Hitler Benar (Tidak) Bersembunyi di Argentina (Bagian 2)

Hitler bersama sejumlah orang mirip dengannya. Salah satunya, Scherck

Hitler bersama sejumlah orang mirip dengannya. Salah satunya, Scherck

Pada bagian pertama dari tulisan ini telah membawa kita pada sejumlah informasi yang menerangkan pendapat beberapa sejarawan dan ahli milier PD-2 tentang pelarian Hitler.

Review singkat terpenting pada tulisan bagian pertama telah menerangkan pendapat beberapa sejarawan, pemimpin dunia dan ahli milier PD-2 tentang pelarian Hitler. Ringkasannya adalah sebagai berikut :

  1. Kemungkinan adanya kerjasama intelijen AS dan Nazi dalam pelarian Hitler dan rombongan Nazi serta ilmuan dan teknokrat Jerman ke AS bisa jadi masukan berarti.
  2. Ketertkaitan keluarga Bush yang disorot oleh Skarnozy salah satu mantan petinggi Nazi patut diperhitungkan meski belum ada bukti dan pengakuan dari keluarga besar Bush.
  3. Sarana yang dipakai Hitler dalam pelariannya ada beberapa versi, yaitu :
  • Hitler menggunakan kapal selam dari Berlin sampai ke Argentina.
  • Hitler menggunakan kapal selam dari Berlin ke Spanyol, lantas menggunakan pesawat khusus ke Argentina.
  • Hitler menggunakan pesawat yang dikemudikan oleh Kapten Peter Baumgart. Bersama Eva dan orang penting Nazi lainnya mereka bergerak dari Bandara Tempelhof ke Tondern, Denmark. Dari Tondern mereka menggunakan pesawat lain ke Kristiansund, Norwegia. Dari sini mereka menggunakan kapal selam “U Boat”ke Argenina.
  • Pendapat yang lebih bombastis sarana yang digunakan Hitler melarikan dirimengatakan dengan pesawat UFO Jerman “Haunebu.” (Dalam wikipedia disebutkan Nazi memiliki beberapa UFO selain Haunebu antara lain adalah : Rundflugzeug, Feuerball, Diskus, Hauneburg-Geräte, V7, Vril, Kugelblitz, Andromeda-Geräte, Flugkreisel, Kugelwaffen, dan Reichsflugscheiben). Sumber : (http://en.wikipedia.org).

Pengakuan Reinhard Gehlen (mantan Kepala Intelijen NAZI).

Informasi lainnya mengungkap bahwa, pada saat itu (1945) CIA belum terbentuk, akan tetapi seseorang agen AS dari Office Strategic Service (OSS) yang sudah kenyang pengalaman di Berlin dan Eropa, Allan Dulles  bertemu dengan mantan kepala intelijen Nazi (BND), Reinhard Gehlen pada 1946 dalam Program Operasi Paperclip yang memberi akses masuknya 760 ahli teknologi dan kesehatan Jerman ke AS pada masa Presiden Harry Truman berkuasa.

Gehlen dan Dulles kemudian terlibat dalam organisasi intelien khusus yang disebut sebagai “Joint Intelligence Objectives Agency” (JIOA).

Dengan imbalan memberi informasi rahasia tentang Rusia Gehlen sepakat dengan Dulles berkolborasi dalam badan intelijen JIOA  yang lebih condong kepada masalah memata-matai Rusia ketimbang mencari keberadaan Hitler.

Reinhard Gehlen kepada pemeriksa dari JIC  pada 1948 (kemudian JIC menjadi CIA) mengatakan bahwa ia terlibat dan berperan besar dalam pelarian Hitler ke luar negeri. Lebih terperinci lagi ia menyebutkan tanggal keberangkatan Hitler ke Barcelona (Spanyol) pada 26 April 1945 atau empat hari sebelum Hitler dinyatakan bunuh diri.

