risiko terjadi gangguan atas privasi apalagi jiwanya, mereka rela mengeluarkan dana dari koceknya untuk membayar satu atau dua bahkan lebih pengawal pribadi demi mendapatkan keamanan dan ketenangan di samping untuk memamerkan gengsi.

Sebut saja Michael Jackson, pernah punya bodyguard. Salah satu mantan pengawalnya adalah Alberto Alvarez yang belakangan membongkar aib tuannya betapa sang mega bintang tersebut ternyata banyak menyimpan teman wanitanya. Beberapa ulah dan aksi bodyguard terkenal sepanjang masa di berbagai negara antara lain adalah:

  • Mykola Melnychenko mantan pengawal presiden Ukraina, Leonid Kuchma yang bertugas mengawal tuannya dari 1998-2000. Sama dengan pengawal Jacko di atas, Mykola juga tidak setia. Ia terlibat penjualan senjata gelap ke Irak dan akhirnya pindah ke AS sebelum masa Kuchma berakhir masa jabatannya.
  • Chuck Zito, pendiri perusahaan jasa bodyguard Charlie’s Angle pernah menjadi bodyguard pribadi artis terkenal Hollywood, Lorna Luft
  • Brodu Clay (dahulu George Murdoch),  pernah menjadi bodyguard aktor dan musisi kawakan dan paling kaya di AS, yaitu Calvin Cordozar “Snoop Dogg” Broadus, Jr.
  • Barry Mannake mantan pengawal pribadi mendiang Lady Diana (Isteri Pangeran Charles). Sayangnya ia dibunuh pada 1987 diduga karena terlalu banyak tahu tentang kisah di balik kematian Diana.
  • Andrei Lugovoi, pernah bertugas beberapa kali menjadi pengawal pribadi sejumlah petinggi Rusia, antara lain: mantan PM Yegor Gaidar, Menlu Andrey Kozyrev dan sejumlah politikus terkenal lainnya.
  • Nasser al-Bahri, pernah menjadi pengawal pribadi Osama bin Landen sebelum berhenti total dari lingkungan al-qaeda.
  • David Beckham ketika berkunjung ke Indonesia pada 30/11/2011 lalau juga membawa beberapa bodyguard ukuran jumbo, sampai Syahrini yang didaulat menemani Beckham selama tiga hari di Indonesia mengatakan “Bodyguard Beckham sebesar Kulkas tiga pintu.”
  • Lady GaGa, punya bodyguard yang benar-benar ganas. Pada 18/8/2012 lalu salah satu pengawal pribadinya memukul salah satu fans sampai terjatuh akibat nekat minta tanda tangan di halaman sebuah hotel di Bucharest, Romania.

Bodyguard di Indonesia

Profesi bodyguard di Indonesia pun tak kalah seru. Bodyguard tentunya tidak sama dengan asisten pribadi. Meski sebutannya diperhalus menjadi “Pengawal Pribadi” tugas Bodyguard penuh risiko yang berat. Kabarnya sejumlah konglomerat, pebisnis, orang terkaya, pejabat swasta kepala BUMN dan Pemerintah punya bodyguard yang tak kalah dingin dan sangar seperti Li di China.

Beberapa peristiwa hangat yang masih dapat terekam kita tentang tokoh-tokoh ternama yang memperlihatkan bodyguard mereka di hadapan publik adalah:

  • Nunun Nurbeitie, salah satu tersangka kasus suap terhadap Deputy Gubernur BI pada masa itu, saat menjalani pemeriksaan di gedung KPK 27/12/2011 senantiasa didampingi oleh empat orang bodyguard. Sayangnya sampai kini ke-4 bodyguard tersebut belum diketahui identitasnya.
  • Syahrini, dalam satu kesempatannya ke Makassar pada 25/2/2015 lalu secara terbuka memperlihatkan 4 orang bodyguard. Pardi, salah satu bodyguard mengatakan mereka mengawal Syahrini dan manajemen selama aksinya di Makassar.
  • Artini salah satu bodyguard ternama Indonesia dari perusahaan jasa bodyguard, Omyganesha, kepala BUMN banyak meminta jasa tersebut. Perusahaan tersebut harus membuat daftar antrian untuk calon klien yang membutuhkan jasa mereka. Hal ini menandakan bahwa jasa Bodyguaard memang sangat diminati di Indonesia. Sayangnya kita tidak mendapat informasi siapa saja tokoh pejabat negara, konglomerat, politkus dan kapala BUMN yang meminta jasa pengamanan pribadi tersebut.
  • Bodyguard asing yang jelas-jelas terlihat di Indonesia adalah miliknya Mark Zuckerberg pendiri Facebook yang bertemu  Presiden  terpilih Joko Widodo pada 13/10/2015 lalu. Empat bodyguard senantiasa menempel juragan FB ke mana pun Zuck bergerak.

Diyakini masih banyak yang tidak terlihat kita sejumlah bodyguard asing yang gentayangan di Indonesia maupun yang bekerja untuk tuannya di Indonesia. Tentu saja tulisan ini mengecualikan bodyguard Hillary Clinton yang mengawalnya saat dua kali pertemuan antara kepala negara di Bali pada 2014 atau sebelumnya.

Terakhir kita melihat hadirnya empat sosok bodyguard Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang dipanggil Polisi pada 8 Juni 2015 lalu dalam kesaksiannya pada kasus PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang merugikan keuangan negara hampir 900 miliar rupiah (pada 2012).

