Saksi Kunci Penembakan MH-17 Malaysia Ungkap Pilot Ukraina

Siapa pelaku dibalik hancurnya pesawat komersial jenis Boeing 777-200ER milik maskapai Malaysia Airlines (MAS) yang jatuh di Ukraina timur pada 17 Juli 2014 lalu kini terungkap,

Otoritas Rusia mengumumkan hasil investigasi terhadap saksi kunci yang tahu persis siapa pelaku di balik peristiwa kecelakaan pesawat yang menewaskan 295 orang penumpang dan krue pesawat tersebut.

Tanpa bermaksud mengungkit kembali kenangan buruk dan menyedihkan yang dirasakan  keluarga korban yang ditinggalkan kini lembaran buram tersebut terbuka kembali seiring dengan terkuaknya misteri pelaku di balik peristiwa tersebut.

Lembaran buram penerbangan Malaysia (mungkin juga dunia) ini disajikan dalam dua bidang informasi, yaitu :

  1. Info terkini hasil investigasi tim penyidik Rusia
  2. Info yang diambil pada tulisan penulis di Kompasiana pada 21 Juli 2014 lalu di  sini: http://www.kompasiana.com/abanggeutanyo

 Info terkini

Yan Novikov, kepala industri sistem persenjataan udara Almaza Antei di Moskow, pada Selasa 2 Juni 2015 memberikan informasi bahwa sistim persenjataan yang digunakan menembak MH-17 adalah Buk air defense missile system, jenis Buk M-1 System yang tidak tersedia lagi di gudang pesenjataan Rusia karena produk zaman Soviet dahulu. Jenis senjata itu telah digantikan semua dengan cadangan sistim yang baru di seluruh gudang senjata Rusia sejak

Sementara itu, juru bicara komite investigasi MH-17 Vladimir Markin memberi keterangan pers pada 3 Juni 2015 tentang kesaksian salah satu saksi paling dipercaya (saksi kunci) sebagaimana dirilis oleh RT.com (http://rt.com/news/264545-mh17-investigators-key-witness/) sebagai berikut :

  • Agapov, warga negara Ukraina bekerja sebagai mekanik pada Skuadron pertama dalam Brigade sistim persenjataan taktis angkatan udara Ukraina yang ditempatkan di Ukraina timur.
  • Agapov, beberapa waktu lalu melintasi perbatasan Rusia menuju ke Moskow. Ia yang kiini berada dalam perlindungan pihak keamanan intelijen Rusia telah memberikan kesaksiannya secara sukarela. Menurutnya, salah satu pilot SU-25 yang kembali bertugas pada hari itu yaitu kapten Veloshin terlihat tegang setelah mendarat di landasan dan “kehilangan” salah satu misilnya. Velosin -menurut informasi Agopov yang berada di menara pengawas saat itu- menjawab “tempat dan waktu yang salah,” ketika ditanya petugas menara kontrol Dyakin, kemana missilnya.

Ukraina langsung bereaksi bahwa tidak ada tugas penerbangan Velosin pada saat itu.

Info Sebelumnya

Sebagaimana disebutkan pada tulisan topik yang sama hampir setahun yang lalu, aktor yang disinyalir melaksanakan serangan tersebut adalah Igor Sterlkof  salah satu pimpinan pemberontak yang berafiliasi dengan tentara Rusia. Berbagai media barat pada saat itu mensinyalir dialah sang pelaku atas perbuatan durjana tersebut.

Meski sempat membuat opini miring terhadap Rusia akibat pemberitaan tersebut, kini hampir setahun kemudia Rusia berhasil mengungkap peristiwa tersebut dari salah satu sumber terpercaya sebagaimana disebut di atas. Dengan demikian opini tentang Igor Sterlkof  aktor di balik peristiwa tersebut terbatahkan.

Meski demikian, maksud dan tujuan pemberitaan yang dikemas seperti itu bukanlah rahasia lagi karena strategi dalam Fals Glag Teory telah diketahui banyak oleh masyarakat dan pers seluruh dunia.

Berikut sekilas tentang informasi sebelumnya pada peristiwa jatuhnya MH-17 Malaysia pada tulisan 20 Juli 2014 lalu (sebagai pembanding).

Teka-teki siapa yang menembak MH-17 Malaysia Airlines meski belum dapat diputuskan dengan pasti pihak yang mana sesungguhnya yang menembak pesawat naas tersebut, namun melalui sejumlah analisa-analisa di bawah ini arah pelaku penyerangan MH-17 mulai terkuak. Beberapa analisa yang dapat dijadikan rujukan adalah sebagai berikut :

Pesawat Malaysia sepintas memang mirip IL-96 pesawat kepresidenan Rusia yang pada hari yang sama melintasi jalur tersebut. Meski alat deteksi sekarang sudah canggih membedakan mana pesawat presiden Rusia atau bukan akan tetapi personil di darat yang menggunakan rudal panggul dan tank peluncur rudal sejeni BUK bisa saja kurang jeli membedakannya.