Pengakuan Joseph Stallin (mantan Diktator Rusia).

Sumber lainnya yang mungkin leboh provokatif adalah Joseph Stalin pemimpin Rusia. Ia mengatakan menerima informasi akurat sekali dari intelijen dan tentaranya yang masuk Berlin ke lokas Fuhrerbunker yang sudah berkeping keping tak berbentuk. Agen Rusia -katanya- tidak menemukan mayat atau rangka Hilter selain menemukan mayat hangus Yoseph Gobbel dan istrinya Magda serta enam orang anak mereka yang tewas karena diracun.

Stalin meneruskan penjelasannya, “Tapi pada saat dan tempat yang sama juga ditemukan seorang pria berkumis yang kemudian diduga sebagai Hitler,” menurut Stalin.

Stalin dengan  tegas menjawab “Tidak,” saat Presiden AS Harry Truman bertanya padanya tentang tanggapannya atas kematian Hitler pada sela-sela acara konfrensi Potsdam pada 1945.

Stalin bahkan mengatakan para ahli Rusia yang datang ke lokasi bahkan menyimpan foto yang memperlihatkan mayat ganda (pengganti) bukan foto yang dilansir dipublikasi selama ini. Stalin juga mengatakan memiliki buku yang patut dipercaya ditulis oleh Ron T Hansig dengan judul “Hitler Melarikan Diri.”

Pengakuan beberapa mantan komandan militer Sekutu.

Marshall Gregory Zhukov komandan militer Rusia yang pertama sekali menduduki Berlin bersaksi kepadaThomas J Dodd, Oditur Militer AS pada pengadilan Nuremburg bahwa “Kami tidak menemukan mayat Hitler.”

Sementara itu, Mayor Jenderal Floyd Tamman, salah satu komandan Angkatan Darat AS yang kala itu juga melihat lokasi yang sama dengan Zhukov  mengatakan bahwa ia sangat yakin bahwa Hitler telah melarikan diri.

Sedangkan perwira AS lainnya Letnan Jenderal Beddel Smith kepala staf Invasi Eropa pada masa pemerintahan Eisenhower yang kemudian menjabat sebagai Direktur CIA, berbicara secara terbuka pada 12 Oktober 1945, “Tidak ada yang dapat mengatakan Ia (Hitler -red) telah mati.”

Senada dengan Beddel Smith, Kepala Intelijen AS di Berlin saat itu mengatakan bahwa ” Tidak ada bukti yang mendukuung teori Hitler bunuh diri.”

Berdasarkan sejumlah pengakuan yang (mungkin) tidak dapat digeneralisasikan dan tentu saja tidak mewakili kebenaran yang absolut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Hitler telah melarikan diri menggnakan jaringan yang amat rapi. Salah satunya adalah jaringan yang amat memungkinkan adalah kerjasama intelijen CIA dan NAZI.

Hal ini diperkuat oleh sejumlah dedengkot NAZI yang tiba di AS beberapa bulan setelah Hitler dikabarkan tiba di Argentina sebagaimana disebutkan dalam penjelasan di atas.

Tanda Tanya Besar

Jika benar Hitler melarikan diri maka dapat dikatakan inilah skenario detektif terhebat pada abad ke 20. Beberapa trik dan tips yang menghentakkan kita -paling tidak merenung kembali- adalah :

