Illiza, Wanita Kepala Daerah Terbaik se Indonesia versi IPM/HDI 2013

Walikota/bupati atau kepala daerah dari kalangan wanita  di Indonesia memang sesuatu fenomena yang biasa, sebab Walikota wanita pertama Indonesia telah ada sejak lama yakni pada 1947, ketika  Agustine Magdalena  Waworuntu dilantik sebagai walikota Manado sejak akhir 1949 (dilantik pada Maret 1950). Ada juga Salawati Daud (Charlotte Salawati), walikota Makassar yang jarang diketahui banyak orang. Beliau dilantik hampir bersamaan dengan Agustine Magdalena Waworontu di provinsi Sulawesi Utara.

Masalahnya menjadi luar biasa karena (ternyata) Indonesia selangkah lebih maju dalam persamaan hak bidang kepala daerah (bupati, walikota dan Gubernur) antara wanita dan pria dibanding negara berpenduduk mayoritas muslim se dunia.

Di tingkat dunia, jika Iran baru punya walikota pertama dari wanita yaitu, Zahra Sadr A’dzham Nuri yang dilantik pada April 2015 lalu, Indonesia ternyata telah duluan mengakui kehebatan wanita dalam memimpin daerah.

Jika Irak  baru punya wanita walikota pertama Zekra Alwach yang dilantik pada 12 Februari 2015 lalu, Indonesia ternyata telah lama mendayagunakan wania sebagai pemimpin kepala daerah.

Jika Palestina baru punya walikota wanita pertama Vera George Mousa Baboun atau Bashaer Otthman sebagai walikota Allaer pada Mei 2015 lalu (setelah magang walikota beberapa bulan pada 2012), Indonesia ternyata  lagi-lagi lebih duluan maju.

India, juga baru punya walikota pertama dari kalangan trangender, yaitu Madhu Kinnar (menjadi wanita) pada 7 Januari 2015 yang lalu. Atau wanita tulen seorang muslimah, yaitu Afsana Muhammad Badeeh yang jadi walikota Gujarat India pada 4 April 2015 lalu yang mayoritas warganya beragama Hindu.

Bosnia, punya walikota pertama wanita pada 7 Oktober 2012 untuk memimpin kota Visoko, di pinggiran Sarajevo, ibukota Bosnia Herzegovina.

Inggris sendiri telah menetapkan Naveeda Ikram, seorang wanita muslimah pertama yang memimpin kota Bradford, London pada 24/5/2011 lalu.

Masih bayak lagi kepala daerah dari kalangan wanita yang pernah aktif atau masih aktif di seluruh dunia yang tidak dapat disebut satu persatu pada tulisan ini. Intinya adalah Indonesia telah selangkah lebih duluan memberdayakan  wanita sebagai pemimpin daerah di banding di beberapa negara yang disebut di atas.

Jangan tanya apa prestasi mereka sebelumnya hingga menjadi kepala daerah (walikota atau bupati) karena semua wanita kepala daerah punya segudang prestasi dari saat sekolah, hobbi, berorganisasi hingga dalam partai politik bahkan dalam karir formal sekalipun.

Sangat sulit menentukan siapa diantara mereka yang terbaik dalam mengurus daerah masing-masing, sehingga beberapa penilaian yang kerap kita temui hanya menyangkut hal-hal yang sangat pribadi, misalnya pemilihan kepala daerah tercantik dalam katagori 10 kepala daerah tercantik. Ada juga 7 tercantik bahkan  3 kepala daerah tercantik seIndonesia.

Ada juga pemilihan kepala daerah wanita paling tegas atau kepala daerah wanita paling muda atau paling tua di Indonesia. Ada juga kepala daerah wanita yang paling paling merakyat dan calon kepala daerah wanita terbaik dunia.

Ketrampilan wanita dalam memimpin sesungguhnya sama dengan pria. Jika wanita punya kelemahan dalam hal tertentu pria pun punya kelemahan pada bidang tertentu. Kelihatannya sudah tak jamannya lagi membedakan ke duanya untuk menjadi pemimpin.

Oleh karena itu, bentuk penilaian yang dicapai pada tulisan ini adalah, walikota/bupati (kepala daerah) wanita yang mana diantara mereka paling sukses berdasarkan katagori IPM (indeks pembangungan manusia). Kita tahu bahwa IPM/HDI merupakan salah satu tolok ukur melihat kesuksesan kepala daerah dalam mensejahterakan warganya.

