Misteri di Balik Bara Api Bank Aceh

1429986066132122133

gambar dari berbagai sumber. Editing abanggeutanyo

Amukan si jago Merah bisa terjadi kapan saja, di mana saja dan terhadap siapa saja. Tak mengenal rasa kasihan dan pilih bulu, si jago Merah dapat mengintai siapapun baik karena lengah, lalai, anggap enteng bahkan akibat iseng tangan jahil sekalipun.

Sebagaimana telah diketahui bersama dari aneka media cetak dan elektronik, si jago Merah juga akhirnya melumat nyaris habis Bank Aceh menjelang ulang tahunnya ke 42 pada 6 Agustus 2015 yang akan datang.

Sekadar review. Rabu lalu (22/4/2015) sekitar pukul 05.30 si jago Merah mulai menjilat ke sana ke mari hingga akhirnya membesar. Amukannya tak kuasa dihentikan secepatnya oleh 16 unit armada pemadam kebakaran kodya Banda Aceh. Api akhirnya padam, menyisakan kepulan asap dan puing rongsokan pada pukul 09.30 pagi.

Polda Aceh telah mengerahkan tim Labfor Polda Sumut dan Inafis untuk memeriksa dan identifikasi sumber kebakaran hebat yang DIKHAWATIRKAN ikut melumat habis dokumen dan sistim perbankan Bank Aceh tersebut.

Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah telah mengingatkan nasabah tak perlu panik karena sistim penyimpanan dokumen nasabah disimpan dalam brankas tahan api. Sebagaimana dipublikasikan media lokal, Bank tersebut memang mempunyai brankas tahan api yang sangat bagus kualitasnya.

Di sisi lain, pimpinan KPw Bank Indonesia Aceh, Zulfan Nukman menyatakan dokumen nasabah Bank Aceh dijamin aman dan terkendali karena tersimpan pada tempat yang aman. Dalam rapat dengan komisaris Bank Aceh yang berlangusung di Kpw BI Aceh pada 22 April lalu dalam pengawalan dan kesiagaan lebih ketat dari biasanya Zulfan memberi garansi sehingga nasabah tak perlu cemas tentang dokumen dan simpanan mereka.

Meski demikian, tak salah kita melihat dari sudut lain, ada apa sesungguhnya di balik terbakarnya Bank Aceh yang memicu kecurigaan (misteri) dibalik peristiwa tersebut. Beberapa kejadian yang memancing curiga dan pertanyaan lebih lanjut adalah :

  1. Bank Aceh kerap dirundung masalah mulai dari persoalan internal manajerial hingga kinerja yang kurang memuaskan. Persoalan internal menjurus politisasi Bank Aceh beberapa tahun silam terutama sekitar 2010 bukan rahasia umum lagi.

  1. Kinerja Bank Aceh yang menyimpan segudang kredit macet akibat berbagai sumber dan sebab menempatkan posisi NPL 2014 (2,5%) Bank tersebut tergolong amat tinggi dibanding BPD lainnya di tanah air. Misalnya BPD Jatim, NPL nettonya hanya 1,1% pada 2014 lalu. Hal ini mencerminkan lemahnya sistim kehati-hatian dan selektiifitas manajemen dalam menguurkan kredit dan memburu pelanggan.

  1. Bank andalan warga Aceh ini disebut-sebut sering merugi sebelum 2013. Sistim laporannya tidak konprehensif. Dari laporan keuangan 2014 terlihat total pendapatan yang disajikan pada publik TIDAK termasuk pendapatan dari bunga..

  1. Kisruh dalam Bank Aceh menimbulkan pertentangan yang turun temurun. Sejumlah peristiwa yang tergolong pembersihan pengurus lama oleh pengurus baru kesannya sangat tidak profesional. Berpengaruh langsung atau tidak terhadap kinerja Bank nyatanya Bank yang telah dibangun dengan cita-cita mulia oleh para pendahulunya  dengan modal awal 25 juta pada 1973 lalu itu mulai tertatih-tatih. Menurut beberapa info, jika tidak karena memonopoli sumber pemasukan (cash in flow) dari dana Pemprov Aceh dan Pemda/pemkab se Aceh, bisa jadi aneka rasio perbankan setiap tahunnya tak sebanding dengan tampilan fisiknya yang gagah mentereng seolah menyerap aura energi ekonomi msayarakat Aceh. Salah satu indikasi terjadinya perang urat syaraf dalam tubuh Baank Aceh dapat dilihat pada ulasan ini : http://www.harianaceh.co

  1. Pada malam sebelum peristiwa kebakaran tersebut, gedung mentereng itu hanya dijaga oleh 2 orang sekuriti. Bayangkan, gedung yang beraset Rp.16,3 trliun pada Desember 2014 (Rp.15,2 triliun pada Des 2013) itu hanya dijaga oleh dua orang petugas sekuriti. Sementara itu seorang petugas IT sedang shift malam itu dan ditemukan terpanggang dalam puing bangunan megah tersebut.