  • Skenario pelarian yang teramat rapi, dari pemilihan aktor yang mirip dengan Hitler dan Eva lalu bunker diledakkan.
  • Rute pelarian yang misterius. Mulai dari penggunaan terowongan didekat Fuhrerbunker yang menghubungkannya ke luar kota Berlin sampai ke pelabuhan Belin menggunakan kapal selam hingga tiba di Spanyol.
  • Penjagaan tengkorak yang diduga Hitler masih disimpan secara amat rahasia oleh pemerintah dan militer Rusia yang seolah-olah memegang kartu As hingga membuat AS dan sekutur ketar ketir karena pemeriksaan secara forensik (misal DNA) tengkorak tersebut hingga kini hanya pihak intelijen dan pemeritah tertinggi Rusia saja yang mengetahuinya,
  • Kerjasama intelijen Nazai dengan keluarga besar tersohor di AS yang diduga sebagai orang tua angkat GHWB Sr (kakek angkat GHWB Yr) dalam mendatangkan dedengkot-dedengkot Nazi ke AS menimbulkan penolakan serius oleh keluarga besar Bush dan dunia.
  • Perebutan orang-orang jenius Jerman telah dimenangkan oleh AS, akan tetapi Rusia memegang kartu truf teramat strategis berupa tengkorak manusia yang menyerupai Hitler yang hingga kini TIDAK pernah dilakukan pemeriksaan DNA nya.

Bagaimana dengan pandangan yang membernarkan bahwa Hitler telah “finish” pada 1 Mei 1945 yang lazim kita dengar dan baca dari berbagai sejarah kematian Hitler selama ini? Sejumlah gambar yang memuat mayat Hitler tergeletak memegang gambarnya sendiri menuai kecurigaan karena bermuatan beberapa keanehan sebagai berikut :

  1. Dugaan kuat bahwa “Hitler” yang tewas itu adalah Gustav Weber (Gustav Weler).. Ia salah satu dari selusin orang yang sangat mirip dengan Hitler. Akan tetapi yang termirip adalah sopir pilihan Hitler yakni Julius Schreck. Ia sering berperan pengganti sebagai Hitler dalam beberapa peristiwa.
  2. Sebuah video yang dirilis oleh tentara Merah Rusia saat pertama sekali merapat ke Bunker memperlihatkan gambar yang berbeda dengan yang ramai dipublikasi oleh barat. Video yang dibuat tentara Rusia memperlihatkan sebelah Hitler ada gambarnya sendiri sedangkan video yang dibuat tentara Rusia bergambar Eva di sisi mayat Hitler tersebut.
  3. Mayat pria yang disebut Hitler tersebut kemudian dibakar hanya meyisakan tengkoraknya yang akhirnya di bawa ke Rusia untuk diperiksa DNA nya. Hasil pemeriksaan DNA dari tengkorak tersebut ternyata adalah tengkorak wanita yang berusia 40 tahun, padahal saat peristiwa itu (30/4/1945) Hitler berusia 56 tahun sedangkan Eva Braun saat itu berusia 35 tahun.
  4. Hasil pemeriksaa golongan darah yang tercecer di sofa disebutkan berbeda dengan golongan darah milik Hitler yang bergolongan darah A. Sedangkan darah yang tercecer itu tipe O milik Gustav Weler (Gustav Weber) salah satu polisi rahasia SS.
  5. Informasi yang berkemabang menyatakan Hitler bunuh diri dengan pistol Walter (Walther PPK 7,65) kenyataannya Hitler menyandang pistol Walter 6,25mm. ironisnya tidak ditemukan sebuah selonsong peluru pun di lokasi kejadian.
  6. Tiga orang (Hans Hofbeck, Hermann Karnau, and Erich Mansfield) yang  membakar (kremasi) mayat Hitler di kebun (sekitar 50 meter) dari gedung tersebut mengakui perbuatannya. Salah satunya Hofbeck dalam pengakuannya pada 25 Nopember 1995  mengakui  membakar jasad tersebut tidak lebih dari 5 liter bensin. Hal ini bertolak belakang dengan pengakuan pelaku sebelumnya Linge, Günsche and Kempka pada 10 /2/1956 . Saat itu mereka mengatakan Hitler di bakar dengan dua jiregen bensin. Logikanya, apakah dengan dua liter bensin akan mampu membuat jasad Hitler dan Eva hilang menjadi abu dalam sekejab tanpa berbekas? Belakangan disebut hanya menyisakan dua buah gigi milik Hitler, padahal sebelumnya disebutkan jasad tersebut telah hilang tanpa bekas dalam kremasi.
  7. Lelaki yang ditemukan tewas (Hitler) tingginya lebih pendek 2 inci dari Hitler mirip dengan tinggi Gustav Weler.
  8. Berdasarkan aneka gambar yang muncul kemudian beraneka ragam juga ragam tentang kematian Hitler di Bunker, ada yang menggambarkan ia bunuh diri di atas kursi sofa, pendapat lain mengatakan ia tewas di sudut bunker. Ada juga gambar memperlihatkan Hitler menembak dalam mulutnya, gambar lain mengatakan ia tewas menembak kening sebelah kirinya.
  9. Sejarawan Inggris yang fokus pada PD-2, W. Hugh Thomas meyakini bahwa lelaki yang ditemukan oleh pasukan Rusia di Bunker Hitler itu adalah Gustav Weler, bukan Hitler sebagaimana yang diinformasikan selama ini. Pada bukunya berjudul “Doppelgangers” yang terbit pada 1996, Hugh meyakini pendapatnya dengan sejumlah gambar dan bukti.

