Telkomsel Makin Trengginas, Promosi SMS Bikin Sesak Nafas

14308521501932207136

Sumber ; Dok.abanggeutanyo

Pada awalnya pesan-pesan resmi dari Telkomsel tidak menganggu karena cuma 3 kali sehari, seperti jadwal minum obat dari resep dokter untuk kadar penyembuhan tertentu. Tapi sejak dua bulan terakhir dalam sehari bisa sampai 7 kali pesan aneka informasi yang masuk ke Handphone (HP).

Sepintas mudah memang, tak perlu dibaca, cukup delete habis perkara. Tapi apakah kerja pelanggan hanya untuk menghapus pesan-pesan tersebut setiap hari,  atau kalau sedang rajin mampu menghapus setiap pesan yang masuk? Belum lagi menghapus pesan dari Contain Provider (CP) “nakal” yang telah mendapat teguran keras dari pemerintah beberapa waktu lalu.

Semua orang paham bahwa pengiriman informasi produk, informasi program dan aneka penawaran melalui fasilitas yang sudah tersedia kepada pelanggan secara langsung adalah metode yang paling efektif dan efisien. Akan tetapi dalam hal ini Telkomsel kebablasan, mengirim pesan langsung kepada pelanggannya tanpa ampun, setiap hari.

Padahal Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah melakukan verifikasi  pelanggaran oleh Telkomsel dan operator lainnya pada kasus-kasus sebelumnya, misalnya pada verifikasi 2009 bahwa tindakan seperti itu adalah menyalahi aturan dan merugikan pelanggan. BRTI telah  memperingatkan sejumlah operator seluler agar mematuhi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 1/2009 tentang Penyelenggaraan jasa pesan premium dan pengiriman jasa pesan singkat ke banyak tujuan.

Teguran untuk Telkoksel and The Gank sejenak berhasil meredam keganasannya. Beberapa waktu lalu adegan bombardir pesan Telkomsel telah padam. Akan tetapi kini ganasnya Telkomsel kambuh lagi. Ibarat penyakit kronis sembuh sebentar lalu kumat lagi, seakan kebal terhadap obat penawarnya.

Mengapa SMS Telkomsel mengganas kembali? Idelanya, jika kambuh harusnya tidak mengganas seperti itu. Kambuh pelan-pelan lalu mengilang lagi, Terus kumat lagi lalu hilang lagi, mungkin itu akan lebih manusiawi rasanya. Bukankah cukup mengirim pesan kepada seorang pelanggan 3 hari sekali sebanyak 1 pesan  saja misalnya.

Telkomsel telah memiliki pelanggan yang sangat dominan setanah air bakhan di luar negeri ekalipun. Kabarnya  Telkomsel mempunyai 140 juta pelanggan dari 252 juta penduduk Indoneisa. Katakan setengahnya saja  (7o juta) pelanggan Telkomsel yang aktif.  Berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengirim pesan ke 70 juta pelanggannya? Berapa jadinya jika dalam sehari biaya pengiriman jika setiap pelanggan menerima 7 pesan? Apakah dengan tugas mengirim pesan sebanyak itu kepada seluruh pelanggan termasuk dalam hitungan penjualan SMS untuk deviden pemilik saham?

Oh My God, jangan-jangan ini yang menyebabkan Telkomsel menjadi besar beban biayanya. Terus cara mengembalikannya bagaimana?Mencuri pulsa pelanggan dengan cara dan teknik apapun sudah dilarang oleh Agama manapun dan juga dilarang oleh peraturan, bukan?

Menurut informasi, pesan-pesan tersebut memang gratis alias bukan menjadi beban pelanggan. Tapi kan menganggu jika sehari sampai 3 sampai 7 kali masuk aneka pesan ke pelanggan. Kesannya mentang-mentang. Kemudian apakah masuk akan JIKA aktifitas pengiriman pesan itu termasuk dalam penjualan yang akan menjadi dasar hitungan laba pemilik saham?

Sebagai pelanggan tentunya kita harus ikut semua tata tertib dan ketentuan yang ditetapkan oleh penyedia jasa, tapi ketentuan seperti itu (jika pun ada)  rasa-rasanya lebih banyak menganggu ketimbang bermanfaat.

Selain kesan menganggu, kesan lainnya adalah keterlaluan. Perusahaan kelas dunia semacam ini kok tidak berperikemanusiaan rasanya. Pelanggan telah membayar jasa yang disediakan dan yang telah digunakan untuk operator. Tapi pelanggan tidak membayar untuk menerima jasa (Pesan Gratis) seperti itu meskipun gratis.

