Prostitusi Menggila, Inikah Sebabnya?

Mungkinkah praktek prostitusi akan hilang di planet bumi kita? Sebagian orang pesimis bisnis esek-esek itu akan lenyap dari atas muka bumi, karena praktek itu telah ada sejak awal peradaban manusia dan dibutuhkan atau dicari sampai kini.

Dalam catatan Yunani kuno, praktek prostitusi (Pornoal) terpaksa di setujui (legal) akibat desakan teramat kuat pada tahun 4 SM (sebelum masehi).

Di sisi lain, sebagian orang yang lebih beradab yakin bahwa praktek tersebut dapat dihilangkan, paling tidak harus dapat dieliminir, Sebagai manusia beradab mereka berkewajiban menekan laju praktek prostitusi secara terbuka atau tertutup.

Terlepas mana yang terbaik, mari kita simak, mengapa praktek pemuas kebutuhan syahwat  alias pelacuran tersebut semakin ditekan semakin subur. Semakin dirazia makin merajalela saja kelihatannya. Praktek PSK kini mulai marak menelan korban jiwa baik PSK itu sendiri maupun pelanggannya sendiri, termasuk PSK Deudeuh Alfisahrin dan penikmat PSK yang kebetulan salah satu karyawan Pertamina, Edy Juanda, minggu lalu (3/5/2015).

Praktek prostitusi kini merambah dari kota hingga pinggiran kota (dea) untuk mendapat berpenghasilan puluhan ribu sampai jutaan rupiah satu trip. Jaringannya individu (perorangan) hingga terorganisir dengan tim promosi dan  pelindung yang rapi. Tak heran, praktek itu pun kini menyandang nama sebagai salah satu profesi, yaitu Pekerja Seks Komersial atau PSK.

PSK, semakin subur dan menggila akibat beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Faktor Naluri sex manusia
  2. Faktor Alamiah tertarik pada lawan jenis
  3. Faktor Kebutuhan
  4. Faktor Hiburan
  5. Faktor Peluang
  6. Faktor Konpensasi (pelampiasan)
  7. Faktor Himpitan ekonomi

Mungkin terlalu banyak faktor di atas, maka secara garis besar dikelompokkan yaitu Faktor Ekonomi, Faktor Biologis dan Faktor Psikologis. Ketiganya faktor utama tersebut ditentukan oleh sebuah saringan (filter) yang disebut dengan “KEPRIBADIAN.” Semakin tegar dan teguh kepribadian seseorang semakin kuatlah filter itu bekerja, menyaring aneka desakan ke TUJUH faktor di atas.

Kepribadian, kalau dikembangkan lebih jauh termasuk soal pendidikannya, latar belakang keluarga, keimanannya (agama), wawasannya, kesabarannya dan lain-lain, tumbuh dan layunya bagaikan tanaman. Jika diberi pupuk dan dirawat maka filter kepribadian itu mampu bekerja dengan baik, dalam hali ini mampu membendung seseorang untuk tidak terlibat dalam aneka prostitusi dari kadar rendah sampai tertinggi.

Oleh karena kepribadian itu mirip tanaman maka peluang menjadi layu senantiasa menghantuinya seperti layunya tanaman akibat berbagai faktor.Saat kepribadian mulai terkulai layu mulailah aneka macam bisikan dari nurani muncul menggoyang filter kepribadian pemiliknya, menuntut jalan keluar (alternatif) mengatasi kebutuhan (psikologis, Biologis dan ekonomis).

Wanita dan Pria baik-baik pada awalnya kemudian terganggu filternya lantas menjadi PSK atau bermain cinta dengan PSK (sejenis dengannya) akibat alasan-alasan berikut ini :

  • Ditinggal kekasih (kecewa)
  • Keluarga broken home akibat perceraian kedua orang tua
  • Himpitan ekonomi keluarga
  • Balas dendam terhadap pasangan yang ketahuan berselingkuh
  • Tidak puas pada pasangannya.
  • Gaya hidup (Style) modern
  • Kebutuhan

Diantara ke tujuh ALASAN di atas, alasan klasik dari masa ke masa yang paling antik adalah ALASAN ekonomi pada kasus wanita menjadi PSK. Sedangkan ALASAN tak kalah antik pada kasus pria berselingkuh dengan PSK adalah alasan kebutuhan. (Untuk memudahkan memahami tulisan ini, mari kita fokus membahas dua dari ke tujuh alasan di atas).

Alasan ekonomi dan alasan kebutuhan telah ada sejak manusia dikenal dalam bersosialisasi di atas muka bumi. Maka tak heran, usia persinaan atau pelacuran yang kini menyandang predikat PSK telah ada setua sejarah peradaban manusia.

Di jaman modern ini, pelacuran yang dilakukan oleh wanita (PSK) dan pria (GIGOLO) atau istilah kerennya sekarang disebut “Berondong” semakin marak. Praktek perzinaan mewabah, merambah dari kota sampai desa. Alasan paling utama sebagaimana disebut di atas adalah ALASAN Ekonomi dan Kebutuhan.