Kontra Opini tentang Pelarian Hitler

Berbeda dengan pendapat dan informasi di atas, hampir serentak di seluruh dunia meragukan penemuan tersebut di atas. Para peneliti, ahli militer PD-2 dan sejarawan dunia menilai penemuan dan pengungkapan penejlasan pada bagian pertama di atas sebagai sampah dan mencari hanya mencari sensasi belaka. Salah satu sumber yang sangat layak DAPAT DIPERCAYA berasal dari mantan operator radio Hitler yang dikenal sebagai Rochus Misch. Ia bersaksi kepada tentara sekutu dan pengadilan kejahatan perang Dunia-2.

Misch melihat dengan mata kepala sendiri bosnya bersama  Eva Braun terkulai layu di atas sofa di ruang tamu di dalam bungker Fuhrer.

Sejarawan lain yang menolak mentah hasil temuan tersebut adalah Guy Walters mengaku telah melakukan penyelidikan panjang menganggap informasi tentang Hitler berhasil meloloskan diri adalah berita atau informasi sampah.

Tentu masih banyak yang beranggapan seperti Walter dan Rochus Misch yang tidak dapat disebutkan satu per satu pada tulisan ini yang juga mempunyai dalil dan sumber penelitian masing-masing lengkap dengan saksi sejarahnya.

Mantan Presiden AS Harry Truman dan Rossevelt sangat yakin dengan informasi Hitler tidak melarikan diri, melainkan tewas di dalam bungkernya pada tanggal 30 Aspril 1945. Mereka termasuk orang penting dunia yang meragukan pendapat tentang Hitler melarikan diri dari Jerman.

Kesimpulan :

Berdasarkan catatan dan pendapat-pendapat mengenai pro dan kontra pelarian Hitler, benang merah yang dapat ditarik  adalah :

  • NAZI Jerman awalnya dipersiapkan sebagai kekuatan anti terhadap Konsep Globalisasi yang dimotori oleh AS sejak berakhirnya PD-1 (pertama) hingga sampai saat. (Program Globalisasi dengan konsep utama Dunia Satu Pemerintahan (One World Government) juga disebut dengan The New World Order).
  • Kemungkinan NAZI Jerman melihat AS akan menjadi raja dirajanya dunia yang lazim dikenal menjadi polisi Dunia. AS dipenuhi oleh para cendikiawan Yahudi dalam bidang pemerintahan dan swasta. Mungkin itu jugakah NAZI memburu Yahudi dalam peristiwa Genicida paling brutal yang pernah ada sehingga menewaskan 4 juta orang Yahudi?
  • Meskipun ada yang mengatakan bahwa Yahudi diburu karena bukan ras Aria dan ada juga yang mengatakan Yahudi telah bersekongkol dengan Sekutu terutama Rusia (Uni Soviet) saat Jerman kalah di front Leningrad, kemungkinan besar Hitler telah melihat Yahudi sebagai ancaman besar terhadap program Fasis Nazi Jerman.
  • Sistim penyamaran mirip Hitler telah dilaksanakan dengan sangat sempurna sehingga mengorbankan sejumlah sosok yang mirip Hitler.
  • Proses pembakaran mayat yang diduga Hitler dalam waktu sangat cepat pada saat kerjadian sangat mengundang tanda tanya yang sangat besar, mengapa sosok yang paling dicari-cari sekutu itu dibakar mayatnya semudah itu oleh beberapa orang yang awalnya prajurit SS simpatisan Hitler.
  • Hasil otopsi terhadap tengkorak Hitler sampai kini belum diumumkan oleh Rusia. Mungkin Rusia salah membawa tengkorak yang mereka duga awalnya Hitler.

