Komjen BG Jebloskan 6 Gol ke Gawang Indonesia

Ibarat permainan sepakbola, Komjen BG adalah kapten tim berperan sebagai penyerang haus gol, handal dan tak kenal takut. Prototipenya benar-benar sosok striker berdarah dingin, licin, trengginas dan tak mampu dijaga oleh lawannya. Sebut saja tim Indonesia, luluh lantak dibuatnya akibat beda kelas dan beda kemampuan di segala lini.

Gol pertama BG tercipta pada keberhasilan tim sukses BG meredam issue rekening gendut pejabat tinggi Polri. Sebagaimana kita ketahui bersama BG dalam aneka informasi termasuk dalam daftar pejabat Polri yang dicurigai memiliki rekening gendut yang tidak wajar. Meski Mabes Polri telah melakukan penyelidikan dan memberi klarifikasi tentang kewajaran rekening BG namun aroma ketidak percayaan masyarakat terlanjur mendiskreditkan komjen BG. BG dan timnya sukses mencetak gol ke gawang Indonesia. Skor BG 1 – Indonesia 0.

Gol kedua BG kembali bersarang ke gawang Indonesia saat timses BG merancang proses pencalonan Komjen BG menjadi calon Kapolri menggantikan Sutarman. Proses sosialisasi, promosi, lobi dan pencitraan hingga melumpuhkan seluruh berita dan informasi yang berpotensi menggagalkan BG menjadi calon Kapolri telah sukses berjalan hingga akhirnya mengikuti proses fit and propert test di DPR pada 14 Januari 2015 lalu. Berbinar-binar penuh sumringah wajah BG. Skor berubah BG 2- Indonesia 0.

Tidak lama kemudian, serangan BG seperti bergelombang ke segala penjuru. Perseteruannya dengan KPK berhasil mewjudukan perseteruan antar institusi. Hubungan Polri dengan KPK memburuk. Saat lawan mencari kelemahan BG justru BG sukses menemukan kelemahan KPK. Petinggi KPK kewalahan dengan sejumlah pressure Polisi. BG mampu meredam keberanian KPK sehingga persoalannya kini seperti lenyap ditelan bumi. Skor kembali berubah menjadi 3 untuk BG dan Indonesia 0.

Gol ke empat BG tercipta saat BG berhasil mematahkan stigma kramat Jumat KPK. Saat dipanggil untuk diperiksa BG bergeming. Jangankan datang, memperdulikan saja pun tidak. Tak ada yang mampu membantah demikian terbuka selain komjen BG. Beberapa saksi dari perwiran Polisi yang dipanggil KPK dalam kasus BG pun ikut merapatkan barisan. Hanya seorang saksi polisi yang hadir dari 11 saksi yang dipanggil. Artinya,  tak ada yang memperdulikan surat panggilan KPK sampai KPK kebingungan nyaris putus asa dan stres sendiri hingga akhirnya protes ke Presiden dan staf KPK demonstrasi akan bubar. Skor kembali menguntungkan posisi BG dan Indonesia semakin jauh tertinggal 4-0.

Gol ke lima BG tergolong sangat apik dan boleh dikatakan tercantik, adegan trik halus tak kelihatan licik, aksi diving terjadi di kotak pinalti lawan. Kepiawannya menggalang tim yang solid di ruang petak majelis MK menghadirkan wasit Hakim Sarpin memimpin persidangan penting tersebut. Wasit memberikan hadiah pinalti dengan mengabulkan peninjauan kembali terhadap kasusnya dan menyatakan BG tidak bersalah. Gol ini disebut sangat apik dari sejumlah gol lainnya karena seluruh supporter BG riang gembira tiada tara, beberapa diantaranya sujud syukur dengan berlinang air mata menyambut gol spektakuler abad ini karena tak dapat dibandingkan keindahannya dengan gol indah manapun di planet bumi kita pada zaman sepakbola modern saat ini.

Gol ke enam BG benar-benar tidak terduga. Kali ini terasa paling menampar tim Indonesia. Saat sebagian penonton akan beranjak pulang dari tontonannya dan mengira itulah  (5-0) skor terburuk yang terjadi, lagi-lagi BG menjebloskan bola ke gawang tim Indonesia. Jangankan dijadikan tersangka, lagi-lagi BG sukses membawa pulang tropi menjadi Wakapolri. Artinya, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi Kapolri hanya sekali loncatan saja lagi. Tahun depan (2016) Jenderal Badroedin akan pensiun, BG siap mengambil alih posisi tersebut dengan cara apapun menurut logika profesionalismenya.

Pertandingan telah usai dengan skor 6 – 0 untuk BG. Seperti pada umumnya pertandingan sepakbola, kekalahan tim sendiri terasa amat menyesakkan dan menyakitkan. Sebaliknya kemenangan lawan tidak dapat diterima secara elegan.

Hal yang sama terjadi atas kemenangan BG, unggulnya BG meninggalkan luka dan kecewa berhulu ledak umpatan. Entah bagaimana cara pandang penonton mengira tim Indonesia mampu mengalahkan tim BG yang lebih profesional dalam segala hal.

Mungkin karena terlalu berharap besar pada tim Indonesia yang enta h darimana asal usulnya menyandang nama “timnas” mungkin itu sebab nasibnya selalu mengenaskan bahkan kini tak jelas lagi wujudnya seperti apa sejak payung organisasinya dibekukan.

Di luar pertandingan di atas, mengapa tulisan ini menyebut lawannya adalah tim Indonesia, padahal tim BG juga Indonesia. Tim Indonesia disebut demikian karena adanya fenomena yang mengakar dan menguat warga dan masyarakat Indonesia termasuk media massa dan sejumlah tokoh masyarakat, birokrat dan akademis pada umumnya memiliki langkah dan visi yang sama dalam kampanye anti korupsi dan penegakan supremasi hukum.

Dalam kaitan Komjen BG ini sebagian masyarakat Indonesia –seperti dalam kelompok disebut di atas- telah terlanjur berpihak pada KPK secara terbuka. Media massa sebagai salah satu kontrol sosial dan penyambung nurani rakyat telah menyuarakannya berulang kali tak kenal rasa lelah. Itu sebabnya tim yang dihadapi BG disebut saja sebagai tim Indonesia. Tidak jelas usia berapa. Bukan tim  Indonesia 17 tahun, 19, 21 bahkan 24. Mereka adalah seluruh lapisan dan golongan masyarakat yang memiliki visi dan pandangan yang sama dengan semangat anti korupsi dan penegakan supremasi hukum di tanah air.

Ke depan mungkin akan terjadi pertandingan tim BG dengan tim unggulan lainnya. Penonton tetap punya harapan positif, siapa tahu suatu saat nanti tim Indonesia telah kuat dan profesional dalam segala hal sehingga mampu menghadapi sekelas tim BG walau BUKAN tim BG yang  ini lagi.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s