Badrodin, Akankah Menjabat Kapolri Seumur Jagung?

badrodinSejumlah ramalan dan prakiraan siapa calon Kapolri menggantikan Sutarman –yang kini sedang mengisi hari-hari santai bersama keluarganya –terjawab sudah. Sebagian besar ramalan mentah dan melenceng dari prakiraan  yang akhirnya menempatkan posisi  Jenderal keep smile, Badrodin sebagai calon Kapolri pilihan Presiden Jokowi.

Untuk sementara kelihatannya permasalahan telah dapat di atasi, terlebih lagi dengan menghentikan (meski SEMENTARA) dua pimpinan KPK sebagai simbol tidak ada yang menang dan yang kalah pada ke dua lembaga negara yang berseteru tersebut.

Akan tetapi potensi masalah justru terjadi dari dalam internal Polri sendiri ketika Badrodin yang dipilih menjadi Kapolri “meninggalkan” dampak psikologis pada sejumlah perwira tinggi Polri yang berambisi menjadi Kapolri. Sebut saja ada 5 calon Kapolri (enam calon dengan Badrodin) yang digadang-gadang Kompolnas dalam revisi terakhir usulan mereka ke Presiden yaitu :

  1. Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno
  2. Irwasum Komjen Dwi Prayitno
  3. Kabareskrim Komjen Budi Waseso.
  4. Kepala BNN Komjen Anang Iskandar
  5. Sekretaris Utama Lemhannas Komjen Suhardi Alius.

Dari sejumlah calon di atas jangan kira tidak berambisi menjadi Kapolri. Mereka tentu punya cita-cita yang memang wajar menjadi orang nomor satu ditubuh Bayangkara, salah satu lembaga negara paling bergengsi di tanah air kita.

Menjadi komandan tertinggi atau pucuk pimpinan tertinggi adalah cita-cita semua perwira tinggi. Cita-cita tersebut adalah implementasi dari kebutuhan aktualisasi diri yang merupakan kebutuhan tertinggi dari sejumlah kebutuhan lainnya yang tentu sudah diraih.

Menurut usia dinas ke lima calon tersebut ada yang masih berdinas 4 tahun lagi, tapi ada yang tersisa 3 tahun bahkan tidak sampai 2 tahun lagi, Komjen Badrodin bahkan hanya tinggal setahun saja lagi. Masuknya Badrodin jelas akan meninggalkan rasa kecewa calon lainnya.  Peluang bagi Badrodin membuat peluang calon lainnya menguap dan sirna, seiring dengan masuk ke masa MPP lalu pensiun pada batas titik karir tertinggi tersebut.

Oleh karena itu, tidak mustahil ke 5 calon tersebut mempunyai tim sukses yang bertugas menggadang-gadang bos masing-masing baik secara terbuka maupun tertutup.

Secara terbuka, misalnya dengan melakukan pernyataan pernyataan terbuka kepada pers atau mencuatkan berita atau informasi sukses spektakuler bos masing-masing menjelang pengusulan calon kepada Kompolnas.

Secara tertutup, lobi khusus kepada sejumlah elemen yang dipandang mampu mengangkat bos masing-masing diyakini pasti ditempuh, misalnya pendekatan kepada anggota DPR yang terkait dengan itu (Komisi 3) atau juga pendekatan khusus kepada Kompolnas.

Belum lagi tim sukses Komjen BG, mungkin termasuk timses paling sibuk melakukan sejumlah analisa peluang dan hambatan untuk membantu meloloskan bos mereka, termasuk juga cara melakukan counter attack atau jurus serangan balik terhadap seluruh ancaman yang berpotensi menghentikan laju bos mereka.

Tapi apa daya, kisruh berkepanjangan KPK dan Polri yang sempat menganggu ketenangan politik nasional dan berimplikasi negatif terhadap perekonomian akhirnya berada titik kulminasinnya. Ditandai dengan dekrit Presiden Jokowi menghentikan dua pimpinan KPK dan pencalonan Badrodin sebagai calon Kapolri, terasa hambar rasanya bagi sejumlah calon yang disebut di atas.

Kini, selangkah lagi Badrodin masuk ke gerbang Polisi nomor wahid di Indonesia. Cita-cita yang menyembul dalam hatinya sejak tamat dari Akpol 1982, peraih Adhi Makayasa pada masanya itu suka tak suka bagi calon lainnya telah ditunjuk Presiden menjadi Plt Kapolri.

Hal yang sama juga bagi Komnas HAM yang menyesalkan pemilihan Badrodin karena diduga terlibat dalam pelanggaran HAM di Poso sebagaimana yang ditengarai oleh Komnas HAM tidak dapat berbuat apa-apa.

Senang atau tidak, Badrodin tinggal menunggu dua minggu saja lagi –(sesuai tenggat waktu yang ditetapkan komisi 3 DPR kepada Presiden) menjadi Kapolri yang definitif. Terbuka baginya peluang sangat lebar mendapat predikat “Tri Brata 1.” atau sandi “Truno 1.”