Meski statusnya hanya untuk dimintai keterangan di Kementerian Keuangan (bukan di Bareskrim Polri) ternyata SMI dikawal oleh empat pengawal khusus yang berada dalam rink satu (kemungkinan di rink dua tidak terdeteksi). Keempat pengawal khusus SMI  -berdasarkan keterangan Polri- kemudian disebut sebagai agen FBI telah menyertai SMI dalam penerbangannya dari New York hingga ke Jakarta sampai pada proses pemeriksaan dan kembali lagi ke AS.

Beredar informasi tentang sikap hati-hati yang diperlihatkan Polri dalam pemeriksaan SMI tak lepas dari strategi yang diterapkan SMI, yakni meminta pemeriksaan dilaksanakan di Kemenkeu dengan alasan topik yang dipertanyakan berkaitan dengan tugasnya di Kemenkeu saat itu.

Benarkah keempat bodyguard SMI dari FBI? Bisa benar bisa juga tidak. Kita terbiasa menyebut FBI dalam konstelasi pengamanan seperti itu padahal di AS masih ada beberapa Perusahaan Militer Swasta (PMC) yang bergerak di bidang yang hampir sama dan mendapat izin pemerintah. Mereka menyediakan jasa pengamanan, pengawalan dan investigasi, misalnya adalah: Vinnel Corporation; Titan Corporation; SCG International Risk; DynCorp; CACi,  Blackwater Agency dan lain-lain.

Blackwater Agency misalnya. Perusahaan ini juga menawarkan jasa berupa:

  1. Jasa kemanan dan pengawalan
  2. Pengamanan lokasi
  3. Perlindungan VIP
  4. Investigasi
  5. Sopir pribadi
  6. Misi khusus

Mengapa SMI Menggunakan Bodyguard

Siapa pun yang dibawa dalam rombongan SMI (FBI, CIA, DEA, NSA,  atau dari perusahaan militer swasta) biasanya telah mengumpulkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (meski kadang terjadi juga informasi kurang tepat).

Kehadiran rombongan bodyguard yang menemani SMI TIDAK MUNGKIN terinspirasi oleh poster gokil bin satir “Menculik Mulyani” yang pernah beredar di dunia maya pada 2010 – 2011 lalu. Pengawalan terhadap SMI pasti merujuk pada sejumlah data dan fakta yang akhirnya menuntut pihak keamanan AS perlu bersikap hati-hati dari awal sampai akhir dalam mengawal SMI.

Oleh karenanya, empat pengawal (DITUDING sebagai agen FBI) yang terlihat di rink-1 beberapa waktu lalu adalah petugas paling bertanggung jawab atas keselamatan SMI dari sejak berangkat hingga tiba di Jakarta dan kembali lagi ke AS. Tidak tertutup kemungkinan adanya agen lainnya di rink-2 yang luput terpantau pada saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta saat itu.

Jika benar rombongan pengawal itu dari FBI difasilitasi pemerintah AS kepada pejabat lembaga strategis di AS termasuk SMI bisa berarti AS mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dalam pemeriksaan SMI. Jika benar-benar FBI yang beraksi, maka beberapa tanda tanya yang menggelitik simpul saraf pertanyaan kita adalah:

  • Mungkinkah AS melihat proses penegakan hukum belum terlaksana dengan profesional di Indonesia.
  • Mungkinkah FBI (AS) khawatir mendengar praktik kriminalisasi oleh polisi pada beberapa kasus selama ini.
  • Mungkinkah AS sengaja memberi pesan beraroma arogan, jangan main-main dengan tokoh kami “yang satu ini”.
  • Mungkinkah SMI sendiri justru meminta perlindungan pada FBI atau BW Agency karena ia lihat, ia rasakan dan ia ketahui selama menjadi warga Indonesia dan menjadi bagian paling strategis dalam struktur pemerintah Indonesia, betapa rentannya seseorang yang awalnya dimintai keterangan beberapa kali lantas dijadikan tersangka.

Jika tidak difasilitasi oleh pemerintah AS dengan mengirim FBI bersama SMI, kemungkinan besar SMI membayar sendiri dari pihak pengamanan (bodyguard) swasta demi keamanan dan ketenangannya di Indonesia.

Sebelumnya, SMI juga pernah menggunakan bodyguard pribadi sampai 10 orang pada 9/4/2010 saat mengikuti acara sidang Badan Anggaran DPR tentang rencana APBN-P 2010 saat itu. Kondisi pengamanannya sangat ketat pada saat itu sehingga ada wartawan yang nyeletuk, “Pengamanannya sudah mirip dengan Presiden.”

Kini, sebagian orang menilai SMI berlebihan dengan agen bodyguard-nya, tapi mungkin tidak dalam pandangan seorang SMI. Baginya antisipasi dengan cara cermat dan lihai –termasuk hadirnya agen FBI bodyguard tersebut- akan membuat ia selamat. Buktinya memang benar SMI tak tergoyahkan dengan terbitnya pernyataan dari Polisi bahwa “Pemeriksaan terhadap SMI sudah cukup“.

Persepsi masyarakat dalam hal ini, Polri ibarat sekeping uang logam dua sisi. Sekali waktu muncul sisi yang nilainya tanda jempol karena telah memanggil SMI dan menjalankan tugasnya. Di lain waktu muncul sisi yang lain, kuatir FBI di balik SMI membuat polisi tidak leluasa bertindak membuat nilainya tidak memuaskan.

Apakah rombongan bodyguard SMI dari FBI atau BW Agency atau lainnya tak jadi soal. Kenyataannya pemeriksaan terhadap SMI sudah cukup. SMI kembali memperlihatkan betapa jeniusnya.

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s