Myanmar Makin Lama Makin Sangar (Jilid 2)

Refleksi Myanmar Modern dan Myanmar Kuno

Setelah pada bagian pertama kita melihat profil Myanmar pada lalu dan pada masa kini mari kita simak bagaimana Myanmar merefleksikan dua zaman tersebut dalam tatanan bernegara dan berbangsa di negeri penuh misteri tersebut. Dari serangkaian peristiwa masa lalu dan peristiwa masa kini dalam jejak rekam tulisan panjang pada tulisan berikutnya, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa :

  1. Eksistensi dan keberadaan warga muslim di Burma atau Myanmar telah ada sejak abad ke 9 atau sebelum adanya kerajaan pertama Birma, bahkan berpuluh seribuan tahun sebelum Birma merdeka. Warga muslim di Burma pada masa beberapa dinasti yang tiran TELAH diperlakukan tidak wajar sejak dahulu kala.
  2. Pada masa dinasti Konboung posisi warga muslim mendapat penghargaan dari kerjaan yang berkuasa di Burma.
  3. Pada masa kerajaan Inggris berkuasa warga muslim diperlakukan dengan baik dan mendapat hak yang sama di dalam mengelola roda pemerintahan di koloni Inggris tersebut.
  4. Pada masa kemerdekaan, muslim Myanmar kembali mendapat tekanan. Terlebih-lebih saat Ne Win berkuasa dan dilanjutkan oleh Thein Sein dengan aneka issue SARA yang menyudutkan penganut agama minoritas.
  5. Upaya membagi negara bagian dan region oleh pemerintah junta militer memperlihatkan strategi jitu junta militer. Penyebaran komposisi warga seperti itu  mampu memberi perlindungan menyeluruh untuk etnis dominan Birma.
  6. Pemerintah junta militer memobilisir organisasi demonstrasi tandingan untuk meredam aksi dari kelompok manapun. Organsisasi yang dimobilisir itu mendapat perhatian dan fasilitas yang baik dari pemerintah.
  7. Warga Muslim masih dianggap ancaman paling berbahaya daripada insurgensi apapun termasuk dari pemberontak Karen. Apa yang membuat pemerintah Myanmar dan para bhiksu membenci kehadiran muslim di sana dibandingkan dengan minoritas lainnya sampai kini belum ada yang mengetahui secara pasti. Padahal dalam rekam sejarah yang disampaikan di atas, kehadiran dan asimilasi warga muslim Myanmar sangat baik terhadap kerajaan Birma pada saat itu.
  8. Issue SARA masih sangat sensitif dan menjadi sumber pemicu paling potensial ledakan konflik horizontal di Myanmar karena IPM atau HDI masyarakatnya masih amat rendah. Menurut data PBB HDI, Myanmar berada pada urutan 149 dunia dari 157 negara dalam laporan UNDP 2011.
  9. Sejumlah aksi bhiksu yang terjadi dalam beberapa kali sabotase terhdap muslim Myanmar sangat mencurigakan karena diantara penyerang yang menggunakan gaun bhiksu dengan ciri khas kepala plontos itu ternyata menggunakan hand phone dan alat komunikasi, sesuatu yang tidak wajar dalam penampilan bhiksu Myanmar. Beberapa analis mensinyalir telah masuk agen pro militer yang sengaja diciptakan untuk penyamaran aksi.
  10. Pernyataan politik berbau SARA yang disampaikan oleh seorang pejabat teras negara Myamnar tentang upaya mensubordinasikan sekelompok kaum minoritas tidak seharusnya disampaikan oleh seorang negarawan yang terhormat.
  11. Informasi tidak benar yang sengaja dihembus penguasa Myanmar adalah  warga muslim Rohingya yang menjadi sasaran pembunuhan dan pengusiran adalah imigran gelap.

Ganasnya junta militer Myanmar seperti tak mengenal batas. Selain merobek-robek demokrasi dan HAM atas minoritas lain di negerinya, pemerintah Myanmar juga bertangan besi menangani aneka perlawanan terhadap pengusa bahkan terhadap pejabat negara sendiri yang berhaluan demokrasi seperti yang terjadi pada Jenderal Aung San and Daw Khin Kyi. Ia tewas dibunuh oleh lawan politiknya pada 19 Juli 1947.

Setelah itu, sejumlah aksi gelombang protes bermunculan. Diaspora suku Karen (KNU) mulai merebak sejak 1960. Perburuan sadis milter Myamnar memaksa KNU mengungsi ke pedalaman bagian selatan hutan Myamar berbatasan dengan Thailand. Meski terus diburu KNU semakin diperhitungkan hingga saat ini.

Lalu gelombang protes 1988 dipadamkan dengan tangan besi. Sejumlah simpatisan pro demokrasi pimpinan Aung San Suu  Kyi dari ormas National League for Democracy (NLD) dan ormas pro demokrasi lainnya  mendapat perlakuan super represfi. Tak kurang 3000 orag pro demorasi tewas bersimbah darah di tangan junta militer dibantu organisasi mliter dari laskar sipil Union Solidarity and Development Association (USDA).