Disebutkan dalam beberapa informasi, dua pesawat angkatan udara Ukraina terdeteksi mengawal MH-17 beberapa menit sebelum MH-17 hilang dari radar dan akhirnya dikabarkan jatuh

Seorang pejabat Ukraina yang tidak disebut identitasnya mengatakan, kemungkinan Ukraina salah tembak pesawat naas tersebut karena saat itu sedang terjadi latihan militer Ukraina di dekat Donestk. Pesawat tersebut terkena serangan Buk- M1.

Pada hari yang sama jatuhnya MH-17, beberapa jam sebelumnya pesawat tempur Rusia menembak jatuh pesawat tempur Ukraina SU-25 di sekitar Donestk.

Pengakuan melalui tweeter salah satu petugas (pria) menara kontrol (ATC) di bandara Borispol, Kiev berkabangsaan Spanyol, memiliki catatan percakapan militer Ukraina dibalik peristiwa tersebut. Ia memiliki catatan pembicaran pilot pesawat militer Ukraina saat pesawat tersebut tertembak. Sumber : http://socioecohistory.wordpress.com

Beberapa fakta di atas mengarah pada posisi yang tidak menguntungkan terhadap Ukraina. Jika benar itu terjadi sangat disayangkan Kiev benar-benar mempermainkan jiwa manusia yang tak terbayangkan betapa irasionalnya perperangan di Ukraina sehingga tidak dapat lagi membedakan sipil dan pemberontak atau militer.

Akan tetapi informasi terkini menyebutkan bahwa seorang pemimpin pemberontak yang disebut sebagai Igor Girkin atau dikenal sebagai Igor Sterlkof mengaku dalam jaringan berita online telah menembak MH-17 pada Kamis pagi (17/7) waktu setempat. Saat itu Igor mengira pesawat itu adalah Antonov AN-26 milik angkatan udara Ukraina. Tim spratis Igor lalu menembak pesawat tersebut di sekitar perbatasan Ukraina dan Rusia.

Meski Igor belakangan membantah pemberitaan media online tersebut apa daya informasi tersebut telah merebak dan menembus dunia maya tanpa batas dan menjadi konsumsi berita hangat seluruh dunia. Aparat militer dan asosiasi penerbangan dunia dan pemimpin dunia pun kini mendalami kebenaran keterlibatan Igor Cs dalam peristiwa memilukan tersebut.

Meski benar-benar tidak beradap dan tidak manusiawi, peristiwa salah tembak pesawat sipil komersial juga pernah dilakukan Ukraina, AS dan Rusia sebelumnya. Ukraina  pernah menembak jatuh pesawat komersial Rusia pada 2001, menewaskan 78 awak dan penumpangnya di udara laut hitam.

Kapal AL AS, Vicennes pernah menembak jatuh pesawat komersial Iran pada 1988 saat konflik Iran- Irak sedang berlangsung seru. Rudal yang dilepaskan Vicennes menewaskan 290 kru dan penumpang Iran Air di atas Teluk Persia.

Sementara itu, Rusia pernah melakukan hal yang sama terhadap pesawat komersial Korea Selatan yang menewaskan 269 kru dan penumpangnya di atas udara Uni Soviet (saat itu).

Apakah Igor merupakan obyek teori False Flag Attack atau Black Flag atau bukan mari kita nantikan perkembangannya. False Flag conspiration telah lama terjadi. Serangan ini diciptakan oleh sebuah negara atau organisasi tertentu untuk pencitraan yang berdampak timbulnya alasan membenci atau menghukum negara atau kelompok tertentu.

Sambil menantikan perkembangan lebih lanjut, kita mengutuk tindakan biadab tak berperikemanusiaan penghilangan nyawa orang sipil yang tidak berkaitan apa-apa dengan eskalasi di Ukraina. Kita mendoakan semoga arwah para penumpang tenang di sisi Nya dan pada pelaku kejahatan sengaja maupun tidak tersebut akan terungkap dan diadili secara pedih oleh pengadilan internasional.

Semoga kita dapat menemukan pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut. Apa jadinya jika pelakunya di adili oleh Malaysia jika mendapat izin pengadilan internasional. Malaysia harus segera membuat langkah tersebut untuk mengobati luka hatinya termasuk duka kita semua yang menolak cara-cara biadab seperti itu, meski dengan alasan terjadinya kesalahan teknis.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s