Karena penasaran atas salah satu produk yang ditawarkan yakni paket Halo fit my Plan, penulis pernah menghubungi operatornya ke nomor yang diberikan pada SMS tersebut . Jawabannya aneh, tidak seperti tawaran dalam pesan iklan dalam sms, katanya “kartu Halo bapak tidak bisa buat Hallo Fit dengan quota paket yang ditawarkan.. dst“.  Tidak sedap rasanya. Sudah menganggu malah tidak nyambung. Belum lagi habis waktu dan berujung sia-sia. Tidak tahu juga, menghubungi ke nomor operator yang sulit ditembus tersebut dari kartu Hallo apakah juga dikenakan biaya?

Apakah pesan itu Spam atau Promosi? Kelihatannya promosi artinya legal dan sistematis. Hal ini diketahu dari penjelasan salah satu petinggi Telkomsel . “Spam itu dari nomor biasa, kalau iklan itu dari nomor khusus. Spam itu bisa mengirimkan pesan setiap saat, iklan digital dibatasi oleh kebijakan dimana hanya maksimal berapa pesan yang bisa diterima dalam satu hari” kata Adrian Suherman menyikapi peluncuran program Layanan Digital Advertising Telkomsel pada 2013 lalu.

Jika benar apa yang disampaikan pejabat Telkomsel tersebut beberapa tahun lalu seperti itu, pantaslah Telkomsel dan Contain Provider (CF)  iklan bisa mengirim seenaknya pesan-pesan produk mereka dengan syarat “BEBERAPA PESAN,” sebagaimana diungkapkan di atas.

Pengertian BEBERAPA PESAN memang sangat relatif. Bagi sesorang, satu pesanpun yang tidak ada sangkut pautnya dengan jasa yang mereka beli (bayar) akan sangat menganggu. Namun bagi saya sedikit lebih toleransi menganggap 3 pesan saja sudah baik, tapi JANGAN SETIPA HARI, Tuan.!!! Cukup  3 hari sekali misalnya satu pesan saja sudah elegan dan sopan rasanya.

Penulis tidak tahu, apakah di dalam HP rekan pembaca budiman juga merasakan bombardir pesan resmi produk Telkomsel setiap hari? Belum lagi pesan dari CF dan pesan pencari sensasi teman kencan yang mengirim PIN BB nya mengaku wanita bisa diajak selingkuh. Bagaimana jika yang mendapat pesan itu wanita juga, apa tidak naik pitam rasanya yang menerima pesan diajak “naik ke bulan” seperti itu?

Semoga tidak ada dan saya  harap tidak akan pernah ada, karena tidak nyaman rasanya. Ironisnya kiriman Telkomsel tersebut terjadi terus menerus pada saya sehingga penulis berkesimpulan bahwa Telkomsel sangat senang dengan penulis. Jika sehari tidak mengirim pesan rasanya rindu setahun lamanya. Jika tak menyentuh nomor saya dunia bisnis Telkomsel terasa hambar rasanya. Dunia gelap gulita, mentari seakan tidak menerangi Telkomsel. Hebat, bukan?

Jika benar seperti itu sepantasnya Telkomsel sekali-sekali kirim hadiah atau kasi hadiah buat penulis,Voucher pulsa atau Coucher Belanja pun sudah melayang di angkasa rasanya.  Jangan cuma kirim pesan produk melulu, atau malah beri kesempatan Spamming, isinya “Mama minta Pulsa” atau “Bapak sedang di kantor Polisi ada urusan, minta kirim pulsa..” Urusan di kantor Polisi kok pake pulsa, hehehehehe..

Kiranya pihak berkompeten Telkomsel  tidak cuma sekadar tertawa membodohi penulis yang tidak mengerti apa-apa. Jelas penulis tidak mengetahui semua hal tentang kebijakan Telkomsel karena yang ingin penulis dapatkan menjadi pelanggan Telkomsel adalah kemudahan dan kenyamanan.  Bombardir dengan SMS terus menerus pantaskah untuk ditertawakan ?

Melalui tulisan ini semoga dapat memberi masukan pada Telkomsel dalam pertemuan manajemennya agar benar-benar membatasi arogansi ovensif iklannya apapun maksud dan tujuannya pada pelanggan.

Jangan terlalu vulgar. BUMN sekelas Telkomsel pasti tahu cara elegant, tidak sekadar kejar target melalui cara-cara kasar..

Mudah-mudahan setelah meluncurnya tulisan ini, HP penulis atau mungkin juga rekan pembaca budiman akan berkurang serangannya oleh pesan-pesan resmi Telkomsel, kecuali pesan mengingatkan tenggat waktu bayar tagihan telah tiba dan ucapan terimakasih setelah pembayaran tagihan dilaksanakan.

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Iklan

2 pemikiran pada “Telkomsel Makin Trengginas, Promosi SMS Bikin Sesak Nafas

    • Paling berenti sejenak lalu beberapa hari kemudian kumat lagi. Dapat komisi dan keuntungan dr jualannya sendiri.. Kan enak.. Ganti nomor gak ada gunanya. Ganti operator kehilangan daya kontak (pulsa tarif mahal). Jadi ya sabar saja sambil menanti adanya jeritan panjang dari konsumen..

      salam

      Suka

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s