Pada 20 Juli 1989 Suu Kye seperti ayahnya ditangkap militer, Suu Kye  setelah ditangkap dikenakan tahanan rumah hingga dilepas kembali enam tahun kemudia pada Juli 1995. Skenario pembusukan Suu Kyi dilakukan junta militer dengan melontarkan tema-tema anti budha dan kelainan sex pada Suu Kyi.selama ia dalam tahanan rumah yang terisolasi dari dunia luar.

Hasil pemilu 1990 yang memberi kemenangan pada partai  NLD yang mengusung Suu Kyi tidak diakui oleh penguasa Burma U Ne Win yang merasa terancam imperiumnya..

Tahun 2000, Suu Kye kembali ditahan. Meski mengecap 19 bulan dalam tahanan rumah tapi sangat menyiksa karena saluran telepon dan bacaan sama diputus oleh penguasa junta militer Myamnar.

Gelombang protes 2007 anti kenaikan harga BBM dan melonjaknya harga bahan pokok yang digerakkan oleh sejumlah organisasi agama Budha yang dimotori oleh biksu muda, lagi-lagi, ratusan biksu disiksa dan banyak yang menemui ajalnya di tangan besi junta militer yang tidak kenal belas kasihan. Militer menyerbu sejumlah pagoda, menyeret para biksu dan menyegel beberapa pagoda sehingga tak dapat digunakan beberapa minggu.

Seorang jurnalis Jepang yang sedang meliput adegan protes di jalan protokol dekat kantor Presiden, tewas bersimbah darah. Kenji Nagai ditembak dari jarak dekat oleh militer yang beringas saat itu.

Pembantaian terhadap sejumlah muslim Rohingya oleh etnis mayoritas Budha terjadi sejak 29 Mei 2012 hingga 3 Juni 2012. Etnis beragama Buhda seperti mendapat angin dari militer untuk membantai ratusan Rohingya di berbagai tempat di Myanmar.

Pada 18 Juni 1989, pemerintah Junta Militer mengubah nama negara, dari Burma menjadi Myanmar. Di balik strategi menghilangkan kultur sejarah multi etnis yang melatar belakangi terbentuknya Burma pada masa lalu, rezim militer ingin menciptakan Myanmar satu bangsa di negeri tersebut sehingga secara tidak langsung mempertegas ras dan suku minoritas sebagai suku yang tidak diakui. Pemerintah AS mampu membaca gelagat tersebut, selain karena isu anti demokrasi, AS terpaksa tidak mengakui nama tersebut (tetap menyebut Burma) sampai kini, meski pers AS telah terbiasa menyebut Myanmar dalam aneka informasi berita mereka.

Pada 7 Nopember 2005, lagi-lagi Myanmar beraksi mengubah sejarahnya. Kali ini, ibu kota negara dari  Rangon (Yangon) dipindahkan ke Naypyidaw.

Pada 21 Oktober 2010, geliat pemusnahan sejarahnya terus berlanjut. Kali ini lagu kebangsaan dan bendera pun ikut diubah. Melengkapi sejumlah peristiwa sejarah penting yang pernah menghiasi Burma pada masa lalu.Myanmar dalam menjalankan prinsip-prinsip kebangsaan dan penegakan hak azasi manusia?

Kini, sejumlah pengungsi Rohingya telah membanjiri laut Cina Selatan ke laut jawa dan melintasi Selat Malaka. Hampir 12 ribu orang Ronghya yang kebanyakan asal Bangladesh menjelajah ke Thailand, Malaysia dan terutama Indonesia. Sebanyak 2000-an Ronghya telah mendarat di Aceh khususnya Aceh Timur dan Aceh Utara.

Dari beberapa pengungsi tersebut terungkap keinginan mereka melarikan diri dari Myanmar karena tak tahan lagi dengan sikap diskriminatif dan represif junta militer Myanmar. Mereka lebih memilih mati di Aceh di tempat saudara Muslim mereka ketimbang mati di Myanmar.

Kalimat ini menggugah sejumlah warga Aceh. Dari masyarakat biasa hingga Mahasiswa seluruh Kabupaten berduyun-duyun mengumpulkan bantuan untuk diserahkan ke lokasi kem pengungsi. Pejabat daerah tak tinggal diam menyediakan makanan, dapur umum dan unit kesehatan di beberapa lokasi pengungsi tersebut.

Dalam jangka pendek, keberadaan mereka mungkin belum terasa memberatkan. Namun dalam jangka panjang keberadaan ribuan orang tersebut mungkin akan menimbulkan permasalahan baru yakni biaya sanitasi, biaya makan dan lapangan kerja apa untuk mereka. Cepat atau lambat hal itu akan menimbulkan gangguan sosial, apalagi JIKA ternyata beberapa diantara mereka diberdayakan untuk menjadi anggota pengacau keamanan dan ketertiban Aceh. Mereka akan melakukan serangan lebih berani dan berat pada fasilitas penting milik pemerntah dan sipil asal mendapat uang dan bertahan hidup.