Kini, praktek esek-esek itu menggunakan alat lebih modern. Alat komunikasi yang telah dilengkapi oleh aneka vitur yang terkoneksi internet membuat penjaja cinta semakin dinina bobokan oleh profesinya sehingga mudah menjaring calon pelangganya.

Dari cara serhana menggunakan SMS dan BBM sampai agak canggih  melalui Video Chat, Web cam, Jejaring sosial, Domain (portal seks) sampai iklan jual rumah pun menampilkan gelombang birahi penjaja cinta merambah siapapun dan kapan pun juga secara terbuka maupun tertutup (tersamar) misalnya melalui iklan jual rumah, iklan pijat dan iklan salon perawatan kulit, wajah dan rambut

Mengirim SMS cara paling cepat dan mudah, murah dan aman karena tidak menampilkan wajah (profil) penjaja cinta. Sebuah pesan yang terkesan agak nyeleneh mungkin masuk ke Hand Phone kita, bunyi nya: “Aku (maaf) Dewi, mau nemani kamu kapan saja. Silahkan add PIN aku ya? ABxxxx3F,” misalnya seperti itu.

Mucikari pun kini tak tinggal diam, kini sang papi-mami lebih tinggi daya jelajahnya dengan menggunakan media online bahkan dengan sistim proteksi berlapis yang sulit ditembus untuk melacaknya seperti pengelola Krucil mucikari online papan atas. Mdia Seks Online ini masih bertahan di dunia online sampai kini akibat BELUM dapat ditembus aksesnya oleh polisi karena menggunakan sistim proteksi rada ribet. Ada cara khusus yang sengaja didisain untuk itu supaya bisa masuk ke situs milik mucikari tersebut.

Petugas anti pornografi yang selama ini bertugas memberangus wabah PSK di media online, mengakui kesulitan terberat adalah PSK atau Berondong yang menggunakan situs atau domain luar negeri. “Hari ini kita blokir situs http://www.xxx.com, besok sudah muncul http://www.xxx1.com,” seperti diungkapkan oleh Juru Bicara Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto pada media massa 15 Desember 2012. Gatot melajutkan, selama tahun 2014 ia dan timnya telah memblokir sejuta situs porno di media Internet. Upaya Gatot patut diacungi jempol oleh kelompok anti Pornografi dan prostitusi, sayangnya upaya lembaga tempat Gatot bekerja hingga kini BELUM optimal bukan? Tutup satu hari ini tumbuh seribu besoknya.. Satu portal dihadang seribu yang datang.

Tantangan itu diperparah lagi oleh stigma “Cara cepat dan Mudah Mendapatkan Duit” atau “Cara Cepat Menjadi Kaya”.di kalangan penjaja cinta telah mendarah daging dari masa ke masa mudahnya mendapatkan uang. Faktanya memang seperti itulah yang terjadi saat ini.

Lihatlah salah satu  PSK bahenol dari kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Sebut saja Mira, ia mengaku mendapat imbalan hingga 50 juta rupiah sebulan dari perusahaannya jika tamunya banyak. Paling apes jika tamu sepi ia digaji 20 juta rupiah per bulannya. Menggiurkan bukan?

Mungkin itu Mira yang diorganisir oleh perusahaan kakap penjual manusia. Lain lagi pengalaman mantan TKI yang pernah bekerja di Hongkong, sebut saja Rindu yang diwawancarai oleh Koran Tempo pada 15 April 2015 lalu. Ia mengaku memperoleh penghasilan 1,5 juta per dua jam.

Rindu menjelaskan cara kerjanya dalam sistim On Line. Seorang teman yang prihatin padanya karena tabungannya selama 6 tahun kerja di Hongkong Rp500 juta ludes tak jelas rimbanya, memperkenalkan profesi tersebut via online. Berbekal HP dan jaringan internet, Rindu mulai membuat testimoni dalam akun dirinya di berbagai media sosial.

Teman sejatinya juga ikut promosi tentang dirinya agar mendapat perhatian pelanggan. Rindu pun sukses menyandang predikat lebih tinggi “Bisyar” alias bisa dibayar meski pada awalnya menerima upah di bawah 1 juta untuk sekali kencan. Seiring namanya makin terkenal dan banyak menjadi bahan pembicaraan menarik pengunjung dalam testimoninya, bisyar Rindu pun meroket, Ibarat harga saham, nilainya melambung. Kini Rindu terbiasa dengan tarif Rp1,5 juta TUNAI setelah ia menunaikan tugasnya.

Palembang, pernah menjadi sorotan kurang sedap dengan pemberitaan perawan di kota itu dihargai 5 juta rupiah. Sebut saja Ica (23) sang mami, ditangkap polisi pada 7/5/2013 mengaku dua piarannya masih pelajar (siswi) di kota Palembang yaitu IH (17) dan ES(17). Pada Polisi yang memeriksanya Ica mengaku harga perawan 5 juta. Pembagiannya, sang mantan perawan mendapat 2 juta dan buat Ica 3 juta rupiah setelah potong biaya sewa kamar hotel dan makan minum kedua siswi tersebut.

