Minum Kopi 146 Kilogram, Apa Manfaatnya?

Banyak pendapat orang tentang minum kopi, ada yang mengatakan bermanfaat ada yang mengatakan kurang baik.

Sumber : http://blog.lehighvalleylive.com

Sumber : blog.lehighvalleylive.com

Yang saya pahami adalah, kopi terasa bermanfaat bagi kita. Beberapa tulisan saya tentang kopi dan mafaatnya telah beberapa kali diposting di Kompasiana. Salah satunya adalah “Manfaat Kopi Bagi  Wanita,” tulisan yang pernah diposting pada 25 Nopember 2011 di sini :http://kesehatan.kompasiana.com

Pada tulisan terdahulu saya mengulangi kembali bahwa, menurut hasil riset para ahli terhadap wanita yang suka minum kopi secara tertib dan teratur akan memberi manfaat antara lain adalah mengurangi risiko kanker Endometrium.

Para peneliti memperoleh kesimpulan bahwa wanita yang minum kopi sebanyak 4 kali dalam sehari memiliki kemampuan 25% lebih rendah terkena kanker Endometrium, dibanding wanita yang hanya minum kopi 2 cangkir sehari memiliki kemampuan 7% terkena kanker Endometrium.

Diantara berbagai produk kopi Nescafe, kopi pilihan saya adalah  jenis Nescafe Classic. Kopi ini telah mengilhami saya karena almarhum ayah saya kalau minum kopi di rumah, pilihannya ya nescafe classic. Saya ingat betul ayah saya rutin membeli produk itu dalam kemasan botol seperti toples. Sekarang botolnya terlihat lebih kecil dan ramping dibanding dahulu. Saya kira produk itu telah ada sejak 1970-an karena saya mulai menikmatinya setelah masuk SMP saat itu (1982) ketika usia saya 13 tahun.

Ketika masuk kuliah, pada 1985, saya masih terobsesi dengan nescafe classic. Hanya saja minumnya baru mampu 1 hingga 2 kali sehari mengingat uang saku dan biaya kuliah saat itu masih terasa amat berat bagi  ukuran saya yang hidupnya “senin-kamis’ bisa makan dan minum enak saat itu. Atas dasar itu sebetulnya awal saya menikmati intensif produk kopi ini (sejak 1985).

Mengapa saya suka minum kopi secara intensif setelah selesai kuliah? Mudah saja jawabnya, karena setelah tamat kuliah saya sudah mempunyai penghasilan untuk biaya minum kopi.

Setelah menikah pada usia 30 tahun mulai 1995, semakin intensif saya menikmati kopi. Minum kopi menjadi aktifitas saya sehari-hari bahkan bisa minum sampai 5 kali sehari jika ditempat lain saya disuguhi juga minuman yang sama. Sekali lagi, bisa sampai lima kali dalam sehari.

Terlalu banyakkah? Kata orang banyak tapi kata orang lain masih sedikt karena belum sampai 6 kali atau lebih dalam sehari.

Selesai kuliah, saya bekerja. artinya sudah ada uang yang cukup membeli kopi kesukaan saya. Awalnya saya membeli kemasan dalam toples botol supaya tidak susah mondar mandir ke pasar sekaligus praktis dan efisien. Praktisnya mudah mengambil dalam toples dan menutupnya dengan aman dan bersih. Efisien karena harganya menjai relatif murah ketimbang membeli dalam ukuran shaset.

Ketika saya berpindah-pindah tugas saat berkerja di beberapa provinsi sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Isteri saya tidak lupa menyelipkan kemasan dalam sachet di dalam koper saya. Dia tahu persis rasanya belum lengkap menikmati hari-hari saya dan pekerjaan tanpa kopi classic itu bersama saya.

Dalam beberapa pengalaman berpergian ke luar negeri pun saya membawa kemasan sachet atau botol kecil itu, juga untuk menemani kehangatan hari-hari saya selama di luar negeri.

Pengalaman kurang sedap saya alami adalah ketika koper saya diperiksa di bandara John F Kennedy Now York pada 2008, kopi dalam kemasan botol kecil disita bersama sejumlah dendeng dan sambal teri kesukaan saya. Sudah jelas bukan berarti mau dinikmati petugas pemeriksa bandara JFK tentunya, kan? Hehehehhe..