Inikah yang diinginkan oleh pemerintah Myanmar?

Apakah Myamnar melepas tanggung jawabnya begitu saja lalu membirkan persoalan tersebut menjadi beban negara lain? Inikah yang disebut dengan kerjasama multilateral dan saling bersahabat dengan tetangga?

Jika benar seperti itu berati Myanmar menghendaki dunia ini kembali kepada masa silam ketika satu kerjaaan bertempur dengan kerjaan lainnya hingga berabad-abad lamanya, seperti kerjaan Mongolia pernah merampas Birma dari Siam? Sejumlah pengungsi dan turunannya serta pendukung anti Myanmar di seluruh dunia akan terpicut emosinya untuk suatu saat akan kembali ke Burma (Myanmar menciptakan api peperangan balas dendam kembali. Inilah sebenarnya yang harus dihindari meski hal itu juga bukan sesuatu yang dikhawatirkan oleh kapastitas mesin perang Myanmar yang menggentarkan Asia.

Pemerintah Myanmar sendiri telah membantah pihak keamanannya melakukan pembantaian terhadap etnis muslim Ronghya sebagaimana disampaikan oleh Menlu Wunna Maung Lwin kepada AFP (31/7/2012). Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh utusan khusus PBB Tomas Ojea Quintana, Menlu Myanmar mengatakan pemerintahnya sudah berupaya keras untuk menghentikan tindakan kekerasan di wilayah Rakhine.

“Pemerintah Myanmar menolak segala tuduhan yang dikeluarkan oleh beberapa pihak yang menyebutkan, kami menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah ini (pembantaian Rohingya),” Sumber : Di sini

Kenyataannya, sekitar 3000-an warga Ronghya telah tewas pada peristiwa 3/6/2012 di Arakan. Siapakah yang melakukan penembakan massal itu? Bisakah tiba-tiba orang mati serentak ribuan orang  tanpa sebab pada saat unjuk rasa?

Jika Myanmar merasa mampu hidup sendiri, tak perlu bergantung pada kerjasama dan bersahabat dengan dunia luar dan mengangkangi nilai-nilai HAM, maka sepantasnyalah dunia bertindak serentak  menekan arogansi dan egoisme Myanmar.

Jika PBB,AS dan Barat mampu melakukan hal tersebut pada Iran, Indonesia, Venezuela, Kuba, Korut, Rusia dan lain-lain mengapa hal tersebut tak mampu diwujudkan untuk Myanmar?

Apakah posisi RRC (Tiongkok) ikut membuat Myanmar merasa besar kepala? Tidak juga, karena hubungannya dengan Tiongkok juga tidak terlalu mesra. Lihat saja pada 14 Maret 2015 lalu, enam belas tentara dan petugas Tatmadaw menyerahkan nyawa mereka bagi negara dan 110 Tatmadaw lain terluka melawan pemberontak Kokang yang disokong Beijing.  Akibatnyam 5 pesawat tempur Mig 29 Myanmar menyerbu perbatasan China mengejar pemberontak Kokang yang lari ke perbatasan China Akibatnya, 5 warga China tewas di pinggiran Kota Lincang, Provinsi Yunan China.

Otomatis China meradang. Tiongkok yang mulai mengincar Myanmar dengan melatih pemberontak Kokang sebetulnya tengah di ambang invasi raksasa ke Myanmar. Padahal, selama dua dekade terakhir junta militer negara yang dulu disebut telah terbangun hubungan baik dengan Beijing. Dapat dibayangkan, apabila  invasi itu terjadi dapat diterka di atas kertas, sejumlah angkatan bersenjata Myanmar (disebut Tatmadaw)  yang aktif ( pada 2014  ada sebanyak 492 ribu orang didukung cadangan paramiliter sebanyak 72 ribu)  tak akan berdaya menghadapi naga Asia, Tiongkok.

Jadi tidak ada alasan meremehkan egoisme Myanmar jika hal itu menganggu negara lain dan lebih-lebih jika negara tersebut telah menistakan norma-norma HAM terhadap warganya.

Segeralah rambo-rambo AS dan NATO menegakkan demokrasi dan HAM seperti dilakukan di tempat lainnya. Segeralah PBB atau OKI bahkan Eropa memberi tekanan kepada Myanmar agar penegakan HAM dan Demokrasi bukan sesuai selera mereka, melainkan sesuai dengan aturan dunia.

Siapapun bangsa dan agamanya yang  ada di sekitar kita, haruslah saling mengasihi dan menghargai agar ia menjadi perekat persatuan dan kesatuan ummat manusia se dunia. Termasuk ummat muslim sendiri juga harus mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan perdamaian dunia yang abadi.

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s