Alqaeda Terobos Keamanan Kota Paris, Bunuh Kartunis Charlie Hebdo

Dua penyerang kantor majalah kartun Chaklie Hebdo. Sumber : torontosun.com/2015/01/07/5

Dua penyerang kantor majalah kartun Chaklie Hebdo. Sumber : torontosun.com/2015/01/07/5

Sebagaimana telah diketahui dari berbagai media massa, serangan paling mematikan dan menampar wajah keamanan Perancis khususnya di kota Paris terhadap kantor majalah Charlie Hebdo telah terjadi tadi malam (8/1/2014)

Majalah mingguan Charlie Hebdo yang mulai beroprasi pada 1972 oleh beberapa pendiri pertamanya, Georges Bernie dan Francois Cavanna beroplah rata-rata 45 ribu eksemplar per minggu itu menjadi majalah yang diminati di Perancis karena kritikannya melalui tema-tema kontroversial dan tajam atas sejumlah isu atau tema yang sedang populer saat edisi tersebut diterbitkan.

Serasa tak memilih lagi tema apa yang paling tepat dan tak mampu lagi memisahkan ketersinggungan pihak lain, majalah satir (lucu) tersebut tak pandang bulu meledek siapapun. Beberapa diantaranya adalah Nabi Muhammad SAW serta Paus Johanes Paulus dan tokoh lainnya.

Mantan presidennya sendiri, Charles de Gaulle juga pernah disindir dalam kartun mereka pada edisi 9 Nopember 1970 yang mengaitkan kematiannya dengan terbakarnya Nigh Club “Ching” yang meranggut nyawa 146 pengunjungnya. Kontan saja majalah ini dibekukan terbit untuk dua kali edisi terbit.

Tema yang paling sering diangkat adalah masalah politk, kebudayaan dan rasis berkaitan dengan Islam, Yahudi dan Kristen  bernuansa isue permusuhan (provokatif) meski dikemas dalam teks yang lucu dalam filosofi  editor majalah tersebut.

Akibatnya, pemerintah Perancis sendiri pernah beberapa kali kebakaran jenggot dan mengingatkan majalah tersebut agar berhati-hati dalam memuat tema-tema pilihan mereka, seperti yang disampaikan oleh mantan Presiden Jackues Chirac atas penerbitan kartun yang meresahkan edisi  9 Februari 2006.  “Apapun yang melukai keyakinan orang lain dalam agama tertentu harus dihindari,” katanya merespon protes beberpa negara arab dan dunia serta organisasi forum muslim Perancis (CFCM).

Pada 2009, Charlie Hebdo (CH) pernah dikenakan denda €90.000 akibat mengejek Yahudi ortodok menjadi tukang dorong kereta pasien Arab dengan judul Üntouchanles 2″.  Meski idea tersebut telah memberi inspirasi pada produksi sebuah film, apa daya protes Yahudi di seluruh dunia membuat geram Menlu, Laurent Fabius pada saat itu.

Pada 2 Nopember 2011, kantor CH dibomb oleh pelaku yang belum terungkap beberapa hari setelah menerbitkan kartun yang dibuat khusus oleh  chief editor Stephane Charbonnier yang dikenal dengan sebagai Chab pada setiap karya. Karya terakhir Chub tentang sosok pemimpin ISIS mencium majalah tersebut dengan tulisan “Semoga sehat-sehat saja” mungkin sebagai ekspresi kebebasan yang mereka duga hal yang biasa di Perancis.

Edisi September 2012, kembali menerbitkan kartun satir yang merendahkan Nabi Muhammad SAW. Protes tesebut membuat pemerintah Perancis menutup 20 kantor Dubes dan konsulatnya di 20 negara Islam dan meningkatkan kewaspadaan di seluruh kantornya di negara tertentu.

Sepanjang 2014 juga menerbitkan sejumlah karikatur dan kartun yang menyinggun sejumlah penganut agama dan tokoh penting namun tidak ada yang menimbulkan protes secara terbuka.

Edisi 3 Nopember 2013 kembali menuai protes seluruh dunia ketika menerbitkan kartun yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad SAW.

Kontroversial yang disemai majalah tersebut mengakibatkan kantor Charlie Hebdo  diserang oleh dua teroris yang menewaskan 12 orang termasuk Charb dan 4 teman editor di dalamnya.

Penyerang keluar dari kantor tersebut dengan sangat cepat sambil menembak tewas 2 polisi bersepeda motor yang melintas di depan mereka lalu masuk ke dalam kendaraannya sambil berteriak keras, “Katakan pada media massa, kami dari Al-qaeda Yaman..” (Al-Qaeda Arabian Peninsula, atau dikenal dengan Al-Qaeda AP –red).

Sampai saat ini pihak keamanan Perancis bekerjasama dengan Intepol Perancis di Paris bertekad mengejar dan menemukan pelaku teror tersebut. Polisi menyatakan ada 3 orang bersenjata di lokasi saat peristiwa tersebut. (sumber http://www.interpol.int/en/News-and-media/News).

Tampaknya kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat dalam karya seni di Perancis kini kebablasan. Selain mendapat kecaman juga mendapat ancaman serius. Kebebasan dalam konstelasi jurnalisme yang diusung Perancis tampaknya mulai menuai masalah dengan terjadinya serangan teroris. Paling tidak memberi signal tentang perlu juga menjaga kebebasan orang lain dalam berbagai hal.

Salam AGN

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s