Indikator dalam penyusunan IPM bermuatan sejumlah faktor penting, yaitu :

  1. Tingkat harapan hidup saat kelahiran (Kesehatan)
  2. Tingkat baca tulis (Pendidikan)
  3. Tingkat daya beli  per kapita (warga) sebagai tolok ukur standard kehidupan (Ekonomi)
    • Mungkin diantara pembaca budiman ada yang ingin menambahkan faktor lain, karena faktor di atas belum mewakili gambaran seutuhnya, silahkan saja, misalnya ingin menambah dari sudut tingkat kemiskinan, pengangguran, keseimbangan belanja publik dan aparatur negara dan sebagainya. Hal tersebut tidak ditambahkan pada tulisan ini karena akan terlalu panjang pembahasannya.

Berhubung IPM/HDI sering menjadi SALAH SATU standard yang lazim digunakan seluruh dunia sebagai tolok ukur menilai tingkat kemakmuran sebuah negara maka hal yang sama kita gunakan faktor tersebut untuk menilai tingakt keberhasilan para kepala daerah wanita di dalam wilayahnya melalui tulisan ini.

Berikut informasi IPM 2013 yang dikutip dari http://www.academia.edu menjadi “gambaran sederhana” seberapa jauh kehebatan atau kekuatan para Srikandi kita di atas, yaitu :

14331137132049503475

Sumber : Dok abanggeutanyo

Catatan :

  • Beberapa kepala daerah ada yang belum atau baru menjabat pada 2013, dianggap sebagai tanggung jawab mereka sehingga data 2013 ini juga merupakan hasil karya sejumlah kepala daerah di atas.
  • Saat tulisan ini dibuat, rincian indeks IPM 2014 apalagi IPM 2015 belum penulis temukan, sehingga  penulis mengacu pada IPM 2013 untuk  seluruh wanita kepala daerah  atau Srikandi-srikandi bermental baja kita disebut di atas.

Atas dasar  IPM tersebut, siapakah diantara kepala daerah wanita yang paling hebat diantara Srikandi-srikandi wanita-wanita besi dalam memimpin roda pemerintahan daerah di tanah air kita? Jawabannya adalah Walikota Banda Aceh, Illiza Saáuddin Djamal. Posisi ke dua ditempati oleh Walikota Surabaya, Tri Risma Harini.

IPM di atas adalah data dan fakta. Berdasarkan data dan fakta pada sumber diatas ternyata Walikota Banda Aceh menempati rangking pertama kepala daerah wanita yang paling baik IPM nya. Jadi bukan karena penulis kebetulan berasal dan berdomisili di Aceh lantas memilih beliau sebagai pemuncak atau peraih ranking pertama.

Sama seperti walikota lainnya yang banyak meraih aneka penghargaan dari dalam dan luar negeri, sederet penghargaan untuk pribadi dan kedinasan seakan tak habis-habisnya diraih oleh politisi dari Partai PPP Aceh ini Lengapnya dapat dilihat Di Sini

IPM kota Banda Aceh bukan saja yang terbaik di Aceh, tapi terbaik seluruh Indonesia. Hanya saja, walikota yang akrab disapa “Bunda” ini terlalu low profile. Ia enggan mengomentari aneka prestasi yang diraihnya. Tidak meremehkan tapi juga tidak jumawa.

Dalam satu kunjungan penulis ke kantornya pada Agustus tahun 2014 lalu (masih menjabat Plt) beliau banyak bercerita secara terbuka misalnya sering hadir memberi pidato dan seminar tingkat nasional kadang membuatnya merasa grogi, apalagi tingkat dunia terasa lebih kalangkabut saat menyiapkan aneka data penting sebagai sumber informasi.

Ruangannya ditata asri dan apik. Persis di belakang meja kerjanya terpampang gambar pahlawan Cut Nyak Dien. Seolah memberi inspirasi padanya bagaimana mengelola dan mengatur wilayahnya harus setangguh Cut Nyak Dien.

Kabarnya, walikota Banda Aceh ini juga sering masuk dalam peringkat utama kepala daerah cantik menurut aneka versi dan katagori yang mencuat di alam maya.

Begitu hebatnya seluruh srikandi – srikandi kepala daerah kita masa kini. Bisa saja suatu saat nanti Srikandi kepala daerah di atas memimpin ke level lebih tinggi, misal menjadi Gubernur atau bahkan menteri. Tentunya TIDAK disarankan meniru cara-cara yang tidak terpuji sehingga berurusan dengan hukum seperti yang telah terjadi pada pemilihan Gubernur Banten beberapa waktu lalu.

Mungkin ada diantara pembaca wanita yang tertarik mengikuti ibu walikota seperti ini bukan? Mengapa tidak? Kini saatnya wanita selangkah lebih maju.  Itu sebabnya mungkin juga pansel KPK juga seluruhnya diisi oleh wanita, hehehehehe

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s