Perang Trisula, Runtuhnya Totalitarianisme Malaysia

mahatir vs najibAneka informasi hangat dalam konstelasi politik Malaysia pada 2015 kelihatannya semakin menarik untuk kita kaji. Sejumlah persoalan dari sorotan klasik terhadap Datin Sri Rosma  Mansor (Isteri PM Malaysia, Najib Razak) hingga perseteruan top 3 leaders semakin panas.

Anwar Ibrahim harus mendekam kembali dalam tahanan (penjara) menjelang usianya ke 70 setelah kasasinya ditolak Mahkamah Agung Malaysia dalam tuduhan Sodomi terhadap ajudannya. Anwar Ibrahim kembali dipenjara untuk masa vonis 5 tahun penjara pada 10 Februari 2015.

Salah satu putri Anwar Ibrahim yang juga anggota parlemen Malaysia dari partai oposisi PKR juga ditahan akibat melakukan protes terlalu keras dalam demo bertajuk “Kita Lawan.” Ia dinyatakan sebagai penebar kekacauan dan menjurus Fitnah. Nurul Izzah pun akhirnya ditahan pada 16 Maret 2015. Sehari kemudian, 17 Maret 2015, Nurul dibebaskan, namun ia mengkritik lagi PM Najib karena membiarkan penahanan terhadap anggota Parlemen (seperti dirinya) yang dinilainya sebagai tindakan totaliter pemerintah.

Di sisi lain, mantan PM Mahathir Mohammad mulai bersuara lantang mengkritik keras pemerintah Malaysia sejak 2014 lalu. Kritikan tajam Mahathir lebih pedas pada  2 April 2015 yang secar jelas ditujukan pada PM Najib yang diminta untuk mengundurkan diri karena dinilai gagal memimpin Malaysia.

Mahathir terasa menyimpan kekecewaan teramat berat dan dalam tak mampu lagi menahan rasa geramnya melihat kinerja pemerintah Malaysia saat ini dinilainya keterlaluan dengan menyoroti 3 kasus utama yaitu :

  1. Kasus korupsi di kementerian pertahanan Malaysia saat pembelian kapal Selam buatan Perancis yang berkelanjutan dengan pembunuhan sadis terhadap warga Mongolia, Altahntuya Sharribuu pada April 2006. Wanita Mongolia tersebut ikut serta dalam proses, dari negosiasi awal sampai penyerahan Kapal Selam
  2. Kasus bertumpuknya utang perusahaan strategis milik negara Malaysia 1MDB sebesar 42 miliar ringgit (setara dengan 141 triliun rupiah) yang menurutnya berkorelasi dengan memburuknya mata uang RM sekarang ini.
  3. Dugaan korupsi program pemertntah (seperti BLT di Indonesia) yaitu  Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) dinilai Mahathir tidak dapat dipertanggung jawabkan karena penggunanaan dananya tidak jelas dan penyalurannya yang tidak tepat sasaran alias program mubazir.

Kekacaun politik di Malaysia tampaknya mulai merabk kemana-mana. Trisula (Mahathir Mohammad, Najib dan Anwar Ibrahim) seakan menjadi duri dalam daging atau bara api dalam sekam yang akan membuat Malaysia dirundung persoalan politik yang panas menjurus perpecahan terutama meruntuhkan dominasi partai UMNO yang dianggap sebagai partai berbau Totalitarian yang hanya membantu dan menjaga kepentingan penguasa turun temurun.

Sejumlah sorotan gaya hidup mewah berlimpah PM Najib dan keluarganya (terutama Sri Datin Rosmah) datang bertubi-tubi tdak henti-hentinya sejak dugaan kasus pembelian Berlian 24 juta dolar AS pada 2011 lalu. Belum lagi dugaan kepemilikan 5  Hotel Hermes serta dugaan terima suap 100 juta euro pada saat pemberlian Kapal Selam Scorpene dari Perancis pada 2006 lalu. Kedekatan yang teramat sangat dengan besan dari Kazakhstan membuat Rosmah sering berpergian dan belanja mewah di berbagai penjuru dunia juga ikut meramaikan sorotan pedas  warga Malaysia terhadap Najib.

Rosmah telah memberi klarifikasi semua tuduhan itu adalah fitnah belaka. Di sisi lain, perusahaan 1MDB telah diaudit dengan nilai bersih oleh lembaga audit pemerintah. Sementara itu program BR1M yang diduga berbau korupsi disanggah Najib melalui Deputi Keuangan. Datuk Msslan (deputi keuangan) mengatakan program tersebut akan tetap berjalan dan kerugian negara 4 juta RM telah dikembalikan oleh penerima yang duble terima bantuan. Program tersebut disetujui oleh kerajaan, bakan akan meningkatkan jumlah dana penerimaan pada 2016 nanti.

