Bagaimana Cara ISIS Menaklukkan Damaskus?

Sejak meletusnya perang Suriah, kemp pengungsi Jaraman di Yarmouk pernah terjadi pertempuran antara milisi Front Perlawanan Palestina (PFLP) pimpinan Ahmad Jibril pada Desember 2012 dengan front Al-Nusra. Saat itu, sekitar 300 penyusup Front al-Nusra masuk dari Bebbila dan sebagian lagi dari al-Taddamon dan Hajar al-Aswad. PFLP dibantu pasukan Suriah dan milisnya pada saat itu mampu mengatasi penyusupan di kemp yang menjadi kampung halaman ke dua pengungsi Palestina sejak terusir dari tanahnya setelah kemerdekaan Israel pada 1948.

Kini, sebagaimana hangat diberitakan diberbagai media massa dalam dan luar negeri, pada 6 April lalu, agen ISIS berhasil mendapatkan informasi akurat bagaimana masuk” secara cepat dan tepat dan menduduki kota setingkat kecamatan di pinggiran timur Damaskus tersebut setelah Brigade al-Yarmouk (Liwa al-Yarmouk) yang selama ini dipercaya pemerintah Suriah menjaga keamanan di Provinsi Daraa dan Quneitra, mengungsi ke posisi aman.

Serangan fajar ISIS “sukses” menerobos pinggiran Damaskus setelah sehari sebelumnya menduduki Hajar -al Aswad yang berjarak 3 km dari Yarmouk, ISIS berhasil menembus Jaraman dan menduduki kemp pengungsi Palestina. Di sisi lain, 4000 milisi Liwa al Yarmouk  pimpinan Jendral Bashar al-Youbi bergeser ke timur Jaraman  arah Damaskus.

1428955254159604025

Sumber : Dokumen Abanggeutanyo

Gambar di atas (searah jarum putaran jam) memperlihatkan informasi berikut :

  1. Jarak dari kota Hajar al-Aswad ke Jaraman, Yarmouk, hanya 5,5 km, 1 jam lebih berjalan kaki.
  1. Jarak dari kota Hajar al-Aswad ke istana Presiden di Damaskus hanya 17 km, 25 menit dengan kendaraan.
  1. Jarak dari Hajar al-Aswad ke kemp pengungsi Jaraman Yarmouk 6,3 km atau 14 menit dengan kendaraan.
  1. Jarak dari Jaraman kemp ke istana Presiden hanya 5,5 km atau 1 jam 7 menit berjalan kaki.
  1. Jarak dari Hajar al-Aswad ke istana Presiden kurang 13 km atau tak sampai 3 jam berjalan kaki.

Kondisi terkini, berbagai sumber menyatakan sekelompok faksi Front pejuang Palestina yang sedang terlibat pada pertempuran di Jeraman, Yarmouk telah berhasil menahan gempuran ISIS namun kenyataannya 90% kota Jaraman tempat kemp pengungisi itu berada masih dalam penguasaan ISIS. Tak kurang 70 anggota ISIS tewasl dan belasan pejunag Palestina meregang nyawa dalam pertempuran di palang pintu terakhir menuju Damaskus tersebut.

Salah satu anggota Fatah Al-Intifada memberi informasi saat ini di kemp tersebut masih dihuni antara 7500 – 15000 pengungsi yang sebagian besar adalah usia anak-anak.

Mengapa Jaraman menjadi sangat strategis tersebut mampu ditembus dengan mudah oleh ISIS? Lina Chatib Analis timur tengah di Beirut sebagaimana dilansir CNN menilai peristiwa tersebut adalah persekongkongkolan antara resim Assad dengan ISIS.

Menurutnya, dalam pandangan pemerintah Suriah, ISIS berkonsentrasi pada pembentukan negara Islam dianggap lebih menguntungkan ketimbang FSA yang hanya bertujuan menggulingkan rezim Assad. FSA yang telah menguasai provinsi Daraa pekan lalu hanya berjarak 100 km ke Yarmouk yang kini dikuasai ISIS.

“Kondisi ini tak lain hanyalah sebiuah taktik militer Suriah belaka,” katanya. Dengan taktik tersebut diharapkan memicu perseteruan antara FSA dan ISIS. Diharapkan ISIS akan menahan laju FSA menuju ke Damaskus. Sumber : http://edition.cnn.com.