Prostitusi di kalangan artis juga marak. Sejumlah artis papan atas disinyalir mendapat uang berlimpah dari profesinya merangkap PSK luar biasa menggirukan. Salah satu artis dan manajer terkenal memberikan informasi penting tentang fakta Artis merangkap pelacur.

Tata Liem salah satu manajer artis asal Glow Management menyatakan bahwa prositusi artis kelas C atau artis KW yang berprofesi sebagai “Ani-ani” bukan sekadar isapan jempol. Manajer yang menaungi artis Andi Soraya, Jenny Cortez, dan Tiga macan tersebut kepada salah satu media on line memberikan informasi “Mereka mendapat bayaran 10 juta hingga 15 jut rupiah sekali bobo siang dengan pria penikmat ani-ani.”

Lebih menegangkan lagi, untuk artis sungguhan ada yang mendapatkan sampai 100 juta sekali bobo siang dengan pria hidung belang yang kepincut dengan sang artis. “Yang pernah gue denger dari germo-germo temen gue, artis yang baru masuk cover, baru main sinetron atau film itu bisa dapat bayaran Rp25 juta. Kalau dia sudah jadi artis kaliber papan atas, bisa Rp50 juta sampai ratusan juta. Wah, kayaknya mereka ngomongin uang tuh gampang banget ya. Itu mungkin short time, tapi gampang banget gitu,” ungkapnya. Sumber : http://celebrity.okezone.com

Akan tetapi nasib apes dialami  PSK lainnya, mereka hanya dibayar Rp50.000 saja sekali naik ke bulan. Germo lihai yang mempekerjakan tiga orang wanita belia AM (16), YSR (15), dan M (14) ditangkap Polresta Arcamanik pada 10/9/2012. Mamah Jamaras memperoleh penjualan setiap anggotanya Rp150.000 – Rp200.000 dari pelanggannya. Tapi germo Jamarah bak germo legendaris Yunani kuno licin bagaikan belut. Mamah Jamaras hanya memberi Rp50 ribu kepada masing-masing anak asuhnya.

Beberapa contoh kasus di atas adalah fakta bertapa latar belakang menjadi PSK atau bercinta dengn PSK karena sejumlah alasan disebutkan diatas, namun faktor yang mempengaruhi di balik itu adalah faktor kepribadian yang mana saringannya mungkin sangat tipis.

Dari kota kini merambah sampai desa, Ani-ani, Kupu-kupu malam, PSK, Pelacur, Bisyar atau apapun namanya semakin sulit dibendungi. Pertahanan berlapis berupa filter kepribadianpun kini sangat rentan kekuatannya. Hanya pribadi-pribadi yang konsisten dan punya daya tahan hebat yang mampu lolos dari amukan wabah sang Dewi Penjaja Cinta

Prostitusi mewabah dan kian menggila karena tidak mengenal lagi soal tempat, budaya, agama, status sosial, pendidikan dan latar belakang keluarga akibat diintai para penjual manusia, seperti yang diungkapkan oleh mucikari bisnis esek-esek Kalibatan yang ditangkap Polda Metro Jaya pada 25/4/2015 lalu.

Koleksinya banyak, ada pelajar, mahasiswa, orang kantoran, ada yang freelance. Semua hanya bisa dipesan secara online,” jelas Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/4/2015).

Mendapatkan uang dengan cara cepat, mudah, bisa lekas kaya dan dapat menabung lalu bertobad di masa pensiun adalah tema dibalik judul cerita perjuangan PSK manapun yang terasa nikmat dengan profesinya. .

Ironisnya entah kapan masa pensiun datang. Lebih menyedihkan, kematian menjemput lebih cepat sebelum tibanya saat pensiun. Tidak sempat bertobat dan terbuang sia-sia selamanya sepert kisah tragis seorang PSK, Deudeuh Alfisahrin yang dibantai pelanggannya dengan alasan dihina karena bau badan.

Bisa jadi korbannya adalah pelanggan PSK itu sendiri seperti yang terjadi pada salah satu pejabat Pertamina supervisor bidang penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinetal, Edy Juanda yang tewas di tangan PSK dan kekasihnya yang menyelinap ke kamar menjelang aksi honey moon dalam salah satu kamar Hotel Baloi Garden, Minggu lalu (3/5/2015).

Wabahnya pelacuran membahana di mana-mana. Rasa-rasanya tak ada yang dapat dilakukan selain membentengi keluarga kita ,saudara kita, rekan sejawat dan teman kita dengan filter kepribadian yang kuat, yaitu meningkatkan kepribadian, menyandang sosok yang komit dan berintegritas pada dirinya. Sepahit apapun atau selengkap apapun hidup ini  nikmatilah bersama keluarga atau orang – orang yang menjadi tanggungan Anda.

Salam AGI

Iklan

2 pemikiran pada “Prostitusi Menggila, Inikah Sebabnya?

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s