Di sudut lain, dari dalam ruang tahanannya, Anwar Ibrahim terus menggalang kekuatan dan meminta dukungan negara sahabat termasuk dari Amerika Serikat,Indonesia dan negara Arab untuk mendukung upayanya mendukung terciptanya demokrasi di Malaysia.

Anwar Ibrahim menggugah dunia melalui pernyataannya dalam aneka wawancara dan tulisanya menjelang dijebloskan kembali dalam tahanan pada 5 Februari 2015. Melalui salah satu kalimatnya yang paling menggugah dunia ia menyatakan siap lahir batin jika inilah harga dan risiko atas piilihannya dalam menuntut kebebasan dan keadilan di Malaysia.

Ia sangat yakin bahwa ia terzalimi oleh pemerintah Malaysia. Tuduhan berbau Fitnah berupa kasus sodomi dan tiga kali keluar masuk penjara dalam hidupnya akibat berpolitik adalah bukti bahwa ia sangat dizalimi dari dahulu sampai kini menjelang usianya ke 68. Mungkin hal itu belum berubah saat ia keluar penjara pada usia 73 tahun meski sudah menjadi kakek dan lanjtu usia tak menyurut dendam pemerintah Malaysia untuk menghentikan langkahnya dalam politik Malaysia.

Langkah totalitarian pemerintah dan partai UMNO penguasa nomor wahid di Malaysia kelihatannya menjadi bumerang. Penahanan Anwar Ibrahim justru menjadi titik balik para simpatian baru seantero dan pendukung Anwar Ibrahim semakin banyak berpotensi menggoyang totalitarian penguasa Malaysia. Barisan pendukung Anwar Ibrahim semakin besar dan mengancam dominasi UMNO dan penguasa.

Sayangnya di sisi lain, hubungan baik antara Mahathir Mohammad dengan Anwar Ibrahim belum mampu bersemi kembali. Dendam Anwar pada Mahathir akibat dicampakkan dari deputi hingga masuk penjara pada 1998 lalu. Ketidak percayaan Mahathir terhadap Anwar membuat kekuatan tetap manakutkan Mahathir,

Jelas kondisi ini membuat gerah warga Malaysia karena ke tiganya punya pengikut dan pendukung yang setia dalam jumlah yang besar. Ke tiga komunitas besar itu akan menggoyahkan stabilitas politik dan kemanan di Malaysia,

Kita tak tahu siapa yang akan menjadi pemenang yang akan membawa arah Malaysia ke depannya akan seperti apa nantinya. Kita nantikan perkembangannya dengan berharap kondisi akan tetap terjaga dengan baik di Malaysia, karena stabilnya kondisi Malaysia setidaknya akan membuat kita sebagai salah satu tetangga terbaiknya juga akan merasa tenang dan nyaman..

Jika pun konfrontasi tiga tombak (Trisula) ini memicu perpecahan partai penguasa, kelihatannya PAS (Partai Isam Se-Malaysia) pimpinan Abdul Hadi Awang (Presiden PAS) akan mengambil kesempatan dan peluang, Jika ini terjadi artinya Malaysia akan berada pada fase terbaru, yaitu :

  • Jumlah anggota PAS di dalam parlemen dari saat ini 22 orang menjadi dominan (bertambah lebih banyak dan mayoritas). PAS berpotensi menjadi partai penguasa baru di Malaysia
  • Terbuka peluang menghadirkan calon PM Malaysia
  • Berlakunya idiologi Demokrasi Islam di Malaysia
  • Hubungan erat dengan dunia Arab akan semakin meningkat pesat
  • Hubungan dan ketergantungan dengan AS dan Barat akan semakin jauh.

Sayangnya, barat dan terutama  AS pasti tidak akan mendukung PAS, alasannya sangat klasik dan mudah ditebak. Kekhawatiran barat terhadap idiologi Islam senantiasa menghantui dan menimbulkan persoalan baru yang mempengaruhi kebijakan luar negeri AS, terutama sekali adalah mempenharuhi strategi One World Government dalam kosntelasi Global yang merupakan citac-cita luhur Paman Sam masa kini dan masa yang akan datang. Batu sandungan PAS teramat besar dan berat kelihatannya.

Oleh karenannya, lagi-lagi warga Malaysia yang harus memutuskan sejak saat ini, apa dan akan kemana agar tidak memecahkan kedamaian Malaysia. Hancurnya totaitarianisme akan berdampak buruk, Memelihara Totalitarianisme juga tidak meberikan hasil positif.

Mungkin jalan tengahnya adalah peranan Abdullah Badawi? Tapi sosok ini pun terbukti bukan pilihan dan harapan rakyat, jabatannya hanya seumur jagung dan kini merasa dicampakkan oleh  partainya sendiri, UMNO.

Jadi harus bagaimana? Jangan-jangan datin Rosmah justru yang menang. Berrmain di balik layar diam-diam Datin Rosmah menjadi pemimpin wanita pertama Malaysia. Mungkin saja bukan? hehehhehe

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s