GA 143 Pecahkan Rekor Delay di Aceh

66d30-img_6706Berapa lama anda pernah merasakan tetundanya keberangkatan(delay) melalui pesawat udara selama ini? 2 jamkah atau 4 jam atau bahkan 10 jam? Itu adalah pengalaman anda.

Mari bayangkan pengalaman lainnya. Perjalanan anda tertunda 14 jam apa yang harus anda rasakan? Sebagian penumpang memang tidak ambil pusing jika hal itu berkaitan dengan alasan kondisi cuaca. Tapi jika pada hari yang sama beberapa maskapai lainnya telah berangkat  ke tujuan yang sama pada rentang waktu tersebut, apakah alasan cuaca demikian menghantui maskapai sekelas Garuda?

Lain lagi jika masalahnya kesalahan teknis karena keselamatan penumpang lebih terjamin ketimbang memaksakan diri dengan pesawat yang kurang baik perfomannya. Tapi sekali lagi, dalam rentang waktu tersebut tidak adakah pesawat pengganti yang dapat mengangkut penumpang bersama dengan kekecewaannya?

Peristiwanya terjadi 30 Desember 2014. Sejumlah penumpang yang seharusnya take off pada pukul 06.45 urung terbang karena alasan cuaca. Empat jam kemudian,  sekitar pukul 11, petugas membayar konpensasi kepada penumpang sebesar Rp.300.000 per orang, sekaligus mengumumkan penerbangan akan dilaksanakan pada pukul 14.30.

Menjelang pukul 15.15 penumpang bergegas masuk ke dalam pesawat dan ternyata disuruh turun kembali karena adanya kesalahan teknis. Kepada penumpang  petugas menyampaikan akan menyediakan hotel jika ingin beristirahat dan sejumlah makanan ringan juga dibagikan.

Sejumlah penumpang memilih pulang ke rumah dan ada yang tidur-tiduran di ruang tunggu keberangkatan. Tak sedikit yang menumpahkan kekesalannya dengan mengomel sambil berlalu lalang hilir mudik dengan Hape di tangan.

Pukul 21.30 (malam) ketika penumpang sebagian sudah diserang ngantuk dan ada yang membatalkan perjalanan, barulah mereka berangkat dengan pesawat Garuda, saudara penggantinya (GA 147) dan tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat hampir 2 jam 45 menit kemudian.

Mengingat maskapai Garuda selama ini mendapat beberapa penghargaan kelas dunia, diantaranya sebagai maskapai berkelas ekonomi terbaik dunia dan mempunyani barisan awak kabin terbaik (ramah) sedunia dan juga berkaitan dengan insiden jatuhnya pesawat AirAsia ke laut selat Malaka (tempat jalur Garuda tersebut akan melintas dari Banda Aceh ke Jakarta) ada baiknya kita lihat beberapa catatan dan analisa penting sebagai berikut :

Gauruda Airways (GA) menjadi maskapai paling handal di negara kita. Ia memperoleh berbagai penghargaan yang tak kepalang tanggung, meski dalam hal On-Time Performing periode Januari – Oktober 2014 dalam masalah ketepatan waktunya dipatahkan oleh  Wings Air, perusahaan tergolong tidak ada apa-apanya dibanding GA dalam segala hal.

Beberapa catatan performa keterlambatan penerbangan yang dapat dicatat selama 2 bulan terakhir (15 Oktober – 15 Desember) yang dikutip dari http://www.flightstats.com  mari lihat OTP maskapai kebanggan kita.

Tidak disebutkan bagaimana data tersebut diolah, tapi ia memberi batasan, terlambat 15 menit masih dalam katagori OTP 100%.

Tabel ini memperlihatkan penerbangan ke 20 tujuan paling intensif (akif) Garuda dalam kurun waktu dua bulan terakhir (15 Oktober – 15 Desember 2014).

Misalnya kelompok terbang dari Depansar ke Tokyo. Dalam 6o kali penerbangan periode ini, rata-rata terlambat selama 30 menit dengan rekor tertinggi (maksimal) selama 347 menit (hampir 6 jam). On Time Performing (OTP) 81%.

OTP paling buruk dalam periode tersebut adalah dari Jakarta ke Hongkong, rata-rata terlambat 48 menit dan terburuk 392 menit (enam setengah jam) dengan OTP 78% (hampir sama dengan OTP Jakarta – Semarang yang unggul dalam selisih rata-rata terlambat saja).

Tentu saja data di atas BELUM termasuk keterlambatan 14 jam di Bandara Sultan Iskandar Muda pada 30 Desember 2014 lalu. Tidak tahu jadinya seperti apa jika angka keterlambatan dalam 720 menit itu dimasukkan. Apakah posisi OTP GA akan masuk dalam OTP terbaik tahun ini atau bagaimana?