Beberapa data dan fakta lainnya yang dapat membantu kita membandingkan apa yang disampaikan analis CNN di atas adalah sebagai berikut :

  • Sebanyak 14 faksi militer Palestina di Yarmouk berbeda pendapat ikut atau tidak ikut berperang melawan ISIS. Sejauh ini milisi elite PLA  saja (PNA) yang terlibat secara sporadis melawan ISIS. Sebagian besar faksi lainnya menolak ikut serta dengan alasan kemanusiaan. Bahkan, Brigade al-Yarmouk memilih bergeser ke barat Yarmouk (timur Damaskus).
  • Ahmed Majdalani, salah satu pejabat senior PLO di Ramallah menyatakan seluruh faksi Palestina (tergabung dalam PNA) tidak akan terlibat perang di Yarmouk dengan alasan tidak akan menambah korban pengungsi Palestina.
  • Tidak terdengar upaya serius militer Assad menghentikan laju serangan dan posisi ISIS di Yarmouk selain menumpahkan bom barrel di luar kota Jaraman yang tidak mengenai apapun tentang ISIS.
  • Salah satu pejabat militer Palestina, Tayseer Abu Baker di lokasi mengatakan kepada pers bahwa 21 orang termasuk pengungsi dan pejuangnya tewas dan 74 pengungsi diculik saat berusaha kabur dari kemp pengungsi yang dikuasi ISIS.
  • Bertolak belakang dengan pernyataan senior Palestiana di atas, ISIS dikabarkan memberi makanan dan minuman kepada sejumlah pengungsi yang tertinggal. Selain yang disampaikan pejabat militer Palestina di atas belum terdengar adanya penyiksaan dan pembunuhan sadis dan kejam terhadap pengungsi mirip dengan beberapa peristiwa pelanggaran HAM lainnya saat ISIS menguasai sebuah wilayah.
  • Pada peristiwa serangan Al-Nusra ke kemp tersebut pada Desember 2012, otoritas Suriah dan Palestina meyakini bahwa Mossad, intelijen Israel berperan memasukkan ratusan pemberontak FSA ke lokasi tersebut berupaya membunuh Jibril pimpinan FPLP saat itu.
  • Saat ini, Front Al Nusra tulang punggung FSA telah menguasai ibu kota provinsi Daraa yang berjarak 110 km dari  kemp Jaraman, Yarmouk. Di sisi lain, ISIS dengan mudah telah hadir di Yarmouk. Mungkinkah ISIS “menanti” kedatangan al-Nusra (FSA) untuk berbagi strategi dan melakukan tawar menawar atau bahkan melindungi Damaskus dari ofensif FSA (Al-Nusra)?

Jika mengacu pada posisi jarak terdekat saat ini ISIS  dari Jaraman kemp ke istana presiden sejauh 5,5 km hanya memerlukan waktu tempuh kurang lebih 1 jam (dalam kondisi aman dan nyaman) dan mempertimbangkan ISIS mempunyai mobilitas dan peralatan tempur yang memadai dan mampu menghancurkan posisi penting di kota Damaskus, secara teoritis ISIS sangat mampu melakukan hal tersebut dengan cepat. Jika saat ini ISIS sedang melakukan konsolidasi dan persiapan matang untuk sebuah sentuhan akhir tepat sasaran mungkin itulah salah satu alasan mengapa serangan tersebut tertunda hingga saat ini.

Kondisi di atas jelas menimbulkan pertanyaan pengamat Suriah seperti di atas. Secara teoritis kita mempertanyakan mengapa pada posisi segenting itu pasukan Suriah seperti membiarkan ISIS leluasa mengatur serangan membahayakan posisi mereka? Tak terlihat kepanikan serius di kalangan militer dan pemerintah Suriah saat ini. Kesannya biasa biasa saja  seperti saat menghadapi pertempuran dengan meraih kalah dan menang silih berganti.

Atas dasar gambaran di atas, jika apa yang disampaikan analis CNN di atas justru BERTOLAK belakang dengan kondisi sesunggunya, kemungkinan besar pada 2015 ini kisah heroik bertahan melelahkan militer Suriah pro Assad akan tamat riwayatnya. Catatan sejarah menyudahi lembaran kelam Suriah pada abad modern dengan keruntuhan sampai ke akar-akarnya.

Pada kondisi ini rasa-rasanya  di Suriah tidak jelas lagi mana teman atau lawan yang abadi, sebab segala sesuatu tergantung pada kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai.

Salam AGI

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s