Kini, pada usia saya 50 tahun masih suka ngopi dan pilihan saya adalah Nescafe Classic. Produk ini mudah dicari di mana-mana, dari penjual di kaki lima sampai super market atau hypermart tersedia dalam aneka ukuran dan jenis.

Jadwal saya minum kopi biasanya adalah pagi secangkir kopi nescafe classic. Setelah makan siang sekitar jam 15.00 saya minum kopi lagi. Malam, ketika tiba di rumah juga minum kopi. Dan ketika saya terpaku di depan komputer untuk menyalurkan hobi menulis, isteri saya juga sudah menyiapkan si classic tersebut buat menemani saya hingga menjelang pagi. Begitu seterusnya, kcuali bulan puasa Ramadhan saya hanya bisa menikmatinya 3 kali sehari saja.

Jadi kalau ditimbang dalam satu ukuran sachet beratnya 2 gram dan saya minum rata-rata 4 kali sehari berarti mengkonsumsinya sebanyak 8 gram sehari. Jika saya telah mengkonsumsinya selama 25 tahun terakhir secara rutin, maka sesungguhnya saya telah menggunakannya sebanyak 8 gram x 365  hari x 25 tahun = 146 ribu gram alias 146 kilogram. Itu belum termasuk yang saya gunakan untuk diberikan kepada tamu jika memilih kopi saat saya tawarin minumnya apa.

Meski di daerah saya terkenal dengan kehebatan dan aneka rasa kopi dari Robusta hingga Arabia dan saya mencicipi kopi-kopi tak kalah nikmat tersebut bersama kolega, rekan sejawat dan sewaktu-waktu secara pribadi, namun pilihan saya terhadap Nescafe Classic itu belum tergoyahkan.

Bukan soal murah saja, tapi soal kualitas, kebersihan dan rasanya lebih utama. Bagi saya si Classic itu pas dan terjangkau serta nikmat. Mungkin bagi orang lain akan terasa lain raanya meski berkali-kali –tanpa sengaja- saya meyakinkan produk ini tanpa ada ikatan kerjasama dengan Nestle yang memproduksi produk ini. Saya katakan rasanya nikmat, tidak bikin asam lambung dan cepat larut. Hasilnya, ada yang kena ada juga yang tidak kena. Maklum bukan ahlinya promosi kopi cuma suka minum kopi saja, hehehehe….

Orang mengatakan minum kopi bikin tidak bisa tidur karena ada zat semacam nikotin yang memacu kerja jantung dan darah. Saya kira bukan itu, buktinya, menejelang tidur dan merapikan meja laptop saya setiap larut malam, saya menghabisi lebih dahulu 2-3 teguk sisa kopi saya dalam cangkir yang disedikan sejak pukul 11 malam oleh isteri saya.

Apa yang saya rasakan selama minum kopi? Tidak tahu apa yang saya rasakan. Biasa-biasa saja. Alhamdulillah sampai saat ini masih dijauhkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dari masalah efek negatif yang disangkakan sebagian orang. Tensi darah tertatur. Dan saya masih gemar bermain sepak bola di lapangan rumput seminggu sekali. Bahkan posisi sebagai striker gaek lagi, “mirip CR 7,” begitu loh..  No Problem, hehehehhe…

Jadi nikmatilah apa yang bisa kita nikmati pemberian Nya dengan riang gembira. Kalau kita antipati atau membencinya lantas kita minum itu mungkin bikin was-was yang selanjutnya mensugesti diri kita sendiri dengan negatif , misalnya apa yang kita minum itu kurang bermanfaat, misalnya. Jadi sugestilah dengan hal-hal yang baik agar hasilnya juga baik meski tidak harus sama dengan rekor minum kopi saya.

Nescafe Classic ternyata telah menemani saya dalam suka dan duka selama 25 tahun. Saya begitu mengenalnya dan kerap menawarkan kepada siapapun rasanya.

Saya begitu dekat rasanya dengan produk ini. Untung saya tidak memberi nama yang sama buat nama anak saya yang ternyata suka menghabiskan minman sisa kopi saya setiap pagi menjelang ia berangkat ke sekolah hehehehhe..

Semua kopi enak, semua kopi nikmat. Tak salah uji dulu Nescafe Classic yang satu ini, paling tidak kita dapat membedakan cita rasanya, dan mengambil manfaatnya, bukan?

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s