Aapakah Badrodin akan mulus memimpin Polri dalam situasi dilematis seperti saat ini? Lihatlah setumpuk masalah darurat berikut ini :

  • Memimpin sejumlah perwira tinggi setingkat Komjen yang notabene mempunyai ambisi cita-cita yang sama harus kandas di tengah jalan. Terutama sekali adalah menajdi pimpinan Komjen BG.
  • Memimpin Polri dalam status menjelang pensiun. Menurut usia dinas, Badrodin akan pensiun pada Juli 2016. Cukupkah waktunya memimpin Polri ataukah hanya menjadi Kapolri dibalik bayang-bayang petinggi Polri lainnya.
  • Usia jabatan jelang pensiun hanya setahun saja lagi. Lihatlah beberapa pejabat Polri dengan masa tugas KURANG dari DUA TAHUN sejak awal berdiri sampai kini adalah :
    • Jenderal Roesmanhadi, menjabat 1 tahun 6 bulan (18 bulan)
    • Jenderal Roesdihardjo, menjabat 8 bulan (4 Januari 2000 -22 September 2000)
    • Jenderal Soerojo Bimantoro, menjabat 10 bulan
    • Jenderal Chairuddin Ismail, menjabat 2 bulan saja sebagai Plt Kapolri.

Di luar yang disebutkan di atas, rata-rata usia menjabat sebagai Kapolri antara 3 sampai 4 tahun. Bahkan ada rekor tertinggi menjabat hampir 5 tahun yang belum terpatahkan hingga kini yang diukir oleh Jenderal Mocahmmad Sanoesi (7 Juni 1986 – 19 Februari 1991) di masa pemerintahan Soeharto.

Berikut ini adalah sejumlah gambaran persoalan utama yang akan dihadapi oleh Tri Brata-1 saat ini, Badrodin Haiti, yaitu:

  • Meneruskan atau menghentikan pemeriksaan terhadap pimpinan KPK lama saat tekanan dari sejumlah politisi dan pejabat mengharapkan memberi pelajaran berharga kepada KPK agar tidak arogan. Namun di sisi lain tekanan dari masyarakat dan media massa kurang setuju dengan hal tersebut.
  • Menyelesaikan proses pemeriksaan terhadap sejumlah kasus yang menggantung dan nyaris terkubur akibat kisruh terbaru sehingga terlupakan kasus-kasus lama seperti masalah Bank Century dan Mafia Migas.
  • Menyiapkan “calon pengganti ” jika sewaktu waktu diminta oleh Presiden saat Badroedin berhenti sekaligus pensiun tahun depan.
  • Konflik oknum Polisi dengan oknum TNI semakin meruncing sehingga memerlukan hadirnya sosok pimpinan Polri yang disegani dan dihormati luar dalam oleh anak buah dan TNI.
  • Potensi instabilitas keamanan masyarakat dengan hadirnya teroris global menuntut Kapolri harus fokus pada peningkatan kemampuan prefentif aktif untuk mengidentifikasi lebih awal gangguan tersebut dan menggagalkan secara tepat dan cepat.
  • Kerjasama dengan KPK dalam nuansa baru harus tercipta tanpa dituduh berpihak kepada KPK.
  • Memulihkan nama baik Polri setelah mendapat sorotan serius dalam kasus perseteruan dengan KPK baru baru ini.

Tentu masih banyak lagi tugas utama yang harus dijalankan termasuk menjalankan pengawasan intelijen negara yang menjadi tugas khusus dari Presiden serta sejumlah tugas manajemen internal Polri sendiri.  Kelihatannya agak berat beban yang akan dilalui Badrodin Haiti, terutama JIKA  media massa, masyarakat, politisi dan birokrat tidak memberi dukungan kepadanya.

Oleh karenanya, sewajarnyalah semua elemen memberi dukungan kepada Badrodin meski hanya untuk bebeberapa saat saja. Jika tidak, rekor Jenderal Chairuddin Ismail yang menjabat Kapolri selama dua bulan saja justru dipecahkan oleh Badrodin, misalnya hanya sebulan, lantas Kapolri  definitif barupun dilantik, misalnya yang terpilih adalah salah satu dari ke 5 pesaing Badrodin di atas.

Selayaknya Badrodin bisa mencapai “Happy Ending” sebagaimana Sutarman yang mengikuti jejak Hoegeng, ada baiknya Badrodin segera action dari sekarang. Jadilah Kapolri sesungguhnya, bukan sesaat saja,  atau boneka pengisi paro waktu. Artinya harus tegas,  sekalipun terhadap kawan dalam internal Polri, mulai saat ini juga.

Jabatan memang tidak melekat abadi, jabatan juga bukan segalanya. Akan tetapi jika hanya menjabat sesaat saja alias seumur jagung, bagaimana mungkin bisa bekerja dan mencapai happy ending, agar terus bisa tersenyum, bukan? Keep Smile.!! Hehehehhehe…

salam AGN

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s