Banyak sekali keanehan yang terkandung dalam peristiwa kematian Hitler di bawah Bunker di Berlin. Akan tetapi ternyata kuat dugaan Hitler telah meloloskan diri ke Argentina melalui kerjasama yang apik antara Spanyol dan Argentina serta inteligen Jerman sehingga mengecoh sejarah dunia (jika  pelarian itu terbukti).

Kisah pelarian Hitler dan Eva Braun yang heroik dan romantis tak kalah dibanding kisah dua sejoli dalam cerita Romeo dan Juliet itu sudah tiada. Proses kematiannya –entah karena peristiwa Fuhrerbunker 30 April 1945 ataukah karena terasing di pedalaman hutan pinus Argentina- yang jelas sang Fuhrer telah menyeret dunia dalam kancah PD-2 akibat program ambisius Fasisme Hitler.

Ambisius karena di dalamnya mengandung biaya teramat besar yang berujung pada hilangnya nyawa (jiwa) penduduk dunia lebih dari 40 juta jiwa dan melibatkan 100 juta personil dari blok Poros dan Blok Sekutu memporakporandakan sesamanya.

Sejarah mencatat, inilah konflik paling mematikan dalam sejarah ummat manusia  di atas planet Bumi pada jaman modern. Total kematian akibat angkara murka PD 2 di pihak Sekutu adalah :

Korban militer Sekutu: Lebih dari 16.000.000
Korban sipil pihak Sekutu: Lebih dari 45.000.000
Total korban pihak Sekutu : Lebih dari 61.000.000

Sementara itu di pihak Jerman (Blok Poros), daftar korban tewas memang lebih sedikit, yaitu :

Korban militer Blok Poros (Jerman, Italia, Jepang, Irak, Thailand, Spanyol dan beberapa negara Eropa Timur: Lebih dari 8.000.000
Korban sipil: Lebih dari 4.000.000
Total korban: Lebih dari 12.000.000 (1937–45)

Grand total nyawa yang tercabut akibat angkara murka ke dua kubu mencapai 73 juta jiwa. Ini belum termasuk yang cacat, luka-luka dan meninggalkan dampak resesi ekonomi dan kemiskinan di negara yang terlibat terutama di Jerman dan Jepang serta Italia,  tiga sekawan yang bernasib malang dalam PD-2.

Kini, sejarah dunia terlanjur mencatat, Hitler dan Eva Braun sebagai salah satu aktor dan aktris  utama PD-2 yang membuat dunia hancur lebur meski di sisi lain memberi berkah pada negara lain misalnya terbukanya peluang Indonesia Merdeka.

Akan tetapi  sebagaimana disebut dalam kontra opini di atas, sejarah dunia tidak pernah mencatat Hitler dan Eva Braun serta asistennya telah berhasil melarikan diri dari Jerman dan –akhirnya- tenang di dalam hutan pinus Argentina sampai akhir hayatnya? Biarlah waktu saja yang akan membuktikannya.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s