  1. Subuh menjelang kebakaran aliran listrik PLN padam di sekitar lokasi jalan protokol tersebut. Genset otomatis BankAceh seperti  biasa langsung menyala. Tidak diketahui dengan pasti  apakah sumber genset dn sistim sirkuit jaringan internalnya ini nantinya yang akan dituding sebagai biang keroknya atau ada indikasi lain.

  1. Menurut keterangan sekuriti yang berjaga pada malam itu sebelum terjadi kebarakaran terdengar suara ledakan dan pecahan kaca terlebih dahulu yang tidak diketahui detailnya seperti apa. Ini menandakan ada sesuatu benda asing menghantam kaca dari luar dan meninggalkan efek di dalam ruangan. “Sebelum kejadian, sekuriti sempat mendengar alarm kantor berbunyi keras. Namun saat mereka keluar, kaca di lantai 2 sudah pecah.”Sumber : http://news.detik.com

Sejumlah informasi di atas sedikit tidaknya menjadi bahan masukan untuk pendalaman invetigasi. Khusus mengenai poin ke (2) lemahnya sistim pengawasan dalam penyaluran kredit sehingga terciptanya inefisiensi Bank Aceh dapat dilihat dari total kredit bermasalah Bank Aceh dari masa ke masa. Salah satunya di sini http://www.bankaceh.co.id

Terbakarnya gedung simbol andalan ekonomi Aceh ini tidak menyurutkan semangat Bank Aceh mewujudkan cita-citanya membentuk perekonomian Aceh yang terlepas dari belenggu mafia di luar provinsi Aceh. Sejumlah karyawan Bank Aceh yang bertugas di kantor pusat tersebut telah bekerja kembali menata semangat mereka kembali pada kantor cabang Pembantu mereka di salah satu ruas kota Banda Aceh tak jauh dari lokasi kantor pusat yang nyaris habis terbakar tersebut.

Cepat atau lambat segala sesuatu yang mengganjal semangat untuk mandiri dan memajukan ekonomi Aceh pada bank tersebut harus diperbaiki oleh Busyra Abdullah Dirut Bank Aceh saat ini. Tugasnya amat berat, selain bersaing dengan raksasa bank BUMN dan bank umum nasional milik taipan papan atas negeri ini ia juga harus menyembuhkan aneka bekas luka akibat eksploitasi Bank Aceh di masa lalu.

Ironisnya saat tinggal landas mendekati waktunya ternyata nasib Bank Aceh kembali harus menerima tantangan, kali ini dari tangan-tangan jahil yang tidak ingin melihat Aceh menjadi provinsi yang mandiri secara ekonomi dan keuangan DIDUGA tak ingin melihat Aceh mencapai posisi selangkah lebih maju dalam perekonomian dan kemandiriannya.

Dampak atas peristiwa bermuatan misteri tersebut, sejumlah Bank kini meningkatkan kewaspadaan lebih intensif dari biasanya. Gedung BI sendiri yang berdampingan dengan Polresta Banda Aceh kini siap siaga dengan pengamanan berlapis. Polisi bersenjata laras panjang berdiri dari pintu pagar masuk hingga ke beberapa pintu masuk ruangan. Kelihatannya adanya indikasi tangan jahil menyerang perbankan mulai tercium oleh petugas keamanan.

Semoga kewaspadaan seperti ini tidak angin-anginan. Meski kenyamanan pelanggan atau mitra kerjasama perlu dijaga tapi ketertiban dan keamanan musti tetap dijalankan setiap saat. Jangan sampai terulang masalah yang sama barulah kasak-kusuk meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan.

Terbakarnya Bank Aceh bermuatan misteri. Jika melihat pada sejumlah tanda-tanda di atas jelas memancing kecurigaan kita. Mungkinkah tangan-tangan jahil berada di baliknya? Semoga tim penyidik dapat membeberkan segera tanpa perlu khawatir sedikitpun.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s