Sedangkan untuk periode 15 Desember hingga 30 Desember 2014, se Asia Pasifik, menurut informasi tersebut GA mengalami delay hanya 123 menit dengan keterlambatan berangkat di Xiamen Gaoqi International Airport (XMN) selama 84 menit. Ini jauh lebih baik dari beberapa nama maskapai besar Asia lainnya. (sumber :http://www.flightstats.com).

Apa yang menjadi bahan pertimbangan GA yang mengutamakan KESELAMATAN PENERBNGAN adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar, sehingga delay yang kelewat batas itupun menjadi hal yang biasa dan dapat dimaklumi. Tapi kerugian yang dialamai oleh GA akibat “pemecahan rekor” delay oleh GA 143, antara lain adalah :

  • Kerugian waktu dan imaterial penumpang
  • Bayar konpensasi 300 ribu x sejumlah penumpang (sekitar 124 orang)
  • Biaya meneruskan perjalanan penumpang yang transit di Jakarta menuju tujuan masing masing yang terpaksa ditinggal pesawat lain.
  • Kerugian rusaknya schedule route penerbangan GA 143 dan berdampak pada GA 147
  • Menganggu penilaian performance Garuda secara keseluruhan dalam hal ketepatan waktu dan keterlambatan.

Nilai kerugian di atas  tentu tidak seberapa jika dibanding dengan potensi risiko insiden atau kecelakaan yang sedang membuat murung dunia penerbangan kita. Tapi, jika Garuda dapat memelihara dan memenej GA 143 sedemikian rupa tentulah tidak akan ada kerugian tersebut meski potensi risiko tetap saja pada maskapai dan pesawat apa saja sekalipun kondisinya sangat prima.

Lihat performan GA 143 berikut ini dalam periode 15 Okotober sampai 15 Desember atau sebelum peristiwa pemecahan rekor akibat pergantian sparepartnya, sebagaimana laporan di atas :

1420031147998332672

Performa GA 143 periode 15 Okt- 15 Des 2014

Ternyata performa GA 143 dalam 2 bulan terakhir memang dalam kondisi kurang prima dengan rata-rata delaynya 18 menit dan skor ketepatan waktu hanya 2,66%. Sangat memprihatinkan. Kondisi ini belum termasuk pemecahan rekor delay 745 menit yang baru terjadi 30 Desember 2014 lalu.

Sebaiknya menyiapkan pesawat yang prima dan penanganan masalah tepat sasaran sehingga berjalan cepat dan tepat (efisien).  Mendatangkan spare part dari Medan saja memerlukan waktu 14 jam dan berakhir dengan pindahnya penumpang ke saudaranya yang lain (GA 147). Apalagi kabarnya, GA 143 ini pernah diancam bom pada 18/10.2014 lalu sehingga menunda penerbangan di Medan, ketika GA 143 dari Banda Aceh mendarat di Medan untuk transit menuju Jakarta. (Sumber : http://infopenerbangan.com).

Padahal jika dikaji-kaji ke belakang hubungan emosional dan historis Garuda dengan rakyat Aceh sangat dekat dan kental. Garuda itu lahir juga berkat kontribusi rakyat Aceh yang menyumbang Seulawah 001 sebagai cikal bakalnya Garuda yang membahana dunia dengan memperoleh aneka penghargaan kelas dunia. Di sisi lain, Garuda telah banyak membantu mengangkat perekonomian daerah Aceh dalam segala bidang. Tapi, mengapa untuk bangsanya sendiri terlalu lama memikirkan pelayanan yang terbaik.?

Semoga hal ini tidak mengacaukan konsentrasi manajemen Garuda, karena maksud dan tujuan kajian ini tidak lain adalah memberi masukan kepada kita semua tentang pemecahan rekor delay tersebut tak lain akibat kesalahan teknis dan tak dapat ditawar dengan apapun selain menghormati nyawa penumpang. Jadi memang sangat dimaklumi.

Akan tetapi di sisi lain, manejemen Garuda setidaknya mendapat gambaran bahwa unit Garuda yang berpotensi merugikan seperti di atas perlu segera diperiksa lebih teliti dan menyeluruh.

Sumber laporan di atas tidak akan mengubah performance Garuda secara signifikan karena yang dibahas secara parsial saja yaitu jangka waktu terbatas dan hanya pada unit GA 143. Soal bagaimana mekanisme dan teknis penyajian data pada laporan itu tentu penulis TIDAK tahu karena hanya dapat membaca (analisa) saja untuk kepentingan yang disebut di atas.

Selamat tahun baru Garuda Indonesia Airways.. Semangat baru dan peningkatan mutu dan pelayanan yang lebih baru. Persaingan Masyarakat Ekonomi Asean sudah didepan mata, mari kita tingkatkan mutu pelayanan.

Salam AGN

Iklan

Terimakasih berkenan memberi